Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 211 Pulang Ke Pondok.


__ADS_3

Waktu terus berjalan. Tak terasa sudah 3 minggu berjalan. Setelah kejadian itu Nur berniat pulang kerumah. Karna sudah hampir sebulan ia belum pulang.Karna besok sabtu tanggal merah .Dan bisa dua hari untuk libur


Nur naik bis menuju rumahnya. Perjalanan selama 1 jam tak terasa karna Nur sambil mendengarkan music di dalam bis.


Ketika sudah sampai di terminal Nur pun naik ojek menuju rumahnya. Yang tak jauh dari pondok. Karna rumah itu memang di samping pondok milik keluargga .Warisan dari sang kakek.


" Assalamualaikum " kata Nur yang sudah berada diteras rumah dan memberi salam.


" Walaikum salam " sahut seseorang dari dalam.


Ceklek.........


" Wah neng Nur pulang ya " kata bi Sumi yang bantu bantu dirumah Nur.


" Iya bi kangen , umi kemana bi Sum ?" tanya Nur yang masuk kedalam rumah.


" Umi lagi ada pertemuan ibu ibu di pondok neng "jawab bi Sumi yang lalu kembali menuju dapur.Namun langkahnya terhenti.


" Neng mau bibi buatkan teh ?" tanya bi Sumi.


" Ngak bi , Nur mau istirahat dulu. Nanti aja bi kepala Nur rada pusing " kata Nur yang merasakan pusing. Padahal tadi dia baik baik saja. Entah mengapa ia merasa pusing ketika sesampai nya dirumah.


" Ya sudah istirahat aja neng " kata bi Sumi.


" Ya bi Nur masuk kamar dulu ya " kata Nur.


" Iya neng " kata bi sumi.


Ceklek....


Nur pun meletakan tasnya diatas meja. Lalu rebahan di atas ranjang . Agar badannya kembali fit lagi.


...............................


Sedangkan Bima sudah rapi ingin pulang kerumah sang kakak .Karna kangen dengan para keponakan yang lucu lucu itu.


" Mau kemana Bim, tumben rapi amat " tanya Andra.


" Mau main kerumah kakak sebentar " jawab Bima sambil mengendong tas ranselnya.


" Ginap " tanya Amin yang nongol di depan pintu sambil merangkul.Andra.


" Lihat nanti deh ,tapi besok tanggal.merah kan kayanya " kata Bima.


" Yoi, makanya kita mau ngajak lho bikin nasi goreng nanti malam. Lagi ngak punya duit dan menipis " kata Amin santai.


" Tuh banyak stok mie instan kalo mau ambil saja " kata Bima.

__ADS_1


" Mau benaran nih " kata Andra dan Amin kompak.


" Ya benaran tuh ambil dilemari plastik " kata Bima yang tak pelit . Karna dia juga pernah merasakan susah ketika kecil . Sebelum kakaknya menikah dan kerja.


Andra dan Amin pun langsung membuka lemari plastik milik Bima dan berebut mengambil mie instan stoknya.


" Aku minta 5 bungkus ya Bim " kata Amin.


"Yah curang masa aku cuma empat "kata Andra yang masih kurang.


" Ya adanya itu . Nanti pulang ta belikan deh , kalo dapat bekal dari kak May " kata Bima terkekeh .Melihat kedua temannya yang memang dari desa. Juga sama sepertinya dirinya.


" Cih, bersyukur makanya jangan lemot " ledek Amin. Yang memang duluan mengambil .


" Bukan lemot min , lho kan yang duluan ngambil jadi aku cuma kebagian sisa." kata Andra.


" Sudah keluar gih , aku mau berangkat " kata Bima.


" Ya sudah Bim, makasih ya..Kalo ada makanan banyak dirumah kakak lho yang mubasir bawa sini aja. Lumayan buat ngirit di ongkos " kata Andra.


" Ya...lihat nanti , titip kamar ya jangan sampai jebol tuh pintu .Kan sudah dapat mie instan gratis " kata Bima.


" Santai bro aman . Bakal kita awasi deh " kata Amin sumringah.


" Ya sudah aku berangkat dulu" kata Bima.


" Ok hati hati bro, jangan ngebut " kata Andra.


" Wah kebetulan tuh . kita boleh pinjam ya Bim kan lho diantar pulang" kata Amin.


" Boleh asal tangung jawab. Jangan hilang dan kembali utuh.Jangan sampai lecet " kata Bima .


" Ok bro makasih. Aman kita jagain Mana kuncinya " tanya Amin.


" Nih ....yang amanah ok. Assalamualaikum " kata Bima.Yang keluar menuju pintu depan.


" Walaikum salam " jawab kedua nya. Menjawab salam.


" Wah Bima pas pulang pasti nanti bawa banyak oleh oleh tuh " kata Andra.


" Ya jelas. tuh kakaknya sayang banget. Waktu di pondok aja oleh olehnya aja pasti dibagi bagi" kata Amin .Yang memang sekamar ketika masih di asrama dulu.


" Ya sudah yuk nonton tv aja ,ngak ada kegiatan " kata Andra.


" Lho aja sana, aku ngerjain tugas dulu biar ngak lupa buat besok senin " kata Amin sambil berlalu. Meninggalkan Andra yang masih berdiri .


" Ok slamat bertugas " teriak Andra yang menuju kekamarnya.

__ADS_1


.................................


Sedang di sebuah rumah. Nur baru saja bangun. Yang tapi sempat tidur karna kepalanya pusing.Lalu Nur pun beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk berwudhu dan sholat. Karna ia belum sholat ashar.


" Nur ya ampun sudah pulang neng " kata Umi Nur yang ketika melihat putrinya itu keluar dari kamar.


" Iya umi, umi sehat maaf baru pulang karna baru ada libur sekarang " kata Nur. Yang memang banyak tugas kuliah. Dan tak bisa selalu pulang tiap minggu.


" Ya ngak pa pa yang penting sehat " kata Umi.Yang tersenyum pada putrinya itu.


Lalu keduanya pun asyik ngobrol diruang tengah. Sampai akhirnya umi bercerita kalo ada teman kakak Nur yang ingin ta,aruf untuk mengenal Nur.


Deg........


" Tapi umi Nur masih ingin kuliah " kata Nur memberi alasan.


" Ngak masalah , Kak Ahmad pasti akan memberi Nur kesempatan untuk tetap kuliah " kata umi.


" Ya Allah apa ini rencana mu. Tapi aku harus bagaimana bila nanti kak Ahmad tahu diriku .....


" Nur...... kamu setuju kan neng, nak Ahmad itu lulusan turki dan dia dekat dengan kakakmu Dan juga baik anaknya. Hafalannya juga bagus " kata umi.


" Tapi umi bagaimana kalo kak Ahmad tak bisa menerima Nur " kata Nur lirih. Mengingat kini dirinya sudah bukan perawan lagi.


Seakan ada belati yang menusuk hati Nur saat ini. Mengingat kejadian malam itu. Yang membuatnya hati nya hancur.


" Nur......Nur.......kenapa neng ? kok murung apa Nur ngak menyukai kak Ahmad " tanya umi.


" Bukan ...bukan begitu umi. tapi Nur hanya merasa tak pantas " kata Nur sedih.


" Ya Allah neng, Nur itu gadis yang cantik ,sholehah dan juga pintar. Mana ada pria yang menolak Nur. Malah banyak yang ingin meminang Nur tapi abi mu menolak." kata umi menatap Nur.


Nur memang menjadi incaran para santri pria di pondok .Semasa ia sekolah dulu. Apalagi ia anak pemilik pondok. Yang membuat banyak pria berlomba lomba ingin berta,aruf dengan Nur. Namun Nur menolak. Dengan alasan masih ingin fokus belajar.


" Iya umi akan Nur pikirkan " kata Nur . Lalu hendak berdiri tapi tiba tiba tubuhnya langsung oleng.


" Nur .....Nur kenapa neng ?" tanya umi yang sempat menangkap tubuh sang putri. Yang hampir saja jatuh.


" Nur pusing umi. ngak tahu kenapa " kata Nur yang kembali duduk.


" Apa Nur sakit ?" tanya Umi.


" Ngak umi , tapi........bruk......


Nur pun tergeletak pingsan dilantai. Umi yang panik langsung memanggil bi sumi meminta tolong untuk memapah Nur kekamarnya.


"Ya Allah Nur kenapa ?" tanya umi dalam hati

__ADS_1



Visual Nur guys . bingung nyari nyari he he he


__ADS_2