
Sekitar jam 11 suang Alex dan Didi sudah sampai di rumah utama . Keduanya lewat pintu belakang. Yang ada disamping hotel persis di belakang rumah utama.
Vani menangis terharu melihat suaminya itu pulang dengan selamat. Begitu juga Desi yang rindu pada Alex .
Maya hanya menatap nanar pada kedua sahabatnya itu. Dan setelah bercerita banyak Alex dan Didi pun langsung kekantor. Karna harus kembali bekerja seperti biasanya..
Sedangkan Ali membantu memasukan semua barang Maya kedalam mobil.Mereka memakai mobil yang agar besar agar nyaman .karna Nia dan Bima juga Aska dan ibunya ikut. Dan mereka akan dikawal oleh 4 orang termasuk Jhon.
Sedangkan di kantor ,Didi dan Alex jadi perhatian . Para pengejar berita yang tahu Ryan mengalami kecelakaan.
" Maaf tuan apa kami bisa jumpa pers " kata seorang wartawan yang sudah berhari hari mencari berita tentang pemilik perusahaan yang dikabarkan tewas itu.
" Kami akan mengkonfirmasikan semuanya nanti setelah kecelakaan itu mendapatkan titik terang " jawab Alex pada wartawan.
" Apa Tuan Lee tewas, gimana keadaan istrinya dan anaknya tuan " kata wartawan lagi yang memang penasaran dengan kebenarannya.
" Kami belum bisa mastikan karna pintu gerbang ditutup rapat setelah mendengar berita itu. " kata Didi menjawab sambil melirik Alex .
" Iya tuan bahkan pintu sudah di tutup selama 5 hari ini. tak ada yang boleh masuk dan keluar. Lalu bagaimana keadaan nyonya Lee. yang katanya sedang hamil " kata seseorang lagi bertanya.
" Kami masih belum bisa menjawab sekarang , karna memang menunggu nona Lee bersedia di temui karna beliau sedang berduka dan sedih " kata Alex.
" Lalu apa benar Mayat mayat yang terbakar sudah diotopsi dan ada Mayat tuan Lee ada disana . dan apa penyebab kecelakaan itu " kata wartawan lagi.
" Saya belum tahu kejadian apa dan kenapa yang menimpa kecelakaan itu. Dan kami juga menunggu hasil penyelidikan para polisi " kata Alex santai.
" Lalu siapa yang akan mengantikan tugas tuan Lee selama beliau tak ada .Sedangkan perusahaan tuan Lee juga banyak " tanya wartawan lagi.
" Saya yang akan menggantikannya , Selama tuan Lee tidak ada. Kalo pun tuan Lee tewas. putra nya dalam perlindungan saya. Yang ditunjuk ketika ada permasalahan darurat " kata Lim yang tiba tiba muncul.
" Bukannya tuan Lee punya saudara tuan Gee, yang juga sepupunya..Lalu kenapa wasiat jatuh ke tangan anda " kata seorang pengejar berita ikut bertanya.
"Kami bertiga adalah asisten kepercayaan tuan Lee. Dan semua orang tahu itu, Untuk masalah wasiat itu tetap milik istri dan anak anaknya sebagai pewaris. Kami hanya menjalankan tugas selama putra beliau belum mampu. Dan sekaligus wali tuan muda Aska Lee " kata Lim menjelaskan.
Para wartawan pun memberondong banyak pertayaan. Kantor perusahaan itu pernuh dengan wartawan. Yang gempar mendengar berita tewasnya seorang pengusaha muda ternama. Yang membuat orang bertanya tanya sosok anak anak tuan Lee yang tak pernah tak diketahui siapapun. Karna pernikahan yang tertutup
__ADS_1
Dan juga penasaran dengan sosok sang istri. Karna Ryan tak pernah memamerkan istrinya itu di tempat umum.
...................................
Sedangkan seorang wanita yang baru saya terbangun terkejut mendengar berita tentang tewasnya Lee.
" Astaga....aku tak menyangka dia tewas , Dan pasti istrinya senang mewarisi harta yang sangat banyak " Kata Cindy .Yang melihat berita sore itu.
" Oh ya , apa kau menyesal sayang " kata Jimmy yang memeluk tubuh polos itu.
" Tidak karna ada kau disisi ku " kata Cindy sumringah. Walau dalam hatinya ia kecewa dan iri terhadap Maya istri Lee. Yang pasti mendapatkan harta warisan yang berlimpah.
" Ayo kita bercinta lagi aku masih ingin" kata Jimmy yang menyunggingkan senyum manisnya. Karna hatinya senang pesaing itu tewas mengenaskan.
" Baiklah " kata Cindy yang lalu memeluk tubuh Jimmy . Lalu keduanya pun kembali melakukan pergumulan panas.
.................................
Sedang Maya sedikit tenang setelah mereka sudah masuk jalan tol. Menuju tempat ke arah di mana tempat suaminya berada.
" Sekitar 3 jam lagi nona, nona tiduran saja " kata pa Ali.
" Ngak ngatuk om, Aska mau duduk sama om Bima " sahut Aska yang mewakili sang ibu.
" Sini Aska sama om," kata Aska yang lalu diraih Bima dari sela kursi.
" Aska rindu papah om" kata Aska.
" Sama tuan juga pasti rindu tuan muda kecil " kata Ali menjawab Aska. Karna bocah itu ramah pada siapa pun.
" Pa Ali nanti kalo ada rest area kita mampir buat ke toilet ya " kata Maya.
" Iya nona " jawab Ali .
" Pa Ali apa bang jhon mengantar kita sampai sana bang " tanya Bima.
__ADS_1
" Iya den Bima, karna itu perintah tuan muda. Nanti saya yang akan mengantar kan den Bima pulang. Dan jhon akan tinggal di villa sementara saya mengantar den Bima pulang. " kata Ali.
" Tapi kalo itu merepotkan Bima bisa naik bis bang, Bima tahu rute dari desa itu karna pernah kesana beberapa kali bersama ibu " kata Bima.
" Tidak merepotkan kok den, lagian jangan hanya 3 jam kan dari sana. dan saya bisa langsung pulang " kata Ali menjelaskan.
" Yah maksud Bima kalo nak Ali ada tugas dari tuan Ryan. " kata Ibu yang ikut bicara di sebelah Maya.
" Tidak bu, pasti tuan muda tak.akan keberatan kok " kata Ali
" Syukurlah " jawab ibu. Yang memang tahu menantunya itu pria yang baik dan penyayang.
Dulu bu Risma hanya mengira Ryan hanya orang biasa. Namun ketika ia di jemput Ali bu Risma tak menyangka kalo putrinya itu mendapatkan suami yang kaya raya. Mengingat Maya putrinya hanya gadis biasa.
Dan ketika pertama kali menginjak rumah menantunya pun Bu Risma sungguh luar biasa terkejut. Karna dulu hanya menikah sederhana saja .Tampa mengudang banyak orang. Dan juga tertutup karna Maya malu sudah menjadi menjanda. dan punya anak.
Begitu juga dengan Bima yang yang tak menyangka kaka iparnya itu seorang pengusaha sukses. Karna dulu penampilan Ryan terlihat biasa. Cuma lebih tampan dari kaka iparnya yang pertama.
Sampai di rest area Maya pun turun. Ia memakai kacamata untuk menyamarkan diri dan mengurai rambutnya. Perut Maya yang buncit pun terlihat sangat besar. Lalu bergegas ditemani Nia dan ibunya untuk ke toilet.
Jhon yang ikut berhenti memantau nona mudanya itu. Dengan jarak 1 meter mereka berpakaian biasa. layaknya orang yang tak saling kenal. Agar tak menimbulkan perhatian dan juga sempat makan dan jajan untuk mengisi menganjal perut .
" Mah Aska mau es krim " kata Aska yang berjalan bersama Bima setelah sholat
" Beli sana sama om , Nia ini berikan uangnya " kata Maya yang memberikan uang ratusan ketika mereka makan soto di salah datu tempat istirahat. Begitu juga dengan jhon dan ketiga anak buahnya.
.Setelah selesai mereka pun kembali melanjutkan perjalanan. Menuju sebuah desa dimana tempat Ryan berada. Dan di jalan Maya sudah sempat menelpon sang suami. Sedangkan Ryan di villa menunggu dengan harap harap cemas istrinya . Karna takut terjadi sesuatu.
Maya didalam mobil yang tersenyum senang ketika menelpon Ryan.
Sedang Ryan tak sabar menunggu dengan bercampur khawatir.
__ADS_1
.