Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 215 Nur Cemburu.


__ADS_3

Sudah seminggu Bima menikah Sepulang kuliah Bima dan Amin menyusuri perumahan . Untuk mencari kontrakan rumah untuk ia tinggali bersama Nur. Karna ngak mungkin ia mengabaikan Nur yang sudah menjadi tangung jawabnya. Karna sibuk mencari kontrakan ia lupa menghubungi Nur.


Lama keduanya berkeliling Setelah tadi sempat mengambil buku nikah di KUA. Bima langsung mengajak Amin mencari kontrakan. Kebetulan Makul terakhir kosong .Karna dosen berhalangan hadir.


" Huh ngak ada Bim, tapi coba kita tanya sama ibu ibu yang punya warung tuh..Siapa tahu tuh ibu ibu tahu ada rumah yang dikontrakan " kata Amin.


" Iya coba kita mendekat kesana " kata Bima.


Lalu Amin pun membawa motor mendekati warung. Karna memang Amin yang membawa motor .Ketika keduanya dari KUA .


" Assalamualaikum bu, mau tanya boleh bu " tanya Bima sopan.


" Iya ada apa de " kata si ibu pemilik warung makan itu.


" Kira kira disini ada rumah yang mau dikontrakan ngak bu " tanya Bima.


" Wah kalo itu ngak ada de, tapi coba itu rumah yang diujung .Kan yang punya rumah lagi tugas keluar kota masih bujangan. Mas. mas de . Dia bilang butuh orang yang mau menempati rumah itu .Selama ia bertugas. keluar kota. Coba tanya aja siapa tahu dikontrakan de. Atau disewakan Lagian tuh rumah komplit dan lumayan buat mas mas nya " kata ibu ibu pemilik warung.


" Iya bu trimakasih bu infomasinya." kata Bima


" Ya de , nanti kalo tinggal disitu bisa langganan makan tempat saya de, bisa catering juga " kata ibu ibu itu lagi.


" Ya bu trimakasih " kata Bima. Yang lalu bergegas menemui Amin .Dan menuju rumah yang ditunjuk ibu ibu pemilik warung nasi tadi.


keduanya pun mendekati rumah yang lumayan besar yang kira kira 45 x 50 m. Bima lalu turun dan memeriksa rumah tersebut. Dan tampa sengaja sang pemilik rumah baru saja pulang .


" Maaf Mas mau cari siapa " tanya seorang pria yang baru turun dari mobilnya.


Yang ia parkir didepan pagar depan rumah.


" Oh maaf mas , begini mas mau tanya rumah ini mau dikontrakan ngak ya ?" tanya Bima yang bingung harus berkata apa.


" Oh ade ini mau cari rumah kontrakan , ayo masuk dulu.....monggo " kata Pria itu . Yang lalu membuka pintu pagar dan mengajak Bima untuk ngobrol diteras.

__ADS_1


" Min ayo turun " kata Bima.


" Ya sebentar " kata Amin yang lalu memarkirkan motor.


"Begini mas saya kan mau bertugas keluar kota Selama 3 tahun. Rumah saya ini kosong. Saudara saya sudah punya rumah sendiri sendiri. Jadi rumah ini mau saya kontrakan tapi barang barangnya jangan dirusak. Karna saya butuh ada orang yang bisa merawat rumah ini " kata Pria itu bercerita.


" Boleh mas , Kebetulan saya butuh rumah untuk ditinggali bersama istri saya. Kami Kuliah di dekat sini mas. Karna memang butuh yang dekat kampus agar bisa pulang jalan kaki " kata Bima jujur.


" Ade ini sudah menikah. , Tapi masih kuliah ?" kata pria itu heran. Lalu menatap Bima dan Amin dengan penuh selidik.


" Iya mas , teman saya sudah menikah .kalo saya belum kami anak pondok pa, di larang pacaran. Tapi boleh menikah kalo mampu " kata Amin yang tak mau dicurigai.


Namun dengan cepat Bima mengeluarkan buku nikahnya dengan Nur agar .Pria itu percaya. Dan pria itu pun mengangguk mengerti. Untung tadi mereka baru pulang mengambil.buku nikah Bima.


" Ok kalo begitu ayo lihat lihat dulu. Biar saya bisa berangkat nanti malam " kata Pria itu.


" Lho trus bagaimana saya membayarnya kalo mas nya berangkat nanti malam" kata Bima bingung.


" Ya nanti malam saja. saya akan ke tempat ade kost dan memberikan kunci sekalian de Saya percaya dama ade . " kata Pria itu


Lama ketiganya ngobrol .Menjelang sore keduanya pulang. Dan tak lupa mampir ke warung makan. Pemilik warung ibu ibu yang memberikan informasi. Bima mengucapkan trimakasih. Pada ibu tersebut. Dan membeli nasi 4 bungkus untuk makan di kostan. Setelah itu keduanya pun pulang. Dan Bima sempat mampir ke ATM sebelum pulang ke kostan nya. Agar nanti Bima langsung membayar pemilik rumah kontrakan.


Sedang Nur lagi gelisah di kostan karna Bima tak menelponnya hari ini. Bahkan Nur juga tak bertemu suaminya itu di kampus.


" Ya Allah apa ia menghindari ku " bathin Nur yang merasa tak enak hati. Mengingat sang kakak sudang menghajar Bima.


" Nur..... cari makan yuk diluar " kata Amel yang nyelonong masuk kekamar Nur.


" Aku belum lapar mel ,masih kenyang " kata Nur .Yang belum memberi tahu Amel .Bahwa ia sudah menikah dengan Bima.


" Ya sudah nemenin aja deh ,aku lapar nih " kata Amel yang memang belum makan malam.


Nur pun beranjak dari atas ranjangnya. Dan menghela nafas.

__ADS_1


" Ya sudah ku temani , tapi jangan lama ya " kata Nur.


" Iya Nur orang cuma beli makanan saja kok. Ya sudah aku ambil jaket dulu ya .Lho siap siap " kata Amel


" Ya " kata Nur.


Lalu setelah memasang hijab dan jaket .Keduanya pun keluar mencari makanan yang diinginkan Amel. Amel membeli nasi padang yang tak jauh dari supermarket dan pertokoan. Nur yang menemani pun menunggu dengan sabar .Sampai matanya menangkap sosok pria yang ngobrol dengan seorang wanita. Di kedai martabak.


" Lihat siapa Nur " kata Amel yang sudah selesai membayar.


" Bukan siapa siapa " kata Nur dengan wajah murung . Dan lalu mengikuti Amel ke parkiran.


" Ayo pulang, atau mau beli martabak " kata Amel menawarkan. Karna Nur berkali kali menatap kearah gerobak martabak.


"'Ngak usah mel.ayo pulang " kata Nur.


" Ayo cepat naik " kata Amel.


Nur pun lalu naik diboncengan.Nur. Lalu membayar parkir. Dan keluar dari halaman rumah makan Namun Amel malah berhenti di kedai martabak. Untuk membelikan Nur yang sangat menyukai martabak asin.


" Bang martabak yang asin satu ya bang " kata Amel. Mendekati si penjual.


" Ya mba, tapi nunggu ya ini kurang 4 lagi. " kata si penjual "


" Ya bang " kata Amel. Yang mau menunggu.


Sedangkan Bima yang juga keluar bersama Amin selepas isya . Untuk membeli sabun dan dan shampo .Tak sengaja bertemu Nia dan Nanda yang sedang membeli Martabak. Yang disuruh majikannya membeli. Yaitu pesanan Maya untuk anak anaknya.


" Wah mba Nia malam mingguan nih " kata Bima meledek. Membuat Nia malu.


" Cie... cie......malu malu " ledek Bima lagi


Yang membuat Amin dan Nanda tersenyum. Mendengar ledekan Bima. Karna memang Bima akrab dengan pengasuh keponakannya itu. Namun di sisi Lain. Ada mata yang berkaca kaca melihat Bima yang akrab dengan perempuan lain. Yang tersenyum manis pada wanita yang diajak ngobrol.

__ADS_1


" Nur ada apa ?" kata Amel yang melihat Nur di saja berdiri dekat motornya.


" Ngak ada apa apa " kata Nur yang cepat menghapus air matanya. Karna melihat suaminya itu tersenyum pada perempuan lain. Membuat hati Nur terasa sakit. Seperti ditusuk sembilu.


__ADS_2