Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 196 Quality Time


__ADS_3

Maya baru saja selesai melipat rukuh dan sajadahnya. Setelah sholat berjamaah dengan Ryan.Ketika pintu di gedor keras. Siapa lagi kalo bukan para krucil .


Ceklek ....


" Ya ampun kenapa ngak sabaran banget sih " Kata Maya yang membuka pintu kamar


Namun omongan Maya tak di gubris malah ketiga kembar bersaudara itu langsung naik keatas tempat tidur menganggu sang papah.


" Pah bangun ayo kita main " kata Queen.


Karna memang akhir pekan .Ryan biasanya bersantai dikamar tak melakukan apapun.


" Papah masih ngantuk, main sama abang Aska aja sana " kata Ryan dengan mata terpejam. Sedang putrinya itu sudah duduk diatas tubuhnya. Dengan menungganginya


" Ngak asyik pah , kan ngak ada yang ajari berenang " kata Rey.


" Papah masih capek sayang. Nanti ya dua jam lagi. Main dulu sama mba Weni dan mba Hana sana " kata Ryan .


" Apa sama mamah aja yuk " kata Maya menawarkan. Karena suaminya itu masih mengantuk.


" Eh jangan orang papah mau tiduran sama mamah " kata Ryan protes.


" Ish abang .....Kan ngak lama, May cuma ngajari mereka berenang " kata Maya .


" Ngak bisa, biar mereka main sama pengasihnya dulu" kata Ryan tang menarik tubuh istrinya itu dalam dekapan nya. Ketika Maya naik keatas tempat tidur.


Si kembar yang melihatnya pun ikut bergabung .Berdesakan di antara kedua orang tuanya. Lalu saling berpelukan.Membuat Maya terkekeh.Melihat ulah anak anaknya itu.


" Hahaha....sempit nih " kata Tan yang terjepit.


" Rey juga nih. Queen geser dikit" kata Rey.


" Ryan yang memeluk istrinya.ikut di buat rusuh si kembar Hanya bisa tertawa. Karna ketiganya ikut menindih papah dan mamahnya.


Maya dan Ryan yang sudah terbiasa di ganggu. Anak anaknya itu hanya bisa tertawa. Karna tiap akhir pekan begitulah cara mereka berkumpul.


" Woi kok curang Aska diajak " kata Aska yang baru datang. Dan ikut bergabung.

__ADS_1


" Salah sendiri bangun kesiangan " kata Tan.


" Apaan abang ngak kesiangan tapi sholat dulu " kata Aska yang ikut bergabung memeluk Rey.


" Sudah sini kita tidur bareng bareng " kata Maya .Yang membuat Aska ikut memeluk sang mamah.


Keluarga kecil itu pun akhirnya kembali tidur bersama. Kehangatan bersama membuat Ryan tersenyum. Sambil memeluk tubuh Maya. Yang memeluk Aska dan Rey. Sedang Queen dan Tan disebelah Ryan. Kebahagian keluarga kecil itu. Tak pernah bisa dibeli dengan uang. Karna itulah harta paling berharga yang Ryan miliki.


Sedang di dapur bi Marni sudah menyiapkan sarapan pagi untuk majikannya.Yang dibantu bi Inah dan Mumun.


" Lho Wen, kok didapur " tegur bi Inah pada Weni.


" Lah anak anak semua lagi dikamar tuan bi, jadi ngak mungkin kan ,Weni sama Hana ikut masuk juga " Kata Hana yang ikut membantu didapur.


Karna kamar tuannya itu.Hanya di masukin bi Marni saja. Kecuali kalo majikannya yang menyuruh masuk. Atau mengantar sesuatu. Karna Area itu sangat pribadi. Bagi tuan dan nona mudanya.Tapi buat anak anaknya bebas karna itulah bila sudah dikamar tuannya . Para pengasuh memilih kedapur untuk mencari kegiatan lain. Agar tidak bernalas malasan.


" O pantasan, tumben sepi biasa sudah pada heboh " kata bi Inah .


Bi Marni yang mendengar hanya tersenyum. Karna ia juga tahu pastilah pasukan krucil itu menganggu kegiatan orang tuanya.


" Itu sudah biasa Nah, Apalagi den Aska . Yang sering sekali masuk kekamar orangtuanya." kata bi Marni.


" Ya begitulah " jawab bi Marni lagi.


..................................


Kak........apa kakak ngak kerja hari ini " tanya Ima yang sedang meletakan buah hatinya setelah disusui .


" Ngak , mungkin tuan muda masih tidur jam segini " kata Kim menatap putra yang sudah berumur 2 tahun itu.


" Apa Bima tidur lagi. ?" tanya Kim.


" Pasti lah kak, kan akhir pekan dia tahu .Jadi kalo bangun tidur lagi." kata Ima menatap Kim lekat.


" Ya sudah kita juga ikut tidur lagi " kata Kim yang menarik tubuh istrinya itu. Yang membuat Ima kaget dan hampir berteriak Namun Kim sudah membungkam nya dengan ciuman. Sambil mengangkat tubuh Ima ke atas ranjang.


Ima pun tak bisa menolak.Kini hidupnya sudah bahagia bersama pujaan hatinya. Apalagi mereka sudah di karunia seorang anak laki laki yang tak kalah tampan seperti sang Ayah. Yang membuat Kim bangga.

__ADS_1


..............................


Disebuah rumah Desi baru saja membuat kan susu buat putrinya yang ingin minum susu. Karna sudah berhenti sejak usia 1,5 tahun.


" Mah Kelvin juga mau " kata Kelvin putra pertama Desi.


" Ya bentar ya ,bikin buat ade dulu " kata Desi yang lalu meletakan dot putrinya. Lalu membuat lagi untuk Kelvin putranya.


" Nih sayang , mami antar ini dulu ya " kata Desi meletakan segelas susu di atas meja. Di depan Kelvin yang duduk di kursi. Dan berlalu menuju kamar putrinya.


" Lho bang kok disini " kata Desi yang melihat. Suaminya itu memeluk putrinya.


" Abang kangen yang, sama putri kecil abang ini " kata Alex yang mencium pipi Aina.


" Ya ampun bang, kan Aina masih tidur .Tadi sempat bangun nyari susu ." kata Desi.


" Sini berikan biar abang yang nemani " kata Alex masih memeluk Aina putri cantiknya itu.


Desi hanya tersenyum melihat Alex sangat memanjakan putri kecil mereka.


Karna terkadang Alex sangat sibuk dikantor Jadi apa salahnya ia memanjakan putrinya itu bila ada waktu.


Begitu juga dengan Vani dan Didi yang masih asyik tidur dibawah selimut bersama putri dan putranya. Menikmati akhir pekan .Sambil berkumpul dengan anak anaknya.


" Mas.....Vani pesan makanan aja ya " kata Vani seraya meraih ponselnya ketika terbangun.


" Ya sayang pesan sekalian yang banyak buat kita bersantai " kata Didi.


" Ya Mas, mau masakan apa ?" tanya Vani


" Terserah kau saja de, mas pasti makan " kata Didi yang masih memeluk putranya.


"Ok , Vani pesan yang banyak nih biar sekalian buat siang " kata Vani


" Ya "Kata Didi datar .


Karna tak mau istrinya repot . Walau mereka sudah punya seorang pembantu dan pengasuh.Namun Didi masih bisa memanjakan sang istri. Karna ia juga tahu. Lelahnya mengurus anak anak.

__ADS_1


Didi meniru gaya bosnya yang sayang terhadap istri dan anak anaknya .Mengingat ia juga sayang pada Vani. Walau tak pacaran dan hanya mengenal nya singkat. Tapi Didi tahu Vani istri itu penyayang seperti Maya. Dan kini ia tak pernah bisa berpaling pada wanita lain. Karna sudah cukup baginya . Bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya. Bisa tertawa dalam suka dan duka. Dan membangun keluargga samawa sampai akhir hayat .Dan hanya maut yang bisa memisahkan. Cintanya pada istri dan anak anaknya. Yang jadi penyemangat hidupnya.


Vani kembali masuk kedalam selimut. Sambil memeluk tubuh suaminya yang memeluk putri dan putranya yang terlelap.Dan Didi pun membalas pelukan itu.


__ADS_2