
Waktu pun terus berjalan. Nur ikut jalan jalan berkeliling kota Dubai.Karna Maya ingin Nur melupakan kesedihannya. Maya juga sangat senang bisa liburan bersama keluargganya Dan juga ibu dan adik nya. Kebahagian Maya sudah lengkap. Anak anaknya juga tumbuh menjadi anak anak yang cerdas dan pintar. Ibunya juga bahagia dan kini Bima juga sudah bekerja. Menjadi Direktur utama perusahaan Ryan . Sementara. menunggu Aska dewasa.
Yang membuat Maya bersyukur atas semua kebahagiaan yang Allah berikan.
Sedang kan Bima dan Nur sedang menata kehidupan mereka . Kerja sambil kuliah. Begitu juga Nur . yang kini fokus pada kuliahnya. Mumun sudah kembali ke indonesia di jemput Alan. Entah apa yang terjadi. sepulang dari Dubai ke tanah air Alan langsung melamar Mumun.
Setahun sudah berlalu. Bima dan Nur akan berniat pulang untuk mengunjungi keluargganya. Bima mengambil cuti 2: minggu Agar bisa pulang kampung sekalian ke makam sang ayah. Dan juga mampir ke pondok tempatnya sekolah dulu.
" Kita pulang besok kan By . " kata Nur bersemangat ingin bertemu Amel sahabatnya. Dan sang kakak . Karna selama ini Amel lah yang memberikan kabar tentang sang kakak dan abi nya.
" Sepertinya ada yang ngak sabaran " kata Bima menatap Nur .Yang duduk disebelah nya.
" Iya by Nur ingin ketemu ibu dan juga kak May, dan amel juga Mumun " kata Nur.
" Yang lainya" tanya Bima.
" Abi dan kak Salman " kata Nur.
"Umi ?" tanya Bima.
Nur terdiam. Entah mengapa ia belum bisa memaafkan uminya . Namun bagaimana pun umi tetaplah seorang ibu. Lepas dia berbuat salah dan hilap .
" Ya sudah istirahatlah sudah malam " kata Bima.
" Trus aby " kata Nur menatap suaminya itu.
" Kenapa memangnya ?" kata Bima lalu menoleh pada Nur.
" Anu......
" Apa ......?" tanya Bima
" Nur pun menunduk , entah mengapa akhir akhir ini ia ingin dimanja sang suami.
" Nur ......." kata Bima.
__ADS_1
Bima pun lalu mematikan laptopnya. lalu bangkit dari duduknya dan mengangkat tubuh Nur dengan ala ala bridal . Masuk kedalam kamar
" Aby ....":kata Nur .Sambil tersenyum senang karna suami itu tahu keinginannya.
Perlahan Bima meletakkannya di atas ranjang Lalu ikut berbaring di sebelah Nur. Sambil melepas ikatan rambut Nur yang tergerai panjang.
" Kangen di sayang sayang ?" tanya Bima
Nur tak menjawab tapi malah tersenyum.
menyusupkan kepalanya kedalam pelukan Bima. dengan manja.
" kalo pengen ngomong , aby ngak keberatan kok. Maaf kalo aby terlalu sibuk " kata Bima pelan bicara dekat telinga Nur. Nur pun makin memeluk erat suaminya itu.
Bima pun tersenyum . Lalu mensejajarkan kepalanya dengan Nur.
" Aby sayang Nur. " kata Bima.
" Nur juga sayang sama Aby " kata Nur menatap manik mata Bima.
Bima pun lalu mencium bibir mungil Nur yang membuat Nur merasakan getar hebat didadanya.Yang tak ia pungkiri ia menginginkan nya lebih dari itu.
Malam itu kedua nya memadu cinta. Sebelum pulang ke tanah air. Karna Nur tak tahu apa yang terjadi . Tapi satu tekadnya ia akan pulang membawa suami nya Untuk membuka mata hati kakeknya. Dan juga menunjukan pada sang umi. Bahwa Suaminya lebih baik dari pilihan keluarganya.
.,.............................................
Sedangkan dirumah ustad Rahman. Sedang ada syukuran . Karna Salman akan menikah dalam waktu dekat ini.
" Selamat ya man. Akhirnya dapat jodoh juga ente " kata Ahmad pada temannya itu.
" Ya sudah sampai waktunya mad " kata Salman.
" Oh ya ngomong ngomong gimana kabar Nur apa dia baik baik saja. Apa dia ngak mau pulang menghadiri akad mu man " kata Akmad.
" Iya man. gimana kabarnya Nur " kata Altaf yang menatap sepupunya itu. Karma hanya Salman dan abi nya yang tahu keberadaan Nur. Ia tak mau menceritakan Nur pada sang umi setelah kejadian itu. Karna Salman tahu uminya telah berbohong.
__ADS_1
" Dia baik baik saja taf. mungkin waktu dekat ini ia akan pulang . Mungkin juga hadir dalam akad lusa " kata Salman.
" Kalo begitu bagus lah Kakek ingin melihat seperti apa suaminya itu. Yang membuatnya celaka mengejar pria yang tak jelas .Sampai meninggalkan orang tuanya. " kata kakek Nur yang juga mendengar percakapan Salman.
" Salman tak menyalahkan Nur kek, tapi Salman yakin Nur punya alasan kuat untuk pergi saat itu. Salman percaya ada saatnya sebuah kebohongan akan terbongkar " kata Salman yakin
Jleb
Sang kakek pun terdiam. Dan tak bisa berkata apapun. . Karna ia lah menyebab Nur kabur saat itu.
" Tapi Nur tetap salah man. Kalo dia pergi tak Izin orang tuanya. Dan suaminya main bawa aja lagi " kata Nenek Nur.
" Maafkan salman Nek tapi suami Nur lebih berhak ada diri Nur selama ia tak mendzolimi Nut. Dan pernikahan mereka sah secara Hukum dan agama . Karna saya wali.nya. Karna abi kondisi sakit waktu itu.
" Salman tak sopan bicara seperti itu. " kata Umi menatap Salman.
" Tapi umi , umi juga harus bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar " kata Salman.
" Tapi tetap tidak sepadan man , Adik mu kau nikahkan dengan pria yang tak jelas " kata umi.
" Umi " kata abi .
Umi pun terdiam. Semua keluargga yang mendengarkan perdebatan itu hanya diam..Karna memang slama ini mereka tak tahu dan tak kenal siapa suami Nur. Yang mereka tahu Nur sudah menikah. Dengan Wali sang kakak. Dan pernikahan dilakukan dengan sembunyi sembunyi. Yang membuat. banyak orang bertanya tanya.
" Tidak baik mengungkit yang sudah lalu. Toh Nur sudah menikah. Apapun alasannya. ia sudah memilih jalannya. Kita tak berhak mencampurinya " kata abi.
" Tapi abi pemuda itu tak pantas untuk Nur " kata umi gusar. Yang kekeh dengan pendiriannya.
" Pantas atau tidak . Hanya allah yang menilai umi. Kita sebagai orang tua hanya mendoakan nya saja " kata abi.
" Tap nak Rahman bagaimana kau bisa merestui Nur begitu saja. " kata Kakek Nur.
" Saya mengenal putriku dengan baik pi, dan juga mendidiknya dengan baik . Pastinya Nur tak akan mempertahan sesuatu yang menurutnya tidak baik . Kalo pun dimata orang lain itu buruk " kata abi Rahman tenang yang membuat semua orang terdiam.
Ahmad dan Altaf pun saling pandang. Karna memang benar . Tak mungkin seorang wanita sholehah seperti Nur mempertahan suatu hal yang buruk menimpa dirinya. Kalo pun ada pasti ada alasannya.
__ADS_1
" Paman benar. Aku mengenal Nur dari kecil sifatnya baik dan periang . juga pintar dan sopan pada orang tua. Kalo dia berbuat kesalahan sekali itu lumrah. Tapi mendengar cerita Salman dan paman. Altaf berpikir . Biarkan Nur memilih jalannya. pastinya ia punya alasan sendiri. Dan Altaf percaya Nur pasti akan pulang pada saatnya nanti " kata Altaf. yakin adik sepupunya gadis yang baik.