Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 146 Tak Sengaja Bertemu.


__ADS_3

Hari ini ima bangun lebih pagi karna ingin membantu dokter Lastri .Tentang pasien lumpuh yang ia ceritakan kemaren. Selesai menyuapi sang ibu ia pun merapikan tasnya.Tapi tiba tiba ponselnya bergetar.


" Ima , telponnya bunyi nak, angkat lah takut bibi mu telpon " kata mak Sanah yang duduk bersandar.


" Iya mak " kata Ima yang lalu mengangkat ponselnya. Dan benar saja. Bibinya menelponnya.


" Ima tolong sampai kan pada Kak Sanah. Kami menunda menjemput kalian ya nak. Menunggu Maya tenang dulu. Karna suaminya kena musibah " kata bibi Risma di sebrang sana.


" Inalilahi wainalilahi rojiun , Ya bi kami akan menunggu .Mudahan suaminya kak Maya baik baik saja." kata ima sedih.


" Salam buat ibumu ya nak " kata bibi Risma.


" Iya bi, ibu mendengarkan salam juga buat kak Maya sekeluarga " kata Ima.


Setelah selesai bicara Ima mendekati ibunya dengan wajah sedih.


" Ibu sabar ya, mudahan masalah disana cepat selesai " kata Ima yang berharap bibinya itu menjemput mereka karna tak ada lagi tempat bagi mereka setelah rumah sang paman dijual.


" Iya nak, mudahan kakakmu baik baik saja. Mereka sudah banyak menolong kita " kata bi Sanah .


" Ya bu, sekarang Ima berangkat dulu ya bu, ibu ngak pa pa kan Ima tinggal " kata Ima yang melihat ibunya berangsur membaik setelah sempat sakit seminggu kena asam lambung akut.


" Ya nak hati hati " kata mak Sanah melihat putrinya itu dengan rasa iba. Apalagi tunangannya memutuskan pergi tampa alasan yang jelas.


.................................


Sedang Maya baru bangun setelah tadi malam bisa tidur nyenyak. dan merasa sedikit tenang. Karna Alex mengabarkan suaminya selamat. Walau ia belum bisa bicara langsung.


" May sudah bangun nak " kara Ibu yang masuk membawa nampan untuk sarapan pagi Maya.


" Baru saja bu, Aska dimana " tanya Maya. Dengan wajah yang masih sembab karna kemaren banyak menangis.


" Aska lagi sama Bima di taman. Tadi bangun langsung menemui adikmu dan mengajaknya bermain. May , tadi ibu telpon Ima untuk menunda menjemput mereka. Sambil menunggu kabar nak Ryan. " kata bu Risma yang lalu mendekati Maya.


" Iya bu, lalu Bima bagaimana? bukannya minggu besok sudah masuk asrama lagi. " Kata Maya.


" Gampang nanti dia bisa naik bis " kata Ibu. yang tak ingin membebani Maya.


" Maaf kan Maya bu belum bisa mengizinkan ibu pulang " kata Maya lirih. Karna memang ia masih butuh ibunya. Yang jadi tempat nya mengadu Apalagi suami nya belum memberikan kabar sama sekali.


" Ngak pa pa nak, toh hidup ini memang

__ADS_1


tak selamanya berjalan mulus. Kadang banyak rintangan dan godaan. Dan kau harus sabar ya " kata ibu sambil mengelus bahu Maya pelan.


" Iya bu " kata Maya. yang memang rindu pada suaminya. Dulu Maya pun tak lama mendapatkan kasih sayang sang ayah. karna ayahnya meninggal mendadak karna sakit.


" Sekarang makan ya, kasihan cucu cucu ibu belum makan semalaman " kata bu Risma.Yang tak mau Maya sakit.


" Ya bu " kata Maya yang lalu bangun dari pembaringannya. Dan ibu pun mengambil nampan yang dibawanya tadi Dan membawa mendekatkannya pada Maya.


Dan Maya pun mulai makan sarapannya dengan lahap. Karna ia merasa lapar. Dan lagi tenaganya terkuras setelah larut dalam kesedihan menangis memikirkan sang suami.


....................................


Sedangkan Ima baru saja menemu dokter Lastri. Dokter yang banyak membantunya. juga bekas atasannya itu. Tapi karna ibunya sakit Ima terpaksa berhenti kerja karna sering terlambat datang. Namun dokter Lastri mengerti kenapa Ima harus berhenti. Karna harus menjaga ibunya. Yang satu satunya keluargganya yang tersisa.


" Kau sudah siap ayo ku antar menemui Mas Alex " kata dokter Lastri.


" Iya dok " kata Ima yang berjalan mengikuti dokter Lastri dari belakang.


Keduanya menuju kamar inap dimana Ryan dan Kim dirawat. Setelah mengetuk pintu .Dokter Lastri pun masuk dan menemui ALex. sedangan Didi mengantar Alan dan Ali ke penginapan.Karna baru saja bergantian menjaga tuan mudanya.


" Pagi dokter " sapa Alex sopan.


" Pagi mas Alex ini orang yang akan mengantarkan mas Alex menemui menerapi itu " kata dokter Lastri.


" Pagi mas saya Ima yang akan mengantar kan kalian ke koh Alung. Beliau tinggal di dekat villa namun tempatnya cukup nyaman " kata Ima memberi salam dan lalu....


Deg.......


Kedua saling menatap.Ima seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat. Sosok pria yang tak berubah sama sekali.Bagitu juga dengan Kim yang cukup familiar dengan wajah gadis yang menatapnya.


" Apa kau Delima ? " tanya Kim menatap Ima lekat.


" Iya dia Delima, apa kalian saling kenal " kata dokter Lastri. Yang lalu menatap Ima .seakan meminta jawaban.


" Dia kakak kelas saya dok, waktu kami masih SMA " kata Ima jujur.


" Wah kebetulan sekali , kalian tak sengaja bertemu. Nah ima mereka ini yang minta diantar ke tempat koh Alung .Syukurlah kau mengenalnya. Jadi saya tak perlu ikut kesana " kata dokter Lastri.


" Oh jadi kau kenal Kim, bagus lah .Trimakasih dokter sudah membantu kami " kata Alex.


" Sama sama mas , kalo begitu saya pamit dulu. Karna ada pasien lain nya yang harus saya temui " kata dokter.

__ADS_1


" Nah Ima saya tinggal dulu ya, karna kau sudah kenal jadi saya ngak perlu ikut kesana.karna masih banyak pekerjaan disini " kata dokter Lastri.


" Iya dok " terimakasih " kata Ima sopan.


Dan dokter Lastri lalu pamit pada Alex dan Kim juga .Sedangkan Ryan masih tidur pulas. Tapi karna mendengar suara berisik ia pun lalu terbangun.


" Ugh.....ada apa Lex " tanya Ryan yang mengerjapkan matanya.Mendengar suara irang ngobrol


" Ini bos , gadis yang akan mengantar kita ke pengobatan alternatif itu. " kata Alex menjelaskan.


" Apa kita jadi pergi sekarang.?" tanya Ryan.


" Bos istirahat saja dul, biar saya dan Didi yang akan kesana. Juga gadis ini untuk melihat tempatnya. Setelah dia bisa membantu baru kita kesana " kata Alex.


" Baik lah lakukan yang terbaik " kata Ryan.


Sedangkan Ima dan Kim hanya mendengarkan saja. Tampa bicara apapun Tapi sesekali mereka saling tatap. Satu sama lain dengan pikiran masing masing.


" Ya bos, kita tinggal menunggu Didi karna tadi mengantarkan Ali dan Alan istirahat" Kata Alex.


" Nona duduklah , tunggu teman kami kembali baru kita berangkat " kata Alex menyuruh Ima untuk duduk dan keluar dari kamar untuk menelpon.


" Baik mas " kata Ima yang lalu duduk di sebuah kursi.


Sedang kan Kim sesekali melirik Delima. yang tak berubah sama sekali. masih sama seperti


dulu.Namun sekarang terkesan lebih cantik.


Sedang Ima duduk sambil terdiam. ia hanya memperhatikan ruangan kamar. Tapi kadang ia juga melirik Kim dan Ryan sesekali. Karna Alex sedang menelpon seseorang.


" Delima gimana kabarmu ?" tanya Kim basa basi yang penasaran pada gadis yang lama ia kenal tapi baru kini Kim bisa bertemu lagi.


" Baik kak ,apa kakak mengalami kecelakaan " Tanya Ima


" Iya tepatnya di celaka kan " kata Kim menatap Ima lekat.


" Hah ....bagaimana bisa, kenapa ngak lapor polisi saja kak " kata Ima terkejut.


" Ngak pa pa nanti juga mereka dapat balasannya " kara Kim.


" Oh iya kak, biasanya orang jahat pasti dapat karma " kata Ima lalu terdiam.

__ADS_1


Sedangkan Ryan hanya mendengarkan obrolan keduanya tampa suara. Hanya kadang sesekali melirik ke Ima dan ke Kim


__ADS_2