Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 100 Bersyukur.


__ADS_3

Ryan yang mendengarkan ucapan opanya terpaku. Mengingat istrinya itu tadi memintanya untuk tidak pergi. Ryan pun lalu menghela nafas.


" Iya opa mungkin Maya sudah punya firasat buruk " Kata Ryan yang merasa bersyukur. Karna rewelnya Maya membuatnya ia dan opanya tak mengalami musibah kecelakaan.


" Lalu bagaimana dengan Chow, Kim?" tanya opa .Seraya melihat Kim


" Dia sudah stabil tuan, ketika saya meninggalkannya. Untuk sementara sebaiknya tuan muda dan tuan besar tidak keluar dulu .Karna akan banyak wartawan mengejar berita " kata Kim memberikan saran.


" Kau benar kim , kita sebaiknya melihat dulu dan mencari tahu siapa dalangnya. Jadi jangan kata kan apa apa pada Steve Kim " kata Ryan.


" Baik tuan " saya akan menyelidiki dulu " kata Kim .


" Ya sekarang tutup gerbang dan istirahat lah . Suruh Steve menginap di hotel biarkan kondisi rumah aman dan kata kan pintu gerbang dibuka lusa tak ada yang boleh keluar masuk " kata Ryan tegas.


" Baik tuan muda" kata Kim yang sedikit membungkukkan badan. Lalu pergi untuk menyuruh keamanan pintu gerbang utama ditutup sementara.


" Opa sekarang istirahatlah " kata Ryan pada sang kakek. Namun ketika hendak mengantar sang opa ke kamar


" Papi........" teriak Lily yang tergopoh gopoh menghampiri sang ayah.


" Lily kau sudah pulang , mana cicit ku ?" Tanya papi ketika Mami Lily sudah berdiri didepannya.


" Dia tidur dan baru diantar Nia kekamarnya " kata Mami yang tegang karna mendengar mobil yang papi nya mengalami kecelakaan lewat berita televisi.


"'Papi ngak pa pa kan, Lily hampir jantungan mendengar beritanya " kata Mami dengan wajah yang masih tegang.


" Dan kau nak , apa kalian baik baik saja " kata mami yang mengelus bahu Ryan.


" Kami baik baik saja Ly, anak menantu mu itu melarang kami pergi. Dia seperti sudah merasakan apa yang akan terjadi menimpa kami " jelas tuan Choi pada putrinya itu.


" Syukurlah tuhan mash melindungi kita " Kata Mami lalu memeluk sang papi erat. Dan tuan Choi juga memeluk sang putri dengan pelukan hangat.


Begitu juga Ryan yang mengusap punggung mami nya .Bernafas lega karna ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi ketika mereka pergi menghadiri acara itu.


" Sekarang biar Ryan antar opa kekamar mi, mami istirahatlah. Bukannya mami juga baru pulang" kata Ryan.


" Iya Lee, mami istirahat dulu tapi mami ingin melihat Maya dulu " kata Mami yang lalu melangkah pergi menuju kamar Lee.

__ADS_1


" Ayo opa " kata Ryan mengandeng opanya pelan.Dan membiarkan mami ya melihat sang istri dikamar.


.................................


" Apa mereka tewas ?" tanya pria paru baya menatap anak buahnya itu tajam.


" Kami belum mendapat kan kabar lagi tuan, tunggu saja beritanya. " kata anak buahnya itu.


" Baiklah dan jangan lupa hubungi jo " kata pria itu tersenyum sinis.


" Akhirnya aku bisa memiliki semuanya sekarang " guman nya pelan.


Lalu duduk santai dikursi malasnya terkekeh sendiri. Menghayal kan uang yang banyak didepan matanya.


Sedangkan ditempat acara .Semua orang heboh mendengar kasak kusuk yang terjadi.


Steve beberapa kali menghubungi chow namun ponselnya tidak aktif. Sedang Ryan sedang duduk menatap wajah Maya yang terlelap.


" Trimakasih sayang , kau menyelamatkan ku hari ini bersama opa " kata Ryan yang berkali kali mencium pucuk rambut Maya. Dengan rasa sayang. Bersyukur karna tak terjadi apa pun padanya dan juga sang kakek.


Paginya didepan pintu gerbang. Sudah banyak wartawan atau pemburu berita menunggu gerbang utama kediaman Choi Lee dibuka. Namun sampai jam 7 gerbang itu tetap tertutup rapat.


Para keamanan berjaga bergantian .Dan tak perduli dengan keributan di luar yang mencoba menerobos masuk ke dalam rumah mewah pengusaha terkenal itu.


" Tuan Kim , apa kita harus membukanya dan memberi penjelasan " tanya seorang keamanan yang sedang menyesap kopinya.


" Tidak pintu ditutup untuk sementara. Dan tak ada yang boleh keluar masuk. Kalo ada yang ingin menerobos masuk tembak langsung saja mereka." kata Kim tegas.


" Hah...... lalu bagaimana dengan para wartawan ?" tanya seorang pengawal lain.


" Itulah sebabnya pintu gerbang ditutup sementara. Kalian hanya mengawasi saja .Tak boleh bicara apapun. " jelas Kim yang masih melihat gambar cctv .Di depan pintu gerbang utama.Dan juga mengawasi seluruh aktivitas penghuni di dalam rumah mewah itu.


............................


Disisi lain Bayu baru saja pulang dari kantor dan membawakan Neti makanan. Terlihat Neti sudah mulai membaik beberapa hari dan sudah mulai beraktivitas.


" Apa kau mau kuliah lagi ?" tanya Bayu .Yang menatap Neti iba.

__ADS_1


" Tapi Neti nggak punya uang mas " kata Neti lirih .Seraya menatap sendu wajah sang kakak.


" Kalo kau mau biar Mas Bayu membantumu. Tinggallah di kost dan cari tempat kuliah yang baru. Kau masih muda masih banyak kesempatan kedepannya " kata Bayu yang juga sudah banyak berubah.


" Mas Bayu serius?" tanya Neti.Dengan mata berkaca kaca.


" Iya mas , ingin menabung dulu dan membantumu kuliah. Setelah mapan baru mas menikah lagi " Kata Bayu .Dengan suara serak.


" Trimakasih mas " kata Neti Yang lalu memeluk kakaknya itu. Begitu juga dengan Bayu yang sayang pada adiknya . Karena kecewa dengan ulah sang mami.


Sebenarnya Bayu sangat menyayangi keluarganya dan juga Maya . Namun karna pengaruh buruk lingkungan dan pergaulan. Bayu dan Neti ikut terbawa arus gelombang hidup yang berantakan. Karna tak punya pendirian dan iman yang baik.


" Mas akan membantumu menyelesaikan kuliah mu, Dan gunakan kesempatan itu. Uang dari Toni kau pakai untuk makan .Mas sudah mengurus perceraian dan tunjangan hidupmu. Jadi sekarang kau harus bisa belajar hidup mandiri " kata Bayu memeluk adiknya itu.


" Iya mas , Neti janji akan berubah " kata Neti terisak mengingat hidupnya tersiksa ketika tinggal bersama Toni suaminya.Yang hanya di jadikan pemuas nafsu dan pembantu.


.............................


Sedangkan di belahan dunia lain Maya sedang sibuk membuat cake. Hari ini ia turun kedapur untuk membuat kue. Atas izin suaminya.


" Nyonya biar kami bantu " kata bi ying dan Ling yang melihat Maya sibuk sendiri.


" Bibi Ying dan Ling bantu mengocok telur saja ya" kata Maya yang lalu di anggukan bibi Ying dan Ling. Karna tak mungkin mereka menolak. Karna nyonya besar mereka menyuruh untuk membantu nona mudanya itu.


" Mamah ........" teriak Aska .Yang berjalan pelan menghampiri sang ibu.


" Hai sayang , sini mamah mau bikin cake buat Aska dan. papah " kata Maya yang lalu berjongkok ingin mengendong Aska.


" Ibu jangan " kata Nia


" Ibu lupa sedang hamil " kata Nia mengingatkan Maya.


" Oh iya.... sini sayang peluk mamah saja " Kata Maya yang memangku Aska duduk di pangkuannya.


Sedangkan Maya sambil mengaduk adonan yang sudah siap dimasukan ke dalam oven roti. Nia pun lalu membantu Ling dan bibi ying untuk mengaduk lagi bahan.


Dan mereka sibuk untuk dengan kegiatan baru.Sedang di depan pintu utama semua pengawal berjaga ketat Karna mereka tak boleh lengah bila ada yang ingin masuk.Dan mengawasi gerak gerik orang yang mencurigakan.

__ADS_1


__ADS_2