Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 207 Acara Kampus Bima


__ADS_3

Bima sudah rapi ketika Amin masuk kekamarnya.


" Hei min nyelonong aja lho min " tegur Bima.


" Lagian lama amat Bim, ngak sabar nih . Makan makan enak " kata Amin


" Ya Allah min emang kebiasaan lho ya, cuma ada makanan tuh di otak .Apa ngak ada yang lain ?"tanya Bima.


" Ada cewek bohay bro " kata Amin terkekeh sambil duduk di sisi ranjang Bima.


" Astagfirullah. min min. Aku belum berpikir kesana..Karna sudah janji sama ibu dan kakak ku untuk serius belajar . " kata Bima


" Lah kita ngak tahu takdir Bim, kadang ada hal yang tidak kita duga " kata Amin santai.


" Tapi juga perlu hati hati bro " kata Bima


-" Yah itu pasti zaman sekarang kan zaman edan jadi harap maklum pandai pandai saja jaga diri. " kata Amin.


" Yuk berangkat nanti telat Andra mana? " kata Bima. Mencari Andra temannya.


" Sudah duluan dia sama Wandi tadi kata nya biar cepat ngak kehabisan makanan " bisik Amin pelan


" Ya Allah bisa aja tuh anak ayo " kata Bima yang lalu menuju pintu keluar kost dan mengambil motornya.


" Berangkat " kata Amin yang langsung duduk di boncengan Bima.


Hanya 15 Menit mereka sudah sampai di halaman kampus . Suara dentuman musik terdengar keras dari luar. Bima dan Amin pun langsung masuk yang di sambut para panitia dengan memberi sekotak snack untuk para Mahasiswa yang datang.


Disisi lain Nur dan Amel sudah duduk dikursi yang disediakan .


" Wah acaranya meriah ya. lulusan tahun ini " kata Amel.


" Kok lho tahu meriah tahun ini emang sudah pernah kesini Mel sebelumnya " kata Nur bertanya


" Iya tahun kemaren aku ikut abang gue kesini lihat kampus ini. Makanya aku juga kuliah disini " kata Amel


" Nur ada cowo keren tuh, arah jam 3 ,kelihatan kiyut dan manis " bisik Amel yang melihat kearah pria tampan yang tak lain adalah Bima.


Deg......


Nur pun teringat ketika bertabrakan dengan pria itu yang menyebut namanya Bima.


" Bima " guman Nur pelan.


" Lho kenal Nur " kata Amel bertanya.


" Ngak cuma tahu namannya " kata Nur.


" kesana yuk kenalan " kata Amel .

__ADS_1


" Hah.....ih malu mel masa kita ngajak cowok kenalan " kata Nur tak berani.


" Ih kamu jaim banget sih Nur " kata Amel.


Sedang tak jauh dari tempat duduk mereka Bima duduk tenang di kursinya bersama Amin.


" Gila tuh cowok ganteng banget " kata Caca yang terpesona dengan Bima.


" Kalo ganteng emang kenapa ca, mau dijadikan cabang lho kebanyakan cabang ca" kata teman Caca .


" Wah kalo yang ini sih luar dalam Jes" kata Caca yang terpesona dengan Bima


Sedangkan Nur duduk tenang , ketika Amel memaksanya berkenalan dengan Bima.


" Kamu aja Mel, aku nungguin disini aja " kata Nur yang tak pernah mau mendekati laki laki yang bukan muhrimnya. Apalagi ia sudah di wanti wanti sang Abi untuk berhati hati kuliah diluar pondok.


Nur adalah anak santri.Abi nya seorang ustad. dan uminya anak orang terpandang di desanya kakeknya seorang pengusaha yang kental dengan ilmu agama. Dan juga seorang pendiri pondok.


Nur memang berniat kuliah di luar pondok karna mengambil jurusan desain Yang menjadi impiannya sejak kecil agar bisa mempunyai butik sendiri.Sebab itu lah ia minta keluar dari pondok. Padahal sang umi tak mengizinkannya. Karna takut Nur terseret pergaulan bebas.


Itulah sebabnya Nur tak mau terlibat dengan laki laki . Apalagi untuk dekat .


" Woi ngelamun aku sudah kenalan namanya Bima " kata Amel senang.


" Sudah tahu " kata Nur tersenyum.


" Hah......curang lho kok bisa , kapan kamu kenalnya Nur " kata Amel penuh selidik.


" Yah kaya drama india dong , yang pura pura tabrakan lalu jatuh cinta. Dih lho mah kebangetan Nur. Ngak pake ngenalin ke aku. " kata Amel.


" Kan kata nya sudah ngapain mau kenalan lagi " kata Nur.


" Buat gue ya Nur , lho cari ustad aja " kata Amel tersenyum


" Dih apaan sih aku aja ngak kenal banget , sana buat kamu ngak pa pa " kata Nur.


" Serius nih, ngak nyesel gue ambil, tuh sih Caca aja pasang perangkap dia " Kata Amel yang menujuk Caca yang sedang mendekati Bima dan temannya.


" Biar lah " kata Nur cuek. Yang memang tak mau berurusan yang bukan mahramnya.


...............................


Malam pun semakin larut. Ketika Bima hendak pulang ke kost nya. Entah kenapa kepalanya menjadi pusing.


" Ya allah kenapa kepalaku pusing dan terasa panas." kata Bima yang mencoba mencari kamar kecil di lorong kampus. Karna merasa badannya kepanasan.


Sedangkan Amin dan Andra mencari Bima. Untuk mengajak pulang.


" Loh Bima nya ngak ada , padahal tadi aku suruh nunggu disini " kata Amin yang memang membawa kunci motor Bima.

__ADS_1


" Trus dia kemana ?" kata Andra ikut bingung .


" Tahu. astaga ....jangan jangan ....." kata Andra panik.


" Lho cari disini . aku cari kesana. sebelum terjadi apa apa " kata Andra dengan mimik wajah khawatir dan panik.


" Sialan tuh Caca " bathin Andra yang sempat curiga dengan gadis liar itu.


Andra pun bergegas mencari sahabat karibnya itu. di lorong lorong sepi dan ruang ruang kampus. Begitu juga Amin.


Sedang Nur yang tadi ikut Amel dan Caca mengambil minum merasa kepalanya pusing. Setelah minum fanta.


" Astaga , aku mau pipis mel " kata Nur pada Amel.


" Ya sana pipis gih." kata Amel.


" Ya sudah aku sekalian pulang ya , ini sudah jam 10 malam " kata Nur yang pamit . Takut pulang kemalaman.


" Ya hati hati " kata Amel yang masih kumpul dengan beberapa temannya.


" Nur pun buru buru Kekamar kecil yang agak jauh dari tempat acara sekitar sepuluh meter. Tapi karna kebelet tak bisa ditahan. Nur pun buru buru ke toilet.


Sedangkan Dikamar kecil Bima merasakan panas sekujur tubuhnya. Yang membuatnya merendamkan kakinya.


" Akh.....panas banget apa yang terjadi dengan ku " kata Bima.


Nur yang kekamar kecil setelah selesai langsung keluar . Namun tiba tiba.


Brak......


" Siapa " kata Bima yang membuka pintu lalu ....


" Astaga ada apa dengannya " kata Bima. Yang masih setengah sadar.


" Lalu menolong gadis itu dan menggendong nya keluar kamar mandi. Dan membawanya ke halaman parkiran.


Bersamaan dengan taxi yang lewat. Bima pun menghentikannya.


" Pa tolong antar kerumah sakit atau penginapan . gadis ini pingsan " kata Bima .Yang bingung mau mengantar gadis itu kemana.


" Baik mas " kata sopir taxi. Yang lalu membawa mereka ke sebuah penginapan .


Bima pun langsung turun . Dan membayar ongkos taxi lalu . Mendekati pintu penginapan dan meminta satu penginapan untuk gadis itu.


" Ada mas ini kunci nya " kata pelayan penginapan kelas melati itu.


Bima pun lalu mengendong tubuh Nur. masuk kamar . Dan meletakkannya dikasur.


Dan berniat meninggalkan Nur. di sana. Entah mengapa ketika hendak keluar. Panas ditubuhnya makin terasa kebakar. Bima pun lalu mengunci pintu dan bergegas ke kamar mandi.

__ADS_1


Lama Bima menghilangkan rasa panasnya dan keluar dari kamar mandi. Namun ketika melihat tubuh Nur yang menggeliat dan hijabnya tersingkap. Entah mengapa hasratnya memuncak. Lalu mendekati Nur yang terbaring.


__ADS_2