
" Nur .....ada apa kok nangis disini " kata Amel yang mendekati sahabatnya itu.
" Gue tungguin juga dari tadi malah nangis disini. ayo berdiri " kata Amel .Yang membantu Nur berdiri .
Nur pun menghapus air matanya..Tak mungkin ia menjelaskan semua nya di taman . Lalu Amel pun mengandeng sahabatnya itu kekantin. Dengan menyodorkan mangkok bakso yang sudah dingin .Karna ia tinggalkan.
" Nih makan dulu dan minum dulu, lho kenapa sih. Ada apa ? coba cerita " kata Amel menatap mata sembab Nur.
" Ceritanya nanti aja ya mel.Aku lapar " kata Nur yang merasa lapar setelah habis menangis.
" Hadeh, lho kenapa juga ? ya sudah makan tuh jangan cengeng kaya anak kecil Nur..Lagian udah gede ini." kata Amel ngomel.
Nur pun diam .Lalu memakan baksonya. Yang membuat Amel mengelengkan kepalanya.
..................................
Sedangkan dirumah utama Lee . Maya baru saja selesai membuat puding kesukaan anak anaknya. Untuk cemilan sambil belajar.
" Mah .....mamah.....!!" teriak Queen yamg berlari menghampiri Maya.
" Ya ampun de, jangan lari lari nanti jatuh lho.
Apalagi tuh kakinya masih basah tuh " kata Maya. Yang melihat kaki putrinya itu habis mai dann air.
" Ya itu gara gara kak Tan mah, main lempar lemparan di taman tadi " adu Queen.
" Ya sudah nih pudingnya sudah jadi dan sudah ada yang dingin mau ngak " kata Maya menawarkan.
" Mau ...mau .....win mau " kata Queen senang.
" Aska juga mau mah kata Aska yang sedang berjalan ke arah Maya .Yang di ikuti dua adiknya.
" Rey dan Tan juga mau mah" kata Rey yang lalu mendekati sang mamah.
" Ok bentar ya mah ambilkan piring dulu." kata Maya.
" Biar Mumun ambilkan nyonya " kata Mumun yang langsung menuju lemari barang pecah belah.
Lalu Mumun pun membawa beberapa piring kecil untuk anak anak majikannya itu makan puding. Karna sudah biasa bagi Mumun melihat anak anak itu. Makan cemilan disore hari setelah lelah bermain.
" Mba Mumun mau nyoba ambil sendiri ya " kata Maya.
" Iya nyonya . nanti saja " kata Mumun.
__ADS_1
" Mah tapi mba Mumun lagi dekat dekat sama bang Nanda lho " adu Tan.
" Hah......ih tuan muda Tan apaan ,orang tadi mba Mumun cuma nanya sesuatu kok " kata Mumun ngeles.
" Nanya apa nanya mba " ledek Aska.
" Ih kenapa bang Aska juga ikutan " kata Mumun cemberut.
" Cie ...cie...... yang lagi pedekate.....hati hati nanti jatuh cinta lho " kata Rey ikutan meledek.
" Mhem.....mhem........" dehem banyak.
" Emang mba Mumun ngapain sama bang Nada ?" tanya Maya menyelidik.
" Pacaran mah......." kata keempat bocah itu kompak.
Yang membuat Maya kaget. Namun Mumun lebih kaget lagi mendengar perkataan para anak anak majikannya. Yang membuatnya seperti keciduk . Di tangkap hansip.
" Masa sih, pacaran itu apa sih " kata Maya . Pura pura tak tahu.
" Itu lah mah yang kaya film yang di tonton mamah di televisi bilang gini
" Aku cinta sama bang Nanda " kata Rey.
" Iya trus dijawab bang nanda. Abang juga cinta sama Mumun yang cantik " kata Tan.
Yang membuat wajah Mumun memerah bak kepiting rebus .Lalu bergegas pergi dari dapur.
Hahaha........hahaha.......
" Malu dia bang keciduk mamah " kata Queen tergelak.
" iya lagian merayu dekat taman " kata Tan terkekeh.
" Hush.......kalian ini , emang benar mba Mumun ngomong gitu sama bang Nanda.
" Iya mah kan kita ngintip mereka pas merayu bang Nanda " kata Aska tertawa geli.
" Lain kali ngak boleh ya ngintip ya pamali " kata Maya tersenyum geli .Karna ulah para anak anaknya yang mengoda mba Mumun.
" Iya mah " kata Aska.
" Tapi seru mah , kan harusnya jangan merayu sembunyi sembunyi. Mending kaya Papah tuh kalo bilang begini.
__ADS_1
" Trimakasih sayang i love you " kata Queen. Yang memperagakan gaya sang papah.
" Hahaha......kalian ini bisa saja. Kalo papah dan mamah kan sudah menikah. Kalo mba Mumun kan belum .Jadi jangan diledekin..Nanti mba Mumun jadi malu " kata Maya.
" Iya mah kita cuma bercanda kok " kata Aska. Yang tersenyum. Karna sudah sering melihat Mumun pacaran dengan Kakak Nia pengasuhnya.
"'Ya sudah habis ini mandi ya kita sholat berjamaah " kata Maya mengingatkan anak anaknya.
" Siap bos, perintah dilaksanakan " kata Tan.
" Ok.....lets go mandi. " kata Queen .
" Mba Nia ......win mau mandi .....!!" teriak Queen yang lebih dulu pergi memanggil pengasuhnya.
Sedang Aska , Rey dan Tan menyusul dibelakang yang diikuti Maya. Bi Marni yang baru keluar dari kamarnya sehabis sholat ashar hanya tersenyum .Mendengar candaan anak anak tuan mudanya itu.
" Ngak terasa sudah makin tua saja, anak anak itu juga makin tumbuh besar " kata bi Marni bicara sendiri.
" Iya bi " sahut Mumun.
" Mumun jadi malu dibuatnya pake bilang sama nyonya lagi " kata Mumun ngomel.
" Salah sendiri. Makanya kalo lagi pacaran jangan pas ada anak anak.. Untung cuma didepan nyonya coba di depan tuan muda " kata bi Marni terkekeh.
" Ish bibi malah ikutan ngeledek Mumun " kata Mumun cemberut.
" Iya lah , orang ngak tahu tempat pacaran. Eling anak kecil dilarang pacaran. Makanya jangan sembarangan pas lagi berduaan " kata bi Inah Yang juga ikut menimpali.
" Hehehe...........mati kutu , mati kutu " ledek Hana yang melewati dapur terkekeh. Mendengar obrolan para pelayan.
" Hana .........kok ikut ikutan sih " kata Mumun cemberut.
" Dih baperan , lagian salah sendiri di depan umum. Makanya pake hp aja ngak kelihatan Ketimbang diintip para krucil ambyar hati ku " ledek Hana yang lalu meninggal kan dapur.
Mumun hanya bisa cemberut dan menghentak hentakkan kakinya kesal. Karna semua orang tahu kalo ia keciduk pacaran.
..................................
Sedang Nur gelisah diatas tempat tidurnya. Mengingat apa yang Bima katakan siang tadi. Nur tak bisa membayangkan apa yang terjadi kalo keluargganya tahu. Tentang apa yang terjadi padanya.
" Ya allah berikan jalan yang terbaik..Aku tak mau menjadi beban orang lain. Dia juga pasti masih ingin kuliah . Begitu juga dengan ku " bathin Nur yang gelisah memikirkan Bima.
Nur bukan tidak tahu siapa Bima. Bima pria yang baik. Dan juga kuliah dengan jalur beasiswa . Yang pastinya Bima juga ingin membanggakan keluargganya.
__ADS_1
Tapi Nut tak bisa berbuat apa apa , Tak tak yakin semua nya baik baik saja. Mengingat kini dirinya sudah ternoda. Dan ada kemungkinan dia hamil. Dan pastinya Nur juga butuh tanggung jawab Bima.
" Ya Allah apa yang harus kulakukan. Haruskan aku pergi dan berhenti kuliah. Lalu bagaimana kalau umi dan abi tahu " bathin Nur yang kembali meneteskan air matanya. Menghadapi masalah dirinya. Apa langkah yang harus ia lakukan. Ataukah ia harus jujur pada kedua orang tuanya .Tapi....bagaimana reaksi umi dan abi nya. Yang menjadi beban pikiran bagi dirinya sendiri.