
Sehabis makan malam mereka pun ngobrol di ruang tengah. Menceritakan tentang liburan anak anak Maya Yang akan pulang bersama nenek mereka Juga Nia dan Weni .
" Berarti mami dan opa baik baik saja kan bang " kata Maya
" Alhamdulilah opa sehat begitu juga mami. Mami yang menjemput mereka kesini. Dan mungkin tahun depan Tan sudah harus sekolah di Taiwan " kata Ryan yang memang harus ada satu dari anaknya yang tinggal disana.
"' Ya bang kasihan juga opa dan mami Kalo ngak ada yang jaga .Paling tidak ada Tan disana Lalu bagaimana dengan Aska dan Rey " kata Maya
" Aska meminta ke Amerika bersama Rey dan biar Queen disini " kata Ryan.
" Yah jadi sepi dong bang " kata Bima
"' Masih ada Ken dan Zia juga Kelvin dan adik nya dan Vino juga " kata Ryan
" IYa sih , tapi kenapa Aska nggak sekolah di Dubai aja bang biar nanti bisa sekalian Bima bimbing belajar nya " kata Bima
" Mungkin lulus SMP Bim, Dan Rey akan Abang tarik pulang kesini . Karna Abang butuh Rey yang mengurus Disini.. Agar Aska bisa mengawasi adik adiknya .Setelah Lim mengajarinya " kata Ryan.
" Bukannya disana ada Leo dan Leon bang Nanti yang mengantikan bang Lim " kata Bima Lagi.
" Iya tapi Aska tetap menjadi pucuk pimpinan . Agar semuanya terkendali " kata Ryan Yang berharap putra pertamanya itu bisa mengantikan posisinya. Karna Aska lah yang terlihat tenang dari dua putranya yang lain Dan ia tak berharap pada Queen karna putri bungsu itu .pastinya nanti akan mengikuti suaminya. Dan tak mungkin mengurus perusahaan.
" Tapi kalo win mau bekerja menangani salah satu dari perusahaan abang gimana bang " kata Maya.
" Ya ngak masalah tapi tetap diawasi Abang dan kakaknya " kata Ryan.
Nur yang jadi pendengar hanya diam. Karna itu bukan porsinya. Karna bicara perusahaan bukan bakatnya Tapi kalo masalah desain . Mungkin ia akan ikut bicara. Karna memang itu keahliannya.
********
Di apartemen Sinta duduk melamun memikirkan tawaran Maya ..Agar ia tinggal sementara dirumah Maya. Namun ia merasa tak enak hati mengingat dirinya menumpang . dirumah teman. Apalagi teman yang baru ia kenal
" Pantas saja Evan jatuh cinta padamu May kalo kau sangat baik dan juga rendah hati dan juga pintar. " kata Sinta Yang kagum pada karakter Maya yang sederhana. Apalagi Maya tidak sombong dan juga baik .Pastinya membuat semua pria jatuh hati padanya.
" Pantas tuan Lee sangat mencintai istrinya..Karna Maya juga sangat perhatian dan juga setia " kata Sinta. Yang baru tahu suaminya yang bernama Ryan adalah tuan Lee. Yang sering di ceritakan para model model senior nya . Yang royal dengan uang Yang membuat banyak wanita mengejarnya.
" Pantas dulu kak Cindy dan Mey ying sangat tergila gila padanya. Rupanya suami Maya sangat tampan dan kaya " kata Sinta.
__ADS_1
" Tapi aku malu bila tinggal disana . Apalagi cuma menumpang tak ada pekerjaan " kata Sinta. Lalu merebahkan badannya diatas ranjang.
Paginya Sinta ingin keluar membuang sampah ketika seseorang memanggilnya
" Sinta " kata seorang wanita.
" Mau apa kesini ?" kata Sinta menatap sepupunya itu.
" Aku mau bicara dengan mu Ada pekerjaan buatmu bila kau bisa membantuku Kau akan dapat upah " kata Wanita itu.
" Apa, pekerjaan apa ?" kata Sinta. bingung.
" Apa kita harus bicara disini " kata wanita itu menatap Sinta.
" Baik ayo masuk " kata Sinta membawa sepupunya untuk masuk keapartemen nya.
" Kau tak berubah kenapa jadi model hanya dapat apartemen sederhana , harus nya kau bisa cari sambilan yang Lain kata Wanita itu mencibir Sinta
" Apa maksud mu " kata Sinta
" Kalo kau tidur dengannya minta bayaran yang tinggi " kata Wanita lagi.
Sinta hanya diam . Jangan kan Apartemen mobil saja Evan hanya memberikan yang harga standar. Memang Usaha Evan lagi naik daun dan lagi jadi trending topik .Tapi uangnya belum sebanyak Tuan Lee suami Maya. Karna Evan cukup perhitungan. Dan juga masih pendatang baru.
"' Aku sudah putus dengannya ra " kata Sinta cuek.
" Hah .... kok bisa , bukannya kalian sudah lama pacaran " kata wanita itu yang tak lain Rara sepupu Sinta putri tantenya yang jarang pulang. Bahkan lupa dengan sang ibu. Karna terlalu sibuk dengan dunianya.
" Ya mungkin ngak jodoh " kata Sinta
" Payah .....harus nya kau kuras dulu dompetnya baru kau tinggal " kata Rara.
"' ,Lupa kan dia , tadi kau mau menawarkan pekerjaan apa pada ku " kata Sinta penasaran.
" Aku ingin kau mendekati teman semasa kuliah ku dulu Namanya Ryan dia biasa di panggil tuan Lee Aku ingin kau merayunya membuatnya jatuh cinta dan menguras dompetnya . Lalu kita berbagi hasil " kata Rara
" What.........apa kau gila , dia sudah punya istri " kata Sinta kaget. padahal ia baru memikirkan tawaran Maya.
__ADS_1
"' Ngak jadi masalah yang penting uang nya , Dia sangat tajir . jadi bisa dimanfaat kan " kata Sinta.
" Ngak ra, maaf aku ngak tertarik. lagian aku bukan pelakor . Aku mau bekerja yang halal saja bukan meretin laki orang " kata Sinta tak mau.
" Yah payah..... apa kau mau hidup miskin terus dan tinggal di apartemen buluk gini " sindir Rara melihat apartemen Sinta yang sederhana.
" Itu lebih baik dari pada menjual tubuh mu " kata Sinta .
" Cih munafik " kata Rara. berdecak kesal karna Sinta tak mau bekerja sama.
" Bukan nya kau sudah punya tuan Diaz apalagi yang kau cari. Apa kau tidak takut ketahuan " Sindir Sinta.
Jleb
"''Dia tak sekaya Ryan lagian bisnisnya ilegal dan banyak resiko Ngak permanen seperti Ryan yang usahanya bersih " kata Rara.
"' Ayolah Sin..... kita bisa bekerja sama menyingkirkan istrinya " kata Rara.
" Maaf aku tidak mau jangan berharap cari saja wanita lain ra, aku tak berminat " kata Sinta yang tak mau menyakiti Maya . Apalagi Maya sangat baik padanya.
"'' Yah benar benar payah kau, lalu untuk apa kau jadi model cantik bila cuma buat nampang doang ngak menghasilkan uang " kata Rara.
"' Ra kau jangan lupa Ronald mencintaimu tapi kau meninggalkannya. Harusnya kau semangati dia intuk bangkit lagi bukan pergi menghilang begitu saja Kasihan anakmu Kevin .Untung mertuamu tanggap Kau malah disini mencari kesenangan sesaat ..Apa kah pikir itu membuatmu bahagia. Ingat karma......Ra....bahwa tak selamanya kita sehat " kata Sinta .
" Dih...... lho diajak kerja sama malah ceramah malas gue, nasehatin aja dirimu sendiri " kata Rara yang lalu beranjak dari sofa. Meninggal kan Sinta.
" Ra.... apa kau tak mau pulang kerumah Tante menanyakan mu " teriak Sinta
" Malas .... gue hidup miskin di desa. Mending aku jadi simpanan " kata Rara berlalu
" Astagfirullah " kata Sinta beristigfar mendengar jawaban Rara yang tak pernah berubah. Semenjak omnya meninggal Rara yang biasa hidup enak tak mau berkerja
Ia lebih memilih mengejar pria pria kaya
Untuk hidup senang.
.
__ADS_1