
Alex kembali masuk kedalam setelah menerima menelpon seseorang. Karna memang posisi kantor kosong jadi ia harus rutin mengecek.
" Lim sudah sampai di jakarta bos " kata Alex.
" Syukurlah Lex, oh ya bisa kah aku meminjam ponselmu Lex. Aku ingin menelpon Maya " kata Ryan.
" Tapi bos, bukan kah kita sepakat untuk......
" Aku tahu tapi aku tak ingin istriku khawatir " Kata Ryan yang memotong perkataan Alex.
Akhirnya Alex pun memberikan ponselnya pada Ryan. Dan Ryan pun menelpon Maya. Karna rindu dengan istrinya itu.
" Assalamualaikum " kata Ryan yang melakukan vc dengan sang istrinya. Yang tak bisa menyembunyikan lagi rasa bahagianya. Bisa melihat wajah istrinya itu.Yang sudah lepas dari maut yang hampir merenggut nyawanya.
" Walaikum salam ...abang " kata Maya yang terlihat berkaca kaca melihat wajah tampan suaminya itu.
" May rindu abang " kata Maya terisak. Menatap wajah Ryan yang masih memar.
" Sabar ya abang akan jemput May nanti ketika sudah dapat tempat berobat " kata Ryan yang juga rindu pada istrinya itu.
" Maya kesana ya bang " rengek Maya.
" Iya pasti May kesini tapi, tapi May harus sabar tunggu Didi dan Alex kembali ya Sayang . " kata Ryan menatap wajah sembab Maya yang terlihat jelas dari layar ponsel . Yang membuat Ryan tak tega pada istri belahan jiwanya itu.
Sedangkan Ima dan Kim terdiam mendengar obrolan Ryan. Ima hanya melirik sekilas pada Kim kakak kelasnya yang sangat ia kagumi sejak sekolah dulu.
Begitu juga Kim hanya bisa diam. karna tak mungkin banyak bicara karna ada majikan dan atasannya.Yang membuatnya belum bisa banyak bertanya pada Ima. padahal hatinya luar biasa senang. Bisa bertemu lagi dengan gadis itu. Gadis yang slama ini slalu ada dalam hatinya.Namun ia harus memendamnya untuk sementara.
.............................
Ketika Didi datang .Alex pun mengajak ima pergi .Untuk menemui Sensei atau tabib yang dimaksud. dokter Lastri. Yaitu seorang tabib di desa terpencil .Yang tak jauh dari sebuah villa. dan rumah tabib itu.
Sedang Kim menunggu tuan mudanya. Walau dikursi roda tapi Kim masih lincah. Beda dengan Ryan yang memang kakinya terbentur beton malam itu.
" Maaf kan kami tuan muda, karna sudah membuat tuan begini " kata Kim yang merasa bersalah. pada tuannya itu.
__ADS_1
" Aku tak menyalah kan kalian Kim, ini takdirku. Aku yang tak mendengar keinginan nona muda mu . Padahal apa yang ia rasakan itu pasti akan terjadi. Bahkan dua hari sebelum berangkat dia sudah bermimpi buruk.ia mengatakan ada orang yang akan mencelakai ku. tapi aku hanya mengangap nya angin lalu " Kata Ryan lirih menyesal atas apa yang terjadi. Tapi sesal sudah tak berarti.Karna dia juga tak ingin perusahaan nya kalah bersaing.
" Tapi tuan muda anda cukup brani mengambil keputusan ini. Bagaimana pun perusahan tetap akan berjalan dan proyek sudah dalam genggaman. Asal orang yang berniat jahat tidak tahu kalo tuan selamat kita bisa menyelidikinya." kata. Kim.
" Iya Kim kamu benar, itulah yang ku harapkan pada Lim " kata Ryan .Karna iya ingin perusahan terlihat berjalan seperti biasanya.
" Tuan apa nona Maya akan datang kesini lalu bagaimana kalo ada orang lain yang mengikutinya " kata Kim.
" Dia akan kesini setelah Alex dan Didi tampil di publik Kim. Agar bisa mengalihkan perhatian. .Dan saat itu ia bisa keluar lewat pintu belakang hotel " kata Ryan.
" Tuan benar , mudahan nona Maya tak bersedih melihat keadaan tuan begini " kata Kim.
Ryan pun terdian.Apa yang Kim kata kan itu benar. Bagaimana reaksi Maya tahu bahwa ia lumpuh dan tak bisa berjalan lagi. Itu membuat Ryan merasa sedih dan kecewa pada dirinya.
Sedangkan Alex dan Didi sudah sampai di sebuah rumah sederhana yang ditunjuk Ima.
" Ini rumahnya tuan " kata Ima yang lalu naik Ke teras rumah dan mengetuk pintu.
"Ya , mudahan saja orangnya ada " kata Didi.
Kret ........bunyi pintu kayu itu.
" Ima ...mada apa " kata pria itu menatap Ima dan menoleh pada Alex dan Juga Didi.
" Maaf koh, boleh kami bicara sebentar " kata Ima. pada pria itu.Yang tak lain adalah koh Alung tabib yang dimaksud.
" Oh kalo begitu silahkan masuk " kata koh Alung sopan.
" Terimakasih koh " kata Ima .Seraya memberi kode pada Alex dan Didi.
Lalu ketiganya pun masuk dan duduk di karpet kecil ditengah ruangan yang tak terlalu besar.Karna rumahnya memang hanya dua kamar uk 3 x 3 meter .
" Maaf koh ganggu , begini mereka ini sedang mencari tabib untuk temannya yang lumpuh jatuh dari motor yang kena beton hingga tak bisa berjalan. Bisa kah koh Alung membantunya untuk mengobati nya " kata Ima pelan dan sopan.
Koh Alung pun terdiam sesaat memandang Ima dan Alex juga Didi. Lalu koh Alung pun bicara setelah berpikir.
__ADS_1
" Maaf sebelum saya memang seorang tabib tapi hanya punya obat yang terbatas dan juga bukan tabib profesional yang langsung bisa menyembuhkan. Karna harus bertahap dan juga telaten dan juga saya tak punya alat lengkap karna keterbatasan " lata koh Alung jujur seadanya.
" Tak masalah koh , kami bisa membantu membelikan obat dan alat buat koh Alung asal teman kami bisa sembuh dan berjalan lagi. Karna menurut dokter Lastri anda bisa menyembuhkan orang yang lumpuh " kata Alex.
" Itu cukup lama tuan prosesnya, dan harus sabar " kata Koh Alung.
" Kami bisa menunggu bagaimana koh ?" lata Didi.
" Iya koh ada dua teman kami yang sedang membutuhkan pertolongan tabib jadi kami bisa membawanya kesini kalo memang kokoh bersedia .Masalah biaya kami akan bayar berapapun itu " kata Didi lagi.
" Baiklah tapi saya tak mempunyai tempat tinggal yang layak disini" kata koh Alung.
" Koh bukannya kokoh bilang Villa yang diujung jalan sana kosong dan jarang ditempati..Apa bisa di sewa " tanya Ima seraya menatap koh Alung.
" Entah lah tapi memang bisa disewakan, tapi apa tuan berdua ingin menyewanya " tanya koh Alung menatap Alex dan Didi.
" Kalo villa itu memang disewa kan , kami bisa menyewanya untuk sementara waktu . Asal sang pemilik tak keberatan " kata Alex.
" Kalo itu memang niat kalian saya antar kalian menemui penjaga Villa. Biar ia bisa menghubungi sang pemilik " kata Koh Alung
" Baik lah kalo begitu kita langsung kesana saja koh, biar nanti malam kami sudah bisa membawa teman kami kesini." kata Alex antusias. Karna memang mereka juga harus memburu waktu . Mengingat di perusahaan sedang kosong. mereka tinggalkan.
" Baiklah ayo " kata Koh Alung yang lalu berdiri .Lalu masuk kedalam kamar mengambil sesuatu. Sedang kan Alex dan Didi juga Ima keluar menuju teras.
Mereka pun lalu menuju Villa yang berada diujung jalan.Villa yang cukup luas di kelilingi pagar beton yang kokoh.
" Pemiliknya sebenarnya sudah lama meninggal , tapi putri nya menikah dengan orang asing. jadi villa ini kosong " kata koh Alung menjelaskan ketika mereka turun dari mobil.
Tak lama kemudian seorang pria paruh baya penjaga Villa mempersilahkan keempatnya untuk duduk. Setelah basa basi Alex pun langsung mengutarakan niat mereka untuk menyewa villa itu Untuk ditinggali sementara berobat pada koh Alung.
Dan penjaga villa pun langsung menghubungi pemilik villa. Yang langsung bicara pada Alex untuk masalah harga. Karna fasiltas villa tersebut sudah lengkap.Jadi mereka hanya tinggal menempati saja.
Kim lagi bahagia bisa ketemu Delima
__ADS_1