
Sinta menghempaskan tubuhnya diatas kasur Ketika ia sudah masuk kamar dan menangis merasakan hidupnya hancur.
Sinta hanya punya seorang tante. Karna orang tuanya sudah lama meninggal. Dan ia berjuang untuk menjadi seorang model karna dukungan sang tante .Tapi ketika ia dekat dengan Evan ia mengurangi jadwalnya. Karna apa yang ia butuh kan sudah semua bisa ia dapatkan.
" Ya aku harus bertemu Jasmine dan bicara baik baik dengan agar ia mengerti." kata Sinta terisak.
" Iya aku harus bertemu , aku akan mencari tahu no ponselnya. Tapi dimana .......iya aku tahu pasti Evan punya nomornya aku akan mencarinya di nomor ponsel Evan " guman Sinta yang lalu menghapus air matanya.
************
Maya sedang asyik membuat puding kesukaan Ryan bersama Suti dan bi Marni Juga membuat salad buah dan sayur.
" Nona Maya masih ingat kesukaan tuan muda ." guman bi Marni yang memperhatikan Maya
" Bi .....Apa bi Marni pernah bekerja sebelumnya dengan nona. kok hafal setiap Nona membutuhkan sesuatu " kata bi suti bengong .
" Ah ngak bi, cuma kebetulan saja kok " kata bi Marni yang tak mau bi Suti tahu karna bi Suti berkerja dengan Evan .Dan tentunya ia pasti akan melaporkannya.
" Oh aku pikir bi Marni kenal lama " kata bi Suti yang lalu membersihkan semua peralatan dapur yang kotor
" Bi Suti nanti kalo pulang , ini di bawa ya untuk suami dan anak bi Suti di rumah " kata Maya Yang membagi salad di dalam mangkok plastik.
" Iya non trimakasih "kata bi Suti senang.
Lalu Maya pun menyimpan semua nya kembali dikotak plastik makanan dan memasukan semuanya dilemari pendingin .
" Non sudah istirahat dulu dari tadi sibuk aja " kata bi Marni takut Maya Kelelahan
" Iya bi ini sudah selesai kok Maya juga mau sekalian sholat. Oh ya bi besok kita belanja ya bi " kata Maya .Yang mengingat persedian di kulkas sudah mau habis.
" Ya non nanti biar saya bilang sama tuan biar besok bisa diantar sopir " kata bi Marni.
" Iya bi ya sudah May mau istirahat dulu " kata Maya meninggalkan dapur.
" Iya non " kata bi Marni .
Yang membuat bi Suti kaget karna Jasmine merubah namanya May ..
" Bi Mar sejak kapan non Jasmine merubah nama nya " kata bi Suti bingung.
__ADS_1
" Ngak tahu " kata bi Marni mengangkat kedua bahunya. Yang pura pura tidak tahu. Padahal Ryan sudah memberitahukan nya.
" Aku pikir sudah ganti nama " kata Suti sambil menyapu lantai dan bi Marni membersihkan meja.
Setelah semuanya bersih keduanya pun istirahat Lalu bi Suti pamit pulang. Dan juga berpamitan dengan Maya. Lalu pulang dengan hati senang . Ketika sudah dibawah tak sengaja Evan yang melihat bi Suti langsung memanggilnya.
" Tuan Evan ada apa " kata bi Suti bingung .Ketika Evan memanggilnya
" Ayo sini biar aku antar pulang " kata Evan yang memang membawa pembantunya itu dari rumah orang tuanya.
" Hah .... tapi tuan saya harus pulang " kata bi Suti.
" Ya sekalian kerumah mami kan " kata Evan yang menyuruh bi suti masuk mobilnya Dan lalu bertanya tentang pembantu baru yang menemani Maya.
Setelah sampai Evan membawa Suti ke teras dan menanyakan tentang Maya dan juga aktivitas Maya hari ini.
" Nona Jasmine baik , dia ramah ngak pelit dan juga pintar memasak. " kata Suti jujur karena tak ada yang ia tutup tutupi dari Evan.
" Sedang apa kalian berdua disini " kata mami mengejutkan keduanya.
" Anu....Ini nyonya tuan muda sedang bertanya tentang non jasmine " kata bi Suti jujur.
" Ya ceritakan saja apa yang bibi tahu biar dia puas " kata mami pada putranya itu sampai rela memberikan pelayan pada Jasmine sedangkan tidak dengan Sinta.
" Menantu yang sangat ideal berarti mami boleh mengundangnya sesekali kesini untuk memasak kan Van " kata Mami yang melirik Evan.
" Ya terserah mami kalo itu mau mami ngak.masalah., Asal jangan berlebihan dan membuatnya lelah " kata Evan
" Cih kau terlalu memanjakan nya kenapa Sinta juga tak kau berikan pelayan
" Jasmine berbeda mi, Sinta tak pernah menyiapkan sarapan dan mengurusku sedang kan Maya tiap pagi dia menyiapkan sarapan dan pakaian ku " kata Evan yang memang merasa nyaman dengan Maya.
" Jadi itu alasannya kau menyuruh bi Suti kesana untuk menyelidiki Jasmine " kata Mami.
" Ya mam, aku ingin tahu kepribadiannya. tadinya aku pikir Jasmine hanya melayaniku Untuk menarik perhatian ku Tapi nyatanya ia memang terbiasa membuat sarapan sendiri. " kata Evan.
"' Ya sudah kau bisa membawa keduanya untuk memasak disini. Mami akan menilai mana yang terbaik itu yang jadi menantu mami " kata mami.
" Iya mi " kata Evan Yang memang berharap Maya bisa menjadi miliknya seutuhnya. Dan Berharap Maya amnesia permanen selamanya
__ADS_1
**********
Sedangkan dirumah utama Bima duduk santai bersama Nur sambil menikmati taman bunga di villa belakang.
Sepi ya by , anak anak liburan ibu juga " kata Nur.
" Besok kita kerumah abi dan umi biar Nur tak merasa kesepian dan kita akan menginap disana untuk beberapa hari " kata Bima yang merangkul bahu Nur.
" Iya by Nur juga kangen sama kak Salman " kata Nur.
" Ya biar mereka melihat perut Nur yang makin gendut ini " kata Bima tersenyum . Lalu mencium pipi Nur.
" Trimakasih by sudah jaga Nur dengan baik, Nur sayang banget sama aby .Doakan Nur jadi ibu yang baik ya by biar bisa mengurus dan mendidik anak kita seperti bang Ryan dan kak May " kata Nur.
" Itu pasti Nur , aby sayang sama Nur Apalagi Nur sudah mau jadi umi dari anak anak aby mudahan nanti anak kita jadi anak yang sholeh " kata Bima.
" Aamin " kata Nur yang lalu merangkul tangan suaminya dengan mesra. . Kini ia merasa sangat bahagia bisa melahirkan dekat orang tuanya dan di jaga Bima. Di tambah ada mertuanya yang juga akan membantunya merawat bayi mungilnya.
Ketika melahirkan nanti. Karna di Dubai
Nur sendiri dan kesepian . Bila ditinggal Bima kerja.
" Ayo masuk sudah mau magrib. Kita sholat berjamaah dikamar saja ya " kata Bima
" Iya by " kata Nur . Lalu keduanya pun masuk kerumah utama. Yang terlihat lengang Karna Ryan dan Maya di apartemen. Sedangkan anak anak mereka di Taiwan sedang berlibur .
**********
Ryan duduk santai disofa ketika Maya datang membawakan puding dan salad buah untuk Ryan. Yang membuat Ryan kaget. Karna Maya masih mengingat Makanan kesukaan nya itu dan tak lupa
membuatkannya untuknya.
" May ingat ini kesukaan abang " tanya Ryan ketika Ryan menyicipinya.
" May tidak tahu bang tapi May merasa bisa membuatnya dan pasti abang suka. " kata Maya.
" Bagus ... May boleh masak apa saja yang menurut May abang suka. Dan abang pasti akan memakannya.
"Hah.......... serius bang " kata Maya menatap Ryan.
__ADS_1
" Iya buktinya abang suka nih sampai habis kan " kata Ryan menunjukan mangkoknya yang sudah kosong.
Maya pun tersenyum Seperti memikirkan sesuatu. . Entah apa yang ia pikirkan . Biar dia dan tuhan yang tahu..