
Bima bergegas menuju kelasnya. Karna tadi ia harus mengantar tugas jadi agak terlambat.Tampa melihat kiri kanan tampa sengaja ia menabrak seorang gadis.
Brak......bruk.....
Buku gadis itu pun berserakan di lantai.
" Maaf aku ngak sengaja " kata Bima yang merasa bersalah.
" Oh ngak pa pa " kata gadis itu menunduk sambil memunguti buku bukunya.
" Bima pun membantu gadis itu mengambil beberapa bukunya . Lalu memberikannya pada gadis itu.
" Nama ku Bima , Maaf sekali lagi " kata Bima.
" Oh iya panggil aku Nur saja. tidak apa apa " kata gadis itu sopan menundukkan pandanganya.
Tak banyak bicara , Bima pun lalu bergegas pergi meninggalkan tempat itu. Setelah membantu Nur dan minta maaf.
Nur pun hanya terdiam. Dia hanya melirik sekilas dengan ekor matanya. Menatap Pria tampan yang menabraknya . Pergi terburu buru menuju kelasnya.
Lalu Nur pun kembali melanjutkan langkahnya Menuju kelasnya yang tak jauh dari kelas Bima.
" Hai Nur, tumben telat biasanya juga duluan "kata teman Nur bernama Amel
" Tadi naik angkutan umum karna abi keluar kota " kata Nur pelan.
" Lah abang Salman. ngak nganterin lho " kata Amel yang tahu Nur adalah anak seorang ustad.
" Bang Salman lagi pulang ke Turki kemaren " kata Nur pelan.
" Makanya Nur cari pacar bisa buat ngantar ngantar ketimbang naik angkutan umum ribet " sahut Caca . teman mereka satu jurusan.
Nur hanya diam tampa bicara. Karna tak ada kamus pacaran dalam hidupnya. Apalagi memanfaatkan orang lain untuk kepentingan sendiri.
" Nur anak pondok ca, ngak kaya lho bar bar dan liar. Mana boleh pacaran " kata Amel
" Lah jaman sekarang banyak anak pake hijab Tapi juga hamil diluar nikah. Karna pergaulan bebas, mending kaya gue bar bar " kata Caca cuek.
" Ish lho Ca, ngak usah bahas orang lain. introspeksi masing masing aja Yang penting ngak merepotkan situ." kata Amel yang ngak suka bergosip.
Sedangkan Nur hanya diam. Tak bicara dan juga tak mau terpancing karena urusan sepele.
" Ya sudah nikmati aja naik bus, tuh juga ketemu para cowok yang hobby jelalatan " kata Caca santai.
__ADS_1
" Hust... diam tuh dosen sudah masuk " kata Amel yang lalu duduk disebelah Nur.
Nur dan Amel berteman dari bangku SMA Walau Nur bersekolah di sma negri dan tinggal di pondok. keduanya berhubungan baik. Dan juga bergaul seperti layaknya anak muda tapi tak melanggar batas norma agama.Apalagi Nur adalah anak seorang ustad dan juga pengusaha.
............................
Sedangkan Bima sedang fokus mencatat tugas yang diberikan dosennya barusan.
" Belum selesai Bim , tegur Amin teman mereka. Satu jurusan ilmu komputer.
" Sudah ini lagi sambil nyari jawabannya. " kata Bima yang sedang membuka buku bukunya.
" Rajin amat lho, masih tiga hari lagi juga" kata Amin menatap Bima.
" Ya nyicil min , biar ngak kelupaan " kata Bima santai. Karna ia juga malas keluar dari kelas.
" Hadeh yuk keluar cari gebetan di kantin " kata Amin asal.
" Lah gila apa lho baru juga kuliah, nyari gebetan mau dikasih makan apa anak orang bro , lagian haram pacaran oey " kata Andra.Yang memang ketiganya satu jurusan.
" Lebay lho bro, cuma bercanda. Tapi aku lihat gadis cantik kemaren.Jurusan desain cantik banget bro, kayanya tuh cewek anak pondokan juga" kata Amin
" Alamat pulang dicincang bapak sama emak aku pulang min, bawa anak gadis orang belum kerja " kata Andra .
Sedang Bima hanya diam tak berkomentar . Sibuk dengan tugasnya. Yang sedang ia kerjakan..Karna Bima tak mau membuang buang waktu.
Sedang kan Maya ,Desi dan Vani sibuk membuat cake dan juga brownies . Sambil bersantai dan menunggu anak anak mereka pulang.
" Wah mantap nih habis itu kita perawatan dan makan siang sepuasnya " kata Vani tersenyum.
" Itu jelas Van, bu bos mah santai..Duit banyak, tajir, suami tampan dan soal makan ngak bakal kurang " kata Desi yang sedang menyesap jus mangga.
" Mantap komplit tinggal nikmati hidup May" kata Vani terkekeh.
" Iya lah, dan lho berdua ngikut kan " kata Maya menyindir .
" Iya lah kan kita sohib lho May, kebahagian lho juga kebahagiaan kita iya kan Van" kata Desi sambil memainkan alisnya.
" Iyalah, kan Maya teman yang baik hati, tulus dan tidak sombong juga rajin beramal " kata Vani terkekeh.
" Cih....jelas lah, lho pada muji gue biar gue ge er dan royal " kata Maya cemberut.
Hahaha .........
__ADS_1
" Ngak lah May, kan lho memang baik hati makanya kita jadi saudara " kata Desi tergelak
" Iya May, kan lho yang jadi bos dan lebih mapan, dari pada ngasih orang mending kasihan sama kita berdua " kata Vani tersenyum.
" Dasar ya hobby banget membual, untung gue masih kuat iman coba kalo yang lain sudah terbang tuh nyangkut di tiang listrik " kata Maya mencebikkan bibirnya.
" Uluh uluh ngambek........ udah punya buntut aja ngambek oey " kata Desi meledek.
" Ish kamu Des, kalo ngambek gitu susah damainya Des, apa lagi laki nya jauh. Bisa gawat tuh. mewek semalaman dia " kata Vani mengoda Maya sambil terkekeh.
" Aish........tahu ah, ntar gue ngambek betulan lho .Nanti gue tendang lho berdua. " kata Maya sewot.
" Hahaha..........ampun bu bos ,jangan lah. Ngak nikmat nih makan brownies nya " kata Desi ngakak.
" Iya May, bisa mencong bokong gue lho tendang. Gimana kalo mas Didi nangis. Istrinya ngak punya bokong. Mahal May ngak ada yang jual " kata Vani terkekeh.
" Tahu ah , pintar aja cari alasan " kata Maya yang tahu dua temannya pintar berdalih.
" Hahaha...........kita bercanda May, ngak rame kalo ngak heboh .Jadi sepi nih dunia lho Apalagi tuh laki lho jauh." kata Desi.
" Yoi......May masukin rempelo aja ya, jangan ke hati " kata Vani tertawa.
" kurang asam kalian ya, nanti tuh kalo laki lho pade gue dibuang kelaut .Biar tahu rasa biar makan air asin " kata Maya meledek.
" Yah May, jangan dong tega banget lho May. Gimana kita kalo ngak punya laki. mentang mentang bini bis main buang aja kelaut " kata Desi protes.
" Bisa jadi makanan ikan hiu dong Des, si Alex" kata Vani menambahi.
" Laki lho juga Van, bisa buat umpan ikan paus " kata Desi kesal.
" Hahaha................ sekalian jadikan ikan asin Des " kata Maya tertawa geli . Karna omongan kedua temannya itu. Yang menjadi hiburan tersendiri bagi Maya.
Setelah selesai membuat cake, Trio gabut itu pun langsung luluran . Setelah itu mereka mandi dan sholat zuhur. Lalu bersiap siap untuk makan siang.
" Berarti habis makan , kita jemput anak anak dong " kata Vani.
" Iya lah masa disuruh tidur di sekolah " Kata Desi.
" Ngawur lho Des, alamat di bejak bejak mas Didi gue " kata Vani
" Lah tadi lho yang nanya ,ya gue jawab seadanya lah " kata Desi tak terima.
" Sudah makan dulu, trus kita jemput bareng bareng kata Maya
__ADS_1
" Ok, siap bu bos " kata Vani dan Desi barengan..
Lalu ketiganya makan siang bersama. Menikmati hidangan yang sudah tersedia diatas meja. Mengisi perut yang lapar sehabis berdebat. Dan bercanda.karna ada saja ide konyol kedua sahabatnya itu untuk ribut.