Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 486


__ADS_3

Sedangkan di villa Kim dan Ima sedang membahas tentang pernikahan Zi, Yang akan dilaksanakan 5 hari lagi.


" Jadi kak Kim juga mengudang Keluargga pihak papinya. Tapi apa mereka mau datang Kak Kan kita hanya mengadakan walimah sederhana" " kata Ima Yang tahu keluargga Kim dari pihak sang papi tak pernah mau mengakui Kim sebagai keponakan nya .


"' Datang atau tidak itu terserah mereka. Yang penting kita sudah mengundang mereka " kata Kim


" Ya sudah Kak yang penting kita sudah berusaha menjalin silaturahmi " kata Ima .


Yang tak mau mencari masalah Dan juga tidak mau ikut dalam masalah keluargga Kim. Karna Ima memang tidak tahu apa yang terjadi Di masa lalu.


Kim anak tunggal dan hanya tinggal sang mami yang ada dirumah..Dan Kim lebih banyak Menghabiskan waktunya di rumah sang mami akhir akhir ini. Karna sang papi sudah tiada. Kim yang mengawali karirnya


menjadi pengawal Lee Sejak muda tak pernah berambisi dengan urusan usaha sang papi dan keluargganya. Apalagi sekarang ia sudah hidup bahagia Dengan penghasilan sendiri Dengan fasilitas yang diberikan tuan Lee. itu sudah lebih dari cukup.Tak perlu mencari atau mengorek masa lalu ..Yang membuat masalah jadi runyam.


" Ya kak Kim juga tak berharap banyak. Yang penting Ken dan Zia hidup bahagia " kata Kim .Memeluk istri tercinta nya itu.


Yang slalu setia menemani nya dalam suka dan duka. Tanpa mengeluh dan menutut. Dan slalu bersyukur dengan apa yang ada.


Di tambah Ima juga tak pernah bangga diri walau ia adalah sepupu Maya.


" Ya kak , kita sudah bahagia tak perlu memikir kan yang Lain " kata Ima membalas pelukan suaminya itu.


Sedangkan Ryan dan Maya baru saja selesai berolah raga malam .


" Bang apa Tuan Ahmet kembali besok pagi.


"' Ya kita akan ikut mengantarnya . Kemaren mereka sudah diantar Aska untuk mencari oleh oleh .


" Apa Amina dan Aska akan menetap disana atau tinggal disini ." kata Maya.


" Itu terserah Aska ,toh di sana Aska tak sendiri ada Bima dan Azzam " kata Ryan.


" Tapi cucu kita bang" kata Maya.

__ADS_1


" Kita masih bisa menengok nya sayang . Jangan terlalu khawatir " kara Ryan mencium kening Maya..


" May tidak khawatir bang May hanya ingin Amina merasa nyaman tinggal bersama suaminya Tampa campur tangan keluargga nya bang. Dan melihat mereka hidup bahagia " kata Maya.


" May abang tahu , kau khawatir dengan putramu. Tapi biarkan dia menyelesaikan masalah mereka sendiri...Aska anak yang cerdas .Dan abang percaya Aska bisa mengatasinya sendiri." kata Ryan.


" Tapi bang........"


"' Abang tahu May ...Tapi biarkan saja dan kita hanya mendoakannya. Abang tahu seperti apa Aska Dia cukup mandiri dan peka . Kecuali dia memang butuh bantuan kita . Untuk sekarang ini kita tak perlu ikut campur Abang sudah menyuruh pengawal bayangan untuk menjaga tiap orang putra kita. Jadi jangan terlalu Khawatir " kata Ryan menatap Maya.


" Ya bang trimakasih sudah menjaga anak anak kita" kata Maya memeluk Ryan.


" Itu kewajiban abang May . Tak ada yang luput dari pantauan abang" kata Ryan yang mencium kening istri tercintanya itu


Ryan memang sudah pensiun Namun ia tetap mengawasi putra putra nya bersama Kim dan jhon juga Alan . Dan juga Jeff dan Ali Walau pengawal pribadinya itu sudah tua sepertinya Tapi mereka masih betah bekerja pada Ryan.. Yang membuat Ryan mengangkat jempol atas kesetiaan para pengawal pribadinya Yang tak pernah mau meninggalkan nya .Walau sudah ada pengawal muda Untuk para penerusnya Namun mereka masih betah bekerja pada Ryan Dengan alasan Ryan masih hidup dan sehat.


" Tidurlah kau pasti lelah " kata Ryan mengecup kening istrinya Dan memeluk nya erat. Karna Maya lah satu satunya wanita pelabuhan terakhirnya. Yang sudah memberikan kebahagian yang tak ternilai Yang lebih berharga dari harta dan kedudukannya.


Diruang tengah Rey baru saja membahas perusahaan bersama Tan Ken dan juga Tian dan Kelvin Yang melihat perkembangan perusahaan mereka Dan membandingkan nya untuk penyesuaian data data yang ada.


" Berarti kita hanya tinggal menunggu bang Aska kan untuk memastikannya " kata Tan .


"' Ya Tan . Karna abang masih harus mengurus mertuanya. " kata Rey.


" Tian kau harus cepat berangkat setelah Wisuda nanti. Agar bisa menyesuaikan datanya " kata Tan


" Ya kak " kata Tian.Yang tetap memanggil


Kak pada Rey dan Tan karna posisinya adalah seorang adik ipar.


" Apa perlu aku ikut menyusul juga kesana " kata Kelvin menatap Rey


" kalo untuk mu terserah vin, karna perusahaan itu masih di bawah kendali penuh papah. Dan kau harus lebih banyak bertanya pada papah untuk itu " kata Rey Yang tahu hanya tinggal perusahaan milik si bungsu Yang masih di awasi sang papah .Karna belum diserah terimakan pada Maira. Karna usia Maira yang belum dilepas untuk memegang perusahaan sendiri.

__ADS_1


" Ya aku mengerti " kata Kelvin . Yang masih bekerja dibawah Rey bersama Ken.


Namun kedudukan mereka juga cukup tinggi.


" Apa bang Aska akan ikut pulang juga besok " tanya Ken menatap Rey


" Tidak tahu Ken, abang tak bilang apa apa masalah itu. Sepertinya masih ada yang ingin ia bahas abang disini " kata Rey .


" Bagus lah aku juga ingin menanyakan sesuatu pada abang..." kata Tan.


" Oh ya ken apa Damar sudah bekerja ?" kata Kelvin menatap Ken.


" Dia akan wisuda dalam waktu dekat ini " kata Ken


" Bagus lah dia bisa membantu kita bila dia mau " kata Kelvin.


" Heh .... Damar sudah ku tawarkan di Taiwan " kata Tan.


" Heh..... kenapa di Taiwan disini aja masih kurang " kata Kelvin.


" Astaga kalian ini .Aku sendiri disana kalian sudah bertiga disini . Apa masih tak mau berbagi saudara . Aku butuh teman yang bisa di percaya .Masa kalian tak bisa menanganinya " kata Tan protes .


" Kalo masalah itu aku tak ikut campur Tan .Kau bisa bicara dengan Damar langsung Apa dia mau bekerja disana " kata Ken Mengingat di Taiwan paling rawan mafia .Dan Ken mengkhawatir kan Zia .


" Kau tak perlu khawatir itu Aku bisa menyakinkan nya nanti " kata Tan.


" Tapi tak baik untuk Zi disana Tan " kata Ken


" Hei.....Ken bukan nya Damar juga pandai ilmu bela diri .Ngak ada salahnya dia menjajal nya untuk latihan " kata Tan .


" Huh........ tapi disana lebih mengerikan Tan .Kau punya pengaruh Tapi Damar masih bau kencur " kata Ken yang tahu Tan sudah dari kecil tinggal disana Jadi tak sulit baginya melawan mafia


" Hei aku masih bisa menjaganya tak perlu khawatir .Dimana mana berbisnis itu juga sama tergantung diri kita sendiri " kata Tan yang slama ini mengurus perusahaan sang kakek sendiri Hanya bersama Steve asisten sang papah. Dan putra Steve masih berumur 12 tahun .Dan Tan cukup kewalahan menangani perusahaan yang cukup besar. Sebab itulah ia mencari teman. Untuk orang kepercayaan nya

__ADS_1


__ADS_2