
Lama bu Risma terdiam mendengarkan Cerita putri sulungnya itu.Yang membuatnya merasa kecewa mendengar semuanya.
" Apa kau baik baik saja " kata bu Risma mendekati Maya. Karna tak tahu putrinya sangat menderita.
" Sekarang Maya baik baik saja bu , maafkan Maya baru cerita sekarang " kata Maya lirih.
" Ngak pa pa nak, yang penting kamu baik baik saja " kata Bu Risma yang memeluk putrinya sambil menangis.
Ada rasa sedih menyelinap masuk dalam diri bu Risma. Bagaimana tidak putrinya itu sangat baik dan polos.Tapi masih ada pria yang berniat tak baik padanya.
" Jangan sedih ada ibu dan Bima disini menjagamu , juga Vani dan Desi " kata ibu yang menangis memeluk Maya.
" Ibu jangan sedih mungkin ini ujian pernikahan Maya yang gagal. Mungkin kalo dulu Maya tak menikah buru buru tak akan begini jadinya." kata Maya yang masih memeluk sang ibu.
" Ibu juga salah menerimanya " kata ibu lirih.
" Sudah bu semuanya sudah lewat sekarang ibu mandi ya , biar segar dan kita bisa makan bersama " kata Maya.
" Iya nak " kata ibu yang lalu melepaskan pelukannya .Bersamaan dengan Bima yang keluar sudah rapi dan terlihat keren.
" Ya ampun Bim, sudah ganteng ya" goda Vani yang membuat Bima tersipu malu.
" Biasa aja kak" kata Bima
" Dih kalo mba ngak punya pacar, kamu mba ajak kencan Bim" goda Desi.
" Hadeh.. .." kata Vani yang menepuk jidatnya.
" kenapa ? " kata Desi heran melihat Vani menepuk jidatnya.
" Emang lho masih jomlo ,kok bilang punya pacar sama Bima " kata Vani protes.
" Ih rese lho Vani gue cuma bercanda tahu " kata Desi manyun.
" Hahaha.......semua yang mendengarnya pun tertawa bersama.
" Iya kak Bima juga tahu , cuma kak Vani menganggapnya serius." kata Bima tersenyum.
__ADS_1
" Tuh , Bima aja tahu dan santai Van , lho pake serius segala " kata Desi terkekeh.
" Iya Des maaf " kata Vani tak akhirnya menjadi bahan tertawaan.
Setelah itu mereka pun sholat magrib berjamaah dengan Bima yang menjadi imamnya.. .Dan setelah selesai Vani dan Maya pun membawa makanan dari meja ke ruang tengah. Sedang Desi menyiapkan air putih di gelas.
Ada rasa bahagia dihati Maya bisa berkumpul dengan keluarganya lagi.Apalagi sang ibu sudah tahu segalanya membuat Maya sedikit tenang.
" Wah makanannya enak nih Bima suka " kata
Bima memuji.
" Itukan kak Vani yang masak Bim " kata Maya.
" Wah Bima suka ya, berarti kita cocok satu selera " kata Vani senang karna masakannya dipuji.
" Senang kak , enak kok kak " kata Bima jujur.
" Iya benar nak Vani pintar Masak juga ya " kata Ibu.
" padahal saya baru belajar masak dari Maya dan Desi bu" Kata Vani yang awalnya belum bisa memasak.Tapi karna sering ikut masak. jadi akhirnya ia pun bisa memasak sendiri.
" Jangan deh kakak nabung dulu sambil nungguin Bima " goda Vani balik.
" Hah..........." Bima pun terkejut.
" Bercanda Bim " kata Vani .Yang membuat semua orang tertawa.karna candanya.
......................................
Sedang disisi lain Bayu duduk melamun dikamarnya .Dia memeluk Baju Maya yang tertinggal beberapa lembar yang tak sempat dibawanya pergi
" Maafkan kak Bayu May " lirih Bayu yang membuat hidupnya terasa hampa.Tampa seorang pun yang perduli dengannya
Kini ia hanya bisa menyesali semuanya.Dan mengingat kenangan kenangan manis yang tak banyak bersama Maya.Yang membuatnya akhirnya benar benar merasa bersalah.
Waktu pun terus berjalan.Sudah Dua bulan lebih kejadian itu .Bayu pun pergi bekerja seoerti biasanya. Walau kini dia terlihat lebih pendiam dan tak banyak bicara.Namun kini ia sudah bisa bekerja dan menabung. sedikit demi sedikit.
__ADS_1
Penyesalan kehilangan Maya membuatnya lebih banyak merenung.hampit 4 tahun pernikahannya dengan Maya .ia belum bisa memberikan yang terbaik buat istrinya itu. Bahkan Bayu tak tahu dimana Maya tinggal.
yang ia tahu Maya akan hadir dipersidangan ketika mereka bercerai nanti setelah melahirkan.
Kini Bayu harus menunggu dengan sabar, karna ia tak tahu harus mencari Maya kemana.Sedangkan sang mertua nya pun tak bisa ia temui karna tak ada dirumahnya.Dan ketika Bayu mencari Maya kekantornya.Bayu tak mendapatkan info apapun .Karna Maya sedang cuti.
........................
Sedangkan Maya beraktivitas seperti biasanya.Kini dia bisa beraktivitas dirumah setelah cuti hamil.Perutnya yang membuncit dan membuat Maya duduk diam saja .Ia sibuk bekerja untuk sang buat hati .Bahkan dirumah Maya membuat makanan yang di jual didepan rumahnya. yang di bantu sang ibu.
" May sudah jangan bikin banyak banyak kamu lagi hamil nak" kata bu Risma.
" Iya bu ini cuma nambahin pesanan orang kemaren kan lumayan buat jajan Bima." kata Maya
" Iya nak, tapi kamu ngak boleh capek capek " Kata ibu
"'Iya sehabis ini Maya istirahat kok " kata Maya yang merapikan semua barang barang setelah habis memasak.
"'Sudah sana istirahat biar ibu yang mencucinya " kata Bu Risma yang tak tega melihat putrinya itu. bekerja keras.
" kan Maya olahraga bu biar sehat " kata Maya tersenyum
" Iya ibu tahu May, Tapi ibu hanya ngak mau kamu kecapean.kasihan juga tuh cucu ibu yang capek " kata Ibu Risma melihat perut buncit Maya.
Maya pun tersenyum.Sambil mengelus gelus perutnya. yang sudah semakin membesar.
" Bayi Maya sehat bu , nih aja bergerak terus " kata Maya.
" Aamiin syukurlah.sekarang sana masuk kamar " kata Ibu yang menyuruh Maya masuk kekamarnya.
Maya pun lalu menuju kamarnya untuk beristirahat. Dikamar ia duduk santai sambil selonjoran diatas ranjang
Ada rasa bahagia dihati Maya bisa hidup kecukupan seperti sekarang ini. Dulu ketika ia masih belum bekerja.Sang ibunya lah yang bekerja .Walaupun dengan upah yang rendah. Namun sang ibu tetap bekerja untuk mencari tambahan.Karna ayahnya hanya meninggalkan rumah dan tanah saja. Sebab sang ayah hanya petani sayuran
Kini Ia sudah bisa membeli rumah sendiri. Walau dengan cara menyicil. Sedangkan Bima pulang kedesa untuk ikut ujian dan tinggal dirumah bibinya adik sang ibu. ibu nya akan menyusul minggu depan dan akan kembali lagi untuk menemani Maya sebelum lahiran.
Maya cuti selama 3 bulan .Dan pekerjaannya bisa dihandle dari rumah. Dan Maya merasa nyaman . Karna Ia bisa tenang masih bisa bekerja. karna sekarang cukup susah mencari perusahaan yang bonafit seperti sekarang ini.
__ADS_1
Di mana gajinya cukup lumayan dan kesejahteraan karyawan terjamin.Dan Maya tak mau menyia yia kan semuanya begitu saja .Apalagi di jaman sekarang susah mencari kerja. Dan persaingan sangat ketat.
Untungnya saja ia mendapat info dari Desi .karna temannya itu beruntung bisa kerja diperusahaan besar. Yang sangat diminati orang banyak untuk bisa masuk perusahaan tersebut.