Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 94 Niat Jahat Cindy.


__ADS_3

Pesta berlangsung dengan meriah. Para Tamu menikmati hidangan dengan santai dan bebas. Karna semua tersedia dengan kwalitas terbaik . Karna nyonya Lily sendiri yang turun tangan untuk mengawasinya langsung.


" Wah teman , kau beruntung sekali punya menantu dan cantik bahkan sudah bisa memberikan pewaris Lee dengan cepat" kata Seorang wanita paru baya. Yang mendekati mami Lily Yang sedang sendiri.


" Ah kau ini Shin, bukan kah menantu mu juga cantik bahkan seorang model terkenal " Kata mami Lily merendah. Kepada sepupunya itu yang tak lain ibu Frans Gee. nyonya shin Gee.


" Tapi sudah lima tahun mereka menikah, dia belum memberikan ku cucu Aku takut aku mati belum ada yang mengantikan Gee. " kata nyonya Shin dengan wajah masam.


" Kau masih muda Shin , wajar kalau Gee masih ingin bersenang senang dulu. Tampa ingin direpotkan masalah anak. Dan istrinya juga sibuk." kata mami Lily.


" Tapi aku sudah ingin menimang cucu Li paling tidak biarkan aku mengasuhnya .Kalo mereka tidak mau merawatnya. " kata Nyonya Shin mengeluh.


" Kau ini, nasehati saja baik baik, mungkin mereka belum siap. Dulu aku tak terlalu ambil pusing dengan Lee. Tapi akhirnya ia sadar sendiri .Dan dia bisa berubah juga menikah dan memberikan aku cucu " kata mami Lily tersenyum bahagia.


" Huh......yah nanti aku coba lagi untuk bicara dengan keponakanmu itu " kata Nyonya Shin tersenyum.


" Yah cobalah, kita yang sudah tua ini tak tahu banyak masalah mereka. " kata mami Lily tersenyum. Lalu mengajak kerabatnya itu untuk menikmati hidangan.


Sedang tak jauh dari situ , seorang wanita tersenyum dengan seringai sinis penuh arti.


Lalu menjauh .dan tersenyum mendekati sang teman.


......................................


" Aku ingin kau belikan aku tiket dua hari lagi untuk ke indonesia.Tolong buatkan aku izin selama fashion show di paris" kata Cindy sumringah .Lalu menutup teleponnya.


" Baik lah Lee, kalo aku tak bisa mendapat kan mu paling tidak dengan Gee. Ada jalan buatku untuk slalu dekat denganmu " Seringai Cindy tersenyum.


Lalu Cindy pun membaringkan tubuhnya mengingat kenangan dimana dulu mereka masih berpacaran. .Lee memang belum pernah menyetuhnya.Namun Cindy masih mencintai pria itu. Pria yang sempat ia sakiti dan ia tinggalkan begitu saja.


................................


" Apa kau mengawasinya dengan benar Steve" kata Lim yang lalu duduk di depan Steve siang itu di kantor.


" Yah, sepertinya dia sedang mengincar tuan muda Gee. Karna tak berhasil mengoda tuan Lee. Tapi apa kita perlu memberi tahu Tuan Gee." kata Steve menatap Lim.


" Tak perlu Steve itu bukan urusan kita, toh kita ta perlu ikut campur " kata Lim.


" Ada apa " kata Ryan yang baru saja masuk ke ruangannya. Yang sudah ada Lim dan Steve yang sedang menunggunya.

__ADS_1


" Sepertinya nona Cindy sedang mendekati tuan Gee tuan muda " kata Steve menatap Ryan.


" Biarkan saja , toh bukan urusan kita " kata Ryan cuek. Mengingat dulu penghianatan Cindy padanya.


Lim dan Steve hanya saling tatap. Karna memang selama ini Ryan tak pernah mau ikut campur urusan Gee sepupunya itu.


" Baik tuan muda, oh ya ini berkas berkas yang harus tuan muda tanda tangani " Kata Lim. Yang menyodorkan semua berkas yang ia bawa dari amerika.


" Apa ada masalah dengan Globe king one group Lim?" tanya Ryan yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


" Tidak tuan muda, mereka hanya minta untuk survei langsung kelapangan" kata Lim yang santai duduk disofa.


" Apa kalian sudah makan " tanya Ryan.


" Belum tuan muda " jawab Lim.


" Ok Steve, pesan kan tempat kita makan diluar setelah ini " kata Ryan yang lalu fokus pada berkas berkas kantornya.


" Baik tuan muda " kata Steve yang lalu menelpon sebuah restoran untuk reserve meja untuk jam 1 siang.


" Sudah tuan muda " kata Steve.


Hampir satu 30 menit Steve dan Lim menunggu atasannya itu. Dan merekapun keluar untuk makan siang menuju sebuah restoran mewah.Di tengah pusat kota.


" Disini " tanya Ryan yang turun dari mobil mewahnya.


" Iya tuan muda " kata Steve yang kembali menutup pintu dan mengikuti Ryan bersama Lim dibelakangnya. Sedangkan mobil berlalu dibawa oleh sang sopir.


Ketiganya pun memasuki restoran dan menuju tempat yang sudah dipesan.Lalu duduk dengan tenang menunggu hidangan datang.


...............................


Sedang Maya sedang asyik menemani Aska bermain .Bersama Nia pengasuh Aska.


" Nia kau betah disini?" tanya Maya menatap pengasuh Aska


" Ya mau ngak mau bu" kata Nia yang memang gadis yatim piatu dan hanya punya kakak pria yang masih tinggal di panti asuhan. Sedangkan ia menjadi baby sister .


" Memang kenapa bu " kata Nia yang menatap Maya. Majikannya yang baik hati itu.

__ADS_1


" Ibu bosan ngak ada kerjaan ,hanya duduk seperti ini. Apa kita jalan jalan saja ya Ni. " Kata Maya menatap Nia. Karna Maya ingin melihat dunia luar.


" Terserah ibu kan ibu yang punya uang " kata Nia tersenyum. Karna usianya masih 15 tahun Dan ia baru setengah tahun bekerja. Karna bi Maryam. Yang membantunya untuk bisa bekerja dirumah tuan muda Lee .Majikannya itu.


" Sebentar ya , ibu telpon tuan dulu " kata Maya yang langsung mengambil ponselnya dan menelpon sang suami.


" Tunggu tapi........Aku tak mengerti bahasa mandarin Ni kalo kita ke mall" kata Maya menatap Nia.


" Kan ada nona Ling dan bibi ying bu , buat kita bawa" kata Nia pelan.


" Iya kau betul " kata Maya yang menelpon sang suami namun belum tersambung.


" Apa dia lagi meeting kok belum diangkat " Kata Maya bingung. Karna Ryan tidak mengangkat ponselnya.


" Bisa jadi bu, tunggu saja atau kirim pesan " kata Nia.


" Oh iya kau betul Nia " kata Maya yang lalu mengirim pesan untuk suaminya. Karna tak ingin pergi tampa sepengetahuan Ryan suaminya


Namun belum lagi Maya meletakan ponselnya .Ryan sudah menelponnya dari sebrang sana.


" Kau boleh pergi tapi bawa bibi ying dan kim dan juga Chow " kata Ryan dari telpon.


" Iya bang, berarti Maya boleh pergi ?" kata Maya senang


" Mhem iya hati hati " kata Ryan lagi lalu sambungan pun terputus.


Maya langsung tersenyum senang. Dan memandang Nia.


" Siap siap sana biar ibu jaga Aska setelah itu gantian ibu yang ganti pakaian " kata Maya menyuruh Nia.


" Iya bu " kata Nia yang beranjak dari dudukny.a. Karna senang bisa jalan jalan. Dengan majikannya yang baik dan perhatian itu.Apalagi Maya royal dengan para pelayannya.


Sedangkan Ryan sedang menikmati makannya dengan tenang. Setelah menelpon Maya. Yang minta Izin padanya untuk pergi jalan jalan ke mall.


" Apa nona Maya sedang ingin keluar tuan " tanya Lim. Seraya menatap bosnya.


" Iya, mungkin ia bosan terkurung dirumah " kata Ryan. Yang masih menikmati makan siangnya dengan lahap.


__ADS_1


Meja pesanan Steve


__ADS_2