Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 358


__ADS_3

Evan hanya bisa terbaring lemas di ranjang Setelah tadi dihakimi semua keluargganya


Bahwa dia bersalah . Dan juga menyalahkan aturan Yang membuat semua keluargganya marah tampa kecuali


" Ya tuhan ada apa denganku. Apa aku berdosa mencintaimu May. Aku menyerah. dan mengaku kalah Karna mami tak akan membiarkan ku mencarimu " kara Evan Yang tak berdaya. Setelah ia nekad ingin membuat Ryan celaka Tapi rupanya sang mami mengetahui niat jahatnya.


"Kau beruntung Lee, punya istri baik cantik lemah lembut dan juga ramah " kata Evan sungguh ia sangat iri. Orang seperti Ryan bisa mendapatkan Maya. Padahal Maya dulu adik kelasnya..


Evan pun memejamkan matanya berusaha membuang bayangan Maya.


" Sinta...... iya Sinta aku harus menemuinya " kata Evan yang beranjak dari tempat tidurnya dan keluar kamar menuju kamar sang mami.


" Mi apa Evan boleh masuk " kata Evan yang melihat sang kakak ada di kamar sang mami. Sambil mengendong bayinya.


" Masuklah " kata mami yang duduk di sisi ranjang .


Lalu Evan pun masuk dan duduk di sebelah maminya. Seraya melihat keponakannya


" Mi kalo Evan ngak jadi sama Maya bolehkan Evan membawa Sinta kerumah dan menikahinya " kata Evan lesu.


Mami pun terdiam sesaat Lalu menata Bella dan Bella mengangguk kan kepalanya. Karna tak mungkin mereka membiarkan Evan merusak rumah tangga orang


"' Iya bawa lah menikah lah mungkin mami juga salah harus pilih pilih menantu " kata Mami lirih lalu merangkul Evan


" Baiklah mi " kata Evan Yang lalu bersandar pada bahu sang mami. Karna sekarang ia sadar ia salah dan juga sudah menyakiti Sinta..Yang selama setahun ini di tiduri tampa ikatan .Padahal Sinta sudah berjanji ia mau berubah asalkan Evan meninggalkan Maya.


" Aku akan menemui Sinta besok dan membawanya kesini " kata Evan


" Ya temui lah dan bawa kemari mami sudah merestui kalian. " kata mami yang tak mau putra bungsunya itu menjadi jahat demi terobsesi cinta buta..


Evan pun lalu beranjak dan keluar dari kamar sang mami dan kembali ke kamarnya lalu tidur .Karna lelah memikirkan semuanya.


Di kamar mami Bella mengusap punggung sang mami. Yang tadi sempat emosi karna tahu anak bungsunya merencanakan hal jahat ingin menghilangkan nyawa orang.


Di kantor Ryan Didi baru saja masuk dan membawa berkas lalu menarik kursi dan duduk di depan meja Ryan.


" Semuanya aman dan terkendali tuan. Tadi Alex sudah menelpon saya. " kata Didi

__ADS_1


" Baguslah berarti kita bisa rapat global setelah Alex dan Bima pulang besok Dan langsung membuat wasiat kerja " kata Ryan.


" Iya Tuan dan Anak anak akan segera pulang.Mareka memajukan jadwal karna Steve yang mengantar mereka kesini.


" Bagus lah karna kalo mami yang mengantar kasihan opa ditinggal sendiri " kata Ryan


" Iya tuan. " kata Didi.


Lalu keduanya pun membahas masalah pekerjaan yang belum selesai. Karna Ryan ingin cepat pulang dan menemani istrinya dirumah.


Dirumah utama Maya Desi dan Vani juga Sinta Sedang asyik membuat salad . Ada Ima dan Nur juga yang ikut membantu . Hingga membuat mereka senang bisa berkumpul bersama.


" Habis ini kita makan bareng bareng ya " kata Maya.


" Iya lah masa di plototin doang sih Makanannya ya eman eman dong May" kata Vani .Yang lalu menata makanan dalam mangkok besar. Di bantu Sinta


Lalu Sinta menatanya di meja. Namun ketika hendak kembali duduk tubuh Sinta oleng


" Sin.....kenapa ?" kata Desi yang menahan tubuh Sinta Yang lemas hampir jatuh


" Aku ngak tahu Des mendadak kepalaku pusing " kata Sinta yang lalu duduk .


" Apa terasa pusing banget Sin ?" tanya Maya khawatir lalu menyuruh ima menghubungi dokter keluarga Lee


" Entahlah May mungkin karna capek saja . tadi Sebelum berangkat aku bersih bersih apartemen " kata Sinta.


" Ya sudah istirahat dulu, aku takut. nya kamu ......" kata Maya menggantung.


" Apa May ? " kata Vani menatap Maya


" Hamil ........" sahut Desi to the point yang membuat semuanya kaget termasuk Sinta sendiri.


" Itu ngak mungkin " kata Sinta gemetaran


" Bisa saja itu terjadi Sin " kata Ima yang memeriksa Sinta sambil mengusap tangan Sinta .Karna ia dulu bekas seorang perawat.


" Tapi......sudah ngak usah dipikir kamu istirahat dulu saja . Nanti kita bahas setelah dokter datang " kata Vani

__ADS_1


Semua pun terdiam dan tegang untungnya semuanya sudah selesai dan tinggal makan Tak lama dokter pun datang dan memeriksa Sinta.


"' Gimana dok kondisi nya " kata Maya.


" Tidak baik nona Sinta harus bed rest karna kondisi kandungan nya lemah. " kata dokter yang membuat semua orang saling pandang .


" Jadi Sinta hamil benaran dok " kata Desi.


" Iya slamat ya, kalo begitu saya pamit nona May dan semuanya yang ada disini saya permisi duluan " kata dokter itu


" Ya dok terimakasih lalu apa ia harus minum vitamin " tanya Vani.


" Iya nona biar saya tulis resepnya." kata dokter Dan setelah menulis resep dokter pun pergi meninggalkan mereka yang bingung.


" Wah kudu harus disunat tuh burung Evan sampai Sinta hamil " kata Desi


" Woi......salah . Tuh burung salah taruh makanya Sinta jadi hamil " kata Ima Yang membuat semua nya orang tergelak


"' Hadeh makna nya sama aja tapi kok bisa ya padahal kalian sudah putus Sin." kata Vani


Deg.......


Sinta pun terdiam mengingat ia membuang semua pil kontrasepsinya ..Ketika ia ingin hamil anak Evan sebelum putus. Tapi sekarang Ia bingung harus bagaimana


Karna sekarang tak mungkin ia mengemis pada pria itu.


" Sinta ngak usah dipikir berat , biar nanti kita cari jalan keluarnya " kata Maya. Yang membuat mata Sinta berkaca kaca . Karna bingung Apa ia harus senang atau sedih .


" Tapi aku bingung May , bagaimana kalo Evan tak mau mengakui anak ini " kata Sinta lirih.


" Tenang Sin lho nggak usah bingung kita bakal bantu kok. Disini lho aman. Ngak ada yang tahu lho hamil . Kami bisa jaga rahasia . Dan lho bisa merawat kehamilan lho sampai kuat. Masalah Evan nanti kami yang urus " kata Vani.


" Iya Sin kami bakal bantu lho biar Evan nikahi lho, jadi lho tenang dulu ya . " kata Maya.


" Iya Sin itu sudah pasti anak Evan kan . Aku yakin pasti ia mau tangung jawab kok Kecuali kalo itu bukan anaknya . Mungkin ia berubah pikiran " kata Desi.


" Iya Des aku yakin ini anaknya. Karna aku hanya melakukan dengan nya saja Dan tak ada yang lain" kata Sinta pelan.

__ADS_1


" Iya Sin nanti kita berunding dulu..Lho sekarang istirahat ya. Biar di temani Ratih biar kita diskusi diluar . Agar lho bisa tidur Dan nanti pas bangun pikiran mu Nggak kalut dan stres " kata Maya.


__ADS_2