
Hari senin adalah hari sibuk. Seperti biasanya Maya bangun lebih awal. Karna anak anak nya sudah mulai bersekolah Begitu juga dengan suaminya. .Maya pun akan menjemput nya kesekolah mereka. Nanti siang sekalian belanja
" Ima ayo ikut biar anak mu dengan emak dirumah " kata Maya.
" Tapi ngak lama kan kak " kata Delima
" Ngak sekalian jemput anak anak " kata Maya.
" Iya ma, sekalian belikan emak susu dan buah ya " kata emak Sanah
" Itu gampang mak, kan sudah ada bosnya " kata Delima
"'Hadeh ......aji mumpung aja lho ma, kata emak tertawa. Sedang Maya hanya tersenyum.
Maya yang sudah biasa.Membeli semua kebutuhan keluargganya dan sepupunya itu tak pernah menghitung .Karna baginya bersedekah dengan keluargga terdekat itu lebih baik Apa lagi masih kerabat dan saudara. Dan itu yang mengurangi rezekinya .Malah mempererat silahturahim .
Begitu juga dengan teman temannya. Maya tak pernah pelit. Sebisanya ia membantu mereka. Karna harta tak dibawa mati. Dan juga hartanya makin bertambah.
Dulu sebelum menikah dengan Ryan . Maya slalu berdoa suatu hari kelak bisa hidup berkecukupan dan bisa membahagiakan ibu dan adiknya. Karna itu Maya tak pernah mengeluh ketika Allah mengabulkan doanya.Ia slalu berusaha dan sebisa mungkin agar ibu dan adik adiknya tidak kekurangan. Karna Ryan tak pernah bertanya kemana uangnya. Yang ia tahu Ryan slalu mencukupi kebutuhannya. Dan sampai kini Maya bersyukur. Karna banyak bersedekah. keluargganya slalu hidup rukun dan tentram. Juga lepas dari bahaya dan musibah
Karna di hati Maya slalu tertanam Niat baik . Tak tak ada niat buruk atau jahat pada orang lain .Ia hanya fokus mengurus keluarganya.
...............................
" Kak musim anggur beli ya " kata Ima ketika mereka sudah di mall.
" Ambil aja ma, apa yang kamu butuhkan Nanti kakak yang bayar dan jangan lupa pesanan emak " kata Maya. Ketika mereka belanja bersama weni.
" Weni daging dan susunya juga " kata Maya .Yang menyuruh Weni mengambil daging dan juga susu buat anak anaknya.
Sedang kan disisi lain ada seorang Pria yang mengawasi Maya belanja. Pria itu mengawasi Maya dengan jarak dekat. Namun disisi lain Ada seorang pria juga. Mengawasi Maya. sambil pura pura belanja.
Maya hanya fokus belanja memenuhi keranjangnya. Tampa tahu ada orang yang mengawasinya.
" Siapa dia kenapa dia juga mengawasi Maya " kata pria itu heran. Karna ada orang lain yang juga ikut mengawasi Maya .
" Kak sudah " kata Ima.
" Ya ....ayo apa weni sudah selesai ?" tanya Maya yang lalu mendekati Weni.
" Sudah nyonya . Tinggal snack dan coklat yang belum " kata weni.
" Ok kita cari disana . Ima ayo " kata Maya Yang lalu mendorong troli belanjaannya . Ketempat makanan ringan.
....................................
__ADS_1
Sedang dikantor Ryan baru saja selesai meeting . Mereka baru saja kedatangan tamu dari jepang . Untuk meminta kerjasama dan menjadi partner bisnis
"'Di apa kau sudah menaruh orang untuk mengawasi Maya " kata Ryan.
" Sudah tuan, nona sedang belanja sekalian menjemput anak anak pulang sekolah bersama Ima dan Weni. " kata Didi.
" Bagus , tetap awasi dia. Dan cepat laporkan bila ada yang mencurigakan " kata Ryan
" Baik tuan muda " kata Didi.
Lalu Ryan kembali fokus pada pekerjaannya Yang harus ia tanda tangani .Dan harus ia cek ulang semua berkas yang masuk .Agar tidak ada kesalahan di kemudian hari.
...............................
Sedang di taman Maya dan Weni juga Ima. Sedang duduk menunggu .Anak anaknya pulang . Ketiganya asyik ngobrol sambil membeli rujak .Yang mangkal didepan dekat parkiran mobil.
Siapa pria itu , sejak dari mall tadi ia juga mengikutinya " kata Pria misterius itu memperhatikan pria yang juga mengikuti Maya seperti dirinya dan memakai baju hitam..
" Aneh " kata Ali .Yang melihat dua pria asing berpakaian gelap mengawasi nona mudanya.
"'Siapa mereka ?" kata Ali lagi..Yang lalu mengirim pesan ke Didi untuk mencari info.
Sedangkan Maya masih asyik ngobrol. Dan memesan beberapa bungkus rujak untuk adik iparnya. Karna ia ingat ada Nur dirumah
" Mamah ........!!!" teriak Queen berlari .
" Mana bang Rey dan Tan " tanya Maya.
" Tuh sama abang " tunjuk Queen pada ketiga kakaknya yang berjalan Menuju kearah mereka.
" Mamah bawa apa itu " tanya Aska.
" Rujak abang mau " tawar Maya pada putra sulungnya itu.
" Tan mau bakso tusuk itu mah " kata Tan menunjuk abang penjual bakso tusuk.
" Ya sudah ayo beli , siapa yang mau " kata Maya menawarkan Aska dan Rey.
" Ngak aku mau cilok aja mah " kata Aska.
"Yuk beli sama tante, biar mamah menemani ade win dan Tan " kata Ima .
" Ayo tante " kata Rey .
Sedang kan Aska dan Delima sedang mendekati cilok pedas. Yang Aska inginkan . Lalu keduanya membelinya. Sebagian lagi untuk dibawa pulang.
__ADS_1
" Rasanya lumayan enak tante " kata Aska sambil mencobanya di depan
" Iya rasanya juga macam macam " kata Ima Yang juga ikut membeli dan dibungkus .Siapa tahu yang dirumah juga suka.
Sedang Maya menunggui Queen dan Tan yang sabar menunggu antrian. Maya memang jarang belanja dipinggir jalan. Namun ia juga tak melarang anak anaknya. Karna dulu ia juga suka makanan pinggir jalan. Yang lumayan murah dan enak. Tapi juga harus berhati hati takut tak higienis
" Sudah apa mau ditambah " kata si abang penjual. . bakso tusuk.
" Bungkus ya bang sepuluh " kata Queen.
" Kok banyak banget de ,emang kuat makan sendiri " tanya Tan.
" Buat bagi bagi dirumah. Kan ada Aunty Nur om Bima juga nenek dan emak " kata Queen .Yang senang berbagi .
" Ya sudah aku nambah juga bang buatkan sepuluh bungkus " kata Tan
" Hah memang kak Tan kuat ngabisin " tanya Queen menatap kakaknya itu.
" Buat pa Ali tuh, sama bang Alan om jhon dan yang lainnya " kata Tan yang tak mau kalah.
Maya yang yang mendengarkan keduanya ngobrol hanya tersenyum Karna sekalian menghabiskan jualan si abang bakso.
" Sudah den ,non ini " kata si abang penjual .
" Totalnya berapa bang " tanya Maya pada si penjual bakso
" 60 ribu non " kata si penjual.
" Ini bang uangnya " kata Maya memberikan uang ratusan lembaran.
" Ya non, tapi kembaliannya ngak cukup. " kata si abang penjual .
" Ngak usah bang buat abang aja kembaliannya.. Trimakasih ya bang " kata Maya berlalu.
"Saya yang trimakasih non, trimakasih banyak " kata abang bakso itu berteriak.
Maya hanya mengangguk dan tersenyum. Lalu mengandeng dua tangan anaknya menuju mobil . Yang sudah menunggu mereka dari tadi.
" Den Rey belum nona " kata Pa Ali.
" Ya sudah kita tunggu aja. oh ya mamah mau ke kamar kecil dulu ya " kata Maya yang ingin pipis
" Ya mah jangan lama ya. " kata Queen.
Maya pun lalu menuju toilet umum yang jauh dari tempat parkiran .Dan dari arah berlawanan pria berbaju hitam pun mengikuti Maya.
__ADS_1
Maya pun lalu masuk kedalam toilet. Dan ketika sudah selesai .ia pun hendak keluar .Dan tiba tiba ........