Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 424


__ADS_3

Pagi di rumah ustad Rahman sudah ramai karna para santri sibuk membantu acara akad nikah Rey dan Aisyah. bersama Queen dan Tian.


Sedangkan Tian baru saja bangun tidur ketika Pintu rumah nya diketuk.


Tok.....tok....tok........


Ceklek


" Queen " kata Tian kaget .


" Astaga kau belum mandi , ayo cepat mandi Lalu ikut dengan ku sekarang " kata Queen


" Hah...... kita mau kemana ?" Kata Tian


" Kita mau nikah sekarang " kata .Queen Yang mendorong Tian kekamar mandi dan Queen masuk kamar Tian membuka kopernya dan megambil pakaian Tian dan menyiapkan nya


" Hah... nikah ....ngak salah aish kenapa dia yang mengajak ku menikah .Harusnya aku dong.....ah bodo amat ....yang penting nikah " kata Tian senyum senyum sendiri.


Setelah itu masuk kamarnya setelah ritual mandinya selesai.


"Aaaa.........." teriak Queen kaget karna Tian hanya memakai handuk sepinggang. Lalu bergegas pergi meninggalkan kamar Tian.


Tian hanya tersenyum lalu bergegas berpakaian .Setelah rapi ia pun keluar menemui Queen..


Queen tertegun melihat Tian yang sudah tampan dan rapi. Dan melihatnya dari atas sampai kebawah.


" Kenapa ?" kata Tian bingung .


" Ayo berangkat " kata Queen menarik tangan nya dan membuka pintu.


" Eh kok ngak sabaran amat sih . sebentar aku kunci pintu dulu ." kata Tian terkekeh lalu setelah pintu terkunci Tian pun lalu mengandeng tangan Queen .Menuju sebuah mobil Yang menunggu keduanya.


" Mobil siapa ?" kata Tian.


" Ngak pake banyak nanya ayo masuk " kata Queen yang menarik tangan Tian..


Mobil melesat cepat ke pondok. Dan sesampainya disana kedua nya disambut beberapa santri yang membuat Tian bingung


" Hah kita dimana ?" kata Tian


" Kau di pondok " kata Rey yang. membuat Tian terkejut Dan lebih terkejut lagi ketika Rey merangkul Queen .


" Kenapa kau ada disini ?" kata Tian menatap Rey penuh selidik. .Menatap teman nya masa SMA itu .


" Aku mau menikah dengan Queen jadi kau jadi saksi sana pergi ke masjid dulu jadi mualaf " kata Rey mengoda Tian

__ADS_1


" Enak saja .....Queen calon ku " kata Tian menarik tangan Queen tak terima dengan perkataan Rey.


" Ish malah ribut ayo kita kesana " kata Queen menyeret Tian kedalam masjid.


" Sebelum menikah kau jadi mualaf dulu " kata Queen .


" Hah....... tapi " kata Tian bingung.


" Kau mau menikahi Queen kan Kau harus jadi mualaf dulu Baru kalian bisa menikah. Kalo ngak biar aku yang menikahi Queen " kata Rey


" Eh enak saja ngak ngak ya aku mau jadi mualaf " kata Tian bingung .Entah kenapa teman lamanya itu bisa muncul mendadak .


Apalagi di saat ia mau menikah.


Queen hanya tersenyum melihat polah sang kakak mengoda Tian .Yang terlihat bingung dan seperti orang bodoh ..


Tian pun duduk bersila dihadapan para ustad Ketika mengucapkan dua kalimat syahadat . Yang membuatnya resmi menjadi mualaf. .Yang membuat Queen lega kini ia bisa menikah dengan tenang dengan satu keyakinan.


Tian lalu dia ajak ngobrol para ustad dan guru pembimbing nya sekalian mengajar kan ijab kabul yang akan ia baca nanti. ketika akad Cukup lama Tian menghafalnya Sedangkan Rey menemaninya duduk tenang tak jauh dari Tian duduk


" Mencari siapa ?" kata Rey


" Queen. dimana dia ." kata Tian Yang menengok kiri kanan. Mencari sosok Queen Yang menghilang entah kemana


" Nih sarapan dulu " kata Rey menatap Tian. Yang sebentar lagi jadi adik iparnya


" Kenapa kau bisa ada disini " kata Tian


penuh selidik menatap Rey lekat.


"' Aku mau menikah " kata Rey santai


" Hei aku yang mau menikah , kenapa kau. ikut ikutan Lagian kenapa kau bisa ada disini " kata Tian Yang sedari tadi penasaran karna temannya itu tahu ia ingin menikah dengan Tian


" Ya sudah kita sama sama menikah " kata Rey Sambil asyik bermain ponsel.


" Hei jangan main main aku serius " kata Tian yang menatap Rey.


" Hei hafalkan saja ijab Kabul mu ngak usah banyak bertanya Nanti juga kau tahu " kata Rey . Yang makin membuat Tian tambah bingung ..Namun akhirnya Tian fokus pada hafalan nya . Walau ia bukan seorang muslim dan baru jadi mualaf dalam hitungan jam Tapi Tian cukup cepat dalam menghafal Apalagi hanya dua bait.


Rey menatap temannya yang terlihat serius dan iba atas apa yang ia dengar dari Queen..Padahal Tian adalah anak yang baik dan juga pintar.


" Ada apa ?" kata Tian melihat Rey Yang menelisik wajahnya.


" Ngak pa pa apa kau sangat mencintai Queen ?" tanya Rey.

__ADS_1


" Ya aku sangat mencintainya Queen lalu kenapa ?" Kata Tian menatap Rey curiga


" Jangan pernah menyakiti nya aku sendiri Yang akan membunuhmu Bila kau brani menyakiti nya " kata Rey


"' Hei mana mungkin aku menyakitinya Dia gadis tercantik yang pernah aku temui " kata Tian jujur .


" Bagus lah " kata Rey Lalu keduanya asyik ngobrol tentang mada sekolah dulu.


Keduanya pun bercerita sampai akhirnya Queen dan Aisya pun terlihat. Sedang didandani bersamaan Ryan yang datang bersama Maya.


Ryan sengaja menikah kan anak anaknya secara mendadak. karna tak. ingin anak anaknya bergaul bebas di luar sana Yang membuatnya takut mengikuti jejaknya sebagai mantan casanova. Dan karna ia juga ingin menimang cucu di masa tua nya yang kesepian karna anak anaknya sudah beranjak dewasa . Dan lagian Ryan tak punya saudara . Jadi ia ingin mengisi waktunya dengan melihat cucunya Dan berkeliling dunia bersama Maya yang sudah beberapa kali mereka lakukan.


" Semua sudah siap tuan " kata Jhon ketika Ryan dan Maya yang sudah siap masuk kemasjid .Sedang Queen dan Aisyah masih memasang pakaian.


" Ok kita mulai saja " kata Ryan pada ustad Salman dan Altaf besan nya.


" Ya tuan Lee " kata Salman.


Sedangkan Queen sangat gugup begitu juga Asiyah yang baru saja bertemu tadi malam saat lamaran sang kakak . Yang membuat mereka terlihat cangung.


"' Apa kakak gugup ?" tanya Queen Yang memanggil Aisyah kakak walau umur mereka terpaut 5 tahun


"' Sedikit " kata Aisyah.


"' Lalu bagaimana dengan mu " kata Aisyah balik bertanya


" Sama kak " kata Queen yang sangat gugup Tapi ia sangat bahagia bisa menikah dengan Tian Walau sederhana karna setelah wisuda papahnya akan mengirim mereka ke Amerika untuk membantu om Lim nya mengurus perusahaan .bersama Leo dan Leon


Siang itu hari bersejarah bagi Aisyah dan Queen . Yang dihadiri kerabat dan keluargga juga sahabat sang mamah.


Hanya Tian yang merasa sedih karna


pernikahan nya tak di hadiri oleh orang tuannya .Karna sang mami berada di Amerika. Namun Tian berjanji akan menelpon sang mami nanti malam .


Setelah semuanya selesai.


" Papah " kata Tian tergagap karna kini ia wajib memanggil papah Pada mertuanya itu. Ketika Ryan memeluk nya.


" Kalian sekarang sudah sah menjadi suami istri jadi tangung jawab Queen ada padamu . Dan ingat jangan sesekali kau menyakitinya " ucap Ryan


" Iya pah Tian janji " kata Tian tertunduk karna ditatap papah Queen Yang terlihat sangat berwibawa dan tenang .Walau berpakaian baju koko tapi kharisma nya membuat nyali Tian ciut .


" Aku pegang janjimu " kata Ryan . Menepuk pundak Tian.


.

__ADS_1


__ADS_2