Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 311


__ADS_3

Ryan langsung mendorong tubuh Rara ke sofa . Yang membuat Rara hampir terjungkal. Karna Ryan tak menyangka istrinya itu memergoki dirinya. Yang hampir saja.....


" Bagus ya bang begini kelakuan abang selama Maya pergi. Bukannya abang mencari Maya tapi berselingkuh di belakang May " kata Maya emosi.


" May......biar abang jelas kan


" Ngak perlu May sudah lihat " kata Maya ketus lalu menatap Rara tajam..


" Heh ....pelakor gatal pergi dari sini " kata Maya menujuk Rara. yang meringis kesakitan karna tadi sempat di dorong Ryan.


" Heh......kamu tuh perempuan gatal yang nyari selingkuhan diluar. Wajar saja kalo Ryan suka dengan ku . Ketimbang wanita kampung seperti.mu.


" Rara .....jaga bicara mun" kata Ryan menegur Rara.


" Ini nih.....bang wanita gatal yang pengen dibelai belai abang .Makanya ngejar ngejar Abang sampe nyinyir pengen di sodok sodok saking gatalnya dan abang suka kan " kata Maya ketus.


" Heh......jaga tuh mulut lho, salah sendiri ninggalin suami. wajar dia masih suka padaku orang dulu dia juga semang "


" Oh ya bagus .....gitu ya bang jadi kalian mau selingkuh terang terangan " kata Maya


Deg .....Ryan tak bersuara. karna Maya begitu marah. dia bingung harus bagaimana menjelaskan semuanya


" May abang ......ngak selingkuh dia yang mengoda abang duluan. karna.....


" Karna Maya pergi gitu trus abang bisa selingkuh hah.... sekarang abang pilih Maya atau ular gatal ini . Biar Mays bawa semua anak anak Maya " kata Maya marah


" Maya....abang mencintai May tadi cuma..."


" Cuma hilap gitu trus abang mau kan kalian sama ngak ada bedanya " kata Maya


" Heh ular gatal kau datang kesini ingin merayu suami ku kan ambil . sana, aku kasih semua , paling nanti setelah bangkrut kau tinggal kaya si Ronald suami mu itu kan " kata Maya mencibir Rara.


" Heh.... apa urusannya dengan mu , itu urusan ku, lagian Ryan juga menyukai ku . kami......


" Bohong aku tak menyukai nya May, ngak abang cuma ....


" Cuma apa sama ya kalian mesum nya dia ular gatal dan ular kadut brengsek " kata Maya yang marah lalu membanting semua barang yang ada diatas meja kepada Rara dan juga Ryan.

__ADS_1


Prank .....prank.... bug ..... suara ribut itu terdengar sampai luar .


" May sudah jangan begini , abang minta maaf .... abang "


" Ngak perlu kita pisah......" kata Maya


Duarr..........


Serasa ada petir menyambar tubuh Ryan ketika kemarahan Maya yang tingkat dewa. Yang membuat Ryan mendadak lemas. Dan lalu memeluk tubuh istrinya Namun Maya berontak


" Lepas ..... aku tak mau disentuh abang May jijik sentuh tuh gudik abang


" May jangan begini , maafin abang . abang cinta mati sama Maya. tolong jangan tinggalin abang . Tadi abang hanya memeluk nya saja Demi Allah tak terjadi apa pun " kata Ryan yang bersimpuh di hadapan Maya . Yang memeluk kaki Maya.


" Ngak mau abang jahat dan pembohong " kata Maya dengan mata berkaca kaca .


Alex dan Didi yang melihat kejadian itu pun langsung menyeret Rara keluar dari ruangan Ryan. yang membuat Rara berteriak.


" Yan tolong......apaan lepas..... kalian tak berhak mengusirku kecuali Ryan " kata Rara Yang berontak.


" Pergi dari sini aku tidak mau melihatmu " kata Ryan yang marah karna tak ingin kehilangan Maya.


" Cuma tergoda gitu kan bang, abang jahat pembohong mau di tipu wanita ular gatal itu, sampai abang percaya dengannya kan " kata Maya


" May, abang tahu abang salah tapi jangan tinggalan abang. abang ngak kuat di tinggal May . Abang tak menemuinya Dia yang menemui abang kekantor . Abang bersumpah May Abang juga tak menerima telpon ya. Baru tadi ia mengoda abang dan abang melihat dia seperti May " kata Ryan jujur . Yang membuat Maya makin kesal.


" May benci abang , bagaimana bisa Maya disamakan dengan Ular gatal itu hah.....Abang keterlaluan " kata Maya marah


May ingin melangkah pergi Namun Ryan sudah memeluknya dari belakang. " May Jangan pergi lagi, Abang bisa gila bila May pergi Abang bisa hilap May. Abang rindu May " kata Ryan memeluk tubuh istrinya itu dengan erat dan menaruh kepalanya di caruk leher Maya. Yang membuat Maya terdiam.


Ya..... Maya memang slama ini Maya mengawasi Ryan Ryan tak pernah pergi menemui Rara Ia hanya kekantor dan pulang . Dan menemani anak anaknya belajar sesuai laporan Aska. Dan hari ini Rara lah yang datang . Dan itu tak luput dari pengawasan Maya.


" Maaf kan abang May, Abang menyakiti May " kata Ryan lirih . Yang membuat Maya tak tega dengan suaminya itu.


Lalu Maya pun berbalik .Dan memeluk tubuh suaminya itu. Karna ia juga rindu dengan suaminya .


" May maafin tapi abang harus dapat hukuman " kata Maya tegas

__ADS_1


.


" Baik abang terima asal May pulang kasihan anak anak rindu sama May Masa May tega membiarkan kami menderita " kata Ryan Yang memang merasa tersiksa oleh istrinya itu. Yang membuatnya hampir tak bisa menahan diri. Dan kepalanya serasa mau pecah .


Maya pun terdiam dan menatap lekat suaminya itu. Lalu menariknya duduk disofa


" Jangan pergi lagi ya May please abang ngak mau kehilangan May " kata Ryan . Yang lalu ikut duduk disofa dan memeluk istrinya itu erat Karna takut Maya pergi lagi. Sampai ia melupakan ada rapat yang harus ia pimpin. kalo tidak Alex yang mengingatkan.


********


Maya memeluk anak anak yang tidur berkumpul dikamarnya ketika ia pulang . Karna rindu membuat keempat nya merengek tidur diranjang Maya. Yang membuat Ryan cemberut. Karna ia harus mengalah. Padahal ia pun butuh belaian sang istri. Yang sudah berpuasa satu minggu. karna ditinggal Maya.


" May mereka sudah tidur , gantian abang " rengek Ryan seperti anak kecil yang membuat Maya tersenyum


" Kan abang lagi dapat hukuman , salah sendiri tergoda " kata Maya menahan tawa.


" Tapi ngak gitu juga kan May, abang pusing nih ..Aduh.......sakit May kepala abang " kata Ryan mencoba menarik perhatian istrinya itu. yang sedang menyelimuti keempat anaknya.


" Cih alasan " kata Maya melengos lalu menuju lemari untuk berganti pakaian . Yang lalu diikuti Ryan. Yang lalu memeluknya


" Bang apaan sih May mau ganti baju " kata Maya .


" May, ngak kuat abang kebelet nih pusing sekali aja juga nggak pa pa " kata Ryan merengek.


" Abang katanya janji ngak minta yang lain Yang penting May pulang kan " kata Maya mengingatkan .


" Iya tapi abang ngak kuat " kata Ryan yang melihat tubuh molek Maya ketika berganti pakaian dan menelan salivanya karna tergoda.


" Dih ......ngak kuat , tapi masih tergoda wanita lain Cibir Maya kesal.


" Ya ampun May.kan Abang sudah minta Maaf " kata Ryan yang mengikuti kemana pun Maya melangkah. Yang membuat Maya menahan tawa . Lalu duduk disofa.


" Please sekali aja " kata Ryan masih merengek


" Janji sekali nggak lebih . Nanti May tambahin hukumannya " kata Maya


" Iya janji " kata Ryan mengangkat kedua jarinya . Sambil memeluk istrinya itu.Dan mulai menggerayangi Maya disofa.

__ADS_1


Maya pun membiarkan suaminya itu berbuka puasa karna tak tega karna seminggu menahan diri. Namun masih ada hukuman selanjutnya.


__ADS_2