
Maya masuk kedalam mobil . Ketika urusannya sudah selesai " ayo bang jalan " kata Maya .
" Baik nona kita ke mall kan " kata Jhon.
" Ya bang kita ke mall dulu Baru ke butik " kata Maya Yang ingin membelikan gaun untuk Mischa sebagai kenang kenangan .
" Gimana May ? apa kata laki lho tentang tuh perempuan yang telp tadi. " tanya Desi.
" Teman lamanya Des, mungkin dulu masih senang sama bang Ryan .katanya sih teman kuliah dan juga teman Cindy " kata Maya.
" Hah .....berarti Cindy kedua tuh May " kata Vani ikut bicara .
" Bisa jadi , kan modus teman lama judulnya biar sering ketemu Lalu pedekate dan cari kesempatan " kata Desi
" Sudah ngak usah dibahas Toh bang Ryan juga ngak tertarik .Santai aja kita kan mau belanja " kata Maya.
" Ok May tapi tetap lho hati hati. Ada kesempatan orang banyak yang ingin punya posisi kaya lho . Apalagi masalah duit " kata Desi mengingatkan .
" Ya Des trimakasih sudah ingatin gue " kata Maya yang slama ini memang .banyak orang yang mendekati suaminya .
" Iya May lho tetap harus waspada jaman sekarang pelakor merajalela Apalagi lihat yang tampan dan tajir main tikung aja " kata Maya.
" Ya.......siap nyonya Didi " jawab Maya bercanda.
"'Hadeh lho bisa aja lho Maya , jadi baper nih " kata Vani. Yang terkekeh.
" Iyah lah baper, Mana mau di tambah belanja gratis tambah deh baper nya Vani . Nyonya Lee memang top banget bikin kita klepek klepek. Oh yan aku lupa ngasih tahu lho . Dalam waktu dekat ini ada reuni . dan kita bakal ketemu kak Evan Triadi yang tajir melintir itu lho Van " kata Desi.
" Nah lho, tambah baper tuh Des, bisa ngak tidur dia, kan kayaknya tuh dulu idolanya Vani " kata Maya buka kartu.
" Yah payah lho May masa buka kartu As gue , bakal rusuh nanti " kata Vani terkekeh.
" Tapi masa iya sih dia datang perasaan ngak pernah ketemu " kata Vani.
" Gue ketemu dia di Mall van , waktu belanja minggu kemarin Dan bilang mau ngadain reuni. dia mau jadi donatur nya " kata Desi.
" Wah asyik dong pasti dia tambah keren aja sekarang, sayang gue cuma fansnya doang " kata Vani.
" Nah kita kan bakal ketemu pas reuni . kita lihat ganteng mana sama Didi " goda Desi .
" Ampun Des...Des ..jangan bandingin suami gue ya jelas kalah Tapi biar gitu yang paling ganteng sedunia buat gue Masalahnya dia laki gue " kata Vani manyun
Hahaha..............hahaha ......
__ADS_1
Maya dan Desi pun tertawa begitu juga Jhon yang ikut mendengar candaan receh para istri majikannya. Membuat Jhon yang tadi sempat tegang masalah Rara jadi ikut tertawa senang .
" Yah jujur dia May tiada dua nya memang Didi tetap asoy . Yang lain lewat" kata Desi masih tertawa lepas.
" Itu jelas Des, masa suami kita jadi bahan bandingan ya tetap menang lah. yang sudah ngasih buntut. Lagian ngapain ngarep yang ngak pasti mending yang sudah jelas ya ngak Van" kata Maya.
" Yoi May .... ngapain juga mikirin yang lain udah laku ini " kata Vani bangga.
Tak terasa mobil pun sampai di parkiran mall.dan ketiganya pun turun untuk belanja. Dan Jhon menyusul setelah mematikan mobil mengawasi nona mudanya dari jarak dekat. Agar tidak terlalu kentara. Karna bagaimana pun itu sudah menjadi tugasnya.
Sedang Ryan sedang sibuk dengan berkasnya. Dia baru saja selesai bicara dengan Lena tadi tentang kelanjutan proyeknya yang akan berlanjut .
"'.Huh selesai juga akhirnya bisa pulang " kata Ryan. Yang lalu mengangkat kedua tangannya utuk perenggangan otot nya yang terasa pegal.
Namun tiba tiba ponselnya bergetar
Ryan pun lalu mengangkatnya . Tampa melihat siapa orang yang menelponnya.
" Halo yan bisa tolong aku, aku sedang ngak enak badan " kata seorang wanita di sebrang sana
" Kamu Lagi dimana ?" tanya Ryan yang mengambil nafas dalam. Karna mersa kasihan .
" Di apartemen ku oh ya aku akan ser lok sekarang " jawab wanita itu yang tak lain adalah Rara.
" Baiklah aku akan mengantarmu kedokter " kata Ryan yang lalu memutuskan sambungannya. Yang ingin sekalian pulang.
*****
" Kim kita pulang Tapi mampir dulu ke apartemen temanku . Aku ingin mengantar nya kedokter .Katanya dia sedang sakit " kata Ryan .Ketika ia sudah duduk di dalam mobil.
" Baik tuan " kata Kim.
Lalu mobil pun melaju menuju apartemen Rara. Dan ketika sampai Ryan pun turun .dari mobil
" Kim kau tunggu disini ya , aku akan naik sebentar . Kamarnya no 332 " kata Ryan .
" Baik tuan "Kata Kim . Yang lalu duduk menunggu di mobil.
****
Ceklek .......
" Yan . ayo masuk .." kata Rara dengan wajah sendu .
__ADS_1
" Kau kenapa ?" kata Ryan yang tak curiga sama sekali
" Aku pusing " kata Rara . Sebentar ku bikin kan minum dulu. Sambil menunggu ku ganti pakaian " kata Rara .
" Ya " jawab Ryan Yang lalu duduk disofa .sambil melihat sekeliling apartemen Rara yang cukup luas dan bagus.
Sedangkan Rara sedang membuat minuman sambil tersenyum. " Ok yan aku ingin tahu seperti apa keganasan mu" kata Rara tersenyum miring. Sambil memasukan sesuatu gelas minuman .
Laku ia pun membawanya keruang tamu dimana Ryan duduk tenang menunggu nya.
" Ini minumlah dulu, biar aku ganti baju. " kata Rara .
" Baiklah cepat sana jangan lama " kata Ryan . Yang lalu meminum .Minuman yang dibuat Rara tampa curiga . Dan meminumnya habis. Karna memang ia haus dari kantor . Dan lupa minum.
Sedangkan Rara pura pura berganti pakaian.
" Apa sudah bereaksi " guman nya .Sambil membuka atasan dan memakai baju seksi
Sedangkan Ryan menunggu dengan sabar dan duduk tenang. Namun entah mengapa kepalanya terasa pusing.
" Astaga kenapa aku mendadak pusing " kata Ryan yang memijit keningnya. Karna merasa kepalanya sedikit pusing.
Sedangkan Kim gelisah menunggu di mobil sambil melihat jam tangannya .
" Sudah 30 menit kenapa lama ?" kata Kim yang khawatir pada tuannya itu. Lalu turun dari mobil
Sedangkan di apartemen Rara. Ryan tertidur disofa. Dan Rara pun keluar dengan tersenyum Melihat Ryan sudah tak sadar.
Lalu mendekati Ryan yang tertidur .
" Kau tampan sekali yan, dulu aku sangat menyukaimu. Tapi waktu itu Cindy lebih dulu mendekati mu " kata Rara yang meraba wajah Ryan dan lalu duduk . Di pakuan nya sambil membuka kancing kemeja Ryan.
"Maaf aku harus menjebak mu. " kata Rara yang lalu mencium Ryan dengan hasrat. tangannya meraba dada Ryan yang terbuka Yang terlihat seksi.
" Kau sangat perkasa Yan . aku menyesal menikah dengan Ronald karena tak bisa membahagia kan ku " kata Ryan yang mencium bibir seksi Ryan yang tak sadar karna obat tidur .
Rara ingin membuka resleting celana Ryan ketika tiba tiba.......
Brak.........
" Hei apa yang kau lakukan hah " kata Kim yang menarik tubuh Rara hingga terjungkal .
" Bruk.....auw......." pekik Rara yang terjungkal dilantai
__ADS_1
" Tuan muda bangun .....tuan " kata Kim menepuk pipi Ryan .
" **** dasar wanita ****** apa yang kau lakukan hah......." maki Kim marah. Memandang tajam Rara.