
Ryan meraup wajahnya kasar . Merasa bersalah pada istrinya itu. Karna tak bisa menepati janjinya.
" Aaaaaa ...............teriak !!!" Ryan menendang angin. Yang membuatnya bingung dengan apa yang terjadi.
" Bagaimana kau bisa kehilangan jejak Jhon " kata Ryan emosi .
" Maaf bos tadi saya terjaring lampu merah dan nona Maya sudah jauh melesat pergi " kata Jhon dengan perasaan yang tak nyaman .Karna ia juga merasa bersalah dan bisa mengejar Maya. Hingga kehilangan jejak.
Ryan lalu mencoba menelpon Maya namun ponselnya tak aktif " **** dimana dia?" kata Ryan membuang nafas kasar karna khawatir lalu menelpon alex takut Maya kerumah Desi Namun maya tak kesana . Dan Ryan juga menelpon Didi . tapi Disana juga tidak ada.
" Akh........kemana kamu May " kata Ryan yang akhirnya masuk mobil .
" Kita pulang lan " kata Ryan .Yang menyandarkan badannya di kursi. Alan pun lalu berputar arah di ikuti mobil yang dibawa Jhon dari belakang .
******
Ryan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang . Memikirkan Maya yang pergi. Baru kali ini istrinya itu terlihat benar benar marah dan itu tidak seperti biasanya .Apalagi setelah tahu. Ia memecat Kim .
"'Kemana kamu May , Abang salah " kata Ryan lirih yang memikirkan istrinya itu. ia menyuruh Jeff mencarinya ..Di sekeliling kota . Dan Ryan tak bisa tidur karna memikirkan Maya yang sangat marah.
" Ada apa dengan mu May " guman Ryan lalu tertidur setelah jam 02 malam.
Sedangkan Maya menangis lama didalam mobil . Dan turun kerumah nya. Rumah yang dibelinya dulu ketika masih bekerja bersama Desi dan Vani. Ya rumah yang ia cicil
Ceklek. ........
Maya pun masuk lalu menutup pintu dan menguncinya . Di lihat nya rumah itu masih bersih karna tiap minggu ada orang yang merawatnya..Lalu Maya masuk kedalam kamarnya. Teringat dulu ia berkumpul bersama Desi dan Vani ketika baru membeli rumah itu yang tak jauh dari rumah Vani dan Desi.
" Huh .......aku lelah " guman Mays lalu membaringkan tubuhnya . Di atas ranjang. Memikirkan Ryan yang pasti mencarinya.
" Maaf bang aku harus memberimu pelajaran karna aku tak ingin wanita itu memanfaatkan mu " kata Maya sedih. Karna kalo dia lemah ia tak kan bisa melawan para pelakor .
Lalu Maya pun memejamkan matanya . Terlelap di kamar tidurnya Yang lama tak ia tinggali. Karna Maya dulu memang bertekad membeli rumah hasil jerih payahnya sendiri Bukan dari uang suaminya. Dan membayar lunas rumahnya dengan uang pesangon nya. ketika ia berhenti kerja.
*****"
Ryan masih terlelap ketika sebuah tangan menepuk punggungnya. " pah bangun sholat ini sudah subuh mamah mana pah ?" kata Queen .
__ADS_1
" Eugh........Queen " lenguh Ryan lalu memegang tangan putrinya itu. Sambil menatap Queen yang sangat cantik putrinya itu perpaduan dirinya dan Maya.
" Ayo bangun pah, papah sholat dulu mumpung masih ada waktu. " kata Queen yang sudah memakai seragam sekolah
" Mamah mana pah ?" kata Queen lagi .
Deg........
Ryan bingung harus menjawab apa..Karna tak mungkin ia mengatakan ia ribut dengan sang istri. Apalagi pada Queen yang sangat dekat dengan mamahnya.
" Mungkin mamah lagi mandi " kata Ryan
" Ya sudah Queen kedapur dulu ya pah mau nyiapin bekal " kata Queen. yang lalu tersenyum meninggalkan Ryan menuju pintu kamar.
******
Ryan menuju ke meja makan dari menarik kursi Lalu duduk tenang lalu mengambil sarapan nya. sendiri .
" Mamah kemana pah, kok ngak ikut sarapan " kata Rey heran .Karena tak biasanya mamah nya itu absen sarapan pagi.Dan itu baru kali ini.
" Papah bohong , mamah pergi kemana pah ?" tanya Aska. yang tahu banget bahwa tak mungkin mamahnya olah raga di waktu sarapan. Karna biasanya mamahnya lebih memilih melayani suami dan anaknya dulu .Sebelum berolah raga.
" Papah ngak tahu " kata Ryan jujur.
" Hah............. kata ketiga kembar itu melongo mendengar jawaban Ryan.
Sedangkan Aska membuang nafas kasar Lalu menatap Ryan penuh selidik..Karna tak mungkin mamahnya pergi tampa alasan. Apalagi meninggalkan rumah
" Pasti papah ributkan sama mamah.kan papah punya Wil kan pah " tanya Aska.
" Aska........." kata Ryan kaget. Karna anaknya itu tahu inti permasalahannya
" Kenapa Aska bisa bilang begitu, papah ngak. punya Wil dan juga tak macam macam. " kata Ryan.
" Aska dengar papah ribut , dan kemaren juga Aska dengar waktu papah pingsan bahwa papah sedang bermesraan dengan perempuan itu dan dipergoki om Kim " kata Aska.
Jedar...........
__ADS_1
Serasa ada petir menyambar Ryan ketika Ryan mendengar ucapan Aska yang membuat Ryan tak jadi.menyuap makanannya Dan juga mendapat tatapan tajam dari trio kembar..
" Itu tidak benar, papah tak melakukan iru, sekarang makan dan berangkat sekolah " kata Ryan. Yang tak ingin membahas masalahnya di meja makan. Apalagi dengan anak anaknya .
Aska dan trio kembar pun terdiam .Dan sarapan tampa ada yang bicara. setelah selesai mereka berempat pun pamit dan menyalami papah mereka . Setelah itu berangkat sekolah. Tampa bicara apapun.
*******
Mobil menghilang di kejauhan ketika Aska dan adik adiknya sudah turun .
" Coba kak nanti telp mamah. Mamah pergi kemana " kata Tan sedih.
" Iya aku ngak mau punya mamah tiri. Kita harus bantu mamah " kata Rey .
" Tenang sekarang kita masuk dulu. nanti istirahat kita berkumpul buat cari jalan keluarnya " kata Aska.
" Baik bang , ayo de kita Masuk " kata Tan yang mengandeng Queen. Untuk menuju kelas mereka.
Sedangkan Maya baru bangun tidur . Dan untungnya ia lagi berhalangan jadi ia bisa bangun siang " Ya Allah anak anak ku" kata Maya yang teringat anak anaknya . Dan meraih ponselnya.
" Yah... bila ku hubungi pasti abang tahu aku dimana ? " kata Maya berpikir . Yang tak mau anak anaknya mencarinya dan sedih. Ok aku ganti kartu dulu " kata Maya yang bergegas mandi dan berganti pakaian..Karna ia dulu meninggalkan beberapa potong baju di lemarinya.. Setelah itu mencari toko terdekat Untuk membeli kartu baru. untuk menelpon anak anaknya. nanti menunggu istirahat . sekolah.
" Sekarang aku cari sarapan dulu ah " kata Maya yang lalu mencari makanan untuk dirinya sendiri.
" Ya ampun kredit card abang kan semua ada padaku " kata Maya yang mengingat kemaren Ryan memberikannya semua nya padanya.
" Ok...... baiklah tuan Lee kita bermain" kata Maya yang lalu membayar makanannya.
Maya berpikir sejenak sebelum nanti menelpon anak anaknya. Karna kalo ia menjemput mereka otomatis dia akan ketahuan .Dan ia harus bicara pada Aska.
********
Rara berkaki kali menghubungi Ryan pagi ini Tapi tak diangkat ia duduk santai diatas ranjang tidurnya diruang rawat inap yang memang sakit perut dari kemaren .
" Kemana dia, atau .....aku yakin pasti dia lagi ribut dengan istrinya " kata Rara tersenyum senang Karna berhasil membuat kisruh rumah tangga Ryan . Dan kini ia bisa mengambil kesempatan.
Sedangkan dikantor Ryan lagi termenung ia tak memperdulikan panggilan Rara. Karna memikirkan Maya. Karna Jeff belum juga menemukan istrinya itu.
__ADS_1