
Subuh alarm berbunyi nyaring. Queen pun langsung terbangun dan duduk Lalu mematikan Alarmnya. Perlahan turun Dari tempat tidur masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri .Dan bersiap siap untuk sholat
" Sayang ayo bangun sudah subuh sholat dulu " kata Queen pelan sambil.mengusap punggung Tian.
Tian pun membuka mata nya dan memandang Queen .. " Masih ngantuk say "' kata Tian .
"' Ayo bangun sholat . Nanti aku tinggal pulang sendiri lho " kata Queen
" Iya iya sebentar " kata Tian yang lalu beranjak dari tempat tidur nya menuju kamar mandi.
Keduanya pun sholat berjamaah Walau Tian baru belajar Tapi Queen menekankan agar Tian menguasai surat surat pendek dulu. Dan bisa menjadi iman hanya untuk mereka berdua itu yang utama. Selebih nya Tian bisa belajar lagi pada Rey
" Setelah selesai keduanya pun bersiap siap Dan mami Sania kaget melihat kedua nya sudah bangun . dan rapi
"' Kalian sudah bangun mami sudah suruh pelayan bikin kan sarapan untuk kalian " kata Mami Sania..
" Maaf mi kami sarapan disana saja . . Masalah nya belum packing mi. Maaf ya mi kami takut ketinggalan " kata Queen.
Mami Sania pun menghela nafasnya . Karna tahu waktu mereka tak banyak Dan tak mungkin menahan anak dan menantunya lama lama karna ia sudah tahu . jadwal keberangkatan .
" Iya Mi .....kami pulang ya " kata Tian
" Iya sayang ... hati hati ya nak " kata mami Sania . Mendekati Queen dan memeluk serta menciumnya setelah itu mendekati Tian
" Mi Tian berangkat dulu ya . Mami jaga diri telpon Tian kalo ada apa apa " kata Tian .
" Iya nak " kata mami Sania yang memeluk putra kesayangan itu erat . Hati nya begitu berat melepaskannya. Karna baru beberapa jam mereka bertemu sudah harus berpisah lagi .
" Kabari mami ya bila kalian kesini . " kata Mami Seraya mengurai pelukannya.
" Ya mi kami akan mengabari mami bila kesini " kata Tian Yang lalu mencium maminya . Lama kedua nya berpelukan . Sampai Queen menyenggol tangan Tian .
" Ayo nanti terlambat, sudah ya mi kami berangkat " kata Queen.
" Ya mi bye ......" kata Tian yang lalu bergegas masuk mobil .
Lalu kedua nya pun kembali ke rumah milik uncle Lim . Sesampai nya disana keduanya lansung membereskan barang dan menyusunnya kemobil .
" Kalo sudah siap semuanya masukin barang dan koper nya ke dalam bis .Biar kita antar ke pesawat " kata Lim yang sudah menyediakan sebuah bis besar untuk para tamu nya .
__ADS_1
" Wah..... asyik aku mau ikut sekalian " kata Maira yang sudah tak sabar pulang Yang membiarkan suaminya repot menarik koper. sendiri
" Maira.... ." teriak Maya .
" Iya mah Maira sudah disini " Kata Maira tersenyum .
" Dasar bocah lihat suami lagi repot Kamu main pergi aja ya " kata Maya berkacak pinggang Sedang kan Kelvin hanya tersenyum mendengar omelan sang mertua.
" Sudah besan ngak usah ribut putra ku masih kuat kok mengangkat semua tuh koper " kata Desi Yang memanjakan menantunya itu
" Hadeh kau ini gimana sih Des Biar dia bisa mandiri Dan belajar bersikap dewasa. Masa menantu mu kamu manja " omel Maya
" Ya ampun besan kamu sudah tak berhak mengurusinya lagi kan sudah lepas tangung jawab . Biar saja suami nya menasehati pelan pelan . Sabar ya sabar " kata Desi mengusap dada Maya.
" Hahaha..... rempong juga kalian berdua ini besanan ngak jadi akur tambah stres gue lihat nya yuk ma tinggalin aja " kata Vani mengandeng Ima menuju bis
" Lho sih May pake ribut segala Jadi hilang harga diri gue " kata Desi
"' Harga diri apaan wong dia sudah ngikut dari jaman batu . Ya jelas tahu kita berdua lah. Salah sendiri tuh punya anak laki punya istri muda .
"' Hadeh..... May anak lho tuh juga genit makan nya kelvin nyosor aja " kata Desi
" Kalo dia ngak mau kan ngak bakalan jadi " kata Maya
" Hahaha..... kelakuan istri istri kalian lucu juga ya " kata Lim yang melipat tangan nya didada Mendengar kan perdebatan dua wanita itu .
" Ngak aneh emang sudah biasa Lim . Akan lebih heboh lagi kalo kau bertetangga sama kita akan lebih seru lagi " kata Didi . Yang ikut menarik koper.
" Jangan kaget lihat begituan cuma 10 menit juga akur lagi biasa Lim emak emak rempong " kata Ryan.
" Yah sejak kapan bos jadi ikut nyinyir " kata Alex terkekeh
" Sejak pensiun dan kumpul kalian ." jawab Ryan cuek
" Hahaha.........wah lama lama aku bisa ikut gila kaya kalian juga nih nanti " kata Lim
" Hahaha...... itu jelas Lim tambah lho besanan sama nih orang berdua ." kata Ryan
" Aish ..... bos wah fitnah tuh Kim Kali bukan aku " kata Alex protes
__ADS_1
" Waduh fitnah apaan pi " kata Dela bingung .
" Hadeh nih bawa sana papi mau santai dulu " kata Alex menyodorkan koper pada putri nya
" Yah papi kok curang gitu sih bukannya bantuin " kata Della cemberut sambil menarik koper nya
" Maka nya cepat cari suami biar ada yang buat disuruh suruh. Kan papi sudah tua suka encok mengangkat yang berat berat ." Kata Alex
" Papi kok rempong ya ngiri aja tetangga mau mantu " omel Dela berlalu
Hahaha....... keempat nya tertawa . Karna memang disengaja biar mereka bisa bebas berpangku tangan
" Astaga rupanya kalian senang ya bisa ngerjain anak istri " kata Kim
" Biarin Kim Kan kita ngak dapat Jatah tadi malam " kata Alex keceplosan
" O....... begitu pantesan " kata Kim
" Aku duluan ya " kata Ryan Yang cepat cepat pergi karna masalah begituan Ryan tak mau ikutan .Karna sibuk ngak sibuk Maya tak pernah menolak
Yang membuat keempatnya melongo Karna Ryan sudah berjalan cepat naik kedalam bis .
" Kenapa dengan bos " kata Lim
" Mana ku tahu kan kamu yang paling dekat Lim " kata Alex
" Ya sudah ayo cepat jalan Nanti malah keburu macet " kata Lim
Lalu mereka berempat pun bergegas untuk naik kedalam bis Sedangkan Leo membawa mobil pribadi bersama sang mami Karna bis akan kembali beroperasi setelah mengantar rombongan ke . bandara.
" Ayo berangkat apa sudah semua " kata Lim
" Sudah Ayo siapa yang ketinggalan " kata Kim .
" Sudah lengkap pah tuh sudah santai semua " kata ken
" Ok .... ayo berangkat tarik pir " kata Lim Yang membuat semua nya jadi riuh.
Ryan hanya tersenyum Melihat semua tingkah para orang kepercayaan nya itu Tapi ia cukup bahagia karna di masa tuanya Ryan punya banyak saudara . Karna dulu semasa kecil ia sangat kesepian . Sebagai anak tunggal .Apalagi sang ayah meninggal lebih cepat . Yang tak ada tempatnya mengadu. Saat ia masih labil dan sedih. Yang membuat nya ber gumul dengan dosa dan Cinta Maya lah sebagai penyelamat nya. Dan untuknya anak anaknya tak ada yang seperti dirinya.
__ADS_1
"' Abang kenapa ?" tegur Maya yang menyenderkan kepalanya di bahu Ryan
"' Ngak kenapa napa sayang Hanya senang saja kita bisa berkumpul begini Jarang jarang kan kita bisa kumpul bersama " kata Ryan merangkul istrinya Lalu mencium kepala Maya. yang membuat Maya tersenyum ..