Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 139 Resah.


__ADS_3

Ryan berusaha menenangkan Maya. Agar istrinya itu tidak panik. Lalu memeluknya erat dan mencium kening Maya berkali kali.


' Kita sholat dulu yuk, ini sudah magrib " bujuk Ryan pada Maya yang engan melepaskan pelukan suaminya itu.


" Abang ngak kemana mana kok " kata Ryan sambil menatap wajah cantik istrinya itu.


" Abang ngak pergi kan, jangan pergi temani Maya aja dirumah ya bang " pinta Maya yang masih memeluk tubuh Ryan dan masih belum mau di tinggal.


" Iya kita sholat dulu ya, ntar waktunya habis " kata Ryan. Mencoba mengalihkan Maya.


" Ya bang " kata Maya yang lalu melepaskan pelukannya dan mengandeng suaminya itu kekamar mandi.


Usai berwudhu keduanya pun sholat berjamaah. Lalu ketika sehabis salam. Ryan kembali mencium kening Maya dengan sangat lama.


" Abang sayang Maya. percaya kan sama Allah .Mati, rezeki , maut,jodoh semuanya sudah ditakdirkan. Namun kita juga tak bisa menghindar dimana pun kalo itu sudah terjadi


Maka akan terjadi kita hanya cukup bertawakal " kata Ryan menatap lekat wajah istrinya itu.


" Tapi bang........" kata Maya


" Dengar Allah pasti melindungi orang yang baik.itukan yang slalu Maya kata kan sama abang" kata Ryan.


" Iya bang ,nah sekarang Maya harus berdoa buat abang biar abang slalu baik baik saja. Doa istri yang baik dan sholehah juga tulus pasti diijabah Allah " kata Ryan. Yang lalu memeluk tubuh Maya. Dan mencium lagi pucuk rambut Maya.


" Ya bang , Maya sayang abang " kata Maya.


" Ya abang juga " kata Ryan tersenyum


Setelah itu keduanya pun keluar kamar untuk makan malam.


" Panggil ibu dan Bima sayang, biar kita makan bareng . Abang mau ketemu Didi sebentar " kata Ryan.


" Ya bang " kata Maya yang sedikit tenang.


Entah mengapa hatinya begitu resah Setelah tadi sore bermimpi buruk.Namun Maya pun lalu berpikir positif menepis pikiran buruknya. Sambil menuju kamar ibunya.


...............................


" Di kita berangkatnya agak malam saja. Karna harus menunggu nona muda mu tidur .Dia sedang rewel jadi persiapkan saja semua nya " kata Ryan.


Sebenarnya bisa saja Ryan tak berangkat Namun karna harus ada yang ditandatangani ia harus turun tangan dan langsung mengecek langsung sendiri. lokasi dan tempatnya.


" Ya bos, saya sudah persiapkan. nanti saya akan menemui Kim " kata Didi.


" Ya kau temui dia suruh pasang GPS juga alat pelacak untuk keamanan bila ada apa apa " kata Ryan.

__ADS_1


" Baik tuan muda " kata Didi.


Walaupun Ryan terlihat tenang namun hatinya cukup resah. Karna dia tahu firasat istrinya itu tak mungkin ia abaikan begitu saja .Ryan bukan tak percaya Namun proyek bernilai trilyunan itu sangat rawan bila Didi sendiri yang menangani. Karna mereka pikir bisa membodohi Didi. Walau Didi cukup lama bekerja dengan Ryan .Tapi banyak orang yang masih meragukan Didi. Sebab itu lah ia harus berangkat .Untuk kelangsungan perusahaannya.


...................................


" Kim tuan minta kau pasang Gps dan pelacak kalo ada apa apa terjadi dijalan. " kata Didi pada Kim.


" Apa kita berangkat selepas Isya bang" kata Kim bertanya.


"Tidak, tadi tuan muda bilang agak malam menunggu nona muda tidur, karna lagi rewel " Kata Didi.


" Hah kok bisa tadi kelihatannya nona muda biasa saja pas ketemu didapur " kata Kim heran.


" Nona Maya ngak mau , tuan muda pergi " jadi harus mengalihkan perhatiannya dulu baru berangkat " kata Didi.


Deg.....


" Nona Maya melarang tuan muda pergi ?" tanya Kim serius menatap Didi.


"Iya , kenapa kau menatapku begitu kim ?" tanya Didi heran


" Tidak cuma ......


Kim terdiam sesaat ia mengingat kejadian dulu yang menimpa chow ketika masih di Taiwan. Dan saat itu nona mudanya juga rewel. dan melarang tuan muda nya itu pergi.


" Apa ngak bisa ditunda bang kepergiannya, karna Malam cukup lengang. Bagaimana besok pagi saja? " kata Kim bertanya.


" Ya kau tanya bos saja Kim, atau nanti kalo kamu lelah kita bisa menginap di hotel separuh perjalanan . Dan gantian menyetir " Kata Didi.


" Ya bang nanti coba kutanyakan." kata Kim yang cukup khawatir. Karna firasat seorang wanita itu sangat tajam. Apapun alasannya pasti ada yang sesuatu yang akan terjadi.


" Ya sudah aku siap siap dulu ya, Sekalian bawa Istri biar ginap disini " kata Didi.


" Iya bang " kata Kim.


Lalu Didi pun meninggalkan kamar Kim. Sedang Kim terdiam sesaat memikirkan untuk bisa merayu bosnya itu untuk menundanya pergi .


Lalu kim meraba kantong belakangnya untuk meraih dompet di sakunya.Dan lalu membukanya.


" Ya Allah kalo memang takdir ku berumur pendek. Tolong pertemukan aku sekali saja dengan orang yang kucintai sebelum menutup mata " kata Kim. Menatap nanar foto jadul dengan wanita yang ia kasihi.


Lalu setelah itu. menutup dompetnya lagi .Dan menuju keluar kamar untuk mengecek semua kelengkapan mobil yamg akan dibawanya


...........................

__ADS_1


Setelah selesai makan malam. Merekapun sholat berjamaah bersama di ruang tengah. Dan tak lupa Ryan minta restu sang mertua juga istrinya. Untuk mengurus pekerjaan Dan Ryan tak mengatakan ia akan pergi. Karna takut istrinya itu khawatir .


" Bu bila ada apa apa dengan Ryan tolong titip jaga Maya untuk Ryan ya bu " kata Ryan pada bu Risma .ketika Maya mengantar Aska kekamarnya. Dan Ryan bilang mau keruang kerja.Namun sebelum keruang kerja ia menyempatkan diri bicara dengan mertuanya.


" Iya nak itu pasti " kata ibu tersenyum.


" Trimakasih bu, Ryan percaya Maya akan kuat dan sabar. Bila ada musibah " kata Ryan datar.


" Ya nak, apa nak Ryan mau pergi ?" tanya bu Risma.


" Iya bu menunggu Maya tidur dulu , karna saya harus turun sendiri langsung melihat proyek. Karna Didi tak boleh mewakili. Dan Maya tadi sedikit rewel tak Ingin saya pergi " kata Ryan.


" Ya sudah hati hati dijalan nak, Nak Ryan harus tahu sendiri orang hamil itu sensitif dan sangat manja. Pastinya dia rewel dan banyak tingkah " kata bu Risma


" Iya bu , Ya sudah Ryan keruang kerja dulu bu" kata Ryan pamit


" Ya nak Ryan " kata bu Risma. Yang memandang menantunya itu.


Ryan pun melangkah menuju ruang kerjanya .Untuk menyiapkan berkas berkas untuk nanti malam agar tak ketinggalan.


Walau perasaannya tenang. Namun tak bisa ia abaikan begitu saja. Tentang firasat Maya padanya.Namun Ryan harus tetap berangkat Dan berharap tak terjadi apa apa.


Setelah semuanya selesai. Ryan pun kembali kekamar. Di kamar Maya sedang duduk membaca buku dongeng. Sambil menunggu suaminya masuk.


" Aska sudah tidur sayang " kata Ryan bertanya.


" Sudah bang, ayo tidur " kata Maya.Ketika Ryan naik keatas tempat tidur.


" Iya sini biar abang peluk, Bila ada sesuatu terjadi pada abang . Bisa kah istri abang yang cantik ini menjaga buah cinta kita dengan baik.?" kata Ryan pada Maya.


" Insyaallah bang May janji , tapi May mau kita jaga sama sama ya bang " kata Maya yang menatap wajah suaminya lekat.


" Berjanjilah untuk kuat dan sabar ya, Karna abang tahu istri abang ini wanita yang mandiri dan hebat juga pintar " kata Ryan sambil mencium pipi Maya.


" He...he...he....geli bang " kata Maya . Seraya menahan mulut Ryan untuk tidak menciuminya.


" Mpt.......mpt....kenapa abang kangen " kata Ryan tersenyum.


" Besok pagi aja " kata Maya cemberut.


" Sekarang , abang ngak kuat " kata Ryan terkekeh lalu mulai mencium bibir mungil Maya. Akhirnya Maya pun mengalah..Ryan sengaja melakukannya agar istrinya itu cepat tertidur. Karna pasti lelah sehabis bercinta.



foto Kim dan Delima waktu SMA.

__ADS_1


Jangan lupa beri like dan vote ya guys .Trimakasih sudah mampir karya ku yang belum sempurna dan sebagus yang lain.


Salam...........dari author.....


__ADS_2