
Setelah mengambil keputusan bersama
Ryan dan Maya pun sependapat. Ryan pun bicara dengan Didi dan juga Alex. Ryan menceritakan tentang kesepakatannya dengan Maya untuk bisa mengirim anak anaknya sekolah keluar negri .Bersama anak anak asistennya.
" Jadi aku ingin nanti kelvin membantu Rey Lex dan Via membantu Queen .Jadi persiapan anak-anak kalian " kata Ryan ketika mereka makan siang di kantor.
" Lalu bagaimana dengan Aska " tanya Didi.
" Dia akan dibantu Leo dan Leon..dan Leo juga bisa mengawasi asisten yang lainnya. Karna Tan akan dikawal putra steve. " kata Ryan yang sudah membagi para asisten putra dan putrinya. Karna Ryan mempercayai mereka. Seperti saudaranya sendiri.
" Tapi akan berat bagi Leo bila mengawasi para asisten tuan, kenapa tidak leon yang lebih muda . mengingat Leo dan Aska terpaut 4 tahun " kat Alex yang tahu putra Lim itu keduanya sangat pintar.
" Kita lihat saja nanti biar Aska yang memutuskannya. Kalo tidak Leo akan aku tarik untuk mengawal Queen " kata Ryan.
" Hahaha.......jangan bilang Bos , melakukan perjodohan untuk Queen " Kata Alex menyindir
" Aku tak berpikir kesana tapi tak masalah bila Queen menyukainya itu tak buruk .Bila perlu Via juga bisa dijodohkan " kata Ryan
" Ish tuan muda saya tak pernah berpikir begitu. Aku takut perjodohan nya tak akan cocok .Jadi biar kan saja mereka memilih jodohnya . " kata Didi . Yang pernah berharap putrinya itu berjodoh dengan Rey bukan Leo.
" Ya itu bagus , karna ketika dewasa aku ingin menikmati bulan madu kedua ku " kata Ryan santai.
Didi dan Alex pun saling pandang. Karna tahu bosnya itu punya segalanya Dan pastinya wajar wajar saja kalo ingin berkeliling dunia dengan istrinya untuk bersenang senang.
Ketiganya pun lalu makan dengan Lahap .
Menikmati waktu istirahat setelah mengerjakan berkas. Yang bertumpuk
.Setelah meeting tadi pagi .Untuk proyek baru. Dan ngobrol apa adanya tentang pekerjaan kantor.
Sedang Maya dan Desi juga Vani sedang asyik shoping. Setelah mengantar anak anak mereka ke sekolah paud. Mereka langsung ke mall untuk belanja.
" Wah ini bagus " kata Maya melihat sebuah gaun cantik.
" Iya mau kamu ambil May ? kalo ngak aku yang ambil " kata Desi . Yang tak sengaja menyenggol tubuh seseorang
" Eh lihat lihat dong ,tuh tangan jangan main senggol aja " kata seorang wanita. Yang tak lain.adalah Cindy.
" Cindy ....." kata Maya yang melihat Cindy rada kurusan.
__ADS_1
" Maya, wah kukira istri seorang presdir belanjanya di butik Kenapa di mall " sindir Cindy pada Maya
" Tak masalah , ngak wajib harus belanja di butik .Karna aku suka dimana pun aku mau " jawab Maya santai.
" Iya lagian apa urusannya sama lho " kata Desi membuat Cindy tersenyum masam.
" Alah paling paling lho teman nya yang hanya pengen manfaatkan Maya kan " kata Cindy ketus pada Desi.
" Suka suka gue lah, lho ngiri ngak bisa berteman sama orang tajir. Toh Maya nya aja santai kenapa lho yang sewot. Lagian Maya nya aja iklas kok belanja buat gue .Jadi masalah buat lho " jawab Desi menohok
Yang membuat Cindy terdiam. Karna apa yang dikatakan Desi sepenuhnya benar. Maya aja tak keberatan.Kenapa Cindy yang protes.
" May ini jadi diambil ngak " tanya Desi.Yang menunjuk sebuah gaun
" Jadi Des, buat dirumah " kata Maya lalu mengambil dan menaruhnya di kantong barang belanjaan.
Maya dan Desi pun menjauh. Sedangkan Cindy hanya menatapnya penuh rasa iri. kini Maya terlihat makin cantik dan berisi. Karna sekarang Maya bisa bersantai merawat diri.
Sedangkan Cindy harus bekerja keras. Sebab sampai kini Jimmy belum sembuh .Dan perusahaanya bangkrut . Karna utang yang tak bisa dibayar. Dan Jimmy juga kini hidup pas pasan. Setelah keluar dari rumah sakit dalam keadaan lumpuh. Akibat Karmanya dulu ketika mencelakai Ryan.
" Dia makin kaya saja, pastinya sangat sombong "'kata Cindy merenggut.
" Iya Van, ngak usah dibahas sudah kadaluarsa " kata Desi.Mengingatkan Vani.
" Iya sih tapi sekarang rada kurusan ngak kaya dulu gaya selangit .Apalagi jadi model " kata Vani
" Biasa sudah ngak laku , lagian sudah bekas dan sudah tua. Jelas pengusaha muda cari yang semok lah " kata Desi.
" Iya lah mending kita ya Des, punya suami ngak perlu jual badan demi gaya hidup . Tenang tampa resiko kena penyakit " bisik Vani.
" Yoi ......pake sana sini. Dan bosan di pake buang.Dan ngak punya suami lagi. Kita masih bersyukur hidup layak dan bisa bersenang senang " kata Desi..Yang dulu mengingatkan mereka berjuang untuk bisa sukses. Dan kini tinggal menikmati hidup bahagia. Karna ketularan Maya yang punya suami tajir.
"'Kalian udahan, kalo sudah yuk cari makan , gue mau makan yang di stand pojok. Tempat kita jaman baheula " kata Maya.Mengingat kan cerita mereka sewaktu masa kuliah dulu
" Iya May gue mau, yuk Des kita ke sana mumpung bebas tak ada para pengganggu" kata Vani . Yang punya dua anak. Sama seperti Desi.
" Iya lah , yuk gue juga lapar " kata Desi. Yang lalu membawa belanjaannya.
Ketiganya pun menuju sebuah restoran cepat saji.Di mana dulu mereka sering nongkrong ditempat itu.
__ADS_1
" Masih sama May ngak berubah " kata Vani.
" Iya lah padahal sudah 6 tahun berlalu " kata Vani yang langsung duduk. Dan mengambil buku menu untuk memilih makanan.
" Hei kamu Vani kan sama Maya "kata seseorang yang mengejutkan ketiganya. Yang hendak duduk di kursi.
" Bram.... Toni " kata Vani yang cukup terkejut melihat kehadiran kedua temannya .Satu jurusan ketika di kampus dulu.
" Dan kamu Desi jurusan desain kan " kata Bram .Yang juga mengenali Desi.
" Iya dia Desi, Lama ngak ketemu gimana kabarnya " kata Vani basa basi.
" Kami baik , kalian kerja dimana . Kudengar kalian kerja diperusahaan besar. Pantas sekarang kalian terlihat tambah cantik aja " kata Bram yang melirik Maya. Yang dulu kucel dan hitam. dan sekarang terlihat tambah cantik.dan putih.
" Iya lah kan sudah kerja . pintar cari duit pastinya pintar juga perawatan " kata Toni menyindir .
Maya hanya tersenyum. Sedangkan Desi memperhatikan Toni dan Bram. Dulu dia sempat dekat dengan Bram tapi sayang Bram tak menanggapinya.Tapi sekarang ia sudah punya Alex yang lebih keren.
" Iya lah ngomong ngomong kok ngak bawa istri atau gebetan " tanya Vani .
" Kita baru aja pulang dari kantor trus pulang dan cari makan " kata Toni yang terlihat santai.
" Oh ya kerja dimana , kok sudah pulang jam segini baru jam 2 " kata Desi.
" Di Perusahaan xxx yang ngak jauh dari sini "Kata Bram.
" Oh perusahaan property ya .lumayan tuh cukup besar dong gajinya " kata Desi.
" Yah lumayan lah buat kaum jomlo kaya kita " jawab Toni yang melirik Maya yang sedari tadi diam.
" Bukannya kalian juga kerja di perusahaan besar May, dulu aku sempat ketemu gebetan Maya siapa tuh kak Bayu. Sekarang dia masih jomlo jadi pengacara hebat " kata Bram .seraya melihat Maya.
Deg.....
" Oh ya gimana kabar nya dia " kata Maya .Yang akhirnya ikut bicara. Sambil menyesap jus yang datang ke meja mereka.
Sedangkan Toni dan Bram baru memesan. Yang ikut bergabung kemeja ketiga ibu muda itu. Yang masih belum tahu kalo ketiganya sudah punya buntut. Mengingat umur mereka juga masih 26 - 27 tahun. Dan tak beda dengan Bram dan juga Toni.Yang mencari perhatian ketiga wanita di depannya.
.
__ADS_1