Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 157 Perbedaan Prinsip Hidup.


__ADS_3

Pagi ini Mey sudah terlihat cantik dan rapi. Sedang Frans hanya diam saja melihat istrinya itu yang entah ingin pergi kemana.


" Aku mau keluar hari ini " kata Mey seraya mengambil roti lapis selai.


" Terserah kau saja,bukan kah kau selama ini slalu begitu. Tak pernah menghargai ku sebagai suami " kata Frans yang sibuk mengiris rotinya. yang sudah disiapkan pelayan sedari pagi.


" Bukan kah kau memberiku kebebasan kenapa masih protes " kata Mey cuek.


" Ya, tapi kau juga harus tahu kewajiban mu mengurus suamimu ini .Apa pernah sedikit saja kau mencoba untuk mengerti " kata Frans menatap Mey.


" Kau terlalu menekan ku Gee. aku sudah menurutimu untuk berhenti bekerja lalu kau mau apa lagi " kata Mey balik menatap.


" kita suami istri , jadi kewajiban mu memberikan aku keturunan . Kapan itu ?" kata Frans yang membuat mata Mey terbelalak.


" Gee..... apa itu harus " kata Mey terkejut.


" Ya karna itu aku menikahi mu bukan hanya untuk bersenang senang." kata Frans.


Mey memang terlalu takut untuk hamil karna ia takut bentuk tubuhnya rusak karna akibat perut akan membuncit. Namun bagi Frans menikah untuk meneruskan keturunan. Ia sudah lelah harus menahan diri dan mengalah pada istrinya itu. Apalagi ia sudah menikah 5 tahun lebih. Sedangkan Ryan bisa membuat istrinya hamil lagi sebelum setahun melahirkan.


" Tapi Frans aku ini seorang model , kenapa kau tak cari rahim saja untuk dibayar " kata Mey.


" Apa kau ingin menawarkan ku tidur dengan perempuan lain itu maksudmu." tanya Frans.


" Bukan itu maksudku , kita hanya menyewa rahimnya untuk anak kita saja " kara Mey yang lalu bangkit dari kursi nya setelah menghabiskan semua sarapannya.


Frans hanya diam " enak saja kau pikir aku akan membuang buang uang untuk hal tidak penting " kata Frans lalu beranjak dari kursinya. Dan mengikuti Mey masuk kedalam kamar. Lalu mengunci pintu dan mengambil kuncinya dan memasukannya kedalam kantong celananya.


"Gee apa yang kau lakukan, bukannya kau ingin kekantor " kata Mey yang terkejut ketika suaminya itu memeluknya.


" Aku hanya ingin memeluk mu " kata Frans yang lalu mengecup bibir istrinya itu. Frans pun tak menyia yia kan kesempatan itu. Ketika Mey membalasnya. Karna dia harus bertekad membuat Mey hamil .


Karna Papi dan mami sudah mengancamnya bila dalam setahun Mey tidak kunjung hamil makan Frans akan di suruh untuk menikah lagi. Dan menyuruh Frans membuang Mey. Sebenarnya Frans sangat menyayangi istrinya itu . Namun Mey tidak pernah menghargainya. Karna bagi Mey Frans hanya sebagai tambang uangnya saja . Tapi Frans sangat berharap Mey bisa berubah dan bisa mencintai nya dengan apa adanya. Seperti Ryan dan Maya.


Pagi itu Frans sengaja membuat Mey terkapar beberapa kali. Kini ia benar benar tak ingin kehilangan Mey. Kakaknya sengaja tak mau menyuntikkan dana karna tak ingin Mey hanya memanfaatkan Frans saja.seperti kedua orangtua Mey.

__ADS_1


" Gee sudah , aku lelah, apa kau tak.kekantor " kata Mey ketika pelepasan yang ketiga kalinya.


" Hari ini aku ingin libur dan menikmati hariku denganmu " kara Frans yang berbaring menatap langit langit kamar.


" Baiklah aku akan menemani, tap besok boleh aku shoping " kata Mey menatap suaminya itu.


" Aku akan mentransfernya besok. Jadi hari ini kau khusus melayani ku saja. " kata Frans yang kembali naik keatas tubuh May.


" Mey pun hanya diam.tak bisa berbuat apa apa. Karna bagaimana pun ia harus bisa melayani suaminya itu untuk mengeruk uangnya.


......................................


Sedang apa ?" tanya Ryan ketika Maya sedang merapikan baju baju bayi yang sudah siap ia letakan di dalam keranjang.


" Abang ....May hanya merapikan baju baju bayi buat persiapan melahirkan agar tak repot mencarinya " kata Maya.


" Kenapa ngak menyuruh bi Marni saja " kata Ryan yang lalu ikut duduk disebelah Maya.


" Bang May tahu, abang bisa membayar orang untuk sebuah pekerjaan.Trimakasih sudah memanjakan May. Tapi May juga harus sering bergerak dan aktif . May ngak ingin malas tampa kegiatan Ini hanya pekerjaan ringan bang. Maya bisa melakukannya sendiri " kata May tersenyum menatap suaminya itu.


" Kau ini slalu punya sejuta alasan ya buat membantah abang , baiklah istri abang ini memang rajin, cantik baik dan penyayang tapi ingat jangan terlalu lelah " kata Ryan yang lalu merangkul Maya dan mencium pipinya.


" Itu pasti, bagi abang kau dan anak anak abang lebih berharga dari harta abang " kata Ryan .Yang menangkup kedua pipi Maya lalu menciumnya.


Ryan sangat mencintai Maya. Dan ia akan berusaha membahagiakan kan istrinya itu. Dengan segala cara. Apalagi Maya adalah wanita yang sangat baik yang pernah ia kenal dari sekian banyak wanita yang ia temui di dunia ini.


" May mencintai abang " kata Maya yang tahu suaminya itu tak pernah mau jauh darinya. begitu juga dengan Maya


" Abang juga. sangat mencintai mu dan juga anak anak kita " kata Ryan memeluk Maya erat.


Keduanya pun saling berpelukan.Cinta sejatinya adalah orang yang bisa saling menerima kekurangan masing masing dan saling menjaga dan menghargai. Tanpa syarat dan perhitungan juga untuk saling memanfaatkan. Bukan hanya untuk mengeruk keuntungan tapi juga saling mendukung satu sama lain. Agar bisa mewujudkan impian dan mempunyai keluarga yang bahagia.


Maya memeluk suaminya itu entah berapa lama keduanya itu berpelukan sampai Maya merasakan.


" Auw .....Akh....." cicit Maya.

__ADS_1


" Kenapa sayang ?" tanya Ryan panik


" Sepertinya Maya kontraksi bang " kata Maya yang merasakan perutnya mulas.


" Bi.......bi Marni !!!" teriak Ryan yang memanggil bi Marni yang mengejutkan semua orang yang berada di ruang tengah.


Bi Marni pun tergopoh gopoh menghampiri tuannya itu.


" Ada apa tuan, non " tanya bi Marni yang kaget.


" Maya ingin melahirkan bi " kata Ryan yang tampa sadar lalu mengedong Maya keatas ranjang.


" Ada apa " kata Kim yang juga datang kamar tuan mudanya


" Nak Kim, nona mau melahirkan, panggil kan bidan Lina atau dokter Lastri " kata bi Marni.


" Baiklah " kata Kim yang bergegas pergi. Sedang kan Ryan mengusap keringat Maya yang menahan perutnya yang mulas


" Bang mulas lagi " kata Maya.


" Tunggu ya non, tuan muda bisakah tuan mengangkat non Maya sebentar. Bibi mau memasang karpetnya agar darahnya tak mengenai sprei " kata bi Marni.


" Baiklah " kata Ryan. lalu mengangkat tubuh Maya sedikit.


Maya pun merasakan perutnya yang semakin mulas.Bahkan semakin terasa. Sedang Ibunya baru saja pulang bersama Aska dan Nia dari tempat koh Alung.


" May apa sudah kerasa " kata Bu Risma ikut panik.


" Sedikit bu, mungkin malam ini lahir " kata Maya yang melihat jam baru jam 5 sore.


" Ya sudah tenang ya, biar ibu siapkan air hangat.apa sudah ada yang memanggil dokter?" tanya ibu.


" Sudah bu, tadi Kim yang memanggil dokter " jawab Ryan yang duduk disamping Maya.


" Ya sudah kita tinggu saja pembukaannya. " Kata ibu tenang.

__ADS_1


Yang memang sudah waktunya Maya melahirkan. Dan Maya ingin melahirkan normal seperti yang pertama.


.


__ADS_2