
Ketiga nya menoleh pada pria yang datang dan lalu menarik kursi didepan Ryan Alex dan Didi.
" Diaz " kata Ryan
" Apa kabar tuan Lee " sapa Diaz
" Baik bagaimana kabarmu lama tak bertemu " kata Ryan.
" Ya tuan Lee Saya baik baik saja " kata Diaz
" Hai Lex Di i apa kabar Sepertinya kalian masih setia bersama tuan Lee " kata Diaz
" Ya seperti yang kau lihat Kami baik baik saja.
" Ok kita langsung saya bagaimana bisa Gee bisa menjual sahamnya pada mu " kata Ryan menatap Diaz.
" Panjang ceritanya . Tapi ketika ia mengalami kecelakaan di Las Vegas . Ia memintaku untuk membelinya. Sebenarnya ia ingin menyerahkan perusahaan nya padamu tuan Lee Karna tak mampu mengelolanya. Dan akhirnya ia menjualnya pada ku. karna tak sempat Sebab ada orang yang mencelakainya Dia juga sempat koma selama dua bulan. Sekarang ia sudah kembali ke Taiwan bersama putrinya. " kata Diaz.
" Syukurlah lalu kenapa dia tidak menikah lagi " kata Ryan .
" Dia bilang tak ada biaya lagi. Putrinya saja hanya bergantung pada sang kakak. Tapi untunglah kini putrinya bisa kuliah dan dia menjadi dokter di Amerika " kata Diaz.
" Syukurlah lalu putrimu " kata Ryan yang
menatap Diaz.
" Dia sedang menyelesaikan S2 nya di New york " kata Diaz bangga.
" Bagus lah akhirnya kau bisa hidup bahagia juga Yas Apa kau masih terlibat dengan mafia " kata Didi.
" Tidak aku hanya meneruskan usaha jimmy dan Gee. " kata Diaz yang juga ingin hidup tenang dimasa tuanya. Karna ia menyesal membuat kesalahan
pada bosnya itu
" Bagus lah Kau pasti sudah bertemu Dengan Lim disana " kata Ryan.
" Iya tapi dia mengacuhkan ku " kata Diaz.
" Hahaha..... rupanya Lim masih belum percaya pada mu bro " kata Alex
" Ya maklum aku banyak memusuhinya " kata Diaz. tersenyum. Karna Lim memang sangat tahu sepak terjang Diaz. .
" Ya sudah kita selesai kan semuanya . Lupakan masa lalu " kata Ryan Yang lalu membicarakan urusan bisnis nya dengan
Diaz karna kini Diaz sudah banyak berubah .
******
__ADS_1
Di rumah utama Maya Desi dan Vani juga Ima lagi sibuk membuat persiapan untuk lamaran Via. Karna Keluargga Lim datang akhir bulan.
" Leo pasti sudah ngak sabar sampai bolak balik telpon Via " kata Vani
" Baguslah biar penasaran " kata Desi .
" Tapi Leon gimana jadinya apa jadi sama Dela " kata Vani
" Heh..... kok Dela sih Van. " kata Desi kaget.
" Ya Lim kan pengen kita jadi kerabat Des ngak masalah kan Zi juga sudah bahagia dengan Damar ya kan ma " kata Vani.
" Iya ngak papa. Kalo sama Dela kan jaraknya nggak jauh kak, kalo Zia kan kaya Maira dan Kelvin . Jadi aku takut perangai nya Zia yang manja bisa jadi boomerang . Kalo sama Damar kan Memang pembawaannya tenang Seperti Aska dan Ken " kata Ima
" Iya Des lagian Leon juga tampan kaya kakaknya . Cuma memang dia kaya Tan rada usil " kata Maya.
" Ya lihat nanti Dela biar selesai kan S2 dulu ngak buru buru kok. Yang penting mereka bisa saling menerima. Seperti Kelvin yang sabar menghadapi mantu manjaku itu " kata Desi
" Hahaha .... tapi masih untungkan dapat Maira " kata Vani mengoda. Karna dulu mereka berebut ingin jadi besan Maya eh malah Desi keduluan.
" Kalian ini ada ada saja Ngak dapat anak perempuan tuan Lee tetap mantu kan masa disuruh menjomblo " kata Maya
" Iya May tapi biar jadi tambah dekat . tadinya kupikir Vino sana Zia eh malah keduluan Damar " kata Vani.
" Namanya juga jodoh kak, kita ngak tahu kapan datangnya dan siapa orangnya " kata Ima
" Ais itu sih beda cerita Kak " kata Ima terkekeh .
Mereka berempat pun ngobrol sampai membungkus bingkisan dan ngak terasa semua sudah selesai. Karna memang semua harus di persiapkan jauh jauh hari Agar tak kelabakan kecuali makanan..
" Sudahkan besok tinggal punya Azzam " kata Maya.
" Hadeh ngak terasa ya kak Bima juga mau mantu " kata Ima.
" Iya ya sudah. Kita makan dulu ya biar sholat berjamaah " kata Maya.
" Ok ...": kata Desi dan Vani Yang sekarang sudah bisa bersantai karna anak anak mereka semua sudah tumbuh dewasa.
Lalu keempatnya pun makan siang bersama Sambil ngobrol menceritakan rencana hidup kedepannya .
Di negara lain Aska baru saja pulang dari kantor Mereka tinggal di apartemen Di sebelah Tian dan Queen. untuk sementara
Karna tadi pagi Azzam menyampai berita yang tak mengenakan .Dan Aska belum menceritakan apa pun pada mamah dan papahnya Karna Amina tak ingin mertua nya tahu. Yang membuat Amina tak enak hati. Apalagi menyangkut harga diri keluargganya.
" Sudah makan ?" tanya Aska yang melihat istrinya itu melamun
" Sudah bi " kata Amina
__ADS_1
" Tenang lah pasti mereka baik baik saja disana. " kata Aska mengusap pelan rambut Amina dan memeluknya erat .
" Aku hanya sedih takut ayahanda jantungnya kumat " kata Amina khawatir
" Nanti kau bisa telpon Asyam. mungkin dia sengaja menon aktifkan nya untuk meredam pertanyaan orang orang " kata Aska yang sudah bicara dengan Asyam.
" Ya bi " kata Amina yang memeluk pinggang Aska . Untungnya suaminya itu pria yang tenang dan baik. Mungkin kalo bukan Aska pasti perang dingin sudah terjadi sejak lama
" Apa abi tak malu bila keluargga mina
seperti itu " kata Amina .
" Hei .... jangan menangis Abi tak malu. Kenapa harus malu bukan Ayahanda dan ibunda yang salah. Jadi mina tak perlu khawatir " kata Aska
" Trimakasih bi, trimakasih masih tidak membenci mereka yang berbuat jahat pada mu " kata Amina terisak dalam dekapan Aska. Karna ia bersyukur suaminya itu tak membalas perbuatan paman pamannya Yang sudah berbuat jahat pada Aska .Dan Aska tetap tenang menghadapinya
" Biar Allah yang menghukum mereka Karna setiap orang yang menanam keburukan pasti kembali pada diri mereka sendiri Dan itu akan menjadi karma . Ya ada karma di dunia ini yang sudah Allah siap kan pada manusia. " kata Aska Yang menenangkan Amina .
" Ya bi " kata Amina lirih Yang lalu mendongak kan wajahnya pada suaminya
Ia bersyukur bisa bertemu dengan Aska tampa sengaja .Yang membuat mereka menikah.
Cup ......
" Abi sayang mina " kata Aska menangkup wajah cantik istrinya itu.
Dan kembali mengecupnya.
" Mina juga sayang abi " kata Amina memeluk suaminya itu .
Lama keduanya berpelukan Sampai Aska mengendong istrinya itu ke kamar
Dan memadu cinta untuk menenangkan istrinya yang kalut.
Sedangkan Queen baru saja pulang bersama Tian dari kantor dan mereka mampir kerumah sang mami Sania
" Tian ......" kata mami melihat putranya itu datang bersama Queen .
" Ya mi gimana kabar mami " kata Tian
tersenyum karna kemaren mereka belum sempat mengabari sang mami karna sibuk.
" Baik , bagaimana dengan kalian " kata mami Sania.
" Sangat baik mi, kami sekarang tinggal disini " kata Tian.
" Oh ya ya tuhan trimakasih " kata mami Sania senang lalu memeluk Tian dan Queen dengan mata berkaca kaca.
__ADS_1