
Semua nya sudah tertata rapi di atas meja Dan semua orang siap menyambut tamu.
Begitu juga dengan bu Lastri dan mak Sanah yang menunggu diruang tamu
Sedang kan mobil Bima sudah keluar dari pintu pondok .
" Kak Ikuti mobil Bima saja ya " kata Bima berteriak
" Ok " kata Salman dan Altaf yang membawa mobil pik up memberi kode ok.
" Apa abang belum pernah kesana bang sebelumnya ? " tanya Salman
"'Tidak man tuan Lee tak pernah mengajak orang Atau tamu nya kerumah nya Kecuali asisten, orang kepercayaannya dan keluargga nya " kata Altaf .
" Masa sih bang terus kalo pertemuan relasi atau orang yang penting ingin bertemu tuaan Lee mereka bertemu di mana bang ?" kata Salman .
" Mereka bertemu di hotel dan tuan Lee sudah menyediakan kamar bagi tanu jauh yang ingin menginap . Orang asing jarang diajak kerumah. Kecuali keluargga. Sebab itu lah abang penasaran .Karna tuan .Lee juga tertutup . Bahkan ia tak mempublikasi kan keluarganya .Sebab itulah abang cuma sekali bertemu istri dan anak anaknya. Karna tak semua orang tahu rumah nya.
" Hebat di bukan hanya ber kamuflase menutup jati diri Tapi juga jarang ada yang tahu kehidupan pribadi nya Sebab itu lah para musuh nya tak ada yang bisa mengalahkannya . Karna dia juga merahasiakan keberadaan keluarga nya .
" Kurasa juga begitu ia jarang membawa anak anaknya ditengah keramaian . Dan juga tempat tempat umum. Jadi keamanan putra putrinya terjaga ." kata Altaf
" Aku salut dengan nya " kata salman yang masih membututi mobil Bima didepan mereka.
" Apa menurut abang rumahnya dikalangan elit atau terpisah sendiri atau seperti rumah mertua abang " kata Salman yang ikut penasaran.
"' Kalo di kalangan elit pasti semua orang tahu keberadaan istrinya man tapi kalo menutut abang sepertinya menyendiri semacam mansion yang jauh dari kalangan penduduk kota " kata Altaf.
" Wow berarti seperti diluar negri ya bang Ambil yang pinggiran tapi tanah luas " kata Salman terkekeh .
" Entah lah abang kurang tahu ya kita lihat saja nanti " kata Altaf yang tak bisa menggambarkan selera Tuan Lee yang penuh misteri.
Sedangkan di mobil Bima abi duduk tenang duduk di kursi depan di sebelah Bima .yang menyetir mobil
": Apa masih jauh Bim ?" tanya abi
" Itu bi sudah didepan kata Bima yang mengklakson pintu gerbang yang tinggi menjulang .
" Hah rumahnya ditengah kota " kata abi melihat gerbang yang terbuka.
" Den Bima " kata Satpam memberi hormat. ketika Bima membuka kaca jendela mobil
" Bang yang dibelakang barang barang saya ya " kata Bima .
__ADS_1
" Iya den siap " kata kedua satpam itu .
Salman dan Altaf kaget karma rumah tuan Lee berada ditengah kota yang dikeliling dua hotel di belakang rumahnya nya. Yang juga sangat luas dan terkesan elegan.
" Masyaallah ini rumah tuan Lee nak " kata abi yang dari pintu gerbang berjalan kaki cukup jauh .Dan Bima memarkirkan mobil didepan rumah dengan halaman seluas 5 ribu meter itu .
" Assalamualaikum besan " kata ustad Rahman ketika sudah turun .Yang di sambut bu Lastri dan mak Sanah Yang sedang menunggu diruang tamu dan Maya juga sudah duduk disana bersama Ima
" Masyaallah de ini rumah kakak iparmu " kata Atiqah .tak menyangka rumahnya sangat besar luas dan bagus
" Ya kak ayo masuk " kata Nur
" Ayo ustad silahkan masuk " kata bu Lastri yamg menyambut dengan ramah. Dan diruang tamu 8 orang pelayan berpakaian rapi menyambut dengan ramah.
" Masyaallah bang gila ini bukan rumah lagi orang halaman dan taman nya aja luas gitu " kata Salman yang lalu masuk keruang tamu yang sudah ditunggu Maya dan Ima.
" Assalamualaikum nak "kata abi menyapa Maya . Yang lalu berdiri menyalami ustad
" Walaikum salam.bi Monggo mongo silahkan duduk "kata Ima mempersilahkan.
Tamu mereka duduk
" Ya ampun kak Bella rumahnya " bisik Atiqah yang sempat shock melihat halamannya saja dan kini melihat ruang tamunya bisa untuk bermain bola.
" Slamat datang ustad Rahman , tuan Altaf dan Salman ' kata Ryan menyapa .
" Wah trimakasih tuan Lee sudah repot menyambut kami. " kata Altaf yang melhat rumah megah tuan Lee sedangkan Maya lansung membawa Azzam kekamar Bima Yang diikuti Bella dan Atiqah. sedang kan kaum pria ngobrol di ruang tamu
Ceklek.......
" Wow......... keren " kata Bima yang melihat kamarnya dihias.
" Kejutan ......" kata Maya tersenyum
" Wah ini kerja krucil pasti " kata Bima melihat kamarnya rapi bersih dan penuh bunga dan balon
" Kok tahu Bim " kata Ima terkekeh
" Iyalah kak siapa lagi " kata Bima yang hafal kreatifitas para keponakannya.
" Masyaallah cantik nya " kata Bella yang mengendong Putri kecilnya.
" Mb Atikah Bella sini biar dibaringkan disini kan pada tidur " kata Maya yamg membuka sofa lipat dan memberi karpet bulu lembut dan memberi dua batal
__ADS_1
" Masyaallah sofa lipatnya bagus mb May " kata Bella kagum dengan kamar Bima yang seluas ruang tamunya .
"' Ini kamar Bima dan Nur kak Atiqah Kak Bell " kata Nur yang meletakan bayinya di keranjang bayinya
" Iya Nur bagus " kata Bella.
" Apa mau pindah keranjang saja " tawar Bima pada kedua kerabatnya itu
" Ngak usah de Bim cukup disini saja ini karpetnya bulunya lembut pasti mereka berdua betah nih disini " kata Bella sambil memberi batal kanan kiri.
" Pake ini kak " kata Ima yang membawa bantal panjang.
" Terima kasih de " kata Bella .
Sedang pengawal dan satpam membawa barang barang Bima dan meletakkannya dan menyusun nya di pojok walk closed Yang di tata rapi .Yang membuat Atiqah menarik nafas dalam Melihat kamar adik iparnya itu yang kuasnya 7x kamarnya
Ayo kita makan dulu biar anak anak dijaga para baby sister dulu.
" Weni Nia jaga ya, biar tamu nya makan siang dulu" kata Maya memberitahu kan Weni dan Nia
" Iya bu " kata keduanya Lalu mereka pun menuju meja makan yang sudah ditunggu kaum pria . Yang sudah duduk dikursi masing masing.
" Kalo sudah kumpul silahkan ustad pimpin doanya " kata Ryan . Yang mempersilakan ustad Rahman memimpin doa makan nya .
Makan siang pun terasa nikmat karna sambil ngobrol santai Dan masakan nya gaya restoran .Yang membuat makan menjadi nikmat. Setelah itu Ryan mengajak para tamu melihat lihat taman dan kolam renang karena abi ingin melihat apa saja isi rumah tuan Lee.
" Ini rumah luas berapa hektar tuan Lee " tanya Altaf penasaran .
"' Kurang lebih 50000 ribu Ha bang Altaf ," jawab Alex
" Wow .....berarti ini persis bersebelahan dengan hotel xxx dan di apit hotel zzz Ya " kata Salman .
" Iya man, dua hotel itu milik tuan Lee.
Dan juga tempat menginap para relasi bisnis jauh " kata Didi menjelaskan
" Luar bisa tuan Lee juga bisnis hotel saya kira cuma property " kata Altaf
" Saya punya semua jaringan bisnis tuan altaf tapi semua ditangani Didi dan Alex
" Masyaallah jadi tuan Lee tinggal santai hanya memetik hasil " puji ustad Rahman .
" Alhamdulilah mungkin 10-15 tahun lagi saya bisa bersantai ustad " kata Ryan yang sudah bisa bebas karna pasti anak anak nya sudan bisa menangani semuanya dengan baik.
__ADS_1
" Aamiin " jawab semua orang serempak Lalu mereka pun kembali ke ruang tamu setelah berkeliling untuk melanjutkan obrolan ..