Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 456


__ADS_3

Tian langsung menaruh koper dekat pintu setelah semua nya beres. Dan merapikan bekas tempat tidur mereka..


Queen yang keluar kamar mandi pun langsung bergegas berpakaian. Yang sudah Tian siapkan..


" Lho barang barang kita mana sayang " kata Queen


"' Tuh semua sudah siap " kata Tian


" Ya ampun sayang trimakasih karna sudah packing sendiri " kata Queen yang langsung memeluk Tian.


" Ayo kita sarapan. Aku lapar" kata Tian


" Ya ampun kasihan , Ayo aku pikir sudah sarapan maaf aku terlambat bangun " kata Queen Yang lalu mengandeng Tian keluar Kamar menuju ruang makan . Dan disana semua orang juga baru makan.


"'Wah baru bangun juga ya ..Ayo makan " kata Vino


" Iya nih kesiangan " kata Tian.


" Sayang mau lauk apa ?" kata Queen Yang sedang mengambilkan makan untuk Tian


"' Apa saja sayang " kata Tian yang duduk disebelah Rey.


" Apa ada tamu ?" kata Tian Ketika melihat papah mertuanya sedang bicara dengan seseorang.


" Iya om Lim , oh ya nanti setelah makan Kau mau dikenalkan papah sama om Lim . Om Lim itu yang pegang kendali semua perusahaan di Amerika. " kata Rey


" Hah...... tapi seperti nya aku kenal ?" kata Tian.


" Jelas kau kenal , om Lim itu Papinya Leo dan Leon yang sedang istirahat di kamar tuh " kata Rey.


" Hah.......oh iya aku ingat " kata Tian yang memang mereka dulu satu asrama .


" Lalu om Lim kesini ada keperluan apa " kata Tian.


" Kemaren mereka kesini untuk menghadir Resepsi bang Aska .Tapi pesawat nya mengalami kerusakan dan mereka pun tak bisa datang tepat waktu ." kara Rey.


" Kasihan juga ya, trus ikut pulang dong akhirnya " kata Tian


" Ya begitulah tadi mereka sudah bertemu kak Aska kok " kata Rey

__ADS_1


Sedang kan Zia lagi asyik dengan ngobrol dengan Leon..Karna selama ini mereka dekat walau umur mereka terpaut 7 tahun Namun Zia dekat dengan Leon yang dulu menyukai Queen Namun karna Queen sudah menikah . Akhirnya Leon pun mendekati Zia. Dan keduanya ngobrol cukup lama Dan juga bercerita kegiatan masing masing


" Apa kau masih sendiri " tanya Leon..


" Iya memangnya kenapa ? apa ada yang aneh " kata Zia


" Aku akan meminang mu kalo ada lowongan " kata Leon tersenyum. Yang membuat Zia kaget dengan apa yang ia dengar.


" Hei ..... jangan bercanda yon ngak lucu tahu " kata Zia cemberut seraya melirik Leon


" Siapa yang bercanda aku sudah bilang papah ku dan papah mu "' kata Leon dengan mimik serius Membuat Zia pun lalu terdiam. Dan menatap Leon lekat


" Apa bang Leon serius ?" kata Zia


"' Iya aku serius , aku ingin menikahi mu agar kita tak kehilangan jejak keluargga . Kan masih bisa berkerabat seperti Maira dan Kelvin " kata Leon


" Tapi dulu abang menyukai kak Queen kan " kata Zia yang tahu Leon menyukai sepupunya itu.


" Iya itu dulu , kan Queen juga sudah menikah " kata Leon .


" Aku masih menyukai nya sampai hari ini dan akan menjaganya. Andai ia tak bahagia aku tak akan tinggal diam " kata Leon dalam hati yang memang terlambat datang untuk menemui Queen karna kesibukannya.


Zia terdiam ia takut Leon tak serius dengannya . karna dulu setahunya Leon sangat menyukai Queen dan Zia tak mau ia hanya jadi tempat pelarian Leon saja Atau Leon ingin menikahi agar bisa dekat dengan Queen .Semua pertanyaan berputar di pikiran Zia. Entah mengapa ia belum yakin. Terlebih ia dan Leon beda keyakinan Namun Leon bersedia untuk menjadi muslim.


Karna kesibukannya , Ia lupa untuk mengikat Queen saat itu. Hingga ia tak bisa meraih nya dan Zia adalah sepupu Queen .Yang tak kalah cantik.


"Bagaimana ?" kata Leon yang tak mau menyia yia kan kesempatan.


" Beri aku waktu untuk berpikir bang " kata Zia yang ragu akan ketulusan Leon


" Baiklah aku akan menunggu " kata Leon menatap Zia.


Lalu keduanya pun terdiam masing masing dengan pikirannya sendiri Sampai akhirnya....


" Woi....... lagi apa ini kok bengong " kata Ken


" Kami tadi ngobrol tapi lupa kehabisan bahan obrolan " kata Leon.


" Gaya lho , oh ya apa Leo serius melamar Via " kata Ken

__ADS_1


" Hah..... emang bang Leo melamar Via kak " kata Zia kaget.


" Iya tuh .... om Didi lagi ngobrol dengan om Lim juga. Ayo......bro bantu antar barang barang pesawat " kata Ken


" Ok ayo aku duluan ya Zi " kata Leon Yang beranjak dari tempat duduknya mengikuti Ken


" Ya " kata Zia ...Yang lalu bergegas menemui Via .


Sedang di sisi lain Tian merasa aneh ketika Leon sering memperhatikan Queen .


"' Apa mereka saling dekat atau mereka punya hubungan " bathin Tian . Yang melihat Leon akrab dengan istrinya.


Sedangkan Leon pun merasa cangung karna Tian lah suami Queen .Karna ia tahu semasa sekolah dulu Tian memang punya pesona yang menyihir para wanita. Karna ketampanan nya. Dan Rey pun berada bawah Tian. Dan Leon kalah cepat bersaing dengan Tian .Yang lebih dulu


melamar dan menikahi Queen. Padahal memang sejak lama mereka sekampus Tapi Queen tak pernah bertemu dengan Tian.


" Hai bro.... " sapa Tian


" Hai.. juga lama tak bertemu kawan, aku tak menyangka kau menikahi Queen " kata Leon.


" Aku tak sengaja bertemunya dikampus " kata Tian yang memang tahu Queen terkenal Tapi ia jarang bisa ketemu dengan Queen dan saat bertemu ia langsung jatuh cinta. Karna ia pun tak pernah pacaran . Dia menganggap banyak gadis yang mendekati nya sekedar kagum dengan ketampanan nya Karna ia mendapat kan ketampanan nya itu dari garis kecantikan sang ibu. Hanya saja sang papi tak menyadari nya.


" Yah mungkin jodohmu " kata Leon Yang merasakan cukup berat bila bersaing dengan Tian


" Yah begitulah " kata Tian tersenyum..


" Hei ayo bantu kita " kata Vino


" Ok bro siap " kata Tian . Yang lalu mendekati semua barang Dan mereka akan mengangkutnya ke bandara untuk menatanya di pesawat


" Leon ayo " kata Rey.


" Ya " Kata Leon yang lalu melangkah mendekati para pemuda yang sibuk .


Para wanitanya pun ikut membantu. Sedang Maya dan mami juga sang ibu sedang menata makanan untuk persiapan di pesawat.


" May apa kita langsung ke Taiwan atau pulang ke Jakarta dulu " tanya mami Lily


" May sih terserah bang Ryan saja mi " kata Maya . Karna keputusan mutlak ada ditangan sang suami .

__ADS_1


" Ya .... kau benar nak kita menurut saja " kata Mami tersenyum . Lalu memasukan lagi cake coklat ke kedalam wadah untuk diperjalanan.


Semua orang sibuk membantu. Agar mereka bisa cepat berangkat . Dan bisa sampai tujuan Sedang kan anak perempuan sebagian Membawa makanan untuk persiapan bekal di pesawat yang sudah Maya tata di dalam wadah yang sudah disiapkan Nur. Untuk makan di dalam pesawat tampa . repot memakai piring.


__ADS_2