Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 112 Pulang


__ADS_3

Waktu terus berlalu. Maya pun sudah menyiapkan semua barang yang akan dibawa pulang .Pulang adalah hal yang sangat ia tunggu tunggu. Karna Maya kangen dengan sang ibu juga Bima. Apalagi dua sahabat rempong nya itu Yang slalu menanyakan kapan ia akan pulang. Kembali ke tanah air dimana sangat Maya impikan.


" Kalian sudah siap " tanya Ryan. Yang sudah menyuruh para pelayan memasukkan barang barang yang akan dibawa.


" Sudah bang, apa kita akan naik pesawat seperti dulu bang ?" tanya Maya.


" Ngak kita naik pesawat pribadi " kata Ryan yang mendekati Maya dan mengusap perutnya yang sudah mulai terlihat .padahal baru 3 bulan.


" Jangan rewel ya sayang , kita akan pulang kerumah " kata Ryan mencium perut Maya. Yang membuat Maya geli merasakan remasan lembut suaminya itu.


" kami ngak akan rewel pah " kata Maya meniru suara anak kecil.


" Mhem ...." dehem Ryan lalu mencium bibir Maya sambil berdiri. Dan memeluk tubuh bumil itu.


" Kalian jangan lama lama disana , opa akan kangen sama cicit opa" kata tuan Choi yang datang sambil memegang tongkatnya. Diteras rumah yang cukup luas itu


" Kalo pekerjaan tidak banyak, Ryan akan kesini lagi opa " kata Ryan yang mendekati sang kakek dan memeluknya.


" Harus opa akan menunggu dan menemani cicit cicit opa lahir "Kata tuan Choi antusias.


Yang merasa senang bisa menikmati masa tuanya dengan melihat cicit cicit nya yang lucu .Dan menghabiskan waktu untuk melihat perkembangan pertumbuhan mereka.


" Jaga dirimu Lee, juga istri dan anak anak mu " kata opa yang merangkul Ryan.


" Ya opa " kata Ryan. Lalu berpamitan dengan sang mami juga .


Begitu juga Maya yang dipeluk erat sang mertua. sambil mengelus perut Maya yang sudah terlihat besar.


" Jaga cucu cucu mami ya Lee" pesan mami pada putranya itu.


" Iya mi , itu pasti " kata Ryan .


" Jangan nakal, dan sesampainya disana telpon oma dan opa ya" kata Mami pada Aska mencium cucunya itu.

__ADS_1


" Ok oma" kata Aska tersenyum dan memeluk omanya itu erat dan juga sang opa seakan tahu mereka pulang jauh.


" Jaga mami dan adik adikmu ya" kata opa yang memeluk Aska yang kini sudah satu tahun. Namun ia ingin merayakannya bersama sang nenek dirumahnya besok.


" Ya opa i love you " kata Aska yang mencium pipi kiri kanan tuan choi .Yang membuat tuan Choi terharu pada cicitnya yang pintar itu.


" Sudah ayo berangkat nanti kita terlambat " Kata Ryan yang memang memakai pesawat pribadi sang kakek untuk pulang.


" Iya bang " kata Maya lalu melangkah memasuki mobil yang akan membawa mereka ke bandara.


Sebenar Ryan berat meninggalkan kakek dan maminya. Namun ia menyuruh Han untuk mengawasi keluargganya.Selana ia tinggal pulang. Dan Chow sudah keluar dari rumah sakit .Hanya tinggal. pemulihan. Ia berjanji mengawasi tuan besar Choi dan maminya.


.............................


" Kau lelah " tanya Ryan yang melihat Maya belum bisa tidur .Sedang Aska dan Nia sudah tidur lelap di kabinnya.


" Maya belum ngantuk bang " kata Maya .


" Kenapa , apa butuh sesuatu biar abang panggilkan pramugari " kata Ryan yang duduk di sisi Maya.


Yang sedang menunggunya .Sambil mengusap perut Maya .Yang membuat Maya slalu merasa nyaman bila dekat dengan suaminya itu .Entah mengapa ia slalu merasa rindu ingin dekat dengan ayah anak anaknya itu. Atau mungkin hanya pengaruh hormon kehamilannya.


" Kenapa ?" kata Ryan yang menatap lekat manik mata Maya. Yang sedang meraba wajah tampannya.


" Ngak pa pa bang, Maya ngak tahu kenapa Maya slalu ingin tidur dipelukan abang " kata Maya pelan.


" Mhem......mungkin bawaan baby yang slalu ingin dekat abang " kata Ryan yang mengecup bibit Maya. Entah mengapa ia tak pernah bosan sedikit pun pada Maya. Padahal dulu ia senang sekali berganti ganti wanita. dan mudah bosan.


Sejak menikahi Maya Ryan sudah tak pernah lagi keluar malam. Dan juga ia merasa betah dirumah bersama istrinya itu. Bahkan ia tak pernah puas bila bercinta bersama Maya.


" Sebentar abang kunci pintu dulu " kata Ryan yang beranjak dari tempat tidur lalu mengunci pintu dengan rapat.


" Sini abang peluk " kata Ryan setelah kembali naik keatas ranjang yang hanya untuk satu orang. Namun tetap membuat Ryan nyaman untuk memeluk bumil itu.

__ADS_1


" Apa abang ngak ngatuk " kata Maya yang melihat jendela terlihat gelap diluar. Karna memang perjalanan malam hari. dan untungnya ia sudah sholat.


" Belum abang biasa bergadang apalagi untuk menemani bumil ini " kata Ryan yang menyelusupkan tangannya dibalik baju Maya.


" Abang geli " bisik Maya pelan.


" Masa " kata Ryan yang lalu mengecup bibir mungil yang tak pernah bosan dikecupnya.


Entah mengapa istrinya itu. Slalu bisa membuatnya bergairah bila ada didekatnya. Yang membuat Ryan slalu tak bisa menahan diri. Dan slalu bisa memuaskannya.


" Kau mau " bisik Ryan yang sudah tak kuat menahan hasratnya.


Maya hanya bisa mengangguk. Membiarkan suaminya itu bermain di dadanya..Dan mulai melakukan apa yang ia suka.


" Ini sangat luar biasa nikmat sayang " kata Ryan serak setelah pelepasan pertama.


" Iya senikmat nikmat wanita diluar sana masih nikmat istri sendiri " bathin Maya tersenyum pada suaminya itu sambil mengusap peluh yang membasahi wajah suaminya. Yang masih tak puas bermain hanya satu kali.


" Kau lelah " bisik Ryan pelan.


" Ngak bang " kata Maya yang mengalungkan tangannya pada leher suaminya itu.Lalu mengecup bibir Ryan lembut.


" Kau mulai nakal ya " kata Ryan yang lalu mengecup bibir istrinya itu.


" Abang yang mengajarinya kan " kata Maya pelan sambil tersenyum merasakan Ryan yang bermain dadanya


Keduanya menghabis kan waktu untuk berdua Karna akhir akhir ini Ryan sibuk. Jadi Maya sangat merindukan bisa dekat dengan suaminya itu.Dan itu membuatnya nyaman.


Dan merasa bahagia di cintai oleh seorang mantan casanova .Mungkin ini efek kehamilannya yang jarang dibelai saat hamil pertama. Jadilah di hamil yang kedua ini ia ingin dekat dengan suaminya itu. Dan slalu ingin mendapat perhatian sang suami. Yang ingin dimanja manja.


Ryan terlelap setelah pelepasan yang ketiga. Sambil memeluk erat sang istri dalam dekapannya. Maya hanya tersenyum puas bisa melayani suaminya itu dengan puas dan membelai wajah tampan suaminya itu dengan pelan.


" Aku berharap kita bisa bahagia sampai menua bang " kata Maya pelan sambil menyingkirkan anak rambut di wajah Ryan yang terlihat makin manis saja bila sedang terlelap..Membuat Maya mengecup pelan bibir suaminya. Yang membuatnya slalu ketagihan dikecup suaminya itu.

__ADS_1


" Aku mencintaimu tuan muda Lee" kata Maya Yang lalu menenggelamkan wajah Ryan di dadanya yang polos. Lalu ikut terlelap mengarungi mimpi. Yang terbang di atas awan.



__ADS_2