Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 217 Pindah


__ADS_3

Sehabis subuh Nur sudah bangun .Lalu merapikan barang barangnya. Untuk pindah ke rumah kontrakan. Yang sudah dibayar lunas Bima untuk 3 tahun.


Begitu juga dengan Bima yang sudah siap pindah. Karna tadi malam setelah pulang Bima sudah memasukan baju bajunya kedalam tas .


Sedangkan dikamar sebelah Amin baru terbangun.


" Woi subuhan sudah hampir jam 6 nih. Hampir habis waktunya " kata Andra.


" Astagfirullah ya Allah aku lupa .Bima kan mau pindah. Ya sudah aku mandi sekalian wudhu " kata Amin yang melompat dari tempat tidur.


Sedangkan Andra hanya mengelengkan kepalanya .Melihat temannya itu hilang dibalik pintu. Tak berselang lama Andra pun hendak kekamar Bima . Namun Amin sudah selesai mandi.


" Cepat amat, lho mandi apa raup aja sih min" tanya Andra


" Mandi bro, cuma kilat " jawab Amin.


" Ish pasti ngak bersih " kata Andra mengejek.


" Bodo amat, orang ngak ada yang nyium ini " jawab Amin santai.Lalu bergegas sholat dua rakaat.


Sedang Andra berpangku tangan duduk di sisi ranjang mengawasi sahabatnya itu.


" Heh......emang kalo mandi bersih bersih pake kudu di cium " kata Andra.Ketika Amin selesai sholat.


" Iya lah tuh kaya Bima. Sekarang mandi kudu bersih dan harus mandi bersih juga .Karna sudah punya bini. " kata Amin.


" Ish......ish.....berarti lho juga pengen punya bini min ." tanya Andra penuh selidik curiga.


" Ya besok besok kalo sudah kerja " kata Amin cuek.


" Hadeh.......koplak lho. Makin error tuh otak kelamaan berteman Bima. Yang sudah punya bini. Mana ikut kemana mana. ngak bosan lho cuma jadi nyamuk pajangan " kata Andra.


" Siapa bilang dra, tadi malam gue sama Amel.....ngak modus ngak merayu dan juga ngak macam macam . Cuma semacam doang. Kalo lulus mau aku lamar " kata Amin.


" Yah.......mulai deh kumat . Ntar bisa kejadian kaya Bima gimana ?. " kata Andra mencibir.


" Ngak nolak dra, tuh si Nur juga sholehah. dan cantik .Kurasa Bima masih beruntung. dapat istri cantik baik dan sholehah. Walau takdirnya jalan pintas. " kata Amin.


" Astagfirullah,......eling min, kita ini santri " kata Andra.


" Iya tahu. orang aku cuma bercanda. " kata Amin santai


" Jadi hari ini Bima pindah ke kontrakan ?" tanya Andra menatap Amin.


" Kan sudah di bilangin tadi malam kok masih nanya sih dra. " kata Amin heran.


" Emang ngak pake duit ngontrak min ?" tanya Andra lagi.


" Astagfirullah Andra Andra Jadi lho ngak percaya si Bima ngontrak. Tahu ngak tadi malam malah tuh rumah kontrakan di bayar lunas sama Bima untuk tiga tahun. Dan aku kasih tahu nih. Rupanya Bima biar gitu. tuh anak dompetnya tebal. pantasan dia ngak pernah kekurangan " kata Amin.

__ADS_1


" Lho tahu dari mana?".


" Aku ikut Bima pas ke ATM. Sempat Lihat jumlah tabungannya lebih dari seratus juta bro" kata Amin.


" Serius lho min. " tanya Andra.


" Dua rius " jawab Amin lalu langsung menuju pintu kamar dan menuju kekamar Bima.


Tok.......tok.....tok..


Ceklek.


" Hai Bim, tak pikir belum bangun " kata Andra.


" Lagi beres beres dra" kata Bima Yang lalu membuka pintu kamarnya dengan lebar.


" Lapar Bima, sisa tadi malam masih ada ?" tanya Amin.


" Masih utuh tuh di atas meja. malah sama plastiknya " kata Bima. Menujuk kresek diatas meja.


" Apaan tuh emang " kata Andra


" Makanan bro " kata Amin yang lalu mengambil martabak manis. Yang masih utuh dengan sebotol air meneral utuh.


" Yah makan sendiri ngak bagi bagi " kata Andra yang ikut mencomot martabak.


" Kok ngak manggil kita Bima beli martabak" kata Andra.


Bima hanya tersenyum mendengar ocehan kedua sahabatnya itu. Lalu menyiapkan dus dus barang dekat pintu.


" Yah ....kalo Bima pindah ngak ada Donatur dong. Kita ngak bisa cari makan sama lho lagi dong Bim" kata Andra jujur


" Main aja kesana kalo kalian mau " kata Bima.


" Serius Bim, jauh ngak sih ?" tanya Andra.


" Ngak itu lho perumahan belakang kampus. Pas malam minggu bisa nongkrong kita rumahnya lumayan besar " kata Amin.


" Ya sudah nanti aku ikut ya , bantu bantu " kata Andra


" Emang lho sama wandi ngak kerja dra " tanya Amin yang tahu Andra kadang nyambi. di bengkel dengan Wandi.


" Ngak, lagi ngak ada yang di servis " kata Andra . Yang sengaja mencari tambahan buat uang saku.


" Ya sudah aku telpon taxi dulu. Nanti kita makannya cari dekat sana aja " kata Bima.


" Ya Bim. lagian dekat." kata Amin.


Lalu Bima pun bersiap siap. Sedangkan Andra dan Amin sambil sarapan martabak. Sesekali Bima juga ikut mencomot martabak untuk ganjal perut.

__ADS_1


Setelah beres ketiganya membawa barang barang Bima sekalian pamitan. Pada teman temannya. Ada yang beberapa teman yang bertanya kenapa pindah. Bima hanya menjawab. ikut tinggal dirumah sang kakak Agar tak banyak pertayaan. Karna hanya Andra dan Amin yang tahu rahasia Bima. Dan keduanya pintar menyimpan rahasia.


Amin membawa motor Bima. Sedang kan Andra ikut naik taksi. Mereka menurunkan barang barang ketika sudah sampai di rumah kontrakan. Sedangkan Amin memesan makanan di warung nasi .Untuk makan siang. Yang disuruh Bima.


" Bu yang banyak ya bu, sambalnya juga buat 10 porsi " kata Amin.


" Ya mas . Nanti saya antar mas " kata ibu pemilih warung.


Brum....brum........ motor pun berhenti dihalaman rumah kontrakan.


" Sudah pesan min" tanya Bima.Yang keluar ketika Amin baru nyampe.


" Sudah bro 10 porsi , kali ada yang nambah " kata Amin.


" Hah ....gila lho min , cari kesempatan dalam kesempitan aja " kata Andra yang memasukan barang kedalam rumah.


" Lah kok lho yang sewot. Orang Bima yang nyuruh sendiri kok " kata Amin manyun.


" Sudah ngak ribut. Aku mau jemput Nur dulu ya. Kalian disini dulu " kata Bima.


" Ya Bim hati hati " kata Amin.


" Ngak perlu bantuan Bim " tanya Andra.


" Kaya nya sudah ada Amel. kok yang bantu " kata Bima menjelaskan. Karna tadi malam Amel sendiri yang bilang akan membantu Nur berkemas kemas.


..........................


Nur memasukkan barang barangnya dikamar Ketika sudah sampai di rumah kontrakan


" Nur yang ini dibawa masuk ngak?" tanya Amel ketika membawa tas buku buku Nur.


" Iya mel " kata Nur.


" Sudah mel.istirahat dulu " kata Nur. Yang menyuruh Amel istirahat. Karna semua barang sudah tertata rapi. tinggal masukan lemari.


" Ya sudah aku di depan ya Nur " kata Amel.


" Ya mel " kata Nur.


Amel pun lalu ke ruang tamu. duduk disofa. sedangkan Andra dan Amin lagi berada di teras depan.


Sedang kan Bima baru saja hendak masuk kamar . Ketika melihat Nur juga ingin keluar.


Deg.......


Hampir saja Nur jatuh karna terkejut.Yang cepat ditangkap Bima . Dan tampa sadar Nur sudah dalam dekapan Bima. Dan kedua manik mata mereka saling bertemu. satu sama lain.


" Maaf " kata Bima.

__ADS_1


" Akh......ngak pa pa " kata Nur dengan wajah merona . Karna itu pertama kalinya mereka saling padang setelah menikah.


__ADS_2