
Maya terdiam ketika ponsel Ryan mati . Ada rasa sakit dihatinya. Seperti ditusuk sembilu. Karna ada yang memangil suami nya dengan begitu lembut dan mesra .
Lalu ia Maya pun menaruh ponsel Ryan kedalam tasnya .Karna sekalian ia keluar ia akan mengantar ponsel suaminya kekantor Walau hatinya sedikit penasaran .Namun Maya mencoba tenang .Tak ingin langsung curiga. Namun ia harus mencari bukti .Seperti dulu yang Bayu lakukan padanya. Karna sikap Ryan tak berubah sama sekali padanya.
****
" Bang jhon kita kekantor dulu ya, mau ngantar ponsel bang Ryan ketinggalan " kata Maya.
" Baik nona " kata Jhon yang lalu menghidupkan mesin mobilnya Ketika Maya Desi dan Vani sudah masuk. Sedangkan Maya duduk disebelah Jhon.
Mobil pun melaju di .jalanan Bersama kendaraan lain yang berlomba lomba menuju tujuan masing masing. Dan ketika berhenti di lampu merah Tiba tiba ponsel Ryan berdering lagi. Yang membuat Maya mengambilnya. Dan nama Rara calling terlihat jelas.
"Bang Jhon kamu yang bicara ya , biar Maya spiker " kata Maya .
" Hah tapi nona , bukannya ...."
" Ini ponsel bang Ryan sedari tadi dia menghubungi bang Ryan .Tanyakan padanya apa maunya " kata Maya.
" Baik nona " jawab Jhon . menuruti kemauan Maya Karna ponselnya terus berdering.
Maya pun lalu memencet warna hijau dan ingin mendengarkan suara wanita itu.
" Halo yan, ini gue....sorry ganggu lho kita kapan mau ketemu lagi " kata wanita itu
Maya berbicara pelan mengatakan ponsel Ryan ketinggalan dirumah.
" Maaf nona ini ponsel tuan Lee ketinggalan nona siapa ya ?" kata Jhon menjawab . Seraya menatap Maya sekilas.
" Oh gitu ya jadi ponsel tuan Lee ketinggalan dimana ?" tanya wanita itu.
" Dirumah nona , ini lagi mau diantar kekantor. " kata Jhon .Menjelaskan
" Oh ya kalo gitu bisa saya saja yang mengantarnya ?" kata Rara lagi.
Deg........
Jhon dan Maya saling tatap..Begitu juga Desi dan Vani yang duduk dibelakang.
" Wah modus itu , woi.......modus " teriak Desi emosi yang membuat Rara terkejut dari sebrang sana .
" Maaf itu siapa ya ?" kata Rara lagi.
" Maaf nona ngak bisa . Karna saya sudah sampai halaman kantor . ini ada teman saya yang lagi bicara dengan temannya juga . kalo begitu saya tutup ya nona karna saya harus mengantar ponsel tuan Lee karna sudah ditunggu " kata Jhon.
__ADS_1
" Ok kalo begitu sampai kan salam ku pada tuanmu saja ya " kata Rara lagi
" Baik nona " kata Jhon .Lalu memutuskan hubungan.
Maya pun membuang nafas kasar .setelah mendengar alasan wanita itu pada Jhon.
" Wah......May dasar perempuan gila . Berani sekali dia pengen bikin modus kurang ajar banget dia Kalo gue jadi lho bakal gue sumpal sambel tuh mulut " dumel Desi .
" Iya May kaya nya ada bau bau pelakor tuh " kata Vani ikutan. Sedang Jhon hanya diam .Mendengarkan komentar para istri majikannya itu.
" Tadi pagi dia nelpon juga, aku rasa dia teman lama Bang Ryan . Atau mantannya . aku belum berani ambil kesimpulan jauh Sebelum punya bukti . Karna aku harus punya bukti dulu. Baru mengecapnya pelakor " kata Maya.
" Wah perlu diselidiki tuh May, kayanya dia lagi cari kesempatan . Makanya nelpon Laki lho " kata Desi.
" Ya nanti biar aku tanya bang Ryan .Kalo sudah dirumah " kata Maya.
" Harus May dan tanya juga tuh perempuan apanya..karna kalo didiami bahaya. Laki lho jadi incaran atau jangan jangan ... " kata Vani
" Nona kita sudah sampai " kata Jhon yang memotong perkataan Vani.
" Ya bang Jhon .,tunggu ya biar Maya naik " kata Maya yang lalu turun dari mobil.
" Ya nona " kata Jhon.
Maya pun masuk kedalam gedung perkantoran Group Lee .Untuk mengantar ponsel suaminya iru .
" Ho oh ....aku juga curiga " kata Desi sambil melihat keluar jendela.
Sedangkan Jhon hanya diam tak bicara dan juga tidak berkomentar . Karna ia belum tahu inti permasalahannya.
Sedangkan Maya sedang menuju ruangan Ryan . Sekertaris Ryan yang melihat Maya langsung tersenyum ramah pada Maya .Karna tahu Maya istri bosnya.
":Bapa ada di dalam ?" tanya Maya.
" Ada bu lagi bersama pa Alex dan Didi. " kata sekertaris Ryan.
" Ok trimakasih " kata Maya melangkah menuju ruangan Ryan.
Maya hendak mengetuk pintu ketika terdengar obrolan tentang Rara. Maya diam dan mengurungkan niatnya mengetuk pintu ketika.
" Aku yakin bos, dia ingin mendekatimu Persis sama dengan Cindy. Lihat gayanya yang manja Masa ngak punya malu depan gue di , Dan lagi tiap ada kesempatan dia menatap bos curi curi pandang genit " kata Alex yang terdengar jelas.
" Wah .....itu mah nekad tuan " kata Didi.
__ADS_1
" Sudah .....sudah pusing aku mendengar kalian berdua ngoceh. ngak usah dibahas. Karna aku tak tertarik . Sana kembali keruangan kalian. " kata Ryan yang duduk santai di kursinya
Ceklek........
" Nona ....." kata Didi yang kaget ketika Maya berdiri didepan pintu. Maya pun tersenyum
" Abang nya ada kan mas " kata Maya basa basi.
" Oh ada silakan masuk nona " kata Didi lalu membuka pintu lebar untuk istri bosnya itu.
" Siang nona " sapa Alex .
" Siang Bang " jawab Maya.
" May tumben kesini ngak bilang abang " kata Ryan yang kaget .Melihat istrinya itu sudah berada didepan pintu. Lalu berdiri menghampiri Maya.
Didi dan Alex saling pandang. Lalu keduanya keluar dari ruangan Ryan. Dan menutup pintunya.
" May kesini mau ngantar ponsel abang yang ketinggalan takut kalo ada yang penting " kata Maya.
Ryan pun lalu meraba saku jasnya. "Astaga .trimakasih sayang, abang juga ngak sadar kalo ponsel abang ketinggalan. " kata Ryan. Yang lalu memeluk istrinya dan menciumnya.
"'Oh ya tadi ada yang telp abang berkali kali . Namanya Rara bang . Itu siapa bang ?" tanya Maya penuh selidik.
" Oh itu teman kuliah abang kemaren ketemu waktu sama Alex Bukan siapa siapa kok " kata Ryan memperjelas.
"Oh gitu, ya sudah Maya shoping dulu ya, kasihan Desi dan Vani sudah nunggu dibawah ":kata Maya.
" Lah kok buru buru sekali " kata Ryan yang mengecup bibir Maya.
" Bang .....mpt......mpt....."
" Sebentar abang mau cium May dulu. Biar jadi vitamin abang " kata Ryan . yang memeluk istrinya itu .Sambil ******* bibir Maya penuh hasrat.
Maya sempat terhanyut dengan ciuman suaminya. Dengan terhenti ketika......
Tok.....tok....tok......
Ryan pun melepas kan pelukannya dan mengusap bibir Maya yang basah.
" Masuk " kata Ryan
" Maaf pa ada bu Lena datang bersama asistennya " kata sekertaris Ryan .
__ADS_1
" Ya suruh masuk , pergilah bersenang senang tapi jangan sampai sore karna abang pulang cepat hari ini " kata Ryan mencium kening Maya. bersama dengan Lena yang masuk ke ruangannya.
Maya pun mencium takzim tangan Ryan lalu pergi meninggal kan ruangan itu Seraya melirik sekilas relasi bisnis Ryan Yang memakai pakaian seksi . Tapi masih ada seorang pria yang menemaninya . Membuat Maya pergi dengan tenang Meninggalkan suaminya itu.