Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 185. Maya Bingung.


__ADS_3

Maya yang mendengar Tan menghilang langsung bergegas menemui Nia dan Weni.


Dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Dan Weni pun mengatakan apa adannya.


" Lalu kemana Aska dan Rey " kata Maya yang mencari dua buah hatinya itu.


" Tadi mereka ikut mencari den Tan nyonya " kata Hana.


" Astaga lalu kalian tak mengawasinya. " kata Maya khawatir lalu bergegas mencari Kim.


" Kim .....Kim.....panggil Maya. Yang membuat Kim langsung mendekati Nona mudanya itu.


" Kau lihat Aska dan Rey, kemana mereka. Apa Tan sudah ketemu " tanya Maya panik.


" Maaf nona , tuan muda Tan belum ketemu. Tapi tadi tuan muda Aska dan Rey didalam." kata Kim.


" Mereka tidak ada di dalam dan disini kemana mereka semua, Ya ampun cepat cari " kata Maya panik. Membuat Kim pun bergegas mencari Aska dan Rey.


Semua orang di buat kalang kabut, awal nya Tan yang hilang kini bertambah Aska fan Rey yang juga tak ada. Padahal pintu gerbang sudah ditutup. Bersamaan dengan Mami Lily pulang dari rumah sakit.


Dan disusul Ryan bersama Steve yang baru masuk halaman rumah utama tuan Choi.


" Semua orang langsung panik dan berdiri menunduk ketika .Tuan muda Lee memasuki ruang tamu.


" Ada apa ini" lata Ryan heran.


" Bang ..." kata Maya yang langsung memeluk suaminya itu sambil terisak .


" Anak kita hilang bang " kata Maya terbata bata memeluk Ryan.


Mami Lily dan tuan Choi pun kaget. Ryan langsung menatap Kim.dan Chow.


" Apa kalian sudah mencarinya, bagaimana bisa mereka hilang " tanya Ryan yang mencoba menenangkan sang istri.


" Mereka tak keluar dari rumah tuan muda , saya rasa mereka berada di suatu tempat . di dalam rumah ini " kata Kim.


-" Iya tuan tadi nya den Aska dan Rey membantu mencari Tan .Tapi keduanya ikut hilang " kata Nia ikut bicara.


" Sekarang kita cari mereka , opa apa dirumah ini ada kamar rahasia " kata Ryan menatap sang opa yang duduk dikursi .


" Dulu ada di ruang kerja opa tapi sudah lama tak opa masuki " kata opa Choi.

__ADS_1


" Tapi ngak mungkin mereka kesana pi, kan jalannya hanya kamar papi , pintu kamar papi Lily kunci " kata Mami Lily yang lalu meraih kunci di tas nya.


" Ini kuncinya coba kalian lihat " kata Mami memberikan kunci kamar tuan Choi pada Ryan.


" Lalu di mana mereka hilang " tanya Ryan menatap Nia dan Weni.


" Mereka hilang diruang tengah tengah tuan" kata Weni.


" Kim ,Chow lihat semua sudut dan periksa dengan teliti. Aku akan memeriksa kamar opa " kata Ryan .


" May tenang lah pasti mereka masih disekitar sini ,biar abang cari dulu " kata Ryan mencoba menenangkan istrinya


Maya pun lalu menghapus air matanya lalu mengikuti Ryan yang menuju ruang kerja opanya. Yang juga diikuti mami Lily dan Steve yang mendorong kursi roda opa Choi.


Ryan bergegas masuk ruang kerja opanya dan menggeser pintu lemari .Yang dibelakangnya ada pintu rahasia. Lalu langsung masuk kesana.


Sedangkan Tan ,Rey dan Aska menatap ruangan besar itu. dan lalu menuju sebuah meja dekat sebuah peti.


" Ya ampun ini seperti ruang penyimpanan harta karun saja " kata Aska yang melihat batangan emas tersusun rapi di peti kaca. yang berdebu.


" Bang ayo kita keluar " kata Rey. Yang melihat ruangan itu terlihat gelap.


" Sebentar abang cari tempat menghidupkan lampu " kata Aska yang mencari saklar lampu di dinding. Benar saja setelah melihat saklar lampu Aska pun menghidupkannya dan klik......


" Ya ampun kok opa punya gudang rahasia senjata dan emas " kata Rey. yang melihat lihat disekitar meja. dan ada peta di atas meja.


............................


Sedang Ryan mencari setiap sudut kamar rahasia. Yang terlihat di antara buku buku di rak juga emas.


" Bang mereka ngak ada " kata Maya menatap setiap sudut kamar rahasia itu. Dan tak menemukan apa pun.


Ryan terdiam sesaat meraba setiap dinding kamar. Yang ia tahu dulu ada sebuah lorong di bawah rumah besar opanya.Namun ia tak menemukannya..


" Bang gimana mereka tak ada " kata Maya bingung.


"'Tenang lah mereka pasti ada di sekitar sini " kata Ryan yang mencoba meraba raba dinding.


Lama Ryan mencarinya. Namun tak ketemu juga. Sampai akhirnya ia pun mengajak Maya kembali keluar dan menuju ruang tengah.


Diruang tengah Kim dan Chow juga beberapa anak buahnya .Memeriksa setiap dinding. Yang mencari apa ada pintu di sekitar dinding. Namun tak menemukannya juga.

__ADS_1


Ryan lalu bergegas ikut melihat ruang tengah. Dan memperhatikan setiap dinding ruangan itu dengan teliti. Sambil meraba raba.


Sedangkan Aska Tan, dan Rey. duduk tenang melihat sekeliling. Ruangan itu cukup besar dan luas .Apalagi banyak senjata dan peti emas. Yang membuat ketiga nya berpikir.


" Ayo kita pulang sepertinya ini kamar rahasia opa " kata Aska.


" Ayo pulang Tan capek bang " kata Tan yang lalu berjalan menuju dari mana arah Aska dan Rey datang.


" Ayo " kata Aska yang memang hafal arah mereka tadi masuk. Lalu mengajak kedua adiknya menuju pintu dimana kedua nya masuk.


Sedang Maya memperhatikan semua ruangan tengah . Dengan mata sembabnya yang khawatir pada anak anaknya.


" Dimana mereka ?" kata Kim yang seperti mendengar suara.


" Ada apa Kim " tanya Ryan pada Kim yang sedang mendekatkan kupingnya ke dinding.


" Saya seperti mendengar suara tuan Aska tuan " kata Kim menatap Ryan.


Ryan pun mendekati telinganya benar saja seperti ada suara sayup sayup di balik dinding.


Maya bingung dan gelisah. Sambil menatap suaminya .Yang masih sibuk meraba dan mencari ruang rahasia.


Aska berhenti tepat didepan dinding dan meraba dinding yang bergambar . Hingga pintu pun bergeser sedikit. Lalu menyuruh Tan dan Rey keluar lebih dulu. Setelah itu Aska menyusul. Dan mereka keluar dari bawah meja Antik yang tingginya sepinggang orang dewasa. Dengan hiasan Kristal pajangan diatasnya


" Papah " kata Tan dan Rey yang membuat semua orang menoleh pada si kembar disusul Aska di belakangnya.


" Tan ,Rey " kata Maya yang lalu mendekati kedua anaknya dan memeluknya.


" Ya allah kalian ini kemana , bikin mamah jantungan " Kata Maya yang lalu memeluk Tan dan Rey.


" Aska ..." kata Ryan.


" Pah" kata Aska yang lalu memeluk papahnya.


" Kalian dari mana hah " kata Ryan yang lalu memeriksa semua badan Aska .Takut ada yang terluka.


" Ada ruang rahasia disana pah " bisik Aska pelan ketika Ryan memeluknya.


Ryan pun memicingkan matanya menatap Aska. Lalu menoleh kearah sang opa.Yang duduk dikursi rida yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka .Mencari cicit cicit jahilnya itu.


" Sekarang kalian mandi bau apek " kata Maya yang mencium bau debu .

__ADS_1


Sedang opa yang ditatap Ryan hanya diam tersenyum penuh misteri. Tampa suara lalu menyuruhnya mami Lily membawanya kekamar.


__ADS_2