Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 213 Nikah Darurat


__ADS_3

Salman meninggalkan ruang rawat sang abi. Menuju parkiran rumah sakit..Dan masuk kedalamnya. Tangannya terkepal ketika memegang stir mobil .


" Akh.......sialan pria bajingan " umpat Salman marah. Karna tak terima dengan apa yang terjadi pada sang adik.Salman sangat tahu karakter adiknya. Tak mungkin adiknya itu melakukan hal serendah itu.


Lalu Salman pun membawa mobil pergi keluar dari halaman rumah sakit menuju kostan Nur.


.....................................


Sedang kan Bima bersiap siap pulang ke kostan nya. Hari ini ia akan menemui Nur di kostan nya. Karna ia ingin bicara dari hati kehati. Karna kemaren ia masih belum sempat bicara banyak pada gadis itu.


Bima diantar Jeff pulang ke kostan nya. Setelah mobil yang dibawa Jeff pergi . Bima bergegas menemui Andra.


" Assalamualaikum " kata Bima yang membuka pintu kamar Andra.


" Walaikumsalam bro lho sudah pulang " tanya Andra.


" Oleh olehnya mana ?" tanya Amin yang muncul langsung merangkul Bima.


" Di kamar tapi itu urusan belakangan .Dra tolong antar aku ke kostan Nur . Kamu tahu kan dimana kostan nya " tanya Bima menatap Andra lekat.


" Sekarang nih ?" tanya Andra.


" Iya sekarang aku khawatir dengannya. " kata Bima.


" Aku ikut ya " kata Amin.


" Mana bisa . orang cuma muat berdua " kata Andra.


" Aku pinjam motor si Wandi di lagi tidur ngorok tuh dikamar ku " kata Amin.


" Terserah.... kita berangkat " kata Bima yang tak mau membuang waktu.


Lalu Bima dan Andra pun berboncengan dan Amin menyusul keduanya.


Sedangkan Salman baru saja sampai di kostan Nur. Dan kebetulan Nur hendak keluar dari kostan.Mencari makan siang karna Amel.juga pulang kerumah orang tuanya.


" Nur....." .panggil Salman. Yang membuat Nur menoleh .Ketika namanya dipanggil.


" Kak Salman." kata Nur kaget.


" Ikut kakak sekarang , kakak mau bicara dengan Nur " kata Salman dengan wajah datar.


" Iya kak " kata Nur yang lalu mendekati sang kakak. Dan mengikutinya masuk ke dalam mobil.


" Itu Nur Bim, dia dengan siapa ?" tanya Andra.

__ADS_1


" Ngak tahu, ayo kita ikuti " kata Bima yang lalu memutar balik motornya. Mengikuti mobil yang membawa Nur .


Mobil berhenti disebuah taman sepi yang tak jauh dari kostan Nur. Lalu Salman pun turun dan mengajak Nur kesebuah kursi di taman.


Sedang kan Bima yang menyusul .Mematikan mesin motornya di bawah pohon rindang.


Kring ......kring .....


Ponsel Andra pun berdering. Dan Andra segera mengangkatnya.


" Aku duluan ya dra mau ketemu Nur , lho tunggu di sini aja " kata Bima yang bergegas menghampiri Nur yang tadi dibawa seseorang.


............................


" Kata kan pada pada kakak Nur , bagaimana bisa kau hamil tampa disentuh. " kata Salman marah.


" Kau sudah membuat umi dan abi sakit, katakan pada kakak siapa pria yang menghamili mu " kata Salman sekali lagi.


Nur tetap.mengeleng . Lalu menangis. Karna takut kakaknya itu melaporkan Bima yang tak bersalah. Dan Nur tak bisa membayangkan semua itu.


" Jawab Nur siapa laki.laki itu " kata Salman penuh penekanan.


" Saya yang menghamilinya " kata seseorang yang tak lain adalah Bima .


" Bima ......" kata Nur kaget.


" Bima.....tidak.....itu bukan kamu " kata Nur merasa serba salah.


" Aku yang melakukannya Nur, aku yang akan bertangung jawab " kata Bima.


" Kau....... kurang ajar kau" kata Salman yang langsung emosi. Dan memberikan bogeman mentah kepada Bima.


Bug....bug ....bug ....


Bima tak melawan ia hanya membiarkan dirinya dihajar .


" Kak ....kak ..jangan kak " kata Nur histeris yang melihat Bima dihajar sang kakak.


" Jangan kak....cukup dia ngak bersalah...." isak Nur yang menghalangi Salman .Dan Salman tak perduli. karna kalap salman pun memukul Bima lagi.


" kak cukup kak.....kata Nur memohon.


Namun Nur malah didorong sang kakak. Hingga terduduk di rerumputan.


Andra fan Amin yang melihat itu pun langsung menghampiri Salman. Dan menarik tubuh tubuh Salman.

__ADS_1


" Cukup kak cukup.Kita bicara baik baik min bawa Bima kesana. Biar aku yang bicara" kata Andra. Yang menyuruh Amin membawa Bima Yang sudah babak belur.


":Siapa kau, Apa kau teman bajingan itu " kata Salman sinis .yang masih emosi.


" Kakak tenang dulu Ayo kita bicara. saya akan jelaskan semua duduk perkaranya.." kata Andra. Yang mendekati Salman.


Salman pun membuang nafas kasar. Sambil beristigfar karna tak bisa menahan emosinya.


Lalu duduk dikursi taman berdua dengan Andra.


Sedangkan Nur berlari ke mobil .Mengambil kotak p3k . Karna melihat Bima yang babak.belur. Dan berniat mengobati sambil menangis.


Andra pun menjelaskan semua tentang kejadian malam itu. Ulah Caca teman Nur Yang memang sengaja ingin menjebak Bima..Tapi salah sasaran. Dan Andra juga menjelaskan bahwa Bima ingin bertanggung jawab namun Nur menolaknya. Salman yang mendengarkan semuanya pun terdiam. Karna keduanya adalah korban.


" Jadi tolong pertimbangkan baik baik kak, Bima memang dari awal.sudah berusaha menyakinkan Nur. Tapi Nur tak mau. "


" Tapi itu terserah pada kakak . Dan kembali lagi pada Nur. Kurasa orang tua Bima dikampung pun pasti terkejut dengan semua kejadian ini Dan sampai hari ini Bima juga belum memberitahukan ibu dan kakaknya " kata Andra lagi.


" Tapi Nur hamil " kata Salman menatap Andra.


" Kalo begitu nikahkan saja dulu .Bukan kah kakak bisa jadi walinya . Dan lagi anak itu tidak berdosa." kata Andra yang bersikap dewasa.


Salman pun terdiam . Memejamkan matanya .Memikirkan apa yang dikatakan Andra . Menikah adalah jalan yang terbaik. Karna kalo menunggu pasti masalah tak akan selesai. Karna pastinya kehamilan Nur semakin hari semakin terlihat.


" Baik kita nikah kan mereka sekarang " kata Salman mengambil.keputusan. Karna tak mungkin Nur hamil tampa suami. Dan Lagi Bima juga siap untuk bertanggung jawab.


" Aku akan menghubungi temanku lebih dulu " kau bawa Bima untuk kesana " kata Salman Yang melihat Nur yang sedang merawat luka Bima.


Setelah bicara sorenya Salman menikahkan Nur dengan Bima.Sedangkan buku Nikah akan disusul besok lusa. Salman membayar penghulu dan temannya yang berkerja di KUA untuk mengurus semuanya.


Bima pun sempat mengambil uang di ATM untuk menjadi uang mahar. Lalu mereka menikah dengan cara yang sederhana . Yang saksinya hanya Andra, Amin dan dua teman Salman.


Nur hanya pasrah. Tak bicara apapun. Mata nya masih terlihat sembab. Namun ia menutupinya dengan banyak menunduk.


" Bagaimana sah....." tanya penghulu.


" Sah.....sah......barakallah " kata Salman yang langsung mendoakan sang adik. Kini ia sudah sedikit tenang. Nur sudah menikah walau abi dan umi nya tidak tahu. Tapi paling tidak Nur sudah ada yang menjaga nya.


Lalu Bima pun membacakan doa ke kepala ubun ubun nur dan mengecup keningnya..Dan memasang cincin pemberian sang ibu pada jari Nur yang kini sah menjadi istrinya.


Andra dan Amin pun ikut lega .Setelah tadi tegang melihat Bima dihajar habis habisan oleh Kak Salman .Kakak ipar Bima.


" Slamat ya Bim, bersabarlah ini jalan terbaik penghapus dosa " kata Andra. Ketika mereka hendak pulang.


" Trimakasih dra " kata Bima lesu.

__ADS_1


" Iklas Bim, setiap musibah pasti ada hikmahnya " kata Amin memeluk sahabatnya itu. Yang ia kenal baik ,santun dan pintar. Apalagi Bima adalah santri terbaik di pondok .Di mana mereka menuntut ilmu.


Sedangkan Nur sedang bicara dengan sang kakak.Tak jauh dari tempat Bima dan kedua temannya duduk. Lalu menangis diam dalam.pelukan Salman. Yang mengusap kepala Nur dengan kasih sayang.


__ADS_2