
Maya meletakkan bayi Aska yang masih terlelap. Karna lelah Maya pun bergegas masuk kamar mandi .Untuk membersihkan kaki dan tangannya. Sedang Ryan mengunci kamar setelah pesanan minumannya datang.
" Sayang ini jusnya " kata Ryan yang sedang menyerumput kopinya. Karna tadi ia sempat mengantuk. Perjalanan 4 jam menyetir sendiri membuatnya lelah. Karna ia terbiasa memakai sopir.
" Ya bang "kata Maya, Yang mendekati Ryan yang duduk disofa.
" Apa kau lapar " tanya Ryan lagi.
"'Maya masih kenyang bang , tadi sudah makan banyak " kata Maya yang duduk disebelah Ryan.
" Ya sudah, kalo kau lapar bilang abang biar abang pesankan " kata Ryan .Yang lalu memeluk Maya.
" Bang bukannya tadi bilang abang mengantuk " kata Maya yang mendongak melihat ke wajah Ryan.
" Ngantuk nya sudah hilang May, abang mau olah raga malam sebentar " kata Ryan.
" Hah.....malam malam begini dimana? " kata Maya bertanya penuh keheranan.
" Hahaha.....kau ini kenapa terlalu polos " kata Ryan yang menoel hidung Maya.
" Kan tadi abang bilang mau olahraga " kata Maya.
" Iya olahraga yang begini " kata Ryan.yang langsung mengecup bibir Maya daan menahan tengkuknya.
Maya pun langsung gelagapan .Menerima serangan Ryan yang mendadak. Tampa sadar Ryan pun membawanya keranjang. Untungnya Aska tak terusik sama sekali. Aska terlelap karna lelah dan kenyang . Setelah menyusu diperjalanan tadi.
Sedang Ryan melancarkan aksinya..Hanya ada ******* dan lenguhan pelan terdengar.
Setelah pelepasan kedua . Ryan pun merebahkan tubuhnya disamping Maya
" Apa kau lelah ?" tanya Ryan.
" Iya bang besok lagi " kata Maya .Yang sudah lelah dan mengantuk. Ditambah ulah Ryan yang membuatnya semakin terkapar lemah.
Ryan pun tersenyum lalu mengecup bibir istrinya. Maya pun menyembunyikan wajahnya didada bidang Ryan.Dan lalu terlelap dalam dekapan suaminya.itu.
Ryan mencium pucuk rambut Maya. Dipeluknya erat tubuh ramping istrinya itu. Entah mengapa ia merasa nyaman dengan dengan wanita sederhana itu. Sejak pertama bertemu dan melihat wajah Maya terlelap malam itu. Membuat hati Ryan bergetar. dan kini ia merasakan. Ada kebahagian tersendiri yang tak bisa ia uraikan lewat kata kata.
" Aku mencintai mu May, kau wanita yang bisa mencairkan hatiku .ketika membeku " Guman Ryan yang lalu ikut memejamkan matanya.
.............................
Subuh Maya sudah bangun lebih dulu .Lalu bergegas mandi. Dan ketika keluar dari kamar mandi Maya melihat Aska yang sudah bangun dan bersembunyi dibalik selimut.
" Astaga rupanya Aska sudah bangun ya " Kata Maya yang lalu buru buru mengambil pakaiannya dan memakainya. Takut Aska lapar. ingin menyusu.
Setelah selesai berpakaian Maya pun meraih Aska dan mengendongnya .Sambil
membangunkan Ryan yang masih terlelap.
Visual Aska
" Bang Ayo bangun sholat dulu " kata Maya yang mengusap wajah tampan suaminya itu.
" Eugh ......aku masih ngantuk sayang " Kata Ryan.
" Mandi dan sholat dulu , nanti tidur lagi ya bang " kata Maya membujuk suaminya itu. Agar terbiasa sholat
__ADS_1
" Ya " kata Ryan yang lalu menutup tubuhnya dengan kimono lalu menuju kamar mandi.
Maya menghela nafas lega. Ia harus sabar dan hati hati dalam bersikap Untuk mengajak Ryan hijrah. Karna Maya tahu seperti apa masa lalu Ryan. Dan ketika menerima Ryan menjadi suaminya. Maya harus ekstra yakin bisa membuat Ryan nyaman dengannya. Agar Ryan tak kembali lagi pada masa lalunya.Karna Maya tak ingin mengulang kesalahan yang sama.. Yaitu adanya perselingkuhan dalam rumah tangganya.
Ryan sudah selesai mandi ketika Maya mengelar sajadah untuk suaminya.
" Berapa rakaat " kata Ryan bertanya.
" Hanya dua bang " kata Maya yang duduk disebelah Ryan sambil mengendong Aska untuk mengajarkan suaminya itu sholat.
Setelah selesai Ryan pun menelpon pihak hotel untuk mengantar sarapan pagi dan tidak lupa menyuruh Didi untuk menjemput mereka di hotel . Karna Ryan merasa masih mengantuk.
" Abang tidak menunggu sarapan dulu " tanya Maya yang melihat Ryan kembali berbaring di
ranjang. dan menyelimuti dirinya.
" Abang nanti saja " jawab Ryan.
" Abang minta mas Didi untuk menjemput kita " tanya Maya lagi.
" Mhem....." jawab Ryan.
Maya pun lalu terdiam. Sambil menyusui Aska yang tersenyum. Bayi Aska sudah mulai bisa merespon pembicaraan orang dewasa. Sambil menatap wajah sang mamah.
,...........................
Didi datang bersama Lim ke hotel dimana Ryan menginap. Karna asisten pribadinya itu sedang ingin bertemu Ryan. Untuk urusan pekerjaan. di New york.
" Apa tuan muda benar menginap disini " kata Lim bertanya.
" Ya tuan Lim, Tuan muda menginap disini dikamar 02 " kata Didi.
Sedang di kamar Maya baru saja selesai Makan siang. Setelah tadi menyusui Aska yang kembali terlelap di samping suaminya.
Tok .... tok..... tok .....
Ceklek.......
pintu pun terbuka ketika Maya terkejut melihat sosok Lim yamg berdiri didepan pintu.
" Maaf mencari siapa ya " tanya Maya heran.
" Nona ini tuan Lim dia datang dari New york kemaren. Dia kesini ingin bertemu tuan muda nona " kata Didi sopan .Karna Maya sudan menjadi Istri Ryan.
" Didi , Oh kalo begitu silahkan masuk " kata Maya yang cukup terkejut .Didi membawa tamu Ryan dari tempat yang jauh.
Lim yang sama terkejutnya tak menyangka bila bos nya itu sedang bersama seorang wanita. di kamar hotel. Karna Didi tak menceriakan apapun padanya.
" Silahkan duduk., Tuan Ryan masih tidur tunggulah sebentar " kata Maya yang menelpon pihak hotel untuk mengantar minuman dan makan siang.
Didi dan Lim duduk di sofa dengan tenang .Memang terlihat Ryan sedang tidur dan masih betah dengan mimpinya.
Ryan masih terlelap.
Maya pun melangkah mendekati Ryan .dan mengusap pungung Ryan pelan.
" Bang bangun " kata Maya sambil mengusap pipinya.
__ADS_1
" Aku masih ngantuk sayang " kata Ryan pelan.
" Tapi ada tamu bang , yang ingin bertemu abang " kata Maya pelan sambil mengusap punggung suaminya itu.
" Biarkan saja paling juga Didi " kata Ryan yang masih tak bergeming.
Maya bingung bagaimana caranya. Membangun sang suami. Karna Ryan masih betah dengan tidurnya .
" Abang tidak lapar " bisik Maya pelan
" Mhem...." kata Ryan menyahut.
" Aska lagi tidur disebelah abang " kata Maya yang berbisik pelan. Namun terlihat oleh Lim dan Didi dari sofa depan.
" Aku belum lapar " jawab Ryan pelan.
Maya pun mencium pipi Ryan agar mau bangun. Yang membuat tangan Ryan langsung menahan kepalanya.
" Bang......mpt........." reflek Ryan yang digoda Maya pun langsung mengungkung Maya diatas ranjang dan menciumnya .
Sedang Lim dan Didi yang melihat live streaming hanya bisa menelan ludahnya.
" Bang berhenti , abang ngak malu dilihat orang " kata Maya yang gelagapan. Karna hanya berniat mengerjai Ryan agar terbangun. Eh malah suaminya itu beraksi berlebihan.
" Bang sudah ....." kata Maya yang berontak
karna malu .mencoba mendorong tubuh Ryan. Namun Ryan tak bergeming dan makin
buas mencium Maya.
" Kau menganggu tidurku " kata Ryan yang masih saja mengecup bibir istrinya itu.
dan kembali membekap mulut Maya.
Hampir 15 menit dua pria itu menonton Drama percintaan sampai akhirnya.
Tok....tok......tok......
" Permisi Maaf tuan saya mengantar pesanan " kata seorang pelayan hotel
Yang membuat Ryan terkejut karna pintu kamar terbuka lebar. Dan seorang pelayan melongo melihat Ryan yang mengungkung Maya.Namun Ryan hanya cuek saja.
" Masuklah " kata Ryan yang lalu melompat dari ranjang.
" Masuk dan letakan.........
Deg.......
" Lim, Di, ....." kata Ryan yang terkejut. Melihat dua asistennya itu. Lalu mendekati keduanya yang duduk disofa.
" Tolong bawa kesini " kata Ryan. Yang masih dengan Wajah bantalnya.
" Aih....Kenapa ngak bilang kalo tadi Didi datang " Kata Ryan menatap Maya.
" Tadi Maya sudah bilang abang , tapi abang ngak dengar " kata Maya yang sangat malu atas polah Ryan. Kepada Dua pria yang sedang duduk di sofa yang melihat kejadian barusan.
Reaksi kaget Maya.
__ADS_1