
Salman seperti tak percaya apa yang dilihatnya . Karna Nur tak menceritakan apapun .
Apa kau tidak tahu Nur ke Dubai . " tanya Alwi.
" Tidak wi karna Nur tak bercerita sama sekali." kata Salman kecewa. Entah ia harus percaya atau tidak. Tapi kondisi Nur saat melihatnya terakhir kali . Membuat Salman bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi.
" Tapi tiket di boking 2 minggu sebelumnya man. Dan kau bilang tadi kondisi Nur tidak baik baik saja . Bagaimana dia bisa pergi ke Dubai " tanya Alwi.
"Entah lah aku bingung. Nur pergi meninggalkan rumah kakek .Umi bilang suaminya meninggalkan kan . Hingga Nur mengejarnya. " kata Salman.Yang menyugar rambutnya kasar.
" Ku rasa ada kesalahpahaman disini man, kau selidiki dulu Sebelum ambil kesimpulan. Aku percaya Nut tak akan nekad tampa ada suatu alasan. Pasti ada penjelasannya." Kata Alwi .Yang sudah berteman dari sejak smp. Dengan Salman dan juga mengenal Nur adik Salman satu satunya.
" Ya wi , trimakasih aku akan cari tahu kebenarannya . Trimakasih juga atas sarannya " kata Salman lesu.Lalu keluar dari ruangan Alwi untuk pulang.
" Ya bro hati hati dijalan .." kata Alwi.
" Ya bro assalamualaikum " kata Salman
" Walaikum salam. " sahut Alwi .Yang menatap punggung temannya itu.
" Huh beruntung sekali pria itu bisa dicintai Nur .Sampai nekat mengejarnya " kata Alwi. Lalu kembali melanjutkan pekerjaannya
Sedangkan disisi lain Salman membawa mobil menuju arah pulang. Tapi mengingat perkataan Alwi tadi ia pun menuju kostan Nur untuk bertemu Amel teman Nur
Untungnya Amel ada di kostan dan mau Menemui Salman.
Salman memarkirkan mobilnya dekat kostan Amel . Lalu turun sambil membawa sekantong belanjaan cemilan. Biasanya ia membelikan cemilan untuk Nur . Tapi karna Nur tak ada sekali kali ia ingin memberi Amel oleh oleh. Karna Amel sahabat Nur .Dan ia ingin menanyakan sesuatu.
" Sudah lama kak " kata Amel yang duduk di kursi panjang teras kostan.
" Baru nyampe mel, nih buat mu. kakak ingat Nur kakak belikan buat kamu. Karna Nur tak ada " kata Dalman.
" Trimakasih kak, Berarti emang rezeki Amel nih . Kan Nur nya pergi. " kata Amel.
" Mel apa Nur punya masalah dengan Bima. Selama kamu dekat dengannya. Maksud kaka Nur pernah cerita apa saja padamu tentang Bima.?" tanya Salman menatap Amel.
" Maksud kak Salman hubungan Nur dan Bima begitu " kata Nur .
__ADS_1
" Iya." kata Salman .
" Baik baik saja ,ngak ada masalah. Cuma terakhir mau berangkat ke Dubai Nur ngak bisa dihubungi. Bima mengubungi beberapa kali pas kita bantu packing Tapi Hpnya ngak aktif .Padahal sebelum nya Nur sempat telp Amel dan juga Bima." kata Amel bercerita.
" Mereka ngak bertengkar kan.?" tanya Salman penuh selidik.
" Ngak.kak, Malah Nur sering ngajak Amel kerumah kontrakannya untuk belajar masak Biat Nur bisa masak buat suaminya." kata Amel.
" Lalu......Nur bilang mereka akan pindah ke Dubai dan Nur mau ikut. Kemana pun Bima pergi. Kata Nur Bima sangat baik, penyayang dan juga perhatian Nur juga bilang Dia akan ikut kemana pun suaminya pergi .Tahu ngak kak, wajahnya slalu tersipu malu. Kalo Amel tanya apa Nur sayang Bima .Jawabannya iyalah kan sudah jadi suami . " cerita Amel. Yang membuat Salman merasa ada sesuatu yang mengganjal dihatinya.
" Apa Bima bekerja ?" tanya Salman menatap Amel.
"Iyalah kak, mana bisa dia mencukupi Nur kalo ngak kerja. Kerja pulang kuliah. Kalo pulang malam biasanya. Nur ngajak Amel kerumah dan masak bareng .Kulkas slalu penuh tuh pokoknya komplit. Katanya Nur Gajinya Bima lumayan gede. Makanya kalo belanja lumayan banyak Kak, Kan rumah kontrakan nya juga besar bahkan Sudah Dibayar Bima selama 3 tahun Sekarang ditempati teman teman nya Bima. Karna sayang sudah dibayar. Lagi pula Dibayar cash 3 tahun sama Bima. " kata Amel bercerita panjang lebar.
" Apa Bima orang nya baik Mel, ngak pemarah ?" tanya Salman lagi .
" Mana bisa marah orangnya baik gitu , sholeh dan juga bertangung jawab dan penyayang. Dan juga pintar kan Bima kuliah jalur beasiswa kak. Bahkan Amel aja suka kak, eh tahunya malah berjodoh sama Nur " kata Amel tersenyum.
" Ya sudah syukurlah . Kalo begitu kak Salman pulang dulu ya . " kata Salman yang hendak pamit.Karna sudah mendapat informasi dari Amel.
" Ya mel " Kata Salman yang lalu masuk kedalam mobilnya .Dan membawa mobilnya menuju pulang.
.............................................
Sedangkan Maya dan ibunya baru saja membereskan koper untuk berangkat ke Dubai besok. Mereka akan menyusul Bima dan Nur .Karna tak ada keluargga disana . Jadi Maya berinisiatif kesana bersama ibu dan anak anaknya. Sekalian berlibur Karna ia sendiri belum pernah ke Dubai dan ingin sekali melihat keindahan kota itu.
" May, kita berapa lama disana nak?" tanya bu Lastri..
" Ya semingu atau dua minggu cukup bu karna kan anak anak sudah masuk sekolah lagi .Terutama Aska yang masuk sekolah dasar tahun ini " kata Maya.
" Oh iya ibu merasa sudah tua May. rupanya mereka sudah semakin tumbuh besar saja " kata bu Lastri terkekeh.
" Iya bu ngak kerasa. Bima yang dulu kecil juga sekarang sudah menikah. Ngak terasa waktu berjalan cepat " kata Maya terkekeh.
" Ya begitulah tri tri. kita senasib " kata mak Sanah .Yang muncul dari dapur dan membawa bayi Ima dan Kim. Yang baru lahir .sebulan .Anak kedua mereka.
" Bibi ......Sini biar May yang gendong " kata Maya.
__ADS_1
" Jangan kamu baru selesai tata tata , nanti malam kecapean. Sudah duduk saja. " kata mak Sanah.
" Bisa aja mak, pintar pengen di cium sendiri ya dipipi " kata bu Lastri mengelus pipi bayi cantik mungil itu.
" Iya nih bibi, biar Maya cubit tu pipi cubby nya " kata Maya yang gemas pada keponakannya itu.
" Sudah....bukannya kalian mau berangkat besok banyak istirahat biar ngak capek " kata mak Sanah.
" Iya mak ya sudah , Maya mau balik kekamar dulu . buat ngecek pakaian anak anak biar ngak ribut .Pas ada yang kurang " kata Maya.
"Ya May. ibu juga mau rebahan " kata bu lastri yang rebahan ditempat tidurnya. Yang disebelahnya mak sanah .
Dan Maya kembali kekamarnya. Karna memang tadi ia dikamar sang ibu .Membantu membereskan barang dan pakaian .Serta jamu untuk Nur buatan Bi Marni . Yang biasa diminum Maya.
..................................
Disisi lain Salman baru saja masuk rumah. Dan langsung duduk disofa karna lelah.
" Man sudah pulang nak ?" tanya abi yang baru pulang dari masjid.
" Iya bi maaf ngak bisa bantu abi mengajar hari ini. Salman cukup lelah " kata Salman.
" Lalu gimana dengan Nur ?" tanya abi yang khawatir.
" Seperti ada yang tak beres dirumah kakek bi, Salman sempat dengar si Atun bilang Nur kabur. Tapi pas abi cerita tentang umi. Salman bingung.
" Abi juga man, ngak mungkin Nur nekad pergi begitu saja tanpa alasan " kata abi yang tahu watak putrinya itu
" Iya bi entah mana siapa yang jujur dan siapa yang bohong biarlah waktu yang menjawab. Karna bangkai tak bisa disembunyikan " kata Salman .Yang merasa curiga dengan kakeknya dan ditutupi sang umi.
" Iya biar Allah yang membuka kebenarannya" kata abi.
Sedangkan umi yang mendengar dibalik pintu..Langsung pergi dengan mata yang berkaca kaca.
.
.
__ADS_1