
Kim langsung melihat kearah wanita itu yang keningnya banyak mengeluarkan darah.
" Apa kau tak pa pa , Alan cepat ambil kota obat " perintah Kim
" Ya bang. " kata Alan bergegas pergi . Untuk mengambil kotak obat.
Namun dari pihak mall langsung datang membantu.. Lalu membawa mereka ke ruang staf agar bisa diobati.
" Trimakasih mba, sudah menolongku namaku Maya siapa namamu " kata Maya.
" Saya Sinta mba " kata wanita itu yang tak lain adalah Sinta..
" Oh ya Mba Sinta trimakasih sudah menolong nona kami " kata Kim tersenyum..
" Sama sama mas saya juga ngak sengaja melihatnya " kata Sinta. Yang saat itu memang ingin menarik Maya Agar tidak ke tiban barang barang itu Tapi malah dia ikut terjatuh.
" Oh ya Sinta sekali lagi teimakasih ya, kami pulang dulu " kata Maya.
" Iya mba sama sama , oh ya apa boleh kita berteman " kata Sinta yang merasa ia seumuran dengan Maya
" Kenapa tidak sini biar aku berikan no ku " kata Maya. Sedang Kim dan Alan saling lirik satu sama lain . Sedang kan bi Marni hanya diam. Melihat interaksi nona nya itu.
Tapi bi Marni bersyukur karna ada yang menolong Maya. Ketika mereka hendak pulang Tiba tiba Ryan datang dengan tergopoh gopoh.
" Sayang kau tidak apa apa " kata Ryan yang langsung memeluk Maya.
" May tidak pa pa bang cuma lecet dikit Sinta yang menolong May " kata Maya.
" Syukurlah " kata Ryan yang lalu mencium kening Maya dan mengurai pelukannya.
Kim Alan dan bi Marni yang melihat itu ikut senang dengan perkembangan hubungan tuan dan nona nya itu. Yang terlihat romantis. Dan Maya juga merasa nyaman.
Sinta yang memperhatikan pamandangan itu . merasa iri " Andai saja Evan bersikap begitu pasti aku sangat bahagia . " kata Sinta dalam hati.
" Trimakasih nona , sudah menolong istri saya " kata Ryan .
" Sama sama tuan , itu hanya kebetulan saja ". kata Sinta.
" Tapi nona sudah berniat menolong, jadi Saya tetap harus bertrimakasih " kata Ryan.
__ADS_1
" Ya tuan sama sama.." jawab Sinta lagi merasa cangung.
Lalu Ryan pun pamit dan tak lupa bertrimakasih pada karyawan yang juga mengobati bi Marni yang lecet lecet. Setelah itu mereka pun pulang . Ryan mengandeng tangan Maya sampai mereka masuk kedalam mobil. Di dalam mobil Maya bersandar di bahu Ryan Ryan yang tahu istrinya itu mengantuk membiarkannya . Lalu merangkul istrinya dalam pelukannya.
**********
Ryan mengedong Maya ketika sampai di apartemen . Lalu membawanya masuk kekamarnya. Evan Yang melihatnya langsung menahan Ryan.
" Hei mau dibawa kemana ?" tanya Evan .
" Minggir lah tuan Evan " kata Kim yang melihat Evan menghalangi Ryan.
" Jangan ikut campur ini urusan kami " kata Evan.
" Kau ......" Alan langsung menarik tangan Evan dan membawanya menyingkir. Sedangkan Ryan langsung masuk kekamar nya dengan mengendong Maya. sedang bi Marni bergegas membuka kan pintu kamar
" Hei.....apa apa kalian ini " kata Evan yang menghempaskan tangan Alan.
" Jangan mimpi terlalu tinggi tuan Evan. Maya masih istri sah tuan Lee, Dia menahan diri karna kau menyelamatkannya. kalo tidak kau sudah hancur " kata Alan .
" Ck ...tahu apa kau , Kalian ini hanya pengawalnya " kata berdecak kesal. Karna akhir akhir ini Evan tak bisa dekat dengan Maya. Yang membuat nya gelisah. takut Maya melupakannya.
" Kau tak tahu apa apa kenapa ikut campur " kata Evan menunjuk dada Kim .
" Aku tak bermaksud ikut campur tuan Evan Tapi mengingatkan mu . Kau harus tahu Tuan Lee bukan tandinganmu ." kata Kim memperingati Evan
Jleb
Evan langsung terdiam. Karna ia tahu tuan Lee memang punya pengaruh besar dalam berbisnis. Tidak seperti dirinya yang pemula Namun Evan berusaha bersikap tenang Karna tak ingin Kim tahu . ia merasa takut
Evan memang takut awalnya ketika tahu siapa Maya .Tapi karna Maya mempercayai nya sebagai suami nya dan bersikap baik . Membuat Evan nekad . Dan berniat untuk mendapatkan hati Maya Ditambah ia sangat menyukai Maya. Karna Maya gadis yang lemah lembut dan juga baik. Itu yang membuat Evan semakin jatuh cinta pada Maya.
Sedangkan di kamar Ryan membaringkan Maya diatas ranjangnya . Lalu menyelimuti nya. Dan mencium kening Maya.
" Abang menyayangi May , apa pun yang terjadi abang tak akan meninggalkan mu May . Maaf bila abang menyakitimu dan lalai menjagamu " kata Ryan yang menyesal karna pertemuannya dengan Rara membuat hubungannya dengan Maya menjadi renggang
Lama Ryan memandangi wajah lelap istrinya . Yang membuat nya merasa bersalah Dengan apa yang menimpa Maya. Hingga membuat Ryan akhir akhir ini cukup stres menghadapi masalahnya sendiri. Untung saja Didi dan Alex slalu memberi nya semangat dan Begitu juga Bima yang slalu mengingatkan untuk bersabar .
*************
__ADS_1
Di apartemen Evan. Sinta merebah kan dirinya kepalanya masih diperban karna tadi sempat dijahit . Karna sobekan barang yang mengenai keningnya
Ceklek
" Kau baru pulang " kata Sinta yang melihat Evan dengan wajah lesu.
Evan pun melihat Sinta " ada apa dengan kepalamu ? " tanya Evan.
" Hanya terluka sedikit ,tadi aku menolong orang " kata Sinta.
" Astaga....... kenapa menolong orang lain menolong diri sendiri saja kamu belum bisa " kata Evan mencibir
" Apa maksudmu " kata Sinta.
" Mami mengomel pada ku , dia bilang kau payah tak bisa memasak dan melayani mami. dengan baik " kata Evan
Deg
" Aku memang tidak sempurna Van, aku sudah bilang kan kalo aku mau berubah. Aku sudah berusaha tapi apa kamu dan keluargga mu masih belum bisa menerima ku lalu aku harus bagaimana !!!" kata Sinta.
" Itu jelas Sin, mami keberatan punya menantu dirimu ." kata Evan yang lalu berbaring disebelah Sinta.
Sinta pun beranjak dari ranjang " baiklah Van aku bisa terima alasan kalian , aku akan pergi tapi bila kau mencari carilah di apartemen lamaku . Dan ingat bila kau mencari ku aku ingin kau nikahi " kata Sinta dengan mata berkaca kaca Lalu mengambil koper dan memasukan pakaiannya kedalam koper . Dan lalu pergi meninggalkan kamar Evan dengan terisak.
" Kau mau kemana malam malam begini " kata Evan.
" Tak usah mengurusi ku. Ingat saja jangan mencari ku bila kau tak yakin ingin menikahi ku. " kata Sinta. yang lalu keluar dari apartemen Evan .
" Astaga kenapa dia jadi pergi aish......Sial. Kenapa aku keceplosan sih tadi " kata Evan Yang bingung karna dia juga masih punya rasa sayang dengan Sinta.
" Aaaa............... !!!" teriak Evan kesal.
Karna hari ini moodnya kacau akibat sang mami mengomel Karna mengeluh Sinta tak bisa memasak Di tambah lagi Maya tak bisa ia temui Karna Ryan membawanya kekamar nya. Dan sekarang Sinta pergi . meninggalkannya karna tersingung.
" Hah .......... aku bisa gila kalo begini Semuanya jadi kacau " kata Evan yang meraup kasar wajahnya .
" Apa yang harus aku lakukan " kata Evan bingung . mondar mandir dikamarnya.
Tok....tok.....tok........
__ADS_1
" Apa dia kembali ??"