
Ryan menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat. Karna ia ingin pulang bersama sang istri. Sambil mengecek semua berkas Ryan melirik jamnya.
" Bang " kata Maya yang sudah rapi .Keluar dari kamar suaminya itu.
" Kau sudah bangun" kata Ryan yang tersenyum melihat istrinya itu.Yang sedang mendekatinya.
" Maya pikir Maya sudah pulang " kata Maya yang tadi tertidur pulas setelah melayani hasrat suaminya itu.
" Kita akan pulang sebentar lagi ,duduklah dulu tinggal sedikit lagi " kata Ryan yang menumpuk semua berkas. Sambil mengecek pekerjaannya dengan cepat.
" Ngak usah buru buru bang " kata Maya.
" Ya " kata Ryan. Menatap istrinya itu tersenyum.
Tak lama menunggu .Ryan pun selesai Lalu memanggil Kim untuk menyiapkan mobil. Karna ia dan Maya akan segera pulang.
" Ayo sayang kita pulang " kata Ryan yang beranjak dari kursi. Sedang Maya yang sedari tadi sudah siap langsung berdiri.
" Ayo bang pasti ibu dan Bima sudah menunggu kita " kata Maya.
" Oh ya bang , nanti mampir dulu beli martabak asin dan manis ya bang " kata Maya .Yang ingat dengan kesukaan Bima
" Ok nanti kita cari martabak yang enak " kata Ryan lalu mengandeng tangan istrinya itu.
Keduanya pun keluar dari ruangan Ryan. Friska yang melihat hanya bisa menunduk. Ketika bosnya itu lewat. Dan ketika mereka turun beberapa orang karyawan pun berbisik Melihat Maya yang digandeng Ryan dengan mesra.
" Astaga jadi benar itu istri tuan Lee" kata salah seorang Karyawan.
" Iya wah gila beruntung banget dia, apa istri presdir sedang hamil itu perutnya buncit " kata yang lainnya.
" Seperti iya lagi hamil dan pasti hamil tua sudah besar begitu.
" Ya ampun kita sampe ngak tahu kalo Presdir Lee sudah menikah." kata karyawan itu lagi.
" Iya tak pikir mba Cindy yang cantik itu " kata
teman yang lain
" Iya tapi yang ini juga cantik kok, presdir pintar cari istri " kata salah satu temannya.
Sedangkan yang dibicarakan melenggang pergi tampa perduli . Karna keduanya ingin cepat sampai rumah
........,............................
" Om itu......endang " kata Aska menyuruh Bima.
" Jangan kalo main bola nanti aja sore ya di
taman. Takut barangnya semua hancur " kata Bima. Takut merusak barang dirumah kakak iparnya itu.
" Apa hancur om " tanya Aska yang sudah mulai jelas bicara hari semakin hari.
" Itu pajangan papah dan mamah Aska hancur semua nanti , kalo om suruh ganti rugi ngak punya duit " kata Bima.
" Minta mamah aja " jawab Aska.
__ADS_1
" Huh ......bukan gitu, yang bayar sekolah om kan mamah sama papah Aska .Masa om minta uang lagi " Kata Bima menjelaskan. Namun ia bingung apa Aska paham dengan apa yang ia bicarakan.
" Ok....nanti main di aman " kata Aska. Yang lalu duduk sambil manyun
Karna sang om menolak main bola. Dan Bima yang melihat itu pun mendekati Aska untuk merayunya.
" Aska marah sama om, bukankan om ngak mau main tapi main nya diluar aja ya .Gimana kalo berenang aja " ajak Bima
" Enang di kolam " tanya Aska menatap Bima.
" Iya dibelakang ok " kata Aska.
" Iya ayo ke kolam renang " kata Bima.
" Ye......asyik ayo om " kata Aska yang lalu beranjak dari sofa lalu melangkah kebelakang dan diikuti Bima
" Ye ....ye.....ye.....asyik !! " teriak Aska yang senang.
Bi Marni dan bu Risma yang melihat Aska hanya mengeleng. Nia dengan cepat melepas kaos Aska yang ingin nyemplung di kolam renang.
" Jangan turun dulu , tunggu om " kata Bima yang khawatir keponakannya itu tenggelam.
Namun Aska bukan tidak tahu. ia langsung menyuruh Nia menyiapkan bebek pelampung buat nya.Dan Nia sigap mengambil bebek pelampung yang biasa Aska pake
Sedangkan Ryan dan Maya baru sampai rumah. Sambil membawa sepuluh kotak martabak. Yang hendak di bawa Kim langsung kebelakang.
" Kim, yang dua kotak buat kalian yang manis satu yang asin satu ya " kata Maya ketika Kim ingin melangkah.
" Nanti apa tidak kurang nona " kata Kim yang sungkan karna tahu istri tuannya itu senang berbagi.
" Baik nona " kata Kim mengiyakan sambil tersenyum. Karna senang bisa bersantai dengan jhon dan dua temannya.Sambil menikmati martabak.
Maya pun lalu menuju Kamarnya dan melihat suaminya itu lagi berdiri di depan jendela .Karna Ryan memang suka memandangi taman diwaktu senggang.
" Abang mau dibikinkan teh hijau sambil makan martabak " tanya Maya.
" Iya boleh tapi suruh bi Marni tambahi ginseng ya " kata Ryan.
" Ya bang Maya lihat Aska dulu ya " kata Maya.
" Mhem " dehem Ryan yang masih memandangi jendela melihat taman.
Y
Maya pun keluar menuju dapur..Untuk meminta bi Marni membuatkan teh herbal ginseng.Untuk suaminya itu.
" Bi buatin teh herbal ya buat abang , dan tambahin ginseng sedikit " kata Maya .
'" Iya non " kata bi Marni.
" Kok belinya martabak banyak sekali May " kata bu Risma bertanya. Ketika mengambil susu untuk sang cucu.
" Iya bu ini spesial buat Bima. Mereka dimana ya ?" tanya Maya.
__ADS_1
" Lagi di kolam renang. nih Aska minta susu katanya lapar mau minum susu sambil berenang " kata ibu.
" Hah ...ya sudah nanti Maya kesana " kata Maya.
" Oh ya nanti , tukang kebun dikasih dua kotak ya bi, yang manis dan asin sisanya buat kita " kata Maya. pada bi Marni.
" Baik non " kata Maya. Yang memang suka belanja tapi masih ingat berbagi.
Lalu Maya pun mengambil piring .Untuk menata martabak manis dan asin di atasnya dan membawanya kekamar.
Namun belum lagi selesai menata sebuah tangan sudah mencomot martabak asin sambil mencium pipinya.
" Abang ini mau Maya antar kekamar malah sudah disini " kata Maya menatap Suaminya itu.
" Ngak usah, bawa ke kolam aja Abang mau berenang " kata Ryan sambil mengunyah martabak.
" Iya bang " kata Maya lalu membawa nampan menuju Kolam renang. Yang diikuti Ryan dari belakang.
Kedua nya pun lalu duduk di sofa yang tak jauh dari kolam renang sambil melihat Aska yang berenang bersama Bima.
" Papah lihat Aska renang ......!!" teriak Aska .ketika melihat papahnya datang.
" Iya papah sudah lihat, papah juga mau berenang tapi makan ini dulu " kata Ryan menujuk piring martabak.
" Mau mau......" kata Aska yang lalu meminggirkan bebeknya dan diangkat Nia.
" Jangan lari den, basah nanti jatuh .jalan aja ya " kata Nia.
" Ya jalan " angguk Aska menurut. Lalu menjalan mendekati papah dan mamahnya.
" Wah yang enak enak " kata Aska senang lalu ikut mencomot Martabak manis.
Bima pun lalu ikut bergabung . Dan mendekati ketiganya. Yang asyik menikmati martabak.
" Wah enak nih, bang apa kabar " kata Bima yang menjabat tangan Ryan dan menciumnya takzim.
" Abang sehat gimana dengan mu " tanya Ryan balik.
" Alhamdulilah sehat bang, makasih sudah kirim laptop buat Bima belajar " kata Bima.
" Sama. sama belajar yang rajin biar bisa dapat beasiswa " kata Maya.
" Iya kak, Bima akan usahakan dan juga jangan lupa doanya " kata Bima yang duduk dilantai karna basah sambil mencomot martabak.
Sedangkan ibu bergabung dengan Nia juga bi Marni didapur .Sambil makan bersama yang lainnya.
" Nia ini dua kotak bawa ke kolam ya, takut kurang tadi non Maya cuma bawa sedikit " kata bi Marni.
" Iya bi " kata Nia. Yang menikmati makan bersama pelayan lain
,
**Ayo siapa yang mau .....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya ya biar semangat nulis. Makasih reader salam manis buat kalian semua**......