Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 193 Meeting Di Kantor


__ADS_3

**pesan author sebelum baca kasih boom like dong biar semangat menulisnya.**Author curhat nih.


Nulisnya juga capek mana sedih belum dapat kontrak . pas lagi ngak mood nulis ceritanya jadi jelek kasih masukan dong dan komen juga please ........


..............................


Maya pun bergegas untuk pulang mengantar belanjaan dan juga putrinya. Baru setelah itu menjemput anak anaknya dikantor. Takut menganggu sang papah yang sedang sibuk bekerja. Karna tadi ikut Kelvin yang juga ingin bertemu sang papi.


Sedangkan di sisi lain Bram dan Toni juga pa Altaf baru saya turun dari mobil .Mereka pun langsung masuk gedung perkantoran.Untuk menemui Tuan Lee. Relasi baru bisnis mereka .


" Gila nih kantor gede banget Bram " kata Toni berbisik pelan


" Itu jelas Ton, namanya juga perusahaan besar " kata Bram.


" Hati hati lah bersikap kita tidak berhadapan dengan orang biasa , ini bukan wilayah kantor kita " kata pa Altaf.


" Ya pa " kata Bram yang berusaha tenang ketika mereka naik lift menuju lantai 15.


Ting..........


Tampa sengaja Bram melihat Maya yang juga keluar dari lift berbeda. Karna mereka tadi memakai memakai lift karyawan .Sedang kan Maya memakai lift khusus.


" Maya ..." Sapa Bram


Yang membuat Maya menoleh dan kaget.


" Eh Bram, Toni. kok kalian disini "tanya Maya heran. menatap tiga pria itu.


" Oh ya ini bos kami pa Altaf " kata Bram


" Pa ini teman kuliah kita satu jurusan " kata Bram memperkenalkan Maya pada bosnya.


Pa Altaf pun lansung tersenyum pada Maya dan mengangguk . Ketika hendak mengulurkan tangan. Maya menangkup kan kedua tangannya didepan dada.


" Senang kenal Bapa , salam kenal " kata Maya ramah. menolak salaman dengan halus.


Pa Altaf pun tersenyum mengerti. Karna Altaf juga pernah tinggal di pesantren. Jadi ia bisa memaklumi sikap Maya.Begifu juga Bram dan Toni


" Kalian sedang apa di sini ?" tanya Maya.


" Oh kami sedang berjanji dengan pemilik perusahaan ini untuk meeting " kata Bram.


" Oh kalo begitu silakan " kata Maya. Yang sudah mengira pasti mereka tamu suaminya.


" Oh ya kami duluan ya May " kata Toni.


" Oh ya silakan " kata Maya lagi sopan.


Bram tak bertanya banyak.Karna ada bosnya yang memperhatikan. Jadi Bram pun bersikap biasa.


" Mari pa ,sepertinya ruangannya ada di sebelah sana " Kata Toni

__ADS_1


Ketika nya pun berlalu meninggalkan Maya. Namun ekor mata Bram sempat melirik Maya Yang berjalan ke arah yang berbeda.


Maya sampai di ruangan Ryan. ketika masuk terlihat ruangan itu sepi.


Ceklek ......


Astagfirullah Tan, Rey apa yang kalian lakukan.Cepat bereskan sebelum papah datang " kata Maya memperingatkan kedua putranya itu. Sedang kan Aska duduk tenang di kursi kebesaran sang papah sambil membaca.


Tan dan Rey yang merasa bersalah pun. Lalu buru buru membersihkan kertas yang berserakan di lantai .Bersamaan dengan Ryan yang masuk ke ruangannya.


" Bang maaf, anak anak sudah membuat kantor abang berantakan " kata Maya pada suaminya itu. Yang diikuti Didi dan Alex.


" Ngak pa pa kau bisa menyuruh office girl membersihkan nya " kata Ryan yang masuk lalu duduk disofa. Diikuti Didi dan Alex. Setelah rapi Maya pun lalu membereskan meja Ryan.


Ryan tak pernah memarahi anak anaknya. Apalagi berkata kasar Karna Maya pun bersikap hal yang sama.


" Tan duduk di sini sayang sama Rey " kata Ryan yang menyuruh kedua anaknya itu duduk di dekatnya. Sedangkan Aska asyik membaca buku.


" Besok besok jangan berantakin kantor papah.Tuh kasihan mamah membersihkan nya . Mending kaya bang Aska, tuh duduk tenang sambil membaca buku " kata Ryan yang lalu mengusap kepala Tan dan Rey.


" Ya pah " kata keduanya lalu bergelayut manja di pangkuan sang papah .Sedangkan Maya masuk kekamar pribadi Ryan untuk mengambil sapu.


Tok.....tok.....tok.....


" Tuan ini Pa Altaf dan wakil nya sudah datang presdir " kata seorang wanita yang tak lain sekertaris Ryan.


" Ya suruh masuk, oh ya Lin tolong suruh office girl membuat minum dan menyapu ruangan ini nanti " perintah Ryan.


" Baik pa, pa Altaf silakan masuk " kata Sekertaris Ryan menyuruh ketiga pria itu yang memang sudah di tunggu


Ketiganya pun masuk. Dan Altaf langsung mengulurkan tangannya pada Ryan. Begitu juga Bram dan Toni. Yang mengulurkan tangan yang disambut Ryan Didi dan Alex.


" Silahkan pa, kami asisten tuan Lee " kata Alex tersenyum.


" Trimakasih pa Alex " kata pa Altaf yang memang mengenal Alex dan Didi.tapi jarang bertemu dengan Ryan. Hanya Bram yang beberapa kali pernah itu pun ketika meeting.


" 'Silahkan di mulai saja , maaf putra putra memang biasa begini " kata Ryan yang memangku Rey dan Tan.


" Oh tak masalah tuan Lee, saya pikir tuan Lee belum mempunyai putra " kata Altaf. Seraya menatap Tan dan Rey yang duduk dipangkuan Ryan. Yang diam cuma mendengarkan obrolan orang dewasa.


" Oh saya sudah menikah pa, apa pa altaf juga sudah punya anak " kata Ryan basa basi.


" Sudah saya punya seorang putra berumur 5 tahun " kata Altaf . Yang lalu melirik Aska yang duduk dikursi kebesaran Ryan.


" Apa yang disana juga putra tuan Lee ?" tanya pa Altaf.


" Oh ya betul , dia yang paling sulung " kata Ryan menoleh kearah Aska. Yang memang asyik membaca buku tampa terganggu sedikit pun.


" Oh Ya ini semua dokumen data dan jaminan properti kami tuan Lee " kata Bram


Yang menyodorkan berkas berkas penting.

__ADS_1


" Lex ... Periksa dengan teliti dan akurat " kata Ryan menyuruh Alex. Alex pun mengangguk . Lalu membaca dokumen yang disodorkan Bram diatas meja.


Sedang Ryan mengusap kepala Tan dan juga Rey. Yang sudah lelah bermain hampir ketiduran.


" Bang biar anak anak May bawa pulang " Kata Maya yang muncul tiba tiba keluar dari dalam kamar pribadi Ryan


Membuat Bram dan Toni terkejut begitu juga dengan Pa Altaf. Yang duduk berhadapan Ryan dan dua asistennya. Melihat Maya dengan Baju kusut sehabis membersihkan kamar pribadi suaminya itu.


" Pulanglah dengan Kim" kata Ryan seraya menatap istrinya yang bajunya sudah kusut namun tetap terlihat cantik.


Ryan pun menoleh. Dan melihat Tan yang sudah tertidur sedangkan Rey belum.


" Rey mau digendong ngantuk " Kata Rey. bersuara pelan.


" Kim ........" panggil Ryan


" Iya tuan "'Kata Kim yang lalu menghampiri Ryan. Sedang Maya mematung melihat Ketiga pria yang sempat bertemu ketika di depan Lift tadi.


" Tolong gedong Tan, biar aku gedong Rey ke mobil " kata Ryan.


" Bang biar Maya aja, abang kan lagi ada relasi bisnis. atau suruh jhon aja " kata Maya.


" Iya tuan biar saya panggilkan jhon untuk naik " kata Kim .


" Baiklah Suruh jhon naik " kata Ryan.


" Biar saya telpon tuan " kata Didi .Yang lansung menelpon Jhon untuk mengendong Rey dipangkuan Ryan.


" Abang Aska ayo nak " kata Maya . Yang lalu mendekati Aska yang asyik membaca. Putra sulungnya sangat hobby membaca buku. Kalo sudah asyik tak akan mau diganggu.


" Iya mah " kata Aska yang lalu menutup bukunya .Lalu turun dari kursi sang papah .Dan mendekati Maya. Maya langsung mengusap kepala Aska.


Dan membenahi pakaian Aska yang kusut.


Lalu mengandeng putranya itu.


" Salim dulu sama papah " kata Maya.


" Pah Aska pulang " kata Aska lemas.


" Ya sayang , titip mamah ya " kata Aska yang lalu mengusap kepala Aska .Ketika Aska mencium tangannya.


Begitu juga dengan Maya yang menyalami suaminya..Dan Ryan langsung mengecup kening sang istri. Yang ingin pamit pulang. Lalu juga berpamitan dengan para relasi bisnis Ryan. Yang tak lain teman kuliahnya.


Sedang kan Bram dan Toni saling pandang


Karna mengetahui fakta bahwa Maya adalah istri dari tuan Lee.



Visual Aska Riyandi putra Lee

__ADS_1



Mirip ngak sih sama papah Lee.


__ADS_2