Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 99 .Rasa Gelisah Maya


__ADS_3

Maya terbangun lebih dulu .Tangan kekar sang suami yang menimpa tangannya terlalu lama. Menyebabkan tangan Maya kram.


" Ya allah, kok jadi kram ya " kata Maya yang memindahkan tangan suaminya itu dengan perlahan takut Ryan terbangun.


" May , sudah bangun " kata mami yang kepalanya nongol dibalik pintu.


" Iya mi , kenapa mi ?" kata Maya yang bangun dari duduknya menuju pintu.


" Mami bawa Aska jalan jalan ya ke mall sama Nia " kata mami menatap Maya.


" Tapi sudah sore mi " kata Maya.


" Iya tidak sekarang tapi nanti habis mandi " kata mami


" Ya sudah terserah mami, apa mami tidak repot membawanya " kata Maya yang merasa ngak enak karna Aska sering diajak mertuanya pergi.


" Ngak kan biar kamu bisa bersama Ryan dirumah. Kasihan dia apa masih belum bangun ?" tanya mami.


" Belum mi " jawab Maya.


" Ya sudah sana temani suamimu. biar mami ke kamar opa dulu " kata mami


" Ya mi." kata Maya yang melihat mertuanya itu pergi melangkah menuju kamar sang kakek mertua.


.....................................


Sedangkan dirumah besar dan cukup tua seorang pria sedang mengebrak meja.


Brakk........


" Apa kalian tak bisa memanipulasi datanya hah !! "


" Harusnya dia tidak datang kesini membawa istri dan anaknya. Aku tak akan diam saja bila dia mewariskan semuanya pada Lee anak ingusan itu. ." kata Pria paru baya itu.


" Tapi tuan , tuan besar Choi sudah memutuskan pewarisnya. Apalagi istri tuan muda Lee hamil lagi. Tak mungkin beliau memberikannya pada tuan " kata bawahannya itu.


" Sialan kenapa kau tak tahu kalo Lee punya istri., dan membawa anaknya pulang hah ! " Kata pria itu lagi emosi.


" Tuan muda Lee, memang tak tak mempublikasikan pernikahannya tuan . Juga indonesia. tuan muda memang merahasiakannya. " kata bawahannya lagi.


" Aku ingin malam ini buat mobil mereka seolah olah kecelakaan " kata Pria paru baya itu lagi. memerintah bawahannya.


" Tapi tuan, kalo mereka meninggal bagaimana ?" tanya bawahannya takut.


" Itu lebih baik , aku bisa menguasai semuanya." kata Pria paruh baya itu.


" Tapi tuan, tuan besar sudah menulis wasiat dua hari yang lalu Tuan besar Choi sudah menulis wasiat semuanya untuk cicitnya " kata bawahan lagi


" Aku tak perduli, kalo mereka mati selama cucunya belum genap 20 tahun aku masih bisa menjadi walinya " kata pria itu lagi.


" Sana cepat kerja kan tugasmu, apa kau ingin aku membuang mu " kata pria itu mengancam.


" Baik tuan saya akan laksanakan " kata Pria itu lagi. Takut akan dibunuh sang tuan yang kejam dan licik.


Lalu bergegas kembali pulang kerumah besar untuk bertugas seperti biasa.


" Kau dari mana Jo " tanya Chow pada temannya itu.

__ADS_1


" Ah pulang sebentar untuk melihat istriku" jawab Jo enang


" Ya sudah siapkan mobil untuk berangkat ke acara tuan Chan .Karna sebentar lagi tuan besar akan berangkat " kata Chow.


" Baik Chow " kata Jo yang lalu pergi ke gudang parkiran mobil.


................................


" Abang mau kemana?" tanya Maya yang merasa ngak enak. Entah mengapa perasaannya seperti gelisah.


" Abang sama opa mau pergi ke undangan acara relasi bisnis kita " kata Ryan yang sedang sibuk memilih kemejanya.


" Abang jangan pergi ya , Maya ngak mau ditinggal " rengek Maya memeluk suaminya itu. Entah kenapa sejak sore tadi hatinya merasa tak nyaman.


" Abang cuma sebentar ngak nyampe jam 9 nanti abang sudah pulang " kata Ryan menegaskan.


Maya mengeleng tak mau melepaskan pelukannya..Yang membuat Ryan bingung ada apa dengan istrinya itu.


Sedang kan opa Choi sudah menunggu Ryan dengan tenang di ruang tengah.


" Chow suruh Steve berangkat lebih dulu dengan jo, kami akan menyusul setelah ini " kata Tuan Choi. memerintahkan Chow.


" Baik tuan besar " kata Chow yang lalu bergegas pergi meninggalkan tuan besarnya itu. Untuk menyuruh Steve berangkat lebih dulu.


" Tok....tok ....tok.....


" Sebentar sayang abang buka pintu dulu " kata Ryan yang melepaskan pelukan Maya.


Lalu menuju pintu.


" Opa ....Maaf Maya tak mau ditinggalkan " kata Ryan. Yang lalu mengandeng opanya untuk duduk di sofa.


" Opa jangan pergi ya temani Maya dirumah aja ya, ini permintaan cicit opa " kata Maya memberi alasan dan lalu memegang tangan tuan Choi.


Ryan hanya menghela nafas .Mendengar rengekan Maya. Sedangkan opa langsung mengusap kepala Maya pelan .


" Baiklah opa turuti kemauan mu kali ini, Ryan suruh Chow berangkat bersama Han untuk mengabari Steve karna kita tak bisa datang " kata tuan choi.


" Baik opa " kata Ryan. yang lalu keluar dan menghilang di balik pintu


" Sini sayang duduk sini bersama opa " kata tuan Choi yang menyayangi cucu mantunya itu. Karna tahu Maya sedang hamil kembar.


" Ada apa dengan mu ?" tanya opa menatap cucu mantunya itu sambil memegang tangan Maya.


" Entah lah opa ,perasaan Maya ngak enak " kata Maya lirih.Entah mengapa moodnya ngak bisa di ajak kompromi.


" Ya sudah sini dekat opa " kata tuan Choi merangkul ibu hamil muda itu.


Sedangkan Ryan menyuruh Kim mengawal Chow dan Han. Karna Han masih kerabat dan sepupu Ryan.


" Pergilah dan awasi Han " kata Ryan pada Kim


" Baik tuan muda." kata Kim .Yang menunduk hormat .Lalu pergi mengikuti mobil yang membawa Han.


Sedang Ryan kembali menuju kamarnya


Ceklek...........

__ADS_1


" Apa mereka sudah berangkat " tanya tuan Choi. Pada cucunya itu


" Iya opa baru saja " kata Ryan. Yang menatap Maya yang sudah terlihat mengantuk.


" Ayo tidur , kau sudah mengantuk sayang" kata Ryan.


" Tapi abang jangan pergi ya " rengek Maya


" Iya abang ngak akan pergi " kata Ryan lembut. Karna tak mungkin ia mengomeli istri nya yang sedang hamil.Karna dokter mengatakan moodnya akan turun naik.


" Tidurlah opa dan Ryan tak kan pergi , dan akan menunggumu disini " kata opa menatap cucu mantunya itu lekat.


" Janji opa ngak pergi sama abang ya " rengek Maya lagi .Entah mengapa ia merasa berat di tinggal suaminya.


" Iya opa dan abang ngak kemana mana , ayo tidur biar abang temani " kata Ryan.Yang lalu mengandeng Maya ke tempat tidur.


Maya pun lalu naik keatas ranjang dan Ryan menyelimutinya. Sambil mengusap usap perut Maya pelan. agar tenang.Dan mulai terlelap.


Tok....tok....tok....


Ryan hendak beranjak dari tempat tidur ketika opa bangkit.


" Temani saja istrimu , biar opa yang yang menemuinya." kata opa yang lalu membuka pintu.


" Kim......." Kata tuan Choi yang terkejut melihat Kim dengan baju yang berlumuran darah.


" Apa tuan muda di dalam " tanya Kim .


Yang membuat Ryan menoleh. Lalu menatap Maya yang baru saja tertidur. Lalu dengan pelan pelan turun dari ranjang dan bergegas


keluar. Dan menutup pintu dengan rapat.


" Astaga Kim ada apa, ayo keruang tengah " kata Ryan yang sambil mengandeng sang opa. Karna tak mau berisik di depan kamar


" Ada apa Kim, katakan " kata tuan Choi menatap pengawal pribadi Ryan itu.


" Mobil yang membawa tuan Han kecelakaan , dan terbakar " kata Kim.


Duarr...........


Ryan dan tuan Choi pun saling tatap .


" Bagaimana bisa.itu bisa terjadi ? Lalu Han ....


" Tuan Han baik baik saja tuan , dan chow koma sekarang dirumah sakit " kata Kim.


" Astaga kenapa bisa terjadi " tanya tuan Choi menatap Kim


" Tuan Han bilang sepertinya nona Maya menyelamatkan tuan muda dan tuan besar..Karna rem mobil blong. Sepertinya ada orang yang sedang mengincar nyawa tuan besar " kata Kim terbata.


" Astaga bagaimana bisa bukanya siang tadi aku memakainya" kata Ryan tak percaya.


" Maaf sebelumnya tuan, tapi sepertinya ada penyusup dirumah ini " kata Kim.


Deg......


Opa pun menatap Ryan dengan lekat. Mengingat tadi cucu mantunya rewel dan merengek minta suaminya untuk tidak pergi.

__ADS_1


" Sepertinya istrimu sudah tahu akan terjadi sesuatu pada kita Lee. " kata Opa menatap pewaris tunggalnya itu. Sedang Ryan hanya terdiam terpaku.


__ADS_2