
Bi Marni hanya tersenyum melihat Didi. Karna Didi tak mungkin berani pulang tampa izin sang tuan muda.
" Kenapa ngak izin sama tuan muda saja " Kata bi Marni
" Ngak berani bi, gaji ku bisa dipotong apalagi kalo tuan muda lagi ngak mood " kata Didi.
" Ya sudah ngak usah pergi disini saja , lagian kan cuma 1 kali ngak ketemu pacar sudah bingung " kata bi Marni mencibir .
" Yah bibi , bibi mana tau anak zaman now sih .Kalo ngak di kejar bakal.keduluan orang " kata Didi.
" Lah kok bisa gitu, nih bibi kasih tahu kamu ya Di, perempuan kalo di turutin ngelunjak belum jadi istri. Sekali kali biar dia nyadar ngapain pacaran lama lama.Nikah sekalian lagian kamu sudah punya pekerjaan tetap " dumel Bi Marni pada Didi keponakanya itu.
" Tahu ah " kata Didi yang menghela nafas karna gusar. Lalu pergi begitu saja setelah semua barang sudah selesai ditata rapi.
Sedang bi Marni hanya mengelengkan kepalanya melihat keponakannya itu pergi.
" Susah dibilangin anak jaman sekarang, nanti kalo cuma buat mainan baru tahu rasa " Dumel Bi marni.
Sedangkan Maya dikamar baru saja selesai sholat Lalu keluar kamar dan menuju dapur
" Bi lagi apa ?" tanya Maya yang sedang menuang air putih.
" Ini non, lagi buat sop buat nanti malam " Kata bi Marni.
" Kan Yang tadi masih banyak bi " kata Maya yang duduk dikursi.
" Biasanya tuan muda suka nyari sop daging non ,makanya bibi buatin sedikit " kata bi Marni.
" Oh gitu ya " kata Maya .Lalu ia teringat dengan janjinya jalan jalan sore dengan bang Ryan.
" Bi apa bang Ryan sudah bangun ? " tanya Maya.
Seperti sudah non, mungkin diruang tengah " kata bi Marni .Yang tahu tuan mudanya itu pasti duduk menghabiskan waktunya dengan nonton film kesukaannya.
" Ya sudah bi Maya kesana dulu " kata Maya. Lalu menuju ruang tengah .Benar saja Ryan sedang duduk disana sambil nonton dan minum jus jeruk.
" Bang jadi jalan jalan kan? tanya Maya yang menyapa Ryan.
" Sudah bangun sebentar ya , abang selesaikan filmnya dulu. Paling ngak nyampe 15 menit " Kata Ryan yang mempercepat filmnya.
" Ya bang " kata Maya.
Maya menunggu dengan sabar .Tak lama setelah itu film pun selesai .Ryan pun mematikan tv nya .
" Ayo kita bersenang senang " kata Ryan beranjak dari sofa.Lalu keduanya pun pergi keluar untuk jalan jalan sore.
Maya terlihat sangat senang . Apalagi ada Ryan yang menemani .Dulu ketika menikah dengan Bayu Tak sekalipun ia pernah diajak berdua untuk jalan jalan. Maya hanya tahu kerja dan kerja.
__ADS_1
Kini wajar ia merasa sangat bahagia. Bisa jalan jalan dan bersenang senang gratis.
" Kau senang May ?" tanya Ryan melirik Maya.
" Iya bang harinya juga ngak panas .Udaranya sejuk dan pemandangannya indah ." kata Maya yang tersenyum Ini
" Ayo kita kesana " kata Ryan yang berjalan lebih dulu lalu dikuti Maya dari belakang.
" Wah Bagus bang " kata Maya tersenyum.
" Yah tapi ada yang lebih indah " kata Ryan .
" Apa bang ?" kata Maya bertanya.
" Senyum mu sore ini May " kata Ryan tersenyum mengoda Maya.
" Hahaha......abang bisa saja " kata Maya yang tertawa dan menoleh kearah lain karna malu mendengar pujian Ryan.
" Cie...cie kok pipi nya merona merah " kata Ryan mengoda.
Membuat Maya semakin salah tingkah . Lalu berjalan menjauh dari tempat Ryan berdiri.
" Mau kemana May ?" kata Ryan seraya tersenyum karna tahu Maya malu menghindar darinya
" Hahaha........malu ya " kata Ryan tertawa.Tapi makin membuat Ryan senang untuk mengodanya.
" Tunggu abang May" kata Ryan berteriak.
" Abang disitu aja Maya malu " kata Maya jujur. Karna hatinya jadi deg degan karna pujian Ryan.
" Hahaha ....kenapa malu?" kata Ryan dari kejauhan.
" Maya ngak tahu " kata Maya menjawab.
Ryan pun tersenyum. Dia tahu Maya gadis murni yang polos .Dan juga apa adanya. Karna dari pandangan matanya pun berbeda. Dengan kebanyakan wanita yang bernafsu untuk memiliki dirinya.Sedangkan Maya wanita itu tak banyak menutut lebih.Bahkan terkesan tertutup tapi jujur.
Villa tetangga Ryan.
Lalu Ryan menyusul Maya yang berjalan menuju ke villa tetangganya. Yang sedang kosong ditinggal pergi.
" Bang kok Villanya sepi " kata Maya bertanya.
" Iya penghuninya sedang ada perjalanan bisnis " kata Ryan.
" Bang kalo beli villa begini mahalnya, kalo Maya ingin beli berapa puluh tahun harus menabung ?" tanya Maya .
__ADS_1
Ryan hanya tersenyum mendengar pertanyaan Maya.
" Maya ngak perlu beli, boleh kok tinggal disini bahkan bisa menetap " kata Ryan.
" Yah tapi Maya ngak enak bang, nanti bakal ada gosip yang ngak enak di dengar " kata Maya.
" Gosip apa? " kata Ryan menatap Maya.
" Yah kan Maya hanya menumpang sementara , takutnya abang nanti malah difitnah orang " kata Maya jujur yang tak enak kalo ia tinggal lama lama bersama Ryan.
" Itu sih gampang " kata Ryan santai. lalu menarik tangan Maya .Dan tampa sengaja tubuh Maya ada dipelukan Ryan.
" Kalo kau jadi istri abang , tak ada yang brani bergosip " kata Ryan ketika mendekati bibirnya ditelinga Maya
Deg......
Maya pun terkejut. Mendengar apa yang dikata Ryan. Ia hanya berpikir Ryan hanya mengodanya. Untuk membuatnya salah tingkah lagi.
" Jangan bercanda bang, Maya masih belum bercerai. Dan mana mungkin abang mau sama Maya.Wanita yang hamil begini . Di luar sana banyak gadis perawan yang lebih baik dari Maya bang " kata Maya menatap Ryan serius.
" Aku tidak bercanda May, kau membuatku jatuh cinta hanya dalam waktu 3 hari " kata Ryan jujur
Maya pun menatap lekat mata Ryan. Mencari sesuatu disana .namun ia tak menemukan apa.pun .Selai kejujuran.
" Abang serius, abang tak perduli masa lalu mu.dan abang akan menikahi mu nanti setelah kau melahirkan " kata Ryan.
" Tapi kita beda keyakinan bang " kata Maya.yang takut Ryan hanya membual.
" Abang akan ikuti keyakinan mu " kata Ryan serius .Lalu menatap wajah Maya lekat
" Itu bukan perkara mudah, karna keyakinan kami berbeda dengan keyakinan abang " kata Maya
" Abang akan belajar dari nol .Itu pun kalo Maya mau mengajarkan Abang " kata Ryan serius.
Maya pun menatap lekat wajah Ryan.Ada rasa haru dan bahagia yang tah bisa ia rangkai dengan kata kata Namu Maya hanya bisa meneteskan air matanya. Yang mengalir deras begitu saja.
"Kenapa kau takut abang main main " tanya Ryan
" Bukan bang , Maya hanya terharu. Lalu bagaimana dengan orang tuan abang " kata Maya.
" Itu tak kan jadi masalah ,karna abang yang menjalaninya " kata Ryan yang menatap manik mata Maya dalam.
Lalu maya pun menunduk . Malu ditatap oleh Ryan. Ryan hanya meraih tubuh Maya dan memeluknya erat.Maya pun lalu menangis dalam dekapan hangat pria tampan itu. Ia hampir tak percaya dengar apa yang ia dengar. Karna ia bisa membuat seorang pria jatuh cinta padanya hanya dalam waktu tiga hari. Waktu yang benar benar singkat.
Waktunya bersenang senang
__ADS_1
.