
Ryan pun menoleh pada orang yang menepuk pundaknya.
" Hai gimana kabarnya lama tak bertemu "'sapa seorang wanita cantik dan seksi.
" Rara .......Rara kan ya ampun, aku baik " kata Ryan lalu turun dari mobil.
" Kelihatan sudah sukses nih. untung masih kenal dengan ku. ku pikir kau sudah lupa padaku " kata Rara tersenyum.
"'Ya begitu lah kudengar kau di jerman kenapa baru muncul sekarang " kata Ryan.
"'Panjang ceritanya , oh ya ku dengar Cindy sudah meninggal aku ikut berbelasungkawa ya " kata Rara .Menatap Ryan semakin tampan dan gagah saja
" Em ......." dehem Ryan tersenyum ..
" Oh ya sedang apa disini ?" tanya Rara menelisik wajah Ryan.
" Sedang membeli roti buat anak anak ku, kau sendiri ?" Ryan balik bertanya.
" Sama , oh ya apa aku boleh minta no ponselmu untuk jaga jaga pas reuni " kata Rara basa basi.
" Berikan ponselmu " kata Ryan. Yang mengeluarkan no ponselnya dari saku jas .
" Ini " Rara pun memberikan ponselnya pada Ryan dan Ryan pun lalu mengetik no nya.
Lalu keduanya pun asyik ngobrol dan tertawa bersama. Saat Kim membawa kantong kresek besar berisi kotak cake.
" Tuan muda sudah selesai apa kita langsung pulang ?" tanya Kim sambil menatap sekilas wanita yang ngobrol bersama tuannya.
" Iya kim kita pulang " kata Ryan..Lalu pamit dengan Rara . Rara pun tersenyum manis lalu melambaikan tangannya dan lalu masuk kedalam. toko roti.
Kim pun lalu masuk setelah menaruh roti dikursi belakang. Dan membawa mobilnya menuju rumah utama.
" Dia siapa tuan ?" tanya Kim sambil fokus menatap jalan
" Teman kuliah . dia pindah ke Jerman bersama suami nya ketika habis wisuda. Dia juga teman Cindy ..Suaminya dulu temanku dan Frans. Namun kami tak pernah berkomunikasi lagi setelah lulus " jelas Ryan.
" Dia cantik " kata Kim
" Ya dulu dia kembang kampus " kata Ryan yang menyandarkan kepalanya.
" Pastinya dia jadi idola banyak pria ya tuan, dan juga terlihat seksi , tapi menurut saya masih cantik nona Maya " kata Kim seraya melirik tuannya.
"'Hahaha. ...kau ini Kim jelas Maya yang no satu, tak kan ada yang lain " kata Ryan terkekeh.
"'Tapi sorot matamu berbeda tuan " bathin kim yang melihat langsung senyum mengembang Ryan tertawa ketika bersama Rara..
__ADS_1
Lalu keduanya pun terdiam. Dan tidak sampai 25 menit mereka sudah sampai di rumah utama . Dan Kim langsung menurunkan kotak cake nya dan membawa satu kebelakang Karena ia mendapat bonus satu kotak dari sang tuan muda..
Ryan melangkah gontai masuk kamar . Dan melepaskan semua pakaian nya . Dan masuk kamar mandi.
Sedangkan Maya sedang di Kamar Queen ..Membantu putrinya mengerjakan PR dari sekolah .
" Mah yang ini belum , win ngak gerti " kata Queen.
" Ok ...gini mamah jelaskan ya " kata Maya yang menulis cara membuatnya dan menyelesaikan nya." kata Maya. yang memberi contoh tertulis agar putrinya itu paham..
Sedang dikamar lain ..Ryan baru saja selesai mandi Ketika ponselnya bergetar. Dan lalu mengangkatnya.
" Hai yan ini aku Rara bisa ngak besok malam kita ketemu. aku pengen ngobrol dengan mu " kata Rara dari sebrang sana
" Ok......aku lihat waktunya dulu ya ": kata Ryan
" Baiklah aku tunggu kabar dari mu " kata Rara dari sebrang sana . Dan hubungan pun terputus .
Ryan meletakan kembali ponselnya di atas nakas dan dan lalu berpakaian " Mana May ya ?" kata Ryan sambil mengenakan baju rumahan.. Lalu duduk bersandar disofa sambil mengambil remote TV.
Ceklek ......
Maya pun masuk kekamar setelah tadi membantu Queen mengerjakan PR nya . Yang sudah terbiasa bagi Maya untuk memperhatikan anak anaknya belajar.
"' Abang sudah pulang" kata Maya tersenyum lalu mendekati sang suami.
" Dari kamar Queen membantunya mengerjakan tugas sekolah " jawab Maya.
" Abang sudah wangi nih ,abang sudah mandi ? " tanya Maya.
" Masa wangi gini abang belum mandi sih , Apa abang masih kurang tampan " goda Ryan .
"'Tampan dong bang , apa lagi kalo lagi seksi " kata Maya tersenyum. Membalas godaan Ryan .
"Hahaha........Rayan pun tertawa senang .Lalu
memeluk istrinya itu sambil terkekeh. Maya pun lalu menyembunyikan wajahnya didada Ryan.
"Ya ampun istri abang ini , sudah punya anak empat aja masih malu sama suami sendiri " Kata Ryan yang lalu mengecup bibir Maya. Entah mengapa tiap dekat istrinya Ryan tak pernah bisa menahan diri.
"'Apa pintunya sudah dikunci ?" tanya Ryan. seraya memangku istrinya itu.
"'Ya jelas bang kalo ngak bakal ada yang menerobos masuk " kata Maya yang bergelayut manja pada suaminya itu. Entah mengapa akhir akhir ini ia merasa ingin dimanja sang suami.
" Istri yang cerdas " puji Ryan lalu kembali ******* bibir istrinya itu. Yang membuat Maya ngeliat seperti ulat. Karna tangan suaminya itu mulai menjelajahi setiap lekuk tubuh Maya. Yang hanya mengeluarkan ******* dan lenguhan pelan .Yang membuat Ryan semakin bergairah
__ADS_1
*****
Sedangkan di rumah Kim . Kim baru saja merebahkan badannya di atas tempat tidur karna ia ingin istirahat.
Cup.......
Sebuah ciuman mendarat di pipinya yang membuat nya menarik tubuh mungil itu dipelukan nya.
"'Hehehe........ayah kaget ya ?" celoteh Zia yang menatap lekat wajah Kim.
" Iya lah, ayah pikir bunda. Nyatanya putri ayah yang cantik ini " kata Kim memeluk nya. di atas dadanya.
"'Bunda kemana?" tanya Kim.
" Lagi bikin rendang buat ayah sama bi inah didapur utama Juga buat mamah " kata Zia.
"'O gitu, pantasan sepi. oh ya ayah bawa roti tuh diatas meja abang ken dikasih sana " kata Kim yang lalu mencium pipi Zia.
" Hore pasti yang enak itu ya yah. pasti papah yang belikan " kata Zia yang tahu kalo papahnya itu sudah langganan roti dan cake yang enak enak .
Zia dan ken memang memanggil Maya mamah dan Ryan papah karna sudah terbiasa sejak kecil . Dan Maya juga ngak pernah keberatan bila keponakannya itu memanggilnya mamah . Karna Maya juga sayang pada Ima seperti adiknya sendiri. Seperti Bima adik kandungnya.
Zia pun turun dari atas tubuh Kim berlari mendekati meja yang ada kotak rotinya . Lalu membukanya.
" Wow......yummy enak yah.....trimakasih " kata Zia yang memang menyukai roti dan cake.
Tak lama Ima pun masuk kamar . Dan melihat Zia sedang menguyah cake kesukaannya. " de itu dari mana ?" tanya Ima .
" Ayah yang bawa de, " jawab kim .
" Lah kak Kim sudah pulang, Ima pikir belum " kata ima yang lalu mendekati suaminya
" Sudah matang rendangnya ?" tanya Kim.
" Lho kok kakak tahu ?" jawab Ima bingung.
" Zia yang bilang bun, tadi ayah nanyain bunda kok ngak pulang pulang " kata Zia.
" Mana ada gitu, ayah cuma nanya bunda kemana? kok di tambahin tambahin ya " kata Kim.
"'Hehehe.........biar bunda cepat pulang yah. Habisnya lama banget disana kan Zia ngak bisa main game. " kata Zia memberi alasan.
" Cih.......anakmu kak biang keladi " kata Ima manyun .
" Biang keladi itu apa bun ??????
__ADS_1
" Hah ...........Ima pun terdiam seraya melirik kim yang hanya mengangkat dua bahunya .