Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 380.


__ADS_3

Setelah makan Diaz mengantar Neti kekantor nya. Setelah itu Diaz langsung menuju kantornya.


Sedang kan Rara baru saja selesai dimandikan perawat nya yang menjaga nya.


Perawat yang dibayar Diaz. Untuk mengurusnya . Karna Diaz harus bekerja dan tak bisa slalu menunggunya


" Apa Diaz akan kesini hari ini " kata Rara yang menatap keluar jendela setelah sarapan


Karna kini hanya Diaz lah yang tempatnya mengadu. Tak mungkin ia bisa bertemu mantan suaminya dan juga anaknya. Yang sudah ia tinggalkan bertahun tahun..


" Maafkan mami nak, mami tak bisa melihat mu lagi. Mami bersalah pada kalian .Dan kini tuhan memberikan balasan untuk kalian " kata Rara yang menyesali perbuatanya. Ya....pada akhirnya penyesalan slalu ada diakhir. Dulu kenapa ia tak memikirnya baik baik sebelum .ia pergi Tapi semuanya terlambat. Karna nasi sudah jadi bubur . Dan tak ada lagi kata untuk bisa kembali..Karna kini ia tinggal menunggu ajalnya .


********


Di rumah utama Maya baru saja masuk kamar Ketika anak anak nya sudah berangkat sekolah . Walau ingatannya mulai pulih Tapi Maya tetap mengingat perlahan agar ia tak merasa terbebani. Karna itu yang di sarankan dokter padanya.


" Kok aku jadi ngantuk ya padahal masih pagi " kata Maya yang duduk di sisi ranjang sambil melihat langit langit kamar.


" Ah aku tidur saja nanti biar pa Ali yang jemput anak anak " kata Maya Yang akhir akhir ini merasa cepat lelah. Lalu memejamkan matanya untuk tidur .


Sedangkan di dapur bu Lastri baru saja kedatangan mak Sanah dari kampung .Yang tadi dijemput Alan . Karna rindu pada Ken dan Zia cucunya.


" Sehatkan mak " tanya bu Lastri ibu Maya.


" Alhamdulilah de sehat , de Lastri juga sehat kan de " kata mak Sanah


" Sama mak alhamdulilah kita masih di beri panjang umur bisa berkumpul dengan para cucu lagi " kata bu Lastri.

__ADS_1


" Oh ya bagaimana rumah aman kan " kata bu Lastri


" Aman de, semuanya baik baik saja dan juga bebek dan ayam bertambah. Pa Damar bilang telurnya meningkat " kata mak 'Sanah Yang sempat mengecek bebek piaraan bu Lastri yang diurus orang kepercayaan bu Lastri . Yaitu pa Demar yang dulu jadi asisten sang suami bekerja karna pabrik tutup lalu menganggur . Dan Bu Lastri lalu meminta Pa Damar untuk membantunya berternak bebek dan Ayam kampung. Untuk membantu pa Damar dan juga menambah penghasilannya


Karna bu Lastri kasihan melihat istrinya Damar Yang bekerja menjadi buruh panggul. Hingga ia tergerak untuk berternak Dan pa Damar bersedia membantunya. sekaligus mengelolanya . Karna bu Lastri punya uang banyak tapi bingung karna ia hidup sendiri Jadi Ia pun Mendirikan kadang bebek dan juga ayam kampung dekat dengan sawahnya .Hitung hitung menolong tetangganya yang hidup susah . Dan paling tidak membantu pa Damar untuk menambah penghasilan


Dengan berjual telur bebek , ayam kampung yang setiap bulan bertambah banyak


" Syukur lah mak , itu bisa membantu mereka. Agar tidak kesusahan paling tidak mereka masih bisa makan dan belanja untuk anak anaknya " kata bu Lastri.


" Iya de Las , sekarang Minah sudah ngak kerja . Paling ia menjual telur ayam dan bebek kepasar dan sekarang sudah banyak pelanggan " kata mak sanah


Kedua nya pun asyik ngobrol di kamar . Bu Lastri bercerita tentang liburan selama tinggal di Taiwan .Dan mak sanah bercerita tentang sawah dan rumah mereka di kampung. Yang kini sepi bila ditinggal kekota.


******


Dirumah sakit Nur dan Bima Kedatangan


" Maafkan Kakek dan Nenek ya Nur. Yang sudah membuat susah dan sering berkata kata kasar " kata Nenek Nur yang sempat bersimpuh pada Nur .Namun Nur cepat mengangkat tubuh Nenek nya .Karna tak pantas untuk di.lihat.


" Nur sudah memaafkan Kakek dan nenek dan juga paman dan tante. " kata Nur memeluk nenek nya yang terisak. Karna kini mereka sudah sadar . Bahwa harta tak selamanya kekal. Pasti ada masanya roda kehidupan berputar. Dan kini keluargga uminya itu berada dititik terendah . Setelah kejayaannya habis. Apalagi sang kakek bangkrut karna ditipu.


" Tapi kami tetap bersalah Nur . Yang slama ini tak pernah bersyukur dan bersikap tidak baik pada Nur dan Bima " kata Nenek Nur menangis


.


Bima dan abi nya hanya diam melihat drama keluargga itu Sekaligus bersyukur bahwa Kakek dan Nenek Nur kini sudah bisa membuka mata dan hati nya berkat Bima Yang bak malaikat menolong mereka. Bahkan Bima juga membantu paman Nur untuk bisa memulihkan perusahan kakeknya Agar bisa menghidupi kakek dan Neneknya. juga keluarga paman Nur

__ADS_1


Nur memeluk Neneknya erat begitu juga sang nenek . Dan kakek Nur juga memeluk Bima Yang bersyukur sudah mau membantunya .Untuk membayar hutang dan juga mengambil rumahnya kembali Dan membantu modal untuk anak nya. paman Nur


Ustad Rahman terharu ketika melihat orang tua istrinya itu datang menemui sang cucu untuk minta maaf. Di saat istrinya tiada. Walau harus kehilangan Tapi tuhan mengirim mukjizat disaat istrinya pergi Untuk selama lamanya Dan me ijabah doa terakhir sang istri Yang berharap orang tua nya mendapat hidayah. Dan hidup tenang dihari tua Dan berdamai dengan para cucu cucunya . Yang sempat terzalimi karna sikap arogan mertuanya itu.


Bima akhirnya bisa tersenyum Kini istrinya itu bisa hidup tenang Tampa di musuhi keluargga sang kakek yang selama ini memusuhi Nur .


" Ayo kek nek duduk lah maaf ini seadanya ya kek nek " kata Nur yang menyediakan roti dan buah diatas meja.


" Iya Nur ini sudah cukup trimakasih sayang " kata Nenek


" Oh ya kapan Rahman pulang nak " tanya kekek. Yang melihat ustad Rahman tersenyum.


" Alhamdulilah besok Rahman sudah bisa pulang pi, karna sudah sehat " kata abi yang masih duduk diatas ranjangnya.


" Syukurlah, maaf kami baru bisa datang sekarang " kata Nenek.


" Tidak apa apa mi, ada Bima dan Nur yang menunggu karna Salman bekerja " kata abi Rahman. Sedang kan Bima duduk di sebelah Nur. Sambil merangkul istrinya itu Yang tersenyum sumringah karna bahagia.


" Apa Nur akan melahirkan disini?" tanya nenek menatap Nur.


" Insyaallah nek, terserah aby Bima ..kalo melahirkan disini alhamdulilah Kalo di Dubai pun ngak masalah " kata Nur yang mengengam erat tangan suaminya


" Mudahan sehat ya Nur " kata Nenek yang lalu mengusap perut Nur


" Aamin trimakasih nek " kata Nur tersenyum. Karna kini sudah tak ada lagi rasa was was dihatinya. karna ia bisa pulang kerumah sang abi . Tetap menempati kamarnya yang dulu tampa terusik. Karna Neneknya dan sepupunya sudah kembali ke rumah sang kakek.


" Alhamdulilah Nur sekarang lega by " bisik Nur pelan Sambil bersandar di bahu Bima dengan manja

__ADS_1


" Aby juga " kata Bima yang kini bisa bernafas lega melihat senyum istrinya


Tersungging dibibir Tampa beban yang kini mengusik keduanya. Karna ujian hidup itu bisa mereka lewati dengan mudah.


__ADS_2