
Bayu terbangun ketika alarmnya berbunyi.Sekarang ia harus membiasakan dirinya untuk mengunakan alarm.Dulu ia terbiasa dibangunkan Maya tapi sekarang.Tak akan ada lagi.
Bayu bergegas berangkat kekantor dari hari ini ia mengunakan motor. Karna takut macet sebab sudah hampir terlambat.
Bayu sampai ditempat kerja dengan wajah lesu .Lalu duduk sambil menghidupkan komputernya dan membuka berkas berkas.
" Kenapa tuh muka kusut " kata Renaldy yang duduk disebelahnya
" Masalah buat lho dy" kata Bayu balik bertanya
" Yah ngak enak dilihat bro." kata Renaldy.
" Ya ngak usah dilihat " kata Bayu cuek. Sambil fokus dengan pekerjaannya
Dulu dia pria yang baik.Tak pernah bermain wanita.Tapi karna Wawan dan Renaldy lah ia ikut terseret jauh .Hingga kini ia baru sadar setelah Maya pergi dan lari darinya beberapa kali.
" Bete lho Bay " kata Wawan yang baru datang .Melihat wajah temannya yang kusut.
Bayu hanya diam.tak menjawab ia hanya fokus pada pekerjaannya. Dan pikirannya masih kacau mengingat Maya yang pendarahan.
" Lagi punya problem kali" kata Renaldy melirik Wawan yang duduk disebelah Renaldy.
" Alah paling masalah wanita lagi makanya gue ngak nikah malas terlalu ribet urusannya." kata Wawan.
" Cih....lagumu Wan pas butuh aja merapat , Tapi pas ngak punya uang gigit jari .Mending punya istri gasak terus aman " kata Renaldy.
" Halah sok jaim lho, udah insyaf jadi player" Kata Wawan.
" Gue sudah Tobat wan, tuh si Bayu yang belum .gue sudah kapok kalo ngak habis punya gue dibabat gunting" kata Renaldy.
Yang membuat Wawan menelan salivanya bergidik ngeri mendengarnya. Bagaimana tidak Renaldy dapat istri yang bar bar dan juga berani bahkan pintar karate.Yang membuatnya mati kutu.
Sedang Bayu hanya diam. Maya istrinya wanita yang baik dan berhati lembut. Akan tetapi itu tak membuat Bayu sadar lebih cepat.Entah setan mana yang merasukinya.
Hingga membuatnya sadar setelah semuanya hancur. bahkan adiknya terkena imbas.
Flas back.
" Kak nanti Maya pulangnya telat ya ada lemburan " kata Maya
" Iya May " kata Bayu cuek.
" ya sudah Maya berangkat ya kak " kata Maya
" Ya " kata Bayu singkat .
Lalu Maya pun pergi .sedangkan Bayu tersenyum senang ketika Maya sudah berangkat.Lalu meraih ponselnya untuk menelpon seseorang.
" Hai sayang lagi apa ?" kata Bayu.
__ADS_1
" Lagi bangun tidur mas" kata wanita disebrang sana.
" Kita ketemuan nanti ya " kata Bayu.
" Ok mas i love you jangan lupa bawakan oleh oleh ya mas " kata wanita disebrang sana.
" Iya sayang untukmu pasti lah mas belikan " kata Bayu yang tersenyum lalu menutup ponselnya.merasa bebas bila Maya lembur dan pulang malam.
Syukurlah bisa heppy fun " guman Bayu senang. Padahal ia makan dengan hasil uang istrinya.Tapi uangnya sendiri hanya untuk menyenangkan perempuan lain.
Flash off.
Bayu meraup kasar wajahnya dan menyugar rambutnya.Mengingat setiap perbuatan yang ia sembunyikan dari Maya.Namun kini ia sudah mendapatkan buah dari semua yang ia tanam sendiri. Yaitu kehilangan istri yang baik .Bahkan Maya berkali kali memberinya kesempatan namun ia menyepelekan semuanya begitu saja.
Lama Bayu merenungi kesalahannya.Mungkin kali ini Maya tak akan lagi bisa memaafkannya.
" Bay ayo makan siang , nanti lagi " kata Renaldy mengingatkan.
" Duluan deh" kata Bayu menyuruh Renaldy pergi duluan.
" Ya sudah kita duluan ya" kata Renaldy yang diikutin Wawan.
" Ada apa dengannya ?" tanya Wawan
" Mana ku tahu " kata Renaldy yang cuma mengangkat kedua tangannya.
" Mas Bayu " sapa Nela yang terlihat seksi dengan dress ketat teman sekantornya itu.
" Ada apa " kata Bayu datar.
" Kenapa tuh muka ditekuk?" kata Nela yang Bertanya.
" Biasa " kata Bayu.
" Hah biasa apaan " kata Nela yang duduk disamping Bayu.
" Sudahlah lupakan gue mau makan " kata Bayu yang lalu menyantap makanannya.
Nela pun ikut makan.Naman sekilas melirik Bayu yang tidak seperti biasanya.
" Ada masalah Bay " tanya Nela.
" Tidak , gue cuma lelah " jawab Bayu yang melahap makannya. Tak ambil.pusing dengan Nela.
Slama ini ia ingin menghindari hal yang jelek tapi akhirnya ia terseret juga. godaan setan cukup ampuh .Karna selama ini Bayu jarang sholat. Padahal Maya slalu mengingatkannya.
......................
Sedang Maya duduk manis disofa setelah membereskan rumah. Ia mengambil cuti kerja selama 12 hari dan menyuruh sang ibu datang bersama Bima. Agar bisa menceritakan semua masalahnya. Kini ia sudah lebih tenang. karna sudah menyuruh Gea untuk mengurus semuanya.
__ADS_1
" Mudahan semuanya berjalan lancar dan aku bisa hidup tenang" kata Maya. yang merasa tertekan dan takut kembali pada Bayu atas sikapnya slama ini .Apalagi mengingat mami ,ibu mertuanya itu.Yang slalu berkata kasar padanya .
" Trimakasih ya Allah sudah memberikan rezeki yang lebih. Hingga bisa membeli rumah ini walau pun dengan menyicil" guman Maya tersenyum dan mengusap perutnya pelan.
Pagi tadi Vani dan Desi berangkat buru buru. Namun masih sempat sarapan. Jadi Maya harus membereskan semuanya. toh ia juga libur. wajar sekali kali menyenangkan teman yang sudah banyak menolongnya slama ini .Terutama Desi sahabatnya.mereka berteman sejak sama sama masih bekerja di cafe dulu.
Maya pun lalu menatap teras yang masih gersang.Berpikir untuk menanami pohon atau bibit bunga de depan rumah. Kelak kalo uangnya sudah banyak ia ingin merehab rumah sang ibu dikampung.
Dan membeli tanah untuk berinvestasi.Karna Maya ingin suatu hari nanti bisa punya cafe sendiri seperti dulu tempat ia bekerja.Agar bisa membangun usaha sendiri.dan mengurusnya. Tapi ia harus giat menabung dulu sebelum mewujudkan semuanya.
............................
" Assalamualaikum" terdengar suara dari luar.
" Walaikum salam " jawab Maya yang bergegas membuka pintu.
" Alhamdulilah sampai juga May.tadi sempat macet gue " kata Vani yang masuk kedalam rumah.
" Sekalian mandi gih , aku dah masak banyak. tinggal nunggu Desi pulang " kata Maya.
" Ibumu belum nyampe May " tanya Vani.
" Besok Lusa bisanya Van, karna Bima lagi ada pra UAN." kata Maya.
" Oh gitu , wah enak nih jadi lapar gue " kata Vani yang membuka tudung saji. Di atas meja.
" Hehehe ..... sana mandi dulu ,bau kecut " goda Maya .
" Yah biarin gak ada yang nemani tidur juga " jawab Vani asal.
" Emang bang Rizal ngak niat serius Van" tanya Maya pada sahabatnya itu.
" Cih .....kalo serius tapi pelit ogah gue May, makan hati kaya si Bayu " kata Vani.
" Ups maaf May, gue ngak niat menyinggung lho " kata Vani yang keceplosan.
" Ngak masalah emang kenyataannya gitu . Lagian kami juga mau pisah jadi buat apa aku bela " kata Maya santai.
"Iya May, mending lho pisah dari pada menderita dan sakit hati " kata Vani datar .Lalu tersenyum pada Maya.
" Ya sudah gue mandi dulu ya " kata Vani dan berlalu menuju kamar.
Maya hanya tersenyum lalu kembali duduk di sofa. sambil mengawasi teras rumahnya.
Rumah Maya yang sederhana.
.
__ADS_1