
Maya baru selesai mengabari Desi .tentang apa yang terjadi pada Didi
" Non Maya istirahat saja, tuan muda pasti pulangnya malam " kata bi Marni memberi tahu Maya. Agar tidak menunggu suaminya itu.
" Tapi aku belum ngantuk bi" kata Maya yang ditemani bi Marni. Sedang Mumun menemani Nia di kamar Aska yang baru saja tertidur karna lelah.
" Ya kalo ngak sambil rebahan aja non, oh ya ibu baru kesini besok " kata bi Marni.
" Iya bi, kemaren tertunda karna paman sakit jadi pa Ali harus menginap " kata Maya.
" Ya sudah non, sambil rebahan aja " kata bi Marni yang melihat Maya gelisah menunggu kabar Didi suami sahabatnya itu.
" Mudahan ngak pa pa ya bi, kasihan Vani " kata Maya.
" Ngak pa pa non, Didi dapat luka tusuknya ngak dalam tadi Didi telpon bibi sendiri bilangnya ngak pa pa. Jadi non Maya sambil tiduran aja bi Marni temenin. Biar ngak takut " kata bi Marni.
" Iya bi " kata Maya yang lalu merebahkan tubuh nya ditempat tidur. Sedangkan bi Marni menemaninya di sisi ranjang.
Sedangkan Ryan baru saja sampai dirumah sakit dimana Didi dibawa. Nampak Vani dan Desi saling ngobrol juga Alex. Karna memang luka Didi tidak dalam dan hanya sobek biasa.
" Apa mereka preman, tapi ngak mungkin ada di dalam mall " kata Alex yang mengernyitkan keningnya berpikir.
" Aku rasa preman biasa Lek, karna serangannya amatiran. Mungkin mereka cuma ingin menakuti orang tapi ngak sengaja terhalang oleh ku " kata Didi.
" Tapi preman jarang masuk mall Di, pasti dia sedang merencanakan sesuatu. Apa Kim dan Jhon sudah menyelidikinya " tanya Ryan menatap Didi.
" Sepertinya sudah tuan, tapi Kim sedang dalam perjalanan kesini " kata Alex.
" Baguslah , di mana Jeff ?" tanya Ryan yang mencari Jeff.
" Saya menunggu disini tuan " kata Jeff yang berdiri didepan pintu
" Baiklah , kalo tak terlalu parah aku lega " kata Ryan menatap Didi.
" Baik bos, ini tak terlalu parah kok" kata Didi tenang karna menang lukanya tidak dalam.Sedang Vani menemani Desi menceritakan tentang kejadian di mall sore tadi.
" Kok bisa sih Van, kalian ngak lihat orangnya" tanya Desi.
__ADS_1
" Ngak Des, karna kita sibuk memilih barang dan ngak ngurusin siapa di sekeliling kita.tahu tahunya aja langsung kejadian " kata Vani.
" Untung ngak dalam banget tuh luka, suamimu masih selamat .Ngak jadi janda lho " kata Desi bercanda.
" Ish kamu ya Des, doain gue nih ngak senang nih punya teman bahagia " kata Vani mengerucutkan bibirnya.
" Sorry gue cuma bercanda " gelak Desi.
" Ngak lucu juga candaan lho orang kena musibah bukannya di hibur malah didoain jadi janda " protes Vani sewot.
" Cie marah nih ye, ya deh maaf . Makanya kalo sudah sore ngak usah pergi pergi tuh kaya Maya. kalo pergi pas pagi atau siang " kata Desi.
" Lah gue kan ngak ada rencana Des, Mas Didi yang ngajak mau beli susu buat nih baby " kata Vani mengelus perutnya.
" Nah itu ,lalo terjadi apa apa, lho ngak kasihan tuh sama si cabang bayi .Yang belum lihat bapaknya. Baru ditengok doang " kata Desi meledek Vani.
Plak.....plak.......
" Auw....... hehehe......sakit Vani ngak kira kira nih mukul " kata Desi cemberut
" Lagian lho tuh ngomong seenaknya. gue pengen nih bayi sehat wal afiat juga bapanya .Jadi jaga ya tuh mulut " kata Vani kesal.
" Rupanya mood orang hamil itu langsung naik ya .Kalo di godain " ledek Desi.
" Iya lah emang lho enggak, lho coba kalo lho yang mengalami pasti juga rewel sendiri.Apalagi gue juga khawatir suami gue kenapa napa " kata Vani.
" Iya deh ,salah gue " kata Desi terkekeh.
" Lah terus yang lho bawa tadi apa Des, kok ngak dikasih gue " kata Vani. Mengingat membawa 2 kotak martabak.
" Tuh di meja dekat Didi, brani lho ambil ada bos besar disana " goda Desi mengernyitkan alisnya.
" Yah kok taruh sana ,Padahal gue kepingin banget tadi " kata Vani.
" Hadeh yang dibesuk siapa yang nafsu makan siapa " kata Desi memutar bola matanya.
" Hehehe .......lapar gue Des, Maklum bumil kalo pas lapar ngak bisa nahan, dari pada ngiler " kata Vani cuek.
__ADS_1
" Cih ......sama gue juga, sana ambil gih " kata Desi menyuruh Vani.
" Ogah nanti aja nunggu bos pulang, mau ditaruh dimana muka gue nanti dikira ngak tahu diri " kata Vani berbisik pelan.
Sedangkan dekat Didi, Alex Kim dan Ryan sedang ngobrol membahas kejadian sore tadi apa yang terjadi dengan Didi.Hingga pelaku harus dicari. Karna ada sesuatu yang membuat Didi penasaran .Juga Ryan Alex dan Kim.
" Ya sudah besok kalo memang sudah diselidiki kita tinggal menunggu hasilnya saja dan mengetahui pelakunya" kata Ryan.
" Ya bos , Jhon sudah mengecek cctv mall. dan kita akan tahu nanti siapa yang melakukannya. Apa dia sengaja atau Didi yang di incar " kata Kim.
" Baiklah kalo begitu aku pulang dulu ya Di " kata Ryan yang mengingat istrinya di rumah.
" Baik bos hati hati " kata Alex
Ryan pun lalu pamit dengan Didi juga Vani dan Desi. Setelah itu ia bergegas pergi meninggalkan rumah sakit. Untuk pulang kerumah utama.
" Menurut mu siapa yang melakukannya Kim ?" tanya Ryan ketika di mobil dalam perjalanan pulang.
" Saya curiga mantan kekasih Didi tuan, Mungkin dia berniat menusuk nona Vani tapi karna Didi menghalanginya jadi dia yang kena " kata Kim berpikiran logis.
" Apa Cindy akan melakukan hal yang sama bila ia mengenal Maya Kim ?" tanya Ryan yang mengingat Cindy juga pendendam.
" Bisa jadi bos, karna nona Cindy masih penasaran dengan nona Maya. Tapi sampai kini ia belum dekat dengan nona Maya secara langsung cuma bertemu di pesta waktu itu saja " kata Kim .
" Iya karna Istri ku bukan wanita yang suka shoping . Dia lebih nyaman dirumah. Itulah sebabnya aku merasa sedikit tenang " kata Ryan jujur karna slama ini cukup khawatir dengan istrinya itu.
" Tuan benar itu sebabnya nona Cindy dan nona Mey cukup susah mendekati nona Maya. Karna dia tak perduli dengan kehidupan dunia luar " kata Kim. yang slama ini mengawal kemana nona nya itu pergi .Dan tahu apa saja yang dilakukannya.
" Huh.......Aku bersyukur punya istri seperti itu. Tak banyak tingkah juga tak hobby shoping seperti Mey ying yang hobby merampok suaminya. " kata Ryan. Sambil membuang nafas Kasarnya.
" Hehehe.....tuan tahu saja, sampai sampai ia harus memperdaya suaminya dikantor " kata Kim tertawa. Mengingat ia pernah mengawal Steve dan juga Bosnya kesana. Walau tak melihat langsung namun terdengar jelas yang terjadi dari luar.
" Dia wanita licik, sama seperti Cindy. Itu yang ku takuti ketika dia mendekati istriku. Tapi sepertinya Maya tak terpengaruh. Dan lebih pintar membaca situasi. Kalo Mey ingin memanfaatkannya.
Kim pun tersenyum. Lalu melihat reaksi wajah Ryan yang dulu sempat kesal pada Mey ying ketika ia mendekati Maya. Tapi Maya lebih cerdas . Ia menghindari Mey ying dengan caranya sendiri.
Kadang Ryan cukup khawatir dengan istrinya itu. Tapi nyatanya Maya pandai menjaga dirinya.Bahkan Maya tak mau di manfaatkan seenaknya oleh orang lain yang tak dikenalnya. kalo ia tak mengenalnya dengan baik. Seperti Desi dan Vani sahabatnya.
__ADS_1
.