Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 225 Tawaran Bekerja


__ADS_3

Bima baru saja keluar dari kelas bersama Amin dan Andra. Ketika. ponselnya berbunyi .Lalu ia bergegas mengangkatnya ketika Bima tahu siapa penelpon nya.


":Assalamualaikum bang " sahut Bima.


" Baik bang, nanti sepulang kuliah Bima akan kesana " kata Bima .


" Ya bang walaikum salam " jawab Bima lalu menghela nafas. Dan kembali menaruh Ponselnya disaku celana.


" Ada apa ?" tanya Andra.


" Abang ku mau bicara sesuatu " kata Bima yang tegang. Karna pasti sang kakak pasti sudah bercerita pada bang Ryan..Yang membuat Bima sedikit takut.


":Kakak mu sudah tahu Bim ,tentang Nur?" tanya Amin.


" Iya min , mungkin itulah sebab aku disuruh kesana sepulang kuliah " kata Bima.


" Yah. .....terima nasip aja , lagian sudah lewat ini. " kata Andra.


" Aku juga sudah siap dra , apapun resikonya nanti " kata Bima. Yang sudah sedikit tenang karna tak mungkin Ryan memukulnya.


.................................


Sedang Nur dan Amel baru saja dari kantin. Untuk mencari cemilan. Untuk duduk di taman. Menunggu makul selanjutnya.


" Wah wah ...asyik nih lagi santai ya " kata Caca bersama para cs nya.


" Iya dong mau ikut gabung juga " kata Amel cuek. tampa menoleh.


" Wah kaya nya sekarang besar kepala ya kalian sudah bisa dekat Bima " sindir Caca.


" Kalo iya ngapa emang , pengen... kasihan deh lho ngarep tapi zonk " cibir Caca.


" Heh brani lho ya, heh.. Caca itu banyak yang suka ngak kaya lho berdua. Berhijab tapi bar bar. ngakunya sholehah sholehah tapi gatal " cibir Della.


" Wah yang gatal tuh situ woi, kita mah santai. Ngak ada untung debat lho pade...unfaedah " kata Amel cuek.


" Yah......makin brani nih anak ,yuk pergi yuk " kata Caca yang tak mau di permalukan Amel .Karna Amel cukup brani bila di tantang


Dan itu membuat Caca berpikir dua kali untuk mengganggunya. Kala Amel tak akan bersuara bila di usik.

__ADS_1


" Mel kamu brani amat, ngak takut dia dendam " bisik Nur pelan .Yang tahu Caca jahat. Ketika Trio bebek sudah melewati mereka. Itu julukan Amel pada ketiga gadis itu.


" Eh Nur kalo ngak di lawan .Seenaknya mereka. Apalagi tuh si Caca kalo brani menindas kita. Ku buat malu deh " kata Amel tampa rasa takut.


" Tapi mel, aku takut mereka licik " kata Nur.


" Yah......Nur makanya orang kaya gitu ngak usah dikasih hati ..Tambah besar kepala mereka ":kata Amel cuek.


" Ya sudah , tapi kita harus hati hati " kata Nur yang khawatir. Takut Caca Cs nekat. Karna Nur sudah menjadi korbannya.


" Santai yuk kekelas ,sudah mulai panas nih " kata Amel.


" Yuk.....tinggal satu makul lagi " kata Nur yang ingin cepat pulang .Sudah kangen pada sang suami. Karna di kampus Nur tak brani mendekati suaminya itu. Karna tak ada orang yang tahu ia sudah menikah . Kecuali Andra dan Amin .Sahabat Bima .


Sedangkan Bima bergegas pergi ke parkiran .Untuk pulang kerumah sang kakak. Dan menyuruh Nur mengambil kunci motor karna ia akan dijemput bang Jeff dari kampus menuju kantor Ryan.


" Aby mau kemana " kata Nur yang datang bersama Amel.ke parkiran.


" Mau kekantor abang aby dulu. Ada urusan penting " kata Bima.


" Nur berani kan naik motor sendiri " tanya Bima. menatap Nur lekat.


" Ya .., ya sudah Aby berangkat dulu.Mel titip Nur ya. Nanti kalo Nur takut dirumah bisa di temani Amel " kata Bima Lalu meninggalkan Nur dan Amel. Menuju jalan pintu kampus. Untuk menunggu jemputan bang Jeff.


............................


" Duduk lah " kata Ryan ketika Bima sudah sampai di kantor nya..


" Ya bang trimakasih " kata Bima yang duduk di depan meja Ryan.


":Sebentar abang selesaikan ini dulu " kata Ryan. Yang masih menandatangani berkas .


" Iya bang " kata Bima. Berusaha tenang. Karna gugup .Takut abang iparnya itu marah


Tak sampai 15 menit Ryan pun selesai .Lalu Merapikan mejanya.


" Bagaimana kabarmu dan istrimu ?" tanya Ryan menatap adik iparnya itu.


" Baik bang, Bima minta maaf.....karna ngak bisa.

__ADS_1


" Lupakan itu, abang kesini mau menawarkan perkerjaan untukmu . Kau bisa pergi bersama istrimu dan juga kuliah. bagaimana ? kata Ryan memotong ucapan Bima.


" Tapi Bima belum bisa berbisnis bang dan perlu belajar banyak " kata Bima. Yang tahu abang iparnya itu lihai dalam berbisnis.


" Sebab itu abang menyuruhmu kesini. Abang ingin kau menangani bisnis abang yang cukup besar. Sambil menunggu Aska tumbuh dewasa nanti . Untuk bisa menjalankan bisnis dengan baik " kata Ryan.


" Lalu apa Bima harus berhenti kuliah " tanya Bima. Seraya menatap Ryan.


":Tidak kau . akan bekerja sepulang kuliah. Dan mengecek semua berkas seperti yang abang lalukan. Masalah perusahaan sudah ada yang mengurus . Kau hanya menangani yang ringan tapi harus teliti. . Nanti ada Alex yang akan mengajarkan mu Sebelum kau berangkat kesana." kata Ryan.


" Hah ...maksud abang jauh dari sini " tanya Bima. kaget.


" Iya di Dubai .Dan istrimu juga akan kau bawa kesana. Abang sudah membicarakan ini dengan kak May mu .Supaya kau bisa tenang.


" Apa ibu sudah tahu.?" tanya Bima.


" Ibu dalam perjalanan kesini. Nanti malam sudah tiba dirumah " kata Ryan.


" Dan kau bisa mempertimbangkannya lebih dulu. Dan beritahu juga istrimu Agar tak terjadi masalah dikemudian hari " kata Ryan.


" Ya bang akan Bima pikirkan. Dan Bima juga akan bicara dulu dengar Nur.." kata Bima. meminta waktu berpikir.


" Ya abang beri waktu kau berpikir seminggu Kalo sudah final beritahu abang .Setelah itu kau bisa belajar dulu sebelum berangkat. Abang akan menyuruh Didi untuk mengurus kepindahan kalian dan tempat kalian kuliah di Dubai. Agar tak jauh dari tempat tinggal. " kata Ryan


" Baik bang sepulang dari sini Bima akan pikirkan " kata Bima.


" Bagus., apa kau sudah makan siang ?" tanya Ryan.


" Belum bang " jawab Bima.


" Ok kita tunggu Didi dan Alex. Kita makan siang diluar " kata Ryan . Yang lalu mengambil ponselnya dan menelpon Alex.


Bima hanya mengangguk. Karna dia memang belum makan. Tadinya ia ingin cepat pulang . Karna rindu dengan Nur. Tapi karna Ryan memanggilnya .Terpaksalah ia mendahulukan kepentingan lain.


Tapi Bima juga senang .Kini ia bisa bekerja nyambi kuliah. Dan tak perlu repot repot menunggu lulus. Seperti keinginannya akhir akhir ini. Karna ia ingin belajar menjadi suami yang bertanggung jawab. Walau itu sulit. Tapi paling tidak ia sudah berusaha untuk tetap bersama Nur. Untuk membangun keluarga kecilnya. Membahagiakan sang istri. Yang mulai ia cintai.


Sedangkan Nur dan Amel . Sedang makan siang di rumah kontrakan. Keduanya duduk santai diruang makan. Sambil diskusi masalah tugas kampus.


" Kaya nya laki lho sibuk ya Nur akhir akhir ini. Emang ada urusan apa ?" tanya Amel.

__ADS_1


" Ngak tahu Mel ,aku ngak mau kepo. Nanti biar Bima cerita sendiri aja " kata Nur .Yang tak ingin terlalu ikut campur dengan urusan sang suami.Selama Bima tidak menyimpang.


__ADS_2