Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 472


__ADS_3

Ken meraih jilbab kotor dan memberikan nya pada Fatimah .


" Aku akan mengantarmu pulang " kata Ken yang lalu melajukan mobilnya ke arah tempat tinggal Fatimah . Dan lalu membuka pintu untuk Fatimah. Fatimah yang memasang jilbab kotornya mau tak mau harus memakainya ..Karna tak mungkin ia pulang tanpa penutup kepala.


Sesampai dekat rumah Fatimah banyak orang berkumpul dan.....


" Ayah " kata Fatimah yang bergegas masuk kedalam rumahnya.


" Kamu kemana Fat baru pulang ayahmu sekarat " kata Uwa Ratih tetangga mereka


" Saya kerja uwa tapi pulangnya saya dihadang preman Motor nya rusak untung ada orang yang menolong " kata Fatimah terisak lalu mendekati sang ayah.


" Ayah....ayah ngak pa pa kan " isak Fatimah


" Sini nak ayah sudah ngak kuat lagi ayah ingin bertanya padamu .." kata ayah Fatimah sekarat.


"'Apa kau mau menikah nak Ayah ingin kau punya seseorang yang bisa menjaga mu " kata ayah Fatimah .


Ken yang mendengar itu pun lalu maju dan mendekati ayah Fatimah


" Biar saya yang menjaga nya pa Saya akan menikahinya " kata Ken . Yang membuat Fatimah kaget dan juga orang di sekitar mereka.


" Bagus lah kalo begitu jadi kita tak perlu mencari orang lagi kalo mas nya ini mau " kata Pa RT dan beberapa orang yang memang tahu pa Ihwan sekarat.


Tampa pikir panjang lagi mereka pun menjadi saksi Penikahan Fatimah dan Ken dengan mahar ,uang satu juta Dan sebuah cincin . Yang membuat kedua nya sah menikah Di tengah malam itu Dan setelah berdoa Pa Ihwan pun meninggal dengan tenang . Yang membuat Fatimah bersedih Dan menangis tersedu sedu.


Dan malam itu juga pa Ihwan di makam kan pada dini hari jum,at ..Tangis haru


membuat Fatimah hampir pingsan .kalau Ken tak menahannya. Melihat sang ayah sudah pergi meninggalkan nya. Dan Ken merasa iba dengan kesedihan wanita malang itu Yang kini sudah menjadi istrinya


Ken mengedong Fatimah pulang kerumahnya .Dan disana sudah banyak ibu ibu Yang membantu memasak makanan.. lalu.. Ken pun menelpon Zia untuk memesan makanan dan roti untuk para tamu dan orang orang yang menolong Fatimah . Walau rumah Fatimah kecil..


Tapi para tetangga disana cukup baik dan perduli.


" Mas ini minum teh hangat nya dulu ya Fatimah juga ini kalian harus makan biar uwa yang membantu mengurus didapur " kata Uwa Ratih tetangga Fatimah.


" Ya wa trimakasih Tadi saya memesan makanan Tolong nanti kalo sudah datang dibagikan ya wa Buat sarapan pagi bagi yang membantu " kata Ken.


" Ya nak. " kata uwa Ratih Yang keluar dari kamar Fatimah Setelah mengantar kan bubur untuk Ken dan Fatimah.


" Makan lah " kata Ken menatap Fatimah Lalu membetulkan batal .Fatimah Dan menggosok pungung Fatimah dengan minyak kayu putih dan membuka jilbab kotor Fatimah.

__ADS_1


" Yang mana lemari mu biar aku ambilkan pakaian mu " kata Ken


" Ya itu " kata Fatimah yang terisak sedih karna masih mengingat sang ayah.


Yang membuat Ken tak tega lalu memeluknya kan mengusap kepala Fatimah pelan .


"' Jangan menangis ada aku yang menjagamu " kata Ken .Yang membuat Fatimah makin terisak.


" Kenapa dia baik padaku ,Padahal aku hanya orang miskin " bathin Fatimah risau karma tak menyangka pria dingin itu menikahinya Padahal mereka tak saling kenal Dan Fatimah hanya pernah sekali


bertemu Ken yaitu saat ia menabrak Mobil mewah milik Ken.


Seminggu berlalu.............


Zia baru saja mau pulang Ketika sebuah tangan menarik tangan nya ..


" Ikut dengan ku sekarang " kata Damar Yang membawa Zia masuk mobil .


" Kita mau kemana ?" kata Zia pada Damar.


" Jalan jalan kau sudah pulang kan?" kata Damar yang 4 hari ini tak bertemu Zia Karna ia mengikuti ujian beasiswanya.


" Sudah kak " kata Zia .Yang memang pernikahan kedua nya masih di sembunyi kan Dan Damar juga belum memberi tahukan kedua orang tuanya Karna memang tinggal dua Minggu lagi Mereka juga akan menikah.


" Wah bagus kak......" kata Zia senang Yang lama tidak ke pantai


" Kau mau menginap disini , Toh kita sudah menikah Orangtua mu tak akan Keberatan aku membawa mu " kata Damar sengaja membawa Zia pergi Karna dia rindu dengan istrinya itu.


" Tapi Zi tak membawa pakaian kak " kata Zi. menatap Damar.


" Tak masalah kak Damar akan belikan tuh banyak di pinggir yang jual ." kata Damar santai


" He....eh kok lupa ya " kata Zia lalu berjalan mendekati beberapa daster dan baju piyama untuk Zia pakai.


" Beli ini kak " kata Zi mengambil 2 potong begitu juga Damar yang juga butuh untuk ganti. Lalu setelah membayar keduanya berjalan jalan di pinggir pantai saling bergandeng tangan.


********


Sedangkan Fatimah baru saja pulang dari Kampus Ia berhenti membuat roti dan hanya fokus kuliah. saja. Motornya yang rusak sudah diganti oleh Ken dengan motor Scoopy baru .Dan kini ia sedikit tenang karna kehidupannya sedikit berubah.


" Apa dia akan kesini malam ini " kata Fatimah Yang sudah 3 hari ini tak bertemu suaminya tu. Mereka berdua hanya berkirim pesan. Dan Ken akan slalu meminggalkan uang setiap hendak pergi.

__ADS_1


Karna tak ingin Fatimah kekurangan.


" Masih ada daging apa ku buat kan sop saja ya "kata Fatimah yang tak tahu siapa suaminya dan apa pekerjaan nya.


Lalu Fatimah pun memasak menyiapkan semua bahan Dan hampir satu jam acara memasaknya . Semuanya selesai. Dan Fatimah meletakkan dimeja .Lalu menutupnya dengan tudung saji..


"' Ah aku mandi dulu saja " kata Fatimah Yang melihat sudah hampir magrib. Namun belum lagi ia masuk kamar mandi


Tok....tok.... tok...


Ceklek....kret......


" Tuan " kata Fatimah kaget yang membuka pintu rumah sedikit karna ia tak .memakai hijab .


" Kenapa tak memakai hijab " kata Ken masuk lalu menutup pintu dan menguncinya


"' Maaf tadi aku mau mandi " kata Fatimah tertunduk.


" Oh ya sama aku juga mau mandi " kata Ken yang lalu melepaskan dasinya. Lalu menuju kamar Fatimah..


" Bisa kau lepaskan pakaian ku ." kata Ken meminta pada Fatimah Untuk melepaskan pakaian nya


" Eh.....iya " kata Fatimah lalu membuka satu persatu kancing kemeja Ken dan meletakan kemeja kotornya di keranjang.


" Apa celana panjangnya juga " kata Fatimah gugup . .


" Ya " kata Ken tersenyum melihat wajah merah delima istrinya itu karna malu


" Kenapa ?" kata Ken ketika Fatimah ragu melepaskan resleting celana Ken


" Eh.....anu..... itu ..." kata Fatimah gugup


Ken pun memeluk tubuh mungil istrinya itu dan dan mengangkat dagunya dan mengecup bibir nya ..lalu ********** tampa bicara apapun .


"' Tuan sudah hampir magrib " kata Fatimah dengan wajah merona karna Ken. cukup lama mengecupnya.


" Kenapa ini juga ibadah kan. Melayani suami itu juga ibadah " bisik Ken pelan memeluk tubuh Fatimah dan menggendong nya ketempat tidur . Lalu menindihnya.


Manik mata keduanya pun bertemu Lalu terlihat mata Fatimah terpejam karna malu . Ken yang melihat itu hanya tersenyum Dan melanjutkan aksinya. Yang sudah di tahan nya selama seminggu ini.


Fatimah diam tak bersuara karna tak sekali pun Ken melepaskan tautan bibirnya . Dan tangannya Liar menyusuri setiap senti tubuh mungil itu Melakukan apa yang sudah menjadi haknya

__ADS_1


Fatimah terdiam tampa kata. Hanya ada air mata menetes di sudut matanya Ketika Ken mendapatkan apa yang ia mau. Lalu kedua nya mandi setelah selesai dengan Mengendong tubuh Fatimah kekamar mandi dan sholat magrib berjamaah.


__ADS_2