
Keduanya menikmati makannya dengan lahap . Rara lalu menatap seliling Mansion milik Diaz. Yang memang jauh dan dari keramaian dan cocok untuk tempat tinggal .
" Kenapa kau kau menyukainya ?" tanya Diaz.
Dari mana kau bisa dapatkan mansion ini ..
Dulu ini milik seorang pengusaha yang bangkrut " kata Rara yang cukup mengenal beberapa pengusaha karna dulu suaminya sering memperkenalkan dengan kalangan pebisnis
*****
Sedangkan Maya hari ini minta Izin untuk menghadiri reuni angkatannya . Jadi ia minta izin pada Ryan pergi bersama Desi dan Vani.
" Tak masalah asal jangan pulang malam " kata Ryan menatap Maya yang terlihat cantik sore ini ketika berdandan
" Trimakasih bang ngak kan lama kok . " kata Maya .Yang lalu mencium tangan Ryan dengan takzim .
" Ya hati hati " kata Ryan Yang duduk santai disofa . Sambil menonton acara komedi di televisi.
Maya pun lalu berangkat diantar Jhon karna Desi dan Vani berangkat membawa mobil sendiri . Setibanya di gedung pertemuan Maya langsung mencari Desi dan Vani Yang sedari tadi sudah menunggu
" May......sini " kata Desi yang melambaikan tangan. Yang membuat Maya mendekati Vani dan Desi yang kumpul dengan teman teman masa kuliah mereka .
"Wah My cantik banget " kata Vani yang kagum dengan penampilan Maya yang terlihat anggun
" Terima kasih Lho juga Vani Des pada modis " kata Maya yang melihat Penampilan teman temannya yang juga cantik.
" Belum mulai ya?" tanya Maya.
" Belum May lagi nunggu kak Evan" kata teman Maya ,yang mendekati ketiganya.
" Wah kalian bertiga luar biasa hari ini ya , kompak " kata Sheila.
" Kamu juga Shei kerja dimana ?" tanya Vani. Uang menatap Sheila terkesan berubah dari yang dulu.
" Gue dah pensiun kerja beb ngurus balita 2 " kata Sheila Yang ikut bergabung dengan ketiganya.
" Sama dong kita juga cuma nunggu suami ngasih duit " jawab Desi.
" Wah berarti selevel kita " kata Vani. sambil menyesap minumannya. Akhirnya keempat nya asyik ngobrol . Ketika tak lama Evan . Senior mereka datang membuat semua orang heboh terutama kaum hawa. Yang histeris melihat Seorang Evan Triadi mantan ketua BEM mereka yang tampan dan juga kaya.
" Gila keren oey , biar sudah nambah umur tetap keren " puji Sheila yang terpesona dengan kakak tingkatnya itu.
__ADS_1
" Gimana menurutmu May, " Kata Desi Yang menyenggol tangan Maya yang sekilas melirik seniornya itu .
" Yang dirumah ngak kalah keren Des , tinggal goda bisa main, ini cuma dipandang milik orang lagi . Jadi lewat aja " kata Maya santai sambil minum..
" Yoi sama May, gue juga ngak berani takut hilap . Eman eman yang dirumah sudah rajin tanam saham dua " kata Vani .
" Hahaha......tapi disini buat cuci mata Van " goda Desi.
" Iya sekali-kali bikin scandal tuh biar heboh jagat hiburan kita " kata Sheila.
" Waduh alamat cari penyakit lho Shel Mending gue menyerah takut ngak mampu melayani gosip miring " kata Vani.
" Lho ngak demen May, mumpung kita di sini goda Sheila pada Maya.. Yang melihat Maya cuek karna memang Maya paling pendiam.dulu.
Maya hanya tersenyum dan mengeleng "Masalah belum.kelar masa harus di tambah lagi malah makin pusing " bathin Maya . Yang tak mau kepo dengan seniornya itu.
Maya hanya punya mimpi sederhana punya suami yang baik dan penyayang juga perhatian dan juga tak muluk muluk asal bisa bertanggung jawab. sayang padanya juga anak anaknya. .
Namun takdir membawanya ke jalan yang terjal suaminya pertama menghancurkan hidupnya dan sekarang walau terlihat mudah dan kaya banyak godaan yang mengusiknya. Bagaimana ia bisa bermain api . Sedangkan masalahnya belum selesai . Dan Maya juga harus ulang menata hidupnya.
Acara terkesan meriah untungnya tadi Maya sudah sholat ashar dan hanya menunggu magrib . Dan setelah itu pulang . Acaranya cukup nanggung. Namun padat karna ngak terlalu lama
" Iya kak gimana kabarnya " kata Sheila langsung tanggap dengan seniornya yang terkenal itu
" Wah kak Evan sudah sukses ya kita dengar .pengusaha otomotif mobil " kata Desi basa basi.
" Kok tahu, Desi ya Vani ini .....
" Maya kak " kata Maya tersenyum.
" Kalo sama Sheila sering ketemu, suami mu manajer tdi PT xxx kan " kata Evan .
" Iya kak kok tahu, saya berharap kakak ngak kenal biar bisa gandengan " goda Sheila. tersenyum.
" Lebay lho shel , jangan mau kak modus dia " kata Vani Namun Evan hanya tertawa menangapi candaan mereka Sambil ekor matanya memperhatikan Maya yang tak bicara. Dan hanya jadi pendengar setia..
" Cukup menarik " bathin Evan. Yang lalu yang melirik Maya dengan ekor matanya..Lalu ikut ngobrol bersama Desi dan Sheila.
" Maya kerja dimana ?" tanya Evan basa basi lalu melirik Maya sambil merokok..
" Saya pengacara , pengangguran banyak acara kak " jawab Maya santai.
__ADS_1
Dia bagian shoping kak tukang borong " kata Vani. menimpali
" Wah banyak duit dong , dapat metik dimana ?" sindir Sheila
" Nanam Sel , jadi tinggal.metik kalo mau panen , Dan lagi Maya dompetnya penuh full jnggak habis habis " seloroh Desi.
" Wah pesugihan atau ngepet nih " canda Sheila tertawa
" Amit amit , gue milih yang normal aja Sel nggak ngepet ngak pesugihan . Dagang cilor " jawab Maya terkekeh.
" Pantasan tuh muka cubby dan cute kaya telur karna juragan cilor tapi boleh lah bisa di tukar sama mobil mewah " kata Evan menyindir Maya.
Boleh kak, ngak nolak " kata Maya tersenyum sambil mencomot panada di piring nya
":Hadeh......sukses dong ., tapi tuh baju mahal Maya masa jualan cilor sih emang bisa beli barang branded " kata Sheila serius ..Yang membuat Desi dan Vani tertawa..
" Ya mampu lah shel , orang armadanya 300 Armada sekali jalan bisa sekarung duitnya ya ngak May " kata Vani mengedipkan mata .
" Hah serius trus lho berdua kerja apaan " kata Sheila pada Vani dan Desi.
" Lah kita asistennya Maya Shel , May bosnya jadi kalo masalah duit gampang tinggal gesek ya ngak May " kata Desi. tertawa.
Evan yang mendengar candaan keempatnya ikut tertawa , Karna terdengar konyol dan tak masuk akal. Namun Maya jadi perhatian tersendiri bagi Evan yang membuatnya penasaran. Karna Maya terlihat santai tampa beban. Yang tak perduli dengan beberapa pasang mata Yang memandangnya iri dan sinis. pada keempatnya.
" Gila aja tuh kak Evan ngumpul sama anak kampung semua " sindir seseorang.
" Iya tuh mereka anak beasiswa yang dulu kuliah dari kampung kan. Kaya lumayan juga penampilannya sudah sukses kali , apalagi kudengar Sheila suaminya sebagai manajer perusahaan nya kak Evan " sahut yang Lain.
" Trus Maya kerja apa suaminya dulu kayanya dia kerja sempat kerja di cafe deh ..Karna aku sering lihat dia sama Desi tuh yang pakai gaun biru.
Sedang Maya yang mendengar bisik bisik temannya hanya cuek Dan santai .menikmati minumannya.
" May kak Evan kaya nya minat sama lho dari tadi lihat ke lho melulu " kata Vani berbisik
" Biarin aja Van dia punya mata .lagian masa kita tutupi nih wajah " kata Maya cuek.
" May bisa kita tukar no ponsel ngak " tanya Evan menatap Maya. Namun ketika hendak menjawab
" Wah berarti kita juga dong kak " kata Sheila yang lalu meminta no Evan .
" Eh......Iya ......" kata Evan .
__ADS_1