
Ada rasa gelayar aneh didada Ryan, Sedang kan Cindy mendesis pelan.
" Lepaskan Cin, aku tak tertarik " kata Ryan gusar.
" Ah Maya bukannya kau belum pernah menyicipinya sayang. Ayolah bercinta dengan ku sekali saya " kata Cindy berbisik pelan. Mengoda Ryan.
Rayan hanya menahan saliva. Karna tubuhnya memang tergoda .Namun hatinya tidak karna Ryan tak ingin menyakiti hati Maya istrinya.
" Ayolah sayang ini gratis, hanya kita berdua saja yang tahu " desah Cindy yang membiarkan dadanya menggesek ke tubuh Ryan.
Ryan hanya memejamkan matanya Ada yang terbangun dibawah sana .Namun Ryan mencoba tetap tenang.
" Turun Cindy " bentak Ryan .bertepatan gagang pintu ruangan Ryan.
Ceklek.....
" Keluar dari sini atau aku akan menyeret mu" bentak Kim pada Cindy yang kaget melihat Kim masuk.
Cindy yang setengah telanjang langsung membenahi pakaiannya.
" Apa kau tidak sopan menganggu kami " kata Cindy kesal karna Kim datang tiba tiba.
" Keluar kau cepat aku tak ingin melihat mu lagi " kata Ryan gusar . Lalu membenahi jasnya.
" Kenapa kau lama sekali Kim , ular ini terlalu liar " sindir Ryan.
" Lee aku masih mencintaimu, kenapa kau slalu menolak ku . Apa bagusnya wanita kampung itu hah ...!!" kata Cindy marah yang gagal mengoda Ryan.
" Aku tak tertarik denganmu, Kim kau bisa memuaskannya bila kau mau " kata Ryan cuek.
" Lee.......!!" teriak Cindy kesal .Lalu menghentak hentakkan kakinya.
" Kau tega. Tapi lihat saja nanti kau akan menyesal menolak ku " kata Cindy yang membenahi dress nya. Lalu pergi meninggalkan ruangan Ryan dengan wajah memerah karna malu.Bahkan Kim sempat melihat tubuh bagian atasnya.
" Dasar wanita ular " kata Ryan membuang nafas kasarnya. Lalu fokus ke laptopnya.
" Apa dia sempat mengoda tuan, ?" tanya Kim pada Ryan. Sedang kan Ryan cuek saja.
" Apakah kau tak melihatnya " kata Ryan balik bertanya.
" Sebagai pria normal mungkin aku tak bisa menahannya bos, tapi gayanya yang murahan membuatku muak " kata Kim menyindir Ryan yang sempat melihat kemolekan tubuh Cindy.
__ADS_1
Dan Kim tak menampik .Mungkin kalo dia yang digoda pasti lah hal mesum sudah terjadi.Tidak dengan bos nya yang sudah terbiasa dengan godaan.
" Memangnya Kau kemana tadi kim ? " tanya Ryan tampa menoleh.
" Saya sedang menerima telpon dari rumah tuan " kata Kim.
" Ya sudah kembali ketempat mu " kata Ryan yang mulai asyik dengan pekerjaannya. Padahal dari tadi dadanya berdegup kencang karna godaan Cindy yang hampir membuatnya tergoda .Untung saja Kim cepat datang.
Kim pun duduk dengan tenang di sofa. Menunggu bosnya itu bekerja seperti biasanya. Karna ia memang pengawal pribadi Ryan .Dan tugasnya bisa longgar bila ada jhon dan jeff yang siap menggantikannya.
Sedang di dalam lift Cindy mengepalkan tangannya. Sampai hari ini ia masih belum bisa mengoda Lee .Mantan kekasihnya itu. Tidak seperti Gee yang lemah dengan godaannya.
" Awas kau Lee, apa aku sudah tak menarik lagi. Apa istrinya sangat cantik sampai seorang model sepertiku tak mampu membuat nya takluk " omel Cindy bicara sendiri di dalam lift.
Setelah pintu lift terbuka.Cindy pun keluar dari halaman perkantoran ia pun menyuruh sopirnya menjemputnya.Yang sudah menunggunya dari tadi.
Brak.....
Pintu mobil pun dibanting keras.
" Jalan " kata Cindy kesal. Karna hari ini ia gagal lagi untuk kesekian kalinya.
" Baik nona " kata sang sopir yang lalu membawa mobilnya meninggalkan gedung perkantoran itu.
Sedangkan Maya sedang luluran bersama dua sahabatnya. Di kamar villa belakang yang biasa tempat menginap Alex dan Didi.
" Wah ini perut lumayan besar ya non " kata bi Maryam tukang lulur langganan Maya pijatan.
" Iya bi, kan kembar jadi terlihat mulai buncit, kelihatan melar dan jelek ya bi tubuh saya " kata Maya. Yang mulai takut tubuhnya tambah melar. karna hamil . Namun ia berharap rumah tangganya baik baik saja.
" Ya wajar non, kan hamil kembar." kata bi Maryam tersenyum
" Mudahan suami saya ngak bosan ya bi lihat perut buncit gini " kata Maya.
" Ah mana ada non, kalo nona bisa melayani dengan baik pasti ketagihan non .kan non Maya masih muda " kata bi Maryam.
" Ya semampu saya bi, kadang tenaga perempuan itu beda sama laki laki yang tenaganya lebih diatas rata rata " jawab Maya tersenyum.
" Wah kalo kekuatan kuda super mending non Maya minum madu telur aja sama ginseng tuh biasanya bi Marni kan punya.non " kata bi Maryam
" Hah buat apaan bi Marni bi " kata Maya bingung kalo bi Marni punya resep jamu ginseng.
__ADS_1
" Bibi ngak tahu , tapi tanya aja bi Marni langsung " kata bi Maryam sambil memijat tubuh Maya.
" Ya sudah nanti Maya tanya sendiri bi " kata Maya .Yang menikmati pijatan bi Maryam.
Sedang kan Desi dan Vani sudah sedari tadi selesai dipijat oleh dua asisten bi.Maryam.
...............................
Maya baru saja ingin saja masuk kamar ketika pintu terbuka.
" Hai lagi apa sayang ?" tanya Ryan yang baru datang dan langsung meletakan tasnya di sofa dan membuka kancing kemejanya.
"'Tumben abang pulang cepat " kata Maya heran .Karna biasanya suaminya ini pulang sore
" Kepala abang lagi pusing " kata Ryan yang membuka pakaiannya . Lalu melemparnya ke sofa dan Maya bergegas memungutinya.
" Hah...Abang sakit kepala " tanya Maya yang mendekati suaminya itu dan memegang dahi Ryan. Namun tak merasakan apa apa. dan normal biasa saja.
" Ngak panas tuh, abang merasa sakit ?" tanya Maya bertanya.
" Bukan yang atas ?" kata Ryan tersenyum penuh arti .Melihat Maya yang bingung Mengira dirinya sakit atau demam.
" Hah......trus pusing yang mana?" tadi bilangnya abang pusing " kata Maya heran penuh selidik.
" Pusing yang bawah " kata Ryan tersenyum.Lalu memeluk tubuh Maya yang wangi jamu. Yang sangat disukai Ryan wanginya
" Hah ....abang aneh emang ada pusing bisa dibawah emang dibawah ada kepala" kata Maya dengan wajah bingung.
" Hehehe......". Ryan pun terkekeh . Sengaja mengerjai istrinya itu. Lalu mengandeng Maya ke tempat tidur.dan mengangkatnya lalu mengungkungnya.
" Kan bukan kepala atas, tapi kepala bawah " kata Ryan menatap manik mata Maya lekat dengan tersenyum penuh arti.
" Astaga ...... abang....." kata Maya yang mencubit dan memukul pelan dada bidang Ryan. Dan tahu apa maksud dari perkataan Ryan.
Hahaha ..........Ryan pun tergelak puas .Melihat wajah merona Maya. Karna malu dengan ulah sang suami yang kelewat mesum.
Cup ...... sebuah kecupan pun mendarat di bibir Maya.
" Abang mengerjai Maya , Maya pikir abang benaran sakit kepala " Kata Maya cemberut.
" Iya sakit lah kalo ngak disalurkan, bikin pusing " kata Ryan yang lalu membuka baju kimono Maya yang tadi memang ingin berniat mandi.
__ADS_1
Dengan rakus Ryan lalu mengecup dua mainan kesukaannya itu.. Maya lagi lagi hanya bisa pasrah .Kalo suaminya itu sudah mulai on.Maya tak bisa menahannya. selain mengikuti permainan sang suami. Bermain cantik dalam irama diam.Hanya lenguhan dan ******* pelan yang terdengar. Setelah itu Ryan pun memakai pakaiannya kembali.Takut Aska masuk karna tadi pintu kamar lupa dikunci. Dan untung saja semua sudah tersalurkan dan pusingnya hilang.Kini keduanya bisa tidur dengan tenang.