
Maya mengerjapkan matanya ketika alarm nya berbunyi pelan.Lalu menatap Ryan yang masih terlelap.
" Bang Ayo bangun sholat dulu " bisik Maya pelan sambil mengusap pipi suami tampannya itu.
Ugh........lenguh Ryan yang membuka matanya perlahan. Lalu menatap wajah istrinya dan menariknya dalam pelukannya.
" Kita sholat dulu ya bang ,kalo mau olahraga habis sholat aja " kata Maya tersenyum. Lalu mengecup bibir suaminya itu.
" Baiklah , tapi 2 ronde ya .Tadi malam kan ngak jadi " kata Ryan yang memeluk istrinya itu dan menciumnya
" Trus abang ngak kerja " tanya Maya manja.
" Kerja lah " kata Ryan yang lalu mengecup bibir Maya lagi.
Lalu keduanya pun beranjak dari tempat tidur dan berwudhu .Maya yang lebih dulu keluar dari kamar mandi . Langsung membentangkan sajadah untuk sholat berjamaah Entah mengapa Maya merasa bahagia bisa sholat bersama sang suami .Walau Ryan belum banyak hafal surat pendek karna baru belajar Tapi Maya dengan sabar membimbing suaminya itu untuk slalu taat beribadah.
" Sudah siap " kata Ryan yang berdiri di depan Maya yang sedang memasang rukuh.
" Sudah bang " jawab Maya .
Keduanya lalu sholat. Setelah selesai Ryan langsung kembali ke atas kasur duduk menunggu sang istri menagih janji.
Sedangkan Maya berdoa khusuk .Entah apa yang ia minta hanya Tuhan lah yang tahu. Lalu melipat sajadah dan rukuh nya .Dan meletakkannya di atas keranjang.
Maya tersenyum melihat suami mesumnya itu menunggunya. Apalagi yang di tunggu Ryan selain bisa menikmati harinya dengan sang istri tercinta.
Wajah abang Ryan sedang menunggu Maya.
" Kok wajahnya gitu " tanya Maya yang menghampiri suaminya dan mencium pipinya.
" Kok lama berdoa nya " kata Ryan yang langsung menarik istrinya itu ke pelukannya.
" Iya Maya sedang berdoa sama Allah, agar abang sehat slalu dan slalu sayang sama Maya " kata Maya sambil mencium bibir suaminya itu.
" Aamiin, abang juga berharap begitu " kata Ryan yang lalu membalikan tubuhnya dan mengungkung istrinya itu dengan hasrat.
" Kau tahu sayang , kau adalah anugrah terindah yang Tuhan berikan buat abang. Dan rasa nikmat yang abang dapat tak bisa abang uraikan dengan kata kata " kata Ryan yang lalu melakukan olahraga paginya.
....................................
" Sshh........auw kok perih ya " Kata Desi yang mencoba beranjak dari ranjangnya.
" Apa sakit " kata Alex yang muncul dari kamar mandi dengan handuk sepinggang.
" A...anu bang " kata Desi yang menelan salivanya karna melihat tubuh seksi suaminya itu. Padahal tadi malam ia sudah tahu. Dan melihat semuanya.
" Sini abang gendong " kata Alex .Yang lalu mengendong tubuh Desi Kekamar mandi dan meletakkannya di bath up
__ADS_1
" Trimakasih bang " kata Desi tersenyum senang. Entah mengapa ia merasa bahagia .Tahu kalo suaminya itu sangat pengertian.
" Sama sama " kata Alex yang mencium bibir istrinya itu.
" Mandilah nanti kita sarapan bersama tuan Lee dan istrinya " kata Alex.
" Ya bang " kata Desi tersenyum. Lalu Alex pun keluar meninggalkan istrinya itu untuk mandi bersih.
Sedangkan dikamar sebelah. Vani baru saja membuka matanya. Dan didepannya Wajah Didi terlihat jelas .
" Astaga gue lupa kalo gue sudah menikah " Kata Vani yang hendak turun dari ranjang . Namun sebuah tangan kekar menahannya.
" Mau kemana?" tanya Didi.
" Vani mau sholat mas ini sudah kesiangan " Kata Vani .
" Besok aja sudah telat " kata Didi yang lalu menarik Vani dalam pelukannya.
" Akh .. mas , Vani mau mandi aja " kata Vani menatap wajah suaminya itu.
" Nanti aja sama Mas sekalian " kata Didi yang mencium bibir mungil istrinya itu.
" Mas besok lagi masih sakit " kata Vani cemberut.
" Mas akan pelan pelan melakukannya " kata Didi.
" Mas belum puas enak sih " kata Didi .Yang lalu membungkam bibir istrinya itu. Membuat Vani tak bisa berkutik. Walau terasa perih namun ia juga menikmatinya. Karna ia tak bisa menolak pesona Didi suaminya itu.
.................................
" Bagaimana enak ?" tanya Maya. Ketika duduk setelah sarapan bersama Desi dan Vani sambil menyesap teh jahe
" Apanya ?" tanya Desi bingung.
" Itu lobak garut , sama terong jawa " ledek Maya pada dua sahabatnya itu
Desi dan Vani mu saling pandang. saling melihat satu sama lain.
" Lho pasti mau meledek kita kan May " kata Desi. Menatap Maya intens
" Hahaha.........enakan tuh sama sama sudah ngerasain kan " kata Maya meledek dua temannya. Dengan wajah tak berdosa.
" Gimana ? " kata Maya sambil memainkan alisnya.
" Tahu ah May, lho kan sudah pengelaman Sedangkan kita baru ngerasain. Pastinya lho sudah katam kan " kata Vani manyun.
" Iya May, badan gue rasa remuk semua nih di genjot semalaman " kata Desi cemberut.
" Gue juga , malah mas Didi minta tambah lagi " kata Vani cemberut.
__ADS_1
" Kalo capek kalian berendam air hangat. Nanti siang bi Maryam datang kesini lagi . Kita bisa pijatan dan sekalian luluran. Namanya juga melayani suami ya gitu itu.
" Kata Maya tersenyum.
" Enak sih enak May, tapi yah rasanya nih badan remuk semuanya" kata Desi mengeluh
" Ya namanya juga baru pertama Des, nanti lama lama juga biasa Des. Emang mau tuh bang Alex lho nyari perempuan diluar sana buat layani tuh nafsunya " kata Maya.
" Astagfirullah May, ya ngak lah ogah gue. Gue masih kuat kok layani bang Alex " kata Desi
" Sama emang lho doang May, yang bisa kita juga nih masih strong kan kita baru pemula " Kata Vani tak mau kalah.
" Iya lah, gue mah hayu aja kalo bang Alex mau nambah. Apa lagi bang Alex barangnya gede ...mantap " kata Desi
" Yah Mas Didi juga , tuh kalo on bikin enak enak gitu goyangannya mana tahan " kata Vani tak mau kalah
Sedang kan Maya hanya tersenyum mendengar cerita nyeleneh dua sahabatnya itu yang sedang bersaing dalam olahraga bercinta. Membuat Maya hanya bisa menjadi pendengar.
" Tapi bang Alex lebih hebat dari Didi Van" Kata Desi yang tak mau kalah.
" Yah itu mah gede badan doang tenaga letoy kali " kata Vani.
" Mana ada, paling si Didi toh letoy.
" Dih ngak ya ,orang tadi pagi aja dia nambah kok " kata Vani cuek.
" Dih pada saingan , kan rasanya sendiri sendiri kok pada ribut. Tuh baru ngerasain kan dulu aja ngeledek gue. Sekarang nyaho tuh di kerjain suami sendiri. " ledek Maya yang akhirnya ikut menengahi perdebatan keduanya
" Maya. .......teriak Desi dan Vani barengan.
" Kenapa iya kan tuh namanya ular kadut berbisa bikin lho berdua pada bunting kaya ikan buntal " ledek Maya terkekeh.
" Lho jahat May mentang mentang sudah langsing aja lho " kata Desi merenggut.
" Iya May, apa lho ngak mau hamil lagi " kata Vani biar kita bisa barengan " kata Vani sambil memainkan alisnya.
" Hahaha........tahu ah, emang belanja bisa bareng kau buat masing masing " kata Maya.
" Iya May kan kita bisa hamil bareng biar bisa janjian ke dokter nya " kata Desi.
" Tahu ah yuk kita bantu bi Marni sama ibu masak aja, lagian ngapain coba bahas yang ngak mutu " kata Maya.
" Hadeh lho yang duluan kita cuma ikutan doang kok " kata Vani .
" Kan gue cuma meledek lho berdua. yang baru belajar main jungkat jungkit " ledek Maya tertawa.
" Aish.....ah parno lho May, tahu gue lho mau balas dendam kan .Karna kita suka jahilin lho " Kata Desi manyun.
" Hahaha..... tuh tahu " kata Maya tertawa senang. Sambil terkekeh dan berlalu menuju dapur. Yang diikuti Desi dan Vani.
__ADS_1